DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 43 - Kesedihan Hanabi



Akira menginjak kepala banteng satu persatu, tujuannya ke bagian tengah kawanan. "Akan aku habisi sekarang juga, agar cepat menyusul sensei dan Reina. Cho cho cho odama rasengan!" Akira melompat sangat tinggi dan membuat rasengan yang sangat besar, diameternya lima puluh meter, hanya menyisakan 1% chakranya.


Ciug!


Akira meluncur cepat dan menghantamkan rasengan besar itu ke bagian tengah kawanan banteng.


Shua!


Swush!


Begitu rasengan menyentuh kawanan banteng yang terjebak dalam lumpur, tubuh Akira berkedip, berteleportasi menggunakan sunshin no jutsu untuk menjauh, sejauh-jauhnya dari kawanan banteng, agar tak terkena gelombang kejut serangannya sendiri.


Boooom!


Siluet jamur terang terlihat sangat jelas dari jarak 1.5 km, ledakannya menghancurkan radius 500 meter dan gelombang kejutnya sampai ke radius 1.2 km. Akira yang berada jauh 1.5 km saja masih merasakan getaran dari jutsunya sendiri.


Grrr!


Grrrrr!


Grrrrr!


Kamui dan Nagashi yang membawa Hiyoshi, Reina serta Azura tiba-tiba berhenti, setelah mendengar bunyi ledakan besar. Hiyoshi menoleh ke belakang dan melihat siluet jamur berwarna kuning terang dan berubah menjadi asap, "Dasar bocah jabrig! Selalu saja berlebihan, cih!" decih Hiyoshi sambil tersenyum lebar, merasa bangga pada Akira karena selalu bisa diandalkan dan menyelesaikan apa yang selalu diembannya.


"*Mengapa sensei mengatakan hal yang sepertinya membenci tapi raut wajahnya sangat senang. Apa Hiyoshi sensei sangat menyukai Akira dan bangga dengannya? Dari suara ledakan dan kepulan asapnya yang membumbung tinggi, pasti itu jutsu yang mempuyai kerusakan area yang sangat luas."


"Akira semoga kamu cepat kembali dan tidak terjadi apa-apa padamu. Aku percaya kamu selalu bisa melewati setiap masalah dan kembali lagi bersamaku*."


Hiyoshi yang melihat raut muka Reina sangat khawatir pada Akira, mencoba menenangkannya. "Tenang saja Reina, sebentar lagi Akira akan menyusul kita. Kamu tahu kan bocah jabrig itu? Punya segudang cara untuk lolos dari kematian, hehehe," kata Akira tertawa ringan pada Reina. "Nagashi! Kamui! Ayo jalan lagi!"


Mereka kembali melanjutkan perjalanan, mengikuti jalur rel kereta kaminari. Sesekali Azura yang berada di belakang menoleh ke belakang karena penasaran dengan Akira.


Di hutan Oni bagian dalam yang sudah rata dengan tanah, bahkan kawanan gajah bertanduk, rusa bercakar dan ayam api juga semuanya tewas terkena hempasan gelombang kejut yang dibuat oleh Akira. Total hewan mutan yang Akira bunuh 5.000 hewan mutan berlevel tenshi, dan kerusakan jalur rel kereta kaminari memanjang sampai 2 km.


Tubuh Akira berkedip dan kembali ke tempat bekas ledakan, setelah keadaan mereda. Akira hanya melihat hamparan tanah yang kering di sana, tangan kanan Akira di angkat ke atas. "Bansho tenin!" Yoru tenshi yang berada di radius 2 km, tertarik dan terserap satu persatu ke dalam rinnegan merah.


Slurp!


"Sial!" Akira menepuk jidatnya sendiri. "Aku telah merusak jalur kereta kaminari dan itu sepertinya tambah panjang dari kerusakan jalur sebelumnya. Aku benar-benar ceroboh. Biarlah, lagipula biar menjadi urusan Konohagakure dan Namigakure, yang jelas aku sudah membersihkan hutan ini dari ancaman hewan mutan."


[Selamat host mendapatkan 5.000.000 poin pengalaman dan dikalikan dua karena menyerap yoru dengan rinnegan merah]


[Selamat host telah naik level dari level jonin 3 ke jonin 4. Untuk naik ke level jonin 5 dibutuhkan 4.096.000 poin pengalaman]


[Selamat host telah naik level dari level jonin 4 ke jonin 5 dan mendapatkan kotak perak. Untuk naik ke level jonin 6 dibutuhkan 7.671.550 poin pengalaman]


Wadah chakra Akira membesar 10 kali lipat danau, Akira yang kehabisan chakranya mengeluarkan 10 pil chakra lalu menelannya. "Gluk! Sial, hanya mampu mengisi 20% chakra dalam tubuhku." Akira kembali mengeluarkan 40 pil chakra dan menelanya sepuluh persepuluh. "Benar-benar menghabiskan pil chakraku untung saja masih tersisa. Tapi pil dari Ryujin sangat hebat, efektivitas pilnya 100%, andai saja aku bisa membuatnya aku pasti kaya raya, hahahaha."


Akira mulai berlari menyusuri jalan rel kereta kaminari yang rusak parah, untuk mengejar Hiyoshi. Akira menggunakan kage no suteppu level maksimal agar tak ketinggalan jauh dari mereka berlima, karena Nagashi dan Kamui berlari sangat kencang serta stabil pada kecepatan 100 km/jam, benar-benar siluman kontrak yang sangat cepat.


***


Di kediaman klan Hyuga.


Hyuga Hanabi yang menjadi ketua klan saat ini, menggantikan Hyuga Hiashi sedang bingung melihat gulungan surat yang dikirim klan Otsutsuki. Bahwa mereka memutuskan kerja sama dengan klan Hyuga dan menutup akses tentang segel menara langit, membuat Hanabi sangat marah dan kecewa.


Padahal dengan segel menara langit, mata Hanabi berpotensi menjadi tenseigan seperti anaknya Hyuga Ryuna. Lima tahun terakhir setelah Hyuga Ryuna menghilang bersama Uchiha Ryuki, Hanabi menyesal menuruti egonya melarang hubungan mereka.


Ibarat pepatah kuno, ketika nasi menjadi nasi goreng dan sudah masuk ke dalam perut serta menjadi kotoran. Maka semua keadaan sudah tidak bisa lagi diputar ulang kembali, tapi Hanabi punya firasat jika Ryuna punya anak dengan Ryuki, dan sampai sekarang Hanabi masih bersikukuh untuk mencari cucunya tersebut.


"Ryuna, kenapa kamu tidak memberikan sedikit petunjuk pada ibu? Ibu sangat merindukanmu, maafkan ibu yang terlalu egois dan mementingkan klan saja, hiks ...." Hanabi memandangi foto Ryuna, cairan bening di sudut kelopak matanya mengalir.


Tok!


Tok!


Tok!


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kantor ruangan Hanabi, ia langsung memasukan foto Ryuna ke dalam laci mejanya dan menyeka air matanya. "Ya, masuk!" seru Hanabi.


"Maaf, Hanabi sama." Hyuga Rei menunduk hormat dan memberikan daftar anggota genin klan Hyuga yang akan ikut ujian chunin khusus. "Itu adalah beberapa nama yang akan diikutkan ujian chunin khusus. Mohon bimbingan dan arahannya, ketua!"


Hanabi melihat satu persatu statistik, anggota genin klan Hyuga yang akan ikut ujian chunin khusus. "Ikutkan saja semua, aku yakin mereka sudah berada di level chunin 1 atau bahkan chunin 9, kalau dilihat data statistik ini." Hanabi menyerahkan map berisikan data statistik anggota genin klan Hyuga pada Rei. "Latih mereka lebih keras lagi, aku harap kamu bisa meningkatkan efektifitas jutsu mereka ke tahap maksimal. 3 orang diantaranya berpotensi mengevolusikan byakugan ke tenseigan."


"Baik, ketua!" Rei menunduk hormat, lalu keluar dari ruangan Hanabi dengan raut sumringah. "Tebakanku benar, ketua sangat jeli dalam melihat potensi, tak sia-sia aku melatih mereka bertiga 10 kali lipat lebih keras diantara 10 genin Hyuga."


Setelah Rei keluar, Hanabi menyandarkan tubuhnya pada kursi, lalu mengingat kenangan manis saat bersama Ryuna, putri semata wayangnya.