DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 162 Penguntit



Keesokan paginya.


Setelah kejadian Hanabi histeris, Sarada membantu Akira menjelaskan pada Hanabi, bahwa Akira bukan Ryuki dan Ryuna memang sudah meninggal. Tentu saja awalnya Hanabi menolak semua pendapat Sarada, tapi setelah Akira memperlihatkan Ryuzugan (Kombinasi sharingan 7 tomoe hitam, byakugan 7 tomoe putih dan rinne sharingan merah 12 tomoe), Hanabi baru mengerti.


Akira mengatakan hanya Kagura dan Chojurolah yang mengetahui dimana kebaradaan tempat pemakaman mereka berdua.


Hanabi hanya ingin melihat untuk yang terakhir kalian meskipun yang ia lihat hanya pusara Ryuna. Setidaknya itu bisa mengobati kerinduannya.


Hari ini Sarada cuti sementara selama 3 hari dari tugasnya sebagai Hokage dan digantikan sementara oleh Moegi yang menjadi penasihat Konohagakure, menggantikan Nara Shikamaru yang baru saja meninggal karena sudah tua.


Sarada, Hanabi, Boruto dan Akira akan pergi menggunakan pesawat khusus yang dibuat oleh perusahaan Kaminarimon, namanya Makukyu. Bentuknya seperti mobil terbang dan muat 8 orang. Perusahaan Kaminarimon menghadiahkan pesawat itu untuk perjalanan jauh Hokage.


Tentu saja tujuan mereka Kirigkare untuk menemui Chojuro dan Kagura, sekaligus melihat hasil bantuan Konohagakure pada perbaikan infrastruktur lanjutan di Kirigakure. Setelah pasca penyerangan klan Yuki.


Meskipun Sarada cuti tapi ia tetap melakukan tugas kedesaannya, yaitu melakukan kerjasama dengan Kirigakure dan mencoba merambah ke Otsugakure juga Namigakure.


Mereka berempat duduk di gerbong yang sama dan khusus pelanggan VVIP. Di dalam gerbong juga dijaga Jounin elit Uchiha, jounin elit Hyuga, dan ANBU di bawah komando langsung Hokage. Sedangkan Akira hanya dijaga oleh Azura yang menaiki Byako yang sekarang punya sayap.


"Nenek, mau mengunjungi makam ayah dan ibu saja harus dijaga banyak shinobi seperti ini, hadeeeuh ...." Akira menepuk jidatnya sendiri. Kemudian melanjutkan dengan menunjuk sharingan dan byakugan lalu mengibaskan tangan, "Padahal semua shinobi manapun yang menghadang cukup dengan ini, semua selesai!"


"Dasar monster."


"Jangan sok jagoan."


"Mata yang aneh, cih."


"Dasar sombong. Kuhajar juga kau."


"Banyak laga dan banyak gaya. Aku hajar pakai jari manisku juga langsung pingsan."


"......"


Suara-suara sumbang di dalam batin Jounin elit Uchiha, jounin elit Hyuga, dan ANBU di bawah komando langsung Hokage, merutuk keras Akira yang terlalu sombong. Padahal dia berbicara apa adanya, bukan ada apanya. Arashi saja yang dikatakan shinobi jenius Konohgakure yang mampu membentuk Susano'o sempurna dibuat babak belur oleh Akira. Sayang mereka tidak tahu.


"Akira, apakah kamu tidak tahu jika nenek Sarada itu seorang Hokage?" tanya Hanabi melirik ke arah Sarada yang berada di sampingnya.


"Ehem ... senpai!" Sarada berdehem kerasa karena dikatakan nenek-nenek. Padahal memamg sejatinya sudah nenek-nenek, karena segel Byakugo no jutsu saja, Sarada tetap awet muda seperti Tsunade dan Sakura. "Wajar, nak. aku ini kan seorang hokage. Jadi itu sudah biasa. Kamu juga akan merasakan hal yang sama jika menjadi hokage."


Akira mengibaskan tangannya, "Maaf nek. Aku tidak tertarik jika harus menjadi hokage. Sepertinya terlalu membosankan."


"Lalu kenapa kamu berhenti dari ANBU Kirigakure?" tanya Boruto tersenyum tipis. Kemudian melanjutkan, "Padahal kamu sangat jenius."


"Aku malas. Aku ingin santai, kakek." Akira mengorek lubang hidung dengan kelingking kiri.


"Tapi apa kau tidak ingin lebih kuat lagi? Kakek bisa mengajarimu jutsu warisan generasi ke generasi," tanya Boruto karena ia berpikir Akira belum bisa jutsu rasengan.


"Maksud kakek jutsu ini?" Tangan kanan Akira membentuk rasengan sambil kelingking kirinya bergerilya di dalam kedua lubang hidungnya bergantian. Kemudian melanjutkan, "Jutsu itu terlalu mudah kakek."


"Bahkan aku bisa membuat variasi jutsu yang sama seperti rasengan dengan kompresi chakra elemen, misalnya ini." Akira menghilangkan rasengan dan membentuk raikoha, yaitu jutsu kompresi chakra elemen air, berbentuk bola air berwarna ungu yang berputar sangat cepat. "Jutsu ini sahabatku Denji yang menciptakannya, tapi aku berhasil menirunya dengan sekali lirik."


"Apa?!" Semua shinobi kembali terkejut dengan menjatuhkan rahangnya. Bagaimana tidak, jutsu rasengan saja sudah susah meskipun itu jutsu kompresi chakra biasa, apalagi ini kesulitannya lebih sulit lagi atau setara dengan penguasaan jutsu rasenshuriken.


"Akan aku tunjukan lagi." Akira membentuk bola hasil chakra kompresi elemen angin berwarna hijau dengan putaran 4 bilah shuriken angin. "Dan ini namanya jutsu Satsujin, Masamune Ayuki yang menciptakannya. Tapi aku dengar kakek juga bisa tapi versi yang berbeda yaitu rasengan dengan kombinasi chakra elemen angin."


"Bagus, bagus. Kamu memang cucu kakek, hahahaha ...." Boruto menepuk-nepuk pundak Akira dengan penuh kebanggan. Akira, cucu kesayangannya merupakan shinobi super jenius.


"Benar-benar jenius."


"Shinobi yang sangat berbakat."


"Klan Uchiha pasti bangga."


"Benar-benar harapan masa depan klan Hyuga."


"Mungkin dia bisa menjadi sensei di akademi supaya bisa mengajari para shinobi Konohagakure."


".........."


Suara-suara komentar positif terlontar dalam batin mereka, dan tatapan mata mereka berdecak kagum, karena Akira Jenius tiada tara.


"Akira, ada tamu tak diundang. Tapi entah mereka siapa? Atau organisasi apa? Mereka sedang bergerak ke arah gerbongmu," kata Azura melalui telekomunikasi telepati.


"Kamu benar." Tanpa basa-basi, Akira menarik jendela kereta dan melompat keluar lalu berjalan menaiki dinding luar gerbong dengan menempelkan kedua kakinya.


"Akira ada apa?!" tanya Hanabi berteriak, "Cepat susul Akira!"


"Tidak perlu, nek. Biar para penguntit itu aku yang urus." Akira mengibaskan tangan dan menunjuk dirinya. "Kalian lindungi kakek dan nenek saja."


Akira langsung melompat ke atap gerbong dan benar saja, ada 10 shinobi berlevel anbunin 9 sedang berlari ke arah Akira.


Akira terdiam menunggu mereka dengan menggerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri, hingga berbunyi 'krutuk-krutuk.' "Waktunya pemanasan. Sepertinya aku harus sering bertarung kalau tidak, badanku sering sakit-sakitan malah."


10 shinobi yang dikirim oleh Animisa Renbu dari organisasi Yon Kingu yang sudah dihidupkan kembali oleh Yoda berlari cepat ke arah Akira dengan tatapan waspada dan siap menyerang.


"Meskipun tanpa chakra Enenra tapi aku masih kuat." Akira membentuk pedang hitam dari chakranya lalu dilemparnya ke arah salah satu shinobi Yon Kingu. Tubuh Akira berkedip dan berpindah tempat ketika pedang hitam itu muncul di depan shinobi tersebut. "Mati kau!"


"Sangat cepat?!" Salah satu shinobi Yon Kingu melebar matanya dan menangkis pedang hitam.


'Trang!' Dia berhasil membelokan pedang hitam, tapi tidak dengan serangan Akira yang memukul perutnya.


'Bam!' Akira berhasil memukul perut salah satu shinobi Yon Kingu dan mementalkannya ke arah permukaan laut di sebelah kanan kereta Kaminarimon.


Dua shinobi Yon Kingu di dekat Akira menarik gagang pedangnya dan menebas Akira. Tapi Akira melompat ke belakang dengan backflip tiga kali.