
Tentu saja sulit jika menggunakan senjata yang bukan dibuat oleh sistem dan Shinichi karena terbuat dari besi biasa bukan logam Ryuakuma atau logam gakizo yang mampu menyerap chakra lebih cepat.
"Apakah aku harus menjadikan mereka pion lagi seperti genin klan Renbu? Aku akan menguji kekuatan mereka dahulu."
"Dasar latihan sampah! Mana ada hasilnya dengan latihanseperti itu!" Hoshigaki Inui yang sedang berpatroli di kediaman klan Hoshigaki kembali membuat ulah, dia berteriak dengan menatap sinis pada Akira. "Ketua klan, dia itu hanya pembual. Bisa membuat genin dan chunin kita menjadi lebih kuat itu omong kosong, dia hanya memanfaatkan kita saja. Biar mereka aku yang melatihnya, aku janji satu tahun mereka akan naik level menjadi chunin dan Jounin."
Akira raut wajahnya santai dan tersenyum tipis menanggapi cibiran Inui, bagi Akira yang berpikiran waras menanggapi mulut-mulut lalat yang berdengung cukup dengan tersenyum saja, maka masalah selesai.
"**Akira sama, senjatanya sudah selesai. Aku sudah menyegelnya di segel gulungan besar," kata Shinichi melalui komunikasi telepati.
"Terima kasih paman Shinichi. Aku akan mengirimkan uangnya jika transaksi selesai," balas Akira melalui komunikasi telepati.
"Kuiro sama, apa yang dikatakan oleh Inui benar. Aku tak pantas melatih genin dan chunin klan Hoshigaki, tapi jika aku tak bisa membuat mereka semua naik 10 level. Senjata yang Kuiro pesan aku berikan gratis," tantang Akira tersenyum licik.
"Persiapkan dirimu rugi jutaan ryo, hahaha," Inui tertawa puas dengan tatapan merendahkan.
"Kita lihat saja nanti, tapi jika kamu kalah klan Hoshigaki harus membayar dua kali lipat dari harga yang sudah ditentukan dan Aku mau kau hanya menerima satu pukulanku, bagaimana?" tantang Akira tersenyum licik.
"Ayo Inui senpai! Hajar dia!"
"Goblok, ini bukan taruhan pertarungan tapi kompetisi menaikan level kita." Salah satu chunin 1 memukul kepala temannya yang masih berada di level genin 9 hingga benjol.
"Aw! Sakit tau!" Genin level 9 mengelus-elus kepalanya yang benjol besar.
Bug!
Akira mengeluarkan gulungan besar dari portal kamui dan terjatuh ke permukaan tanah dalam keadaan berdiri.
Kuiro penasaran dengan isi dalam gulungan besar itu dan terus menatap lekat dengan tatapan penuh rasa penasaran, "Ini adalah gulungan berisi senjata yang dipesan oleh anda, Kuiro sama," kata Akira tersenyum. "Dan ini yang akan menjadi taruhannya."
"Jika klan Hoshigaki mendapatkan senjata ini gratis, kita bisa secepatnya kuat dan menghemat pengeluaran hingga 50.000.000 ryo," batin Kuiro tersenyum lebar.
"Baiklah, aku setuju," Kuiro dan Inui mengangguk pelan dengan tersenyum licik. Mereka berdua sudah membayangkan kemenangan Inui dan mendapatkan puluhan ribu senjata dari Akira secara gratis.
"Kalian semua berbaris rapi, dan bersiaplah!" Akira berteriak dengan penuh ketegasan, 100 anak-anak klan Hoshigaki berbaris rapi sesuai aba-aba Akira.
Akira mengeluarkan chakra enenra dan mengalirkannya ke seluruh tubuh lalu merapal segel tangan dan menghentakannya ke permukaan tanah, "Fuinjutsu: Surēbushīru no juin," muncul formasi segel berdiameter 50 meter bermotif kepala naga dikelilingi empat bilah shuriken.
Sriiing!
Muncul segel kutukan kepala naga berwarna hitam di kelilingi empat bilah shuriken pada dada 100 anak klan Hoshigaki.
"Aaaaakh!" Mereka memekik, matanya membelalak dan hanya terlihat sklera matanya yang putih bersih, urat ototnya menegang di sekujur tubuh. Levelnya satu persatu naik dengan perlahan, semakin lama semakin sakit, urat ototnya tambah menonjol dan segel kutukan itu pun hilang perlahan di dada mereka.
[Ding! Berhasil menanamkan segel budak pada 75 chunin klan Hoshigaki dan semuanya naik menjadi jounin level 9]
Pikiran dan kesadaran mereka sudah 100% dalam kendali Akira, dan mereka sudah menjadi budak Akira selamanya.
Akira tersenyum puas pada Inui dan Kuiro, tatapannya penuh dengan tatapan kemenangan.
Inui dan Kuiro menjatuhkan rahangnya, setelah merasakan wadah chakra 100 anak klan Hoshigaki naik begitu signifikan. Perasaan mereka sangat terpukul dan mental mereka seperti terjun dari langit ketujuh dan meluncur sangat cepat ke permukaan tanah.
"Kuiro sama, apakah Yakumo sama tidak menceritakan hal ini padamu, hehehe." Akira terkekeh dengan tatapan mengejek, kali ini dirinya sudah berada di atas angin. "Sekarang giliranku, hahaha! Kamu lalat kerdil bersiaplah karena kamu kalah!" sambungnya sambil menunjuk tegas Inui.
"Gluk!" Inui menelan salivanya, tubuhnya bergidik ngeri, kakinya bergetar hebat, raut wajahnya pucat pasi, Akira menatap dirinya begitu tajam seperti elang menemukan mangsanya. "A-ampuni a-aku Akihiko sa-sama."
"Tidak!" tegas Akira berapi-api sambil mengibaskan tangan kanannya, "Aku akan memukulmu dengan tangan kiri, hahahaha."
Bam!
Akira berlari cepat ke arah Inui yang berjarak 10 meter darinya lalu menghantamkan pukulan sekuat tenaga dengan tangan kirinya.
Boom!
Tangan kiri Akira menyentuh perut Inui dan membuatnya meledak menjadi bubur darah.
"Hahahaha!" Akira tertawa terbahak-bahak, "Itulah jika melawanku Akihiko sama, hahahaha!"
Reina hanya tersenyum tipis melihat Akira membunuh Inui seperti seorang psikopat. "Begitulah nasibnya jika menghina kami," gumam Reina tersenyum jahat.
"Sebenarnya siapa Akihiko sama ini? Padahal levelnya hanya terpaut satu level dengan Inui, tapi dalam sekali pukul dia langsung membuat tubuh Inui menjadin bubur darah, benar-benar orang yang tak bisa disinggung. Padahal aku ini jinchuriki Hachibi tapi ketika menatap matanya seperti menatap jurang tanpa batas."
Ledakan suara itu juga membuat semua anggota klan Hoshigaki yang berada di dalam rumah masing-masing panik dan bersikap waspada lalu keluar dari rumah mereka. Ledakan yang dibuat Akira juga memicu kepolisian Kirigakure bergegas menuju kediaman klan Hoshigaki untuk melihat apa yang terjadi.
"Sekarang sesuai perjanjian, Kuiro sama harus membayar semua senjata ini dua kali lipat, hehehe," Akira terkekeh dengan seringai jahat.
"Ba-baiklah." Badan Kuiro agak bergetar setelah menyaksikan pembunuhan di depan matanya, bagai kerbau dicocol hidungnya, tanpa basa basi memberikan gadget akun shinobi bank berisi uang 50 juta ryo pada Akira. "Mohon terimalah, A-akihiko sama."
"Terima kasih Kuiro sama." Akira tersenyum puas dan melenggang santai bersama Reina menuju pintu gerbang kediaman klan Hoshigaki dan membiarkan gulungan berisi senjata berdiri tegak di samping Kuiro. "Aku akan pergi mencari Yonbi, Son Goku, Overbye!"
"Sayang, kali ini kita menang banyak, padahal modal untuk membuat semua senjata itu hanya 100.000 ryo, hehehe," Akira terkekeh dan menggandeng tangan Reina.
Tentu saja kakinya ia langkahkan menuju Shinobi bank di pusat desa Kirigakure untuk mencairkan uangnya, gara-gara upgrade sistem Akira tidak bisa mengambil uangnya sedikit pun karena sementara saldo sistem tidak bisa digunakan.