DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
Chapter 112 Eneru



Tsuchikage Arakuchi yang mendengar ribut-ribut di luar kantor keluar dari ruangannya dan membuka pintu.


Krieeet!


"Kenapa ada ribut-ribut?" Tsuchikage Arakuchi menatap tajam.


"Maaf Tsuchikage sama, jika mengganggu kesibukan anda. Kami dari organisasi senso no haijo mengirimkan bantuan untuk Iwagakure," Akira menunduk hormat pada Tsuchikage Arakuchi lalu membentuk segel tangan pelepasan, "Kai!"


Boof!


Disamping kanan Akira muncul kepulan asap dan nampak gulungan berwarna hijau pekat setinggi 3 meter, tebal 2 meter berdiri di sampingnya.


"Mohon Tsuchikage sama mau menerimanya. Kami memberikannya tulus dan tidak ingin ada imbalan apapun," Akira tersenyum ramah dari balik topengnya. "Jika bantuan kami kurang, kami siap memberikannya lagi untuk anda, Tsuchikage sama."


"Maaf, aku tidak bisa menerimanya," tegas Tsuchikage Arakuchi dengan raut wajah dingin.


"Sombong sekali dia, padahal Iwagakure dalam kondisi kritis tapi masih saja arogan," batin Denji.


"Aku mengerti, kami sudah berniat ingin membantu. Kami tidak akan membawa bantuan ini kembali dan akan meninggalkannya disini untuk Iwagakure. Terima kasih Tsuchikage sama," Akira menunduk hormat lalu membalikan badan. "Ayo, kita pergi!"


"Hmm!" Denji menganggukan kepala lalu membalikan badan dan berjalan perlahan mengikuti Akira.


"Organisasi yang aneh, tiba-tiba datang memberikan bantuan lalu pergi. Apa maksud mereka" pikir Tsuchikage Arakuchi dalam batinnya. "Ah, sudahlah lebih baik aku lihat sendiri isi bantuannya."


"Ehem ...," Tsuchikage Arakuchi berdehem keras, memberi isyarat pada kedua ANBU Iwagakure untuk melihat isi gulungan yang diberikan Akira.


"Baik, Tsuchikage sama," kedua ANBU Iwagakure menunduk hormat lalu mengamati gulungan yang diberikan Akira. Lalu memindai dengan sensor chakranya, untuk dipasang segel jebakan atau tidak. "Aman!"


Salah satu ANBU Iwagakure memberikan gulungan itu pada Tsuchikage Arakuchi untuk dipindai. Tsuchikage Arakuchi mengalirkan chakra ke dalam gulungan untuk memindai isi dalam gulungan lalu matanya membulat, "Isinya banyak sekali?! Klan bangsawan mana yang mampu memberikan bantuan sebanyak ini?!" pikir Tsuchikage Arakuchi.


Matanya berkeliling mencari dua sosok yang baru saja memberikan gulungan, tapi sudah hilang dari pandangan matanya. Sensor chakranya diaktifkan untuk memindai keberadaan Akira dan Denji, Tsuchikage Arakuchi tidak menemukan keberadaan mereka berdua.


"Sial, cepat sekali mereka berdua pergi," gumam Tsuchikage Arakuchi menyeringai kesal. "Kemana aku harus mencari organisasi yang sangat dermawan ini?"


***


Markas Senso no haijo, Namigakure.


Semua anggota berkumpul dan berhasil menyelesaikan misi yang diberikan Akira, semua anggota diteleportasikan oleh Akira ke markas cabang no haijo di Namigakure.


Semua anggota duduk memutari meja bundar memakai seragam rikudou senin dengan topeng hitam motif malaikat, lalu membuka topeng masing-masing dengan raut agak murung.


"Kenapa kalian bersedih?" Akira tersenyum kecut melihat Denji, Azura, Byakuya, Shinichi, Hizuga, Mishima berwajah murung. Tapi tidak bagi Reina yang akan kembali ke Kirigakure bersama Akira. "Ini hanya sementara, memang waktu 7 tahun waktu yang cukup lama."


"Tapi kami tidak ingin berpisah, Akira sama," jawab Denji yang cairan bening di kelopak matanya yang mengalir deras.


"Ya, Akira sama, haaa!" Byakuya menangis keras.


"Ya, Akira sama. Meski waktu perkenalan kita singkat tapi Akira sama telah memberikan kami banyak hal," timpal Mishima.


Hizuga yang selalu ceria dan berisik terdiam lesu dengan cairan bening di sudut kelopak matanya membanjiri kedua pipinya.


"Jangan sedih mulut boros, kamu bisa mengunjungiku di Suna. Karena aku masih membutuhkan desain gambarmu untuk membuat senjata," Shinichi menepuk pundak Hizuga dan meremasnya pelan sambil tersenyum ke arahnya.


"Haaaa!" Hizuga malah menangis keras.


"Terima kasih, Akira sama ... hiks ... hiks ... hiks ...," Azura menunduk hormat dengan menangis sesenggukan.


"Baiklah, aku akan memberikan sumber daya untuk bekal kalian," Akira menaruh 8 gulungan berisi 100 pil chakra, dan 8 gulungan berisi uang 5 juta ryo masing-masing, "Silahkan diterima."


Byakuya bersama Shinichi akan menetap di Sunagakure, Azura akan kembali ke Kumogakure, Denji akan kembali ke Ottogakure sekaligus mengawasi Konogakure, Hizuga sendiri akan menetap di Iwagakure untuk mengawasi gerak-gerik Tsuchikage, Mishima akan mengembara untuk merekrut nukenin yang mau bergabung dengan organisasi Senso no haijo.


Swush!


3 portal kamui yang terhubung ke Sunagakure, Ottogakure, dan Kumogakure muncul.


Azura mendapatkan tambahan pil shinka dari Akira 500 butir dan sudah di simpan di dalam gulungan serta gulungan jutsu elemen api legendaris klan uchiha. Akira menulis ulang pada gulungan, sengaja ia melakukannya demi Azura yang sudah menguasai elemen api sampai rank B.


"Ini tambahan untukmu Azura," Akira bangkit dari duduknya dan mendekati Azura yang sudah berdiri lalu menyeka air matanya. Dua gulungan diberikan Akira, "Semoga kamu bertambah kuat setelah 7 tahun lagi. Jangan bersedih!"


Azura yang sudah mengambil dua gulungan kecil di tangan kirinya, menerima lagi dua gulungan yang diberikan Akira. "Te-terima kasih Akira sama hiks ... hiks ...," Azura menunduk hormat lalu membalikan badan dan memakai topengnya, kemudian masuk ke dalam portal yang menuju Kumogakure.


Swush!


Azura terhisap ke dalamnya, Shinichi berdiri lalu memberikan bola berwarna emas seukuran bola baseball pada Hizuga.


"Ini hadiah perpisahan kita bestai. Sampai jumpa lagi mulut boros, jangan lupa teteskan darahmu ke bola itu, untuk menjalin kontrak dengannya," Shinichi tersenyum puas. "Aku menamainya Kin Tama."


Shinchi berjalan ke arah Reina lalu memberikan dua sarung tangan berwarna putih dengan motif salib berwarna merah muda di punggung tangannya.


"Itu senjata untukmu, Reina. Aku menamainya Raito Hoshi, jangan lupa teteskan darahmu ke sarung tangan itu untuk membuat kontrak," Shinichi tersenyum puas lalu masuk ke dalam portal yang menuju Sunagakure diikuti Byakuya dan terhisap ke dalamnya.


Swush!


Akira menepuk jidatnya sendiri, "Sial, paman Shinichi malah membuat super lagi dari logam enenra. Ini bakal membuatku lembur setiap malam," gumam Akira menyeringai kesal.


Semua senjata super yang dibuat oleh Shinichi pasti membutuhkan kristal Akagami untuk menaikan levelnya. Tentu saja yang bisa membuat kristal Akagami hanya Akira seorang dan menguras banyak stamina serta chakranya untuk membuat satu kristal Akagami saja.


"Akira sama, aku izin pamit," Hizuga menunduk hormat lalu berdiri. "Maafkan aku yang tidak berhasil bernegosiasi dengan klan Karatachi."


Swush!


Portal kamui menuju Iwagakure terbuka, "Tidak apa-apa paman. Aku sudah ada rencana dengan klan sombong itu, terima kasih atas usahanya yang sudah maksimal. Hati-hati di jalan paman," Akira tersenyum ramah.


Denji pun masuk ke dalam portal kamui menuju Ottogakure tanpa sepatah kata apapun, karena masih sedih karena harus berpisah dengan Akira sementara waktu. Mishima sendiri akan tetap di Namigakure menyelesaikan beberapa urusannya di klan Satoshi yang sedang bangkit.