
"Maaf, Akihiko sama. Sepertinya aku akan meminta persetujuan ketua klan Hozuki dahulu untuk jumlah senjata yang akan dipesan. Apakah Akira sama bersedia berkunjung ke klan Hoshigaki di Kirigakure?" pinta Yakumo.
"Bisa, aku juga sedang tidak ada kegiatan. Tapi aku selesaikan dahulu melatih genin klan Renbu, tenang saja aku jamin 3 hari mereka langsung mahir," jawab Akira tersenyum. "Aku izin pamit, untuk kembali ke penginapan. Esok pagi aku akan kemari lagi, persiapkan semua genin klan Renbu untuk berlatih kenjutsu."
"Baik, terima kasih Akihiko sama, Masayuki hime. Senang berbisnis dengan anda," Animisa tersenyum puas sambil menjabat tangan Akira dan Reina satu persatu, diikuti Yakumo menjabat tangan mereka juga.
Akira dan Reina keluar dari ruangan Animisa dengan bergandeng tangan. Mereka berjalan perlahan sambil terus tersenyum pada semua orang di dalam aula kediaman klan Renbu.
9 ketua klan di Namigakure menatap sinis Akira dan Reina, "Dasar penjilat," gumam ketua klan Garobu bernama Garobu Omeki menyeringai kesal, "Aku akan habisi kalian malam ini juga."
Akira dan Reina keluar pintu gerbang kediaman klan Renbu diantar oleh Keiko. Kereta kuda mewah sudah menunggunya di depan pintu gerbang.
Keiko menunduk hormat pada Akira dan Reina lalu membukakan pintu kereta kuda. Reina masuk terlebih dahulu kemudian Akira, mereka tersenyum pada Keiko sebelum kusir menarik tali pelana kuda. Kereta kuda berjalan perlahan menuju penginapan nenek Gezo.
•••
15 menit kemudian.
Kereta kuda masih berjalan dan sampai di distrik pelelangan ikan. Tiba-tiba kereta kuda berhenti setelah kepala kuda ditusuk kunai tepat dikeningnya, lalu ditebas.
Slash!
Suara kuda meringkik kesakitan sama sekali tidak terdengar, tahu-tahu kereta kuda langsung berhenti, untung saja Reina dan Akira adalah seorang shinobo veteran, mereka berdua berhasil menyeimbangkan tubuhnya hingga kepala mereka tak terhantuk.
Akira raut wajahnya datar karena sudah paham, sensor chakranya mendeteksi ada 15 shinobi yang mengepungnya dari balik bayangan.
Tap!
Satu kunai dilepaskan dan berhasil ditangkap dengan dua jari oleh Akira, tubuhnya berkedip, Reina juga berkedip.
Slash!
Tubuh Akira muncul di belakang salah satu shinobi memakai topeng hanya dan seragam ANBU Konohagakure, lalu menebasnya dengan ryutaiga secepat kilat.
Reina muncul di atas atap kereta kuda, tangan kanannya melepaskan bola kristal tomegane no jutsu seukuran bola baseball. Ada 100 bola kristal berwarna biru transparan yang disebar, bando yang menutupi kedua telinganya membentuk kacamata scouter di kiri dan kanan matanya.
Layar hologram scouter berwarna merah muda menunjukan 14 shinobi yang bersembunyi, Reina bisa melihat mereka semua dari kacamata scouter yang terkoneksi ke bola kristal biru yang disebar.
Reina merapal segel tangan, "Kesho no tate!" enam pilar kristal berwarna putih, sepanjang 1 meter melayang mengelilingi tubuh Reina.
Shua!
6 Shinobi dari berbagai arah, melempar shuriken dan sangat banyak, dalam sekejap mereka berhasil melempar 120 shuriken ke arah Reina. Sasaran mereka kepala Reina, pilar-pilar yang mengelilingi tubuh Reina, membentuk dinding layar kristal transparan secara otomatis untuk menghalangi laju shuriken agar tak mengenainya.
Trang!
"Sial, jutsu macam apa itu?!" gerutu salah satu shinobi menyeringai kesal karena lemparan shurikennya mampi ditepis oleh dinding kristal transparan.
"Hahaha!" Reina tertawa jahat, "Percuma saja kalian menyerangku, hahaha!"
Jleb!
120 shuriken itu tertancap di berbagai tempat, "Ternyata senjata itu juga membuat Reina meningkat kemampuannya. Paman Shinichi memang hebat, aku akan meningkatkan level Raito Hoshi ke tahap maksimal," gumam Akira.
Reina mengalirkan chakranya ke tangan kirinya, muncul busur panah berwarna putih sepanjang 1 meter di telapak tangannya, lalu Reina mengalirkan chakra ke telapak tangannya dan menaruhnya di depan lalu menariknya ke arah dalam tubuhnya. Muncul siluet tali busur berwarna putih dan siluet anak panah berwarna biru sepanjang 1 meter.
"Rasakan teknik senjataku ini, haaaaa!"
Shua!
Siluet anak panah itu masuk ke dalam cermin kristal, lalu keluar dari seratus bola kristal yang tersebar di berbagai arah untuk mengawasi 14 shinobi yang sedang bersembunyi dan tepat mengenao jantung mereka.
Jleb!
"Aaakh!" 14 shinobi memekik keras, lalu tergeletak ke permukaan tanah dengan mata membulat dan lidah terjulur, cairan merah di dada bagian jantung mereka mengalir deras.
Cwuszh!
Tubuh Akira berpindah tempat ke samping Reina, lalu mengelus rambut Reina. "Kerja bagus manisku," Akira tersenyum puas.
"Tentu saja, tapi berikan aku kristal Akagami. Masa aku kalah dengan Denji dan Byakuya, mereka berdua sudah naik ke level 3 senjatanya," Reina mengerucutkan bibirnya.
"Tentu saja. Masa manisku kalah oleh mereka, tenang aku akan tingkatkan sampai tahap maksimal," Akira tersenyum lebar tangannya menggandeng erat Reina. "Lebih baik kita pulang dan istirahat, biarkan saja mereka. Kita akan habisi pemimpin mereka nanti."
Cwuszh!
Reina dan Akira berpindah tempat dengan berteleportasi ke penginapan nenek Gezo.
***
Keesokan paginya.
Akira dan Reina latihan pagi hari seperti biasa tapi porsinya dinaikan tiga kali lipat. Berlari selama 1 jam, Squat jump 300 kali, push up 300 kali, dan pull up 300 kali.
[Ding]
[Selamat host menyelesaikan misi harian]
[Misi harian : Lakukan latihan berlari selama 20 menit, Squat jump 100 kali, push up 100 kali, dan pull up 100 kali.
Hadiah : 10 ryo dan 10 poin pengalaman
Batas waktu : -
Hukuman : -]
[Hadiah uang 10 ryo sudah ditransfer ke inventori sistem, dan 10 poin pengalaman sudah dimasukan ke dalam status host]
Banyak polisi Namigakure mengerumuni 15 mayat yang dibunuh oleh Reina dan Akira. Siluet panah chakra itu telah hilang dari dada bagian jantung mereka masing-masing.
Kusir kereta kuda juga tewas setelah terkena sabetan, salah satu shinobi yang menyerang kuda semalam. Total ada 16 mayat yang bergelimpangan di jalan distrik pelelangan ikan.
Keiko pagi-pagi datang ke penginapan nenek Gezo untuk memastikan Akira dan Reina. "Nona Yumiko, dimana Akihiko sama dan Masayuki sama?" tanya Keiko dengan raut muka khawatir.
"Mereka sedang berlari pagi mengelilingi Namigakure," jawab Keiko tersenyum.
Yumiko sudah mengerti, karena ia sangat paham bagaimana kerja seorang shinobi dan takan membocorkan rahasia setiap shinobi yang mencari informasi darinya atau menitipkan informasi ke Yumiko.
Tiba-tiba Akiran den Reina datang, "Hei Keiko! Ada apa datang kemari?" tanya Reina tersenyum ramah, "Kami berdua akan ke kediaman klan Renbu jam 9 nanti."
"Tapi kami melihat kusir yang mengantar anda berdua telah tewas dan mayat shinobi bergelimpangan. Apakah anda yang menghabisi mereka semua, Akira sama dan Masayuki hime?" tanya Keiko dengan raut menelisik.