DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 60 - Ujian Perebutan Gulungan



Jdaar!


Boom!


Boom!


Asap mengepul dan bunyi ledakan terjadi tak jauh dari tempat Akira berdiri. "Azura, cepat perintahkan Suzaku turun!" titah Akira, lalu Azura melambaikan tangan pada Suzaku, dan perlahan turun di depannya. "Mereka sudah datang, aku tak ingin kalian berdua terluka. Cepat naik Suzaku!"


"Untuk sementara aku belum bisa menggunakan kemampuan mangekyou sharingan lain. Bahkan kotoamatsukami pun belum bisa digunakan lagi, jika memaksa efeknya akan jauh lebih buruk dari sebelumnya. Tapi dengan kemampuan kamui saja itu sudah cukup untuk merebut gulungan bumi."


Reina dan Azura terbang di atas punggung Suzaku. Reina terus mengawasi Akira dari atas menggunakan bola kristal, untuk membantu Akira ketika terdesak meskipun itu tidak mungkin.


Akira mengaktifkan byaku sharingan, persepsi pandangannya berkeliling mencari tim dengan gulungan bumi.


"Azura, dan Reina serang salah satu tim di jam 12 untuk memancingnya ke arahku. Tim dari Kusagakure itu membawa gulungan bumi," batin Akira melalui telepati pada Azura dan Reina.


Shua!


Shua!


Duar!


Duar!


Azura mengarahkan Suzaku terbang, ke arah sesuai dengan arahan Akira. Reina melihat melalui bola kristal, memang benar tim Kusagakure membawa gulungan bumi. Suzaku melepaskan jutsu ryusei ame yaitu menembakan bola-bola meteor api dari sayapnya dan mengenai permukaan tanah serta pepohonan.


"Cepat, lari! Kita disergap dari atas," seru Manamuri, kapten tim Kusagakure. Mereka bertiga lari ke arah jam 11 dan Akira sudah menunggu mereka di arah jam 10.


Area bukit berkabut dikelilingi pepohonan, seperti menjadi arena pertempuran, bunyi suara ledakan dan dentingan senjata, kunai, serta shuriken menggema di seluruh area perbukitan berkabut seluas 20 hektar.


Shua!


Akira melesat cepat dengan taijutsu kage no suteppu, ke arah tim Kusagakure tanpa menunggunya. Karena di jam 11, 200 meter dari tim Kusagakure ada tim Takigakure yang sedang mengincar mereka di semak-semak.


"Takan kubiarkan!" Akira menautkan tangan, mengaktifkan ryuzugan, byakugan di mata kiri dikelilingi 7 tomoe dan sharingan di mata kanan juga dikelilingi 7 tomoe. "Ryuton: Shinku renpa!"


Swush!


Slash!


Akira menelan udara yang cukup dalam, lalu dihembuskan dengan sangat kuat dan cepat ke arah semak-semak. Tim Takigakure yang sedang bersembunyi tidak menyadari serangan Akira, karena Akira menekan chakranya sampai ke titik terendah. Siluet angin besar berbentuk huruf x, memotong bebatuan, pepohonan, dan semak-semak yang dilewatinya.


"Doton: Douryuheki!" Ketiga tim Takigakure merala segel tangan, untuk membentuk 3 lapis dinding yang sangat tebal. Namun karena momennya yang tidak tepat, sebelum dinding tanah itu muncul, tubuh mereka sudah terpotong-potong menjadi bubur darah.


Zrash!


Zrash!


Zrash!


Akira mengarahkan telapak tangan kanannya untuk menghisap gulungan langit yang terjatuh ke permukaan tanah. Akira kurang waspada dengan kehadiran tim Kusagakure yang sedang menebas bagian belakang punggungnya.


"Gawat!" Reina yang sedang terbang bersama Azura, membulatkan mata melihat melalui bola kristal, Akira akan ditebas dari belakang, merapal segel tangan. "Hyoton: Hyogan domu!"


Krak!


Krak!


Boof!


Trang!


Slash!


Slash!


Reina menciptakan dinding es di belakang tubuh Akira. Pedang ninjato yang akan ditebas oleh Manami tak berhasil melukai Akira, karena berhasil dihalangi oleh dinding es. Muncul Byako dari formasi segel di belakang Manami, dan langsung menebaskan cakaran ke kepala Manami hingga membuatnya terlepas dari badannya.


Sraash!


Cairan merah menyembur keluar, dua anggota tim Kusagakure yang lain melemparkan 10 kunai yang sudah dikaitkan dengan kertas peledak. Byako tidak sempat menghindar, "Amenotejikara!" Tubuh Byako dan Akira bertukar. "Kamui!"


Swush!


Akira menyerap 10 kunai peledak itu ke dalam dimensi kamui. "Tidak mungkin?! Serangan kunai peledakku, hilang?!" dua anggota tim Kusagakure membulatkan matanya, karena 10 kunai peledak hilang dari pandangan dan serangan mereka gagal.


"Checkmate!" Akira tubuhnya berkedip menggunakan shunsin no jutsu dan sudah berada di belakang mereka berdua. "Ryuton: tsuin rasenringu!"


Bang!


Shua!


Boom!


Kedua punggung tim Takigakure di hantam bola rasengan hitam bercincin 6 dan terpental menabrak dinding bukit. Mereka berdua hanya pingsan dengan luka cukup parah. Akira berpindah tempat dengan teleportasi, ke tubuh salah satu anggota tim Takigakure bernama Saoi. Karena ia yang menyimpan gulungan bumi dan menyimpannya ke dalam rinnegan merah di telapak tangan kanannya.


"Reina, Azura, aku sudah mendapatkan 1 gulungan bumi dan 1 gulungan langit. Bagaimana kalau kita berburu satu lagi gulungan bumi? Bukankah jika semakin sedikit tim yang mengikuti babak akhir, semakin besar pula kesempatan kita menang?" batin Akira melalui telepati.


"Ya, aku menyetujuinya," balas Reina melalui telepati.


"Tentu, aku setuju. Aku akan menyerang dari atas bersama Reina untuk memancing mereka ke arahmu," timpal Azura melalui telepati.


***


Di gedung aula Konohagakure.


Tujuh kage sedang menonton perebutan gulungan bumi dan langit melalui layar monitor besar. Mereka mengirimkan drone-drone untuk mengawasi jalannya ujiam chunin khusus babak akhir.


"Cih, aku menyesal melepas Azura ke Kirigakure ternyata dia kunoichi yang sangat berbakat. Tapi ya sudahlah, aku bisa menciptakan shinobi-shinobi seperti Azura dengan pil chakra dari Akira," batin Hokage Sarada.


"Mizukage dono, kamu melatih sangat baik geninmu ya. Lihatlah! Dia sangat hebat, setiap ujian dimulai selalu bisa diandalkan, hahahaha," puji Raikage Z sambil tertawa.


Orochimaru yang sedari diam saja angkat bicara, "Maaf Mizukage dono. Aku memperhatikan Akira itu mempunyai dua mata yang berbeda dan polanya seperti byakugan dan sharingan tapi ada 7 tomoe hitam dan putih di sekeliling pupilnya. Apakah benar yang aku lihat itu?" tanya Orochimaru.


"Maaf Ottokage dono. Lebih baik, jangan bertanya tentang hal itu! Bisa jadi menimbulkan salah paham antara Konoha dan Kiri," sela Tsuchikage Arakuchi.


"Entahlah. Aku harus memulai pembicaraan ini darimana, sebenarnya ini adalah informasi rahasia rank SSS di Kirigakure. Tapi kalau aku tidak memberitahukan ini pada forum ini, aku takut Konohagakure menuduh kiri mencuri aset militer Konoha yaitu Byakugan dan Sharingan," kata Mizukage Kagura menundukan wajahnya, raut mukanya sangat murung.


Zyushiki yang selalu diam dan garang ikut menimpali, "Maaf Mizukage dono. Apakah Akira sama memang ada hubungannya dengan leluhur Ryutsuki sehingga namanya ada nama Ryutsuki?" tanya Tenshikage Zyushiki.


Di saat serius seperti ini, Kazekage Shinki malah membuka smartphone miliknya. Ya, teknologi smartphone sedang dikembangkan di Sunagakure. Shinki melihat layar smartphone miliknya dan ada pesan dari Pakui, tentang menyewa jasa Akira untuk membersihkan hewan mutan di sekitar Sunagakure. Shinki membalas Pakui, dan menyetujui karena Shinki juga berminat pada Akira yang membersihkan salamander dengan sangat cepat.


"Andai saja Akira menjadi bagian dari Sunagakure. Pasti para shinobi dan kunoichi Suna punya figur yang bisa memotivasi mereka," batin Shinki.