DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 35 - Akira Menipu Hiyoshi



Akira, Hiyoshi dan Reina melakukan persiapan untuk berangkat ke Konohagakure tujuan utamanya adalah menemui anggota tim chunin yang ketiga, mengikuti ujian chunin khusu dan meminta bantuan ke Konohagakure, Sunagakure, Iwagakure dan Kumogakure.


Mereka bertiga akhirnya berangkat dengan perbekalan seadanya, untung saja Akira masih punya cukup uang. Bisnis senjata toko Yurui sementara berhenti karena faktor pengiriman yang tersendat ke beberapa negara lain, tentu saja mempengaruhi pundi-pundi rupiah Akira.


Mereka bertiga melewati jalur laut dengan berlari di atas permukaan laut yang terkenal dengan banyak monster laut, tapi itu satu-satunya jalur tercepat menuju Konohagakure bisa ditempuh perjalanan satu hari. Setelah lama berkembang dunias shinobi memiliki banyak teknologi transportasi mulai dari pesawat, kapal fery, kereta bawah tanah dan bawah laut, dan kereta permukaan laut yang terhubung ke lima negara besar.


Mereka bertiga melewati pulau yang tertutupi kabut, permukaan laut disekitar pulau tersebut juga begitu tenang dan tertutupi kabut. Banyak nelayan di Kirigakure mengatakan jika pulau tersebut di huni oleh iblis, dan beberapa monster mengerikan.


"Sungguh menyeramkan," gumam Reina yanh sedikit ketakutan melihat keadaan sekitar yang berkabut cukup gelap dan dingin.


[Ding]


[Terdeteksi nukenin rank S]


[Nama shinobi : Jugo Yui


Affiliasi desa : Sunagakure


Elemen : tanah


Harga buronan : 2 juta ryo


Status : wajib dibunuh


Syarat penukaran nukenin : seluruh tubuh]


"Ryujin, aku mau bertanya, jika aku berhasil membunuh nukenin itu, apakah uangnya di dapat dari sistem atau aku harus menghantarkannya ke afiliasi desa tersebut?"


[Ding]


[Sistem yang akan membayar, tapi host bisa menukarkan tubuh buronan ke afiliasi desa nukenin tersebut dan mendapatkan upah atas nukenin yang berhasil dibunuh]


"Baik Ryujin, terima kasih penjelasannya."


[Sama-sama host]


Akira tiba-tiba berhenti berlari, Reina dan Hiyoshi juga ikut berhenti. "Aku merasakan sesuatu di pulau ini, seandainya byakuganku aktif aku bisa melihatnya, tapi sementara doujutsu milikku tidak bisa digunakan. Aina, eh maaf Reina, bisakah kau membantuku untuk melihat ke dalam pulau ini?" pinta Akira.


"Memangnya ada apa Akira? Lebih baik kita segera melanjutkan, akan lebih baik jika kita bisa secepatnya sampai di Namigakure," tolak Hiyoshi.


"Jika sensei ingin pergi dahulu silahkan, ada sesuatu hal yang ingin aku lihat dipulau ini. Aku merasa ada harta karun di dalamnya, lumayan buat uang saku. Lagipula kita berangkat tak membawa sedikit pun uang, Kirigakure tidak memberikan sedikit pun uang saku, benar-benar desa yang sangat krisis, cih!" decih Akira menyeringai kesal.


"Oh benarkah? Jika itu ada harta karun kita berburu dahulu, siapa tahu aku bisa membuat rumah besar nanti di Kirigakure, hahahaha." Hiyoshi tertawa lantang hingga banyak monster laut mendekatinya. "Reina, tolong bantu kami!"


"Dasar, sensei mata duitan."


Tanpa basa-basi Reina langsung merapal segel tangan, "Shoton: tomegane no jutsu!" dari telapak tangan kanan Reina muncul bola kristal berwarna biru dan Reina mulai menjelajah setiap sudut-sudut pulau dengan bola kristal biru itu.


Di dalam lingkaran bola kristal seukuran semangka. Muncul perempuan berambut jingga, panjang sepinggang dengan ikat kepala berlambang Sunagakure tergores, sklera matanya menghitam dan pupilnya memutih dengan tubuh berwarna abu-abu.


"Sepertinya aku mengenal wanita itu, bukankah dia Jugo Yui dari klan Jugo," gumam Hiyoshi. "Sudah lama aku ingin membunuhnya, aaaaargh!"


Shua!


Hiyoshi segera melesat cepat ke tepi pantai pulau Kawabuki, dan tak mempedulikan banyak badak raksasa mengejarnya. Akira yang melihat Hiyoshi terburu-buru segera mengejarnya, "Sensei kenapa seperti itu? Bukankah Jugo Yui adalah nukenin tingkat S yang tak bisa dipandang rendah. Harusnya kita butuh strategi untuk membunuhnya," gumam Akira.


Shua!


[Ding]


[Nama hewan : Fogusai


Level hewan : Qirin


Elemen : Air]


Swush!


Krak!


Badak air yang terbelit naga kristal, perlahan berhenti bergerak, setelah naga kristal itu berubah menjadi penjara kristal, dan menghancurkan 10 badak air itu menjadi partikel-partikel kristal.


Krak!


krak!


Prang!


Dari badak air yang hancur, keluar yoru Qirin dan terbang melesat ke arah Akira lalu masuk ke dalam mulut Akira. "Gluk!" Akira membuka mulutnya dan langsung menelan 10 yoru Qirin.


[Selamat host mendapatkan 50 poin pengalaman dari menelan yoru qirin] x10.


"Cih, ternyata pulau ini juga tidak aman untukku bersembunyi. Tapi aku bisa membunuh mangsa lagi hahaha, aaaaargh!"


Yui menyerap energi alam dan menggunakannya tubuhnya berubah menjadi seperti landak, punggungnya muncul duri-duri landak yang sangat besar, dan kedua tangannya memiliki bilah pedang.


Swush!


Kedua pundaknya muncul bagian daging mirip roket pendorong dan mengeluarkan api biru. Yui melesat cepat dari dalam gua, sasarannya adalah Hiyoshi, karena sudah memperhatikannya, Yui shinobi tipe sensor. "Dia bergerak sangat cepat, rasengan!" Hiyoshi membulatkan mata dan langsung membentuk rasengan.


Bam!


Swush!


Duar!


Keduanya beradu pukulan, Yui memukulkan bilah pedang dan Hiyoshi memukulkan rasengan. Kedunya terpental, Yui menabrak dinding gua, Hiyoshi menabrak pepohonan hingga tumbang. "Hahahaha, shinobi yanh cukup kuat." Yui tertawa sambil menjilat cairan merah di sudut bibirnya, raut wajahnya menyeringai jahat.


Akira berhenti setelah mendengar ledakan keras, Reina yang melihat Akira di depannya berhenti ikut berhenti. "Kenapa Akira apa yang terjadi?" tanya Reina penasaran.


"Sepertinya sensei sedang bertarung dengan wanita itu," jawab Akira. "Kamu bersembunyi, dan lindungi dirimu sendiri, jangan khawatirkan kami. Wanita ini sangat berbahaya. Biar aku yang membantu Hiyoshi sensei."


Reina juga sedikit ketakutan, badannya sedikit gemetar, lalu berlari ke arah semak-semak. "Shoton: kurenai kaijutsu!" Reina menautkan tangan, membentuk kubah kristal pelindung transaparan berwarna merah. "Aku aman disini."


Akira mengelurkan ryutaiga dari inventori sistem lalu melesat cepat ke arah Yui dengan menghunuskan pedang. "Zanzo bunshin!" Akira menciptakan bayangan dirinya sendiri yang sangat banyak.


Stang!


Stang!


Stang!


Bayangan-bayangan Akira melesat cepat menebas Yui, tapi ia menangkisnya dengan bilah pedang yang menempel di lengan kanannya. "Bocah yang sangat menarik," kata Yui menyeringai licik. "Ganson!"


Duri landak di punggung Yui menghilang dan muncul di bagian tubuhnya, duri-duri itu melesat ke arah bayangan Akira.


Shua!


Shua!


Shua!


Hiyoshi melesat cepat dan muncul di depan Akira dengan merapal segel tangan, "Futon: Shinku renpa!" Hiyoshi menyemburkan angin yang sangat kuat dari mulutnya membentuk siluet huruf.


Swush


Prang!


Duar!