DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 148 Otak Kemasukan Lalat III



[Ding]


[Nama hewan buas: Minotaur


Level: Akuma


Tipe level: Monster


Elemen: Tanah]


[Nama hewan buas: Myrios


Level: Tenshi


Tipe level: Monster


Elemen: Tanah]


"Bam ...!" Akira muncul secara tiba-tiba menggunakan jutsu hiraishin yang sudah ia tandai pada tubuh Denji dan memukul dada Myrios hingga terpundur 20 meter, kedua telapak kakinya bergesekan dengan permukaan tanah. Akira melesat cepat ke arah Myrios melayangkan tendangan kage no resikikku, yaitu tendangan tanpa bayangan bertubi-tubi.


Myrios menyilangkam tangan di dadanya sambil meraung meras, "Groaaar ...!" Empat Minotaur menyeruduk Akira secara tiba-tiba dari belakang tubuh Myrios. Denji bertindak cepat dengan menembakan jutsu Suiton: Suidanha, yaitu air bertekanan tinggi yang disemburkan dari mulut Denji membentuk bilah pedang panjang dan berhasil menembus satu persatu jantung Minotaur.


"Groaaar ...!" Empat Minotaur meraung kesakitan dan tumbang, seketika itu juga langsung tewas dengan tubuh tergeletak ke permukaan tanah. Yoru Akuma sebesar semangka keluar berwarna hitam keluar dari tengah dada keempat Minotaur.


"Slurp ...!" Akira langsung menyerap keempat yoru akuma berwarna hitam itu ke dalam rinnegan merah di telapak tangannya, sambil terus melayangkan tendangan bertubi-tubi ke seluruh tubuh Myrios hingga membuat terpundur hingga 30 meter.


"Groaaar ...!" Myrios membuka silangan tangannya untuk mementalkan Akira. Tubuhnya melayang berputar di udara sesaat dan berhasil diseimbangkan. Kemudian merapal segel tangan, "Hyoton: Hyogan domu!" Akira menyemburkan hawa es dari dalam mulutnya ke arah Myrios, hawa es bertekanan tinggi dengan suhu -50 derajat.


"Krak ...!" Tubuh Myrios membeku tertutup es. "Odama raikoha!" Di tangan kiri Denji membentuk bola berkompresi tinggi dua kali lebih besar dari bulatan semangka berwarna ungu. Denji melesat cepat ke arah Myrios yang sudah tak bisa bergerak karena dibekukan oleh Akira. Tubuh Myrios yang membeku lama kelamaan bersinar terang.


"Boom ...!" Ledakan terjadi ketika Denji berhasil menghantam tubuh Myrios dan Myrios juga meledakan dirinya sendiri. Denji terpental terkena ledakan, lukanya cukup parah dan menabrak pepohonan sejauh 500 meter.


"Guhak!" Denji kedua kalinya memuntahkan banyak darah, tangan kiri Denji putus dengan darah yang terus mengalir. "Di langit masih ada langit, di bumi masih lebih dalam lagi dari lapisan bumi paling bawah," lirih Denji, tubuhnya terkapar dan beberapa tulangnya sudah tak bisa digerakan.


"Denji!" Akira berteriak keras dan tubuhnya berkedip muncul di samping Denji. "Kamu tidak apa-apa?" tanyanya dengan raut muka sangat khawatir padanya.


"Tidak apa-apa, Akira sama. Seperti yang anda lihat." Denji tersenyum tipis padahal tangan kirinya putus dan semua tulang-tulangnya patah juga retak, bahkan tak bisa digerakan lagi.


Akira menautkan tangan, "Ryuton: Byakugo no jutsu!" Tubuh Akira diselimuti segel Byakugo dengan motif garis hitam di seluruh tubuhnya. Kemudian menaruh kedua telapak tangannya di dada Denji, "Ninpo sozo saisei: Saibo no Kasseijutsu!"


"Huff ... huff ... huff ...." Nafas Akira tak beraturan dan menumpu tubuhnya dengan berlutut satu kaki. Akira tidak mempunyai stok satu pil chakra pun di tas pinggangnya, apalagi di inventori sistem yang sekarang masih dalam keadaan terkunci karena sedang dalam peningkatan versi sistem. "Begini nasib jika mengandalkan chakra sendiri," gumamnya dengan raut muka pucat pasi.


Denji yang hanya memakai rompi berwarna hitam, celana hitam, pelindung siku berwarna hitam dan sarung tangan hitam, semua pakaian yang dipakainya koyak terkena ledakan yang disebabkan Myrios, langsung memapah Akira.


Mereka berdua ingin menjauh dari hutan monster perbatasan antara Otogakure dan Konohagakure. "Terima kasih Denji." Akira mengangguk pelan dengan tersenyum hangat terpampang jelas di wajahnya.


"Seharusnya aku yang berterima kasih pada Akira sama yang telah mengorbankan diri, untuk menumbuhkan tanganku ini," sergah Denji tersenyum tipis membalas senyuman Akira. Mereka dua laki-laki yang sangat tampan hanya terpaut 10 cm lebih tinggi Denji. "Lebih baik kita ke markas bawah tanah di Konohagakure, jalan kesana lebih dekat ketimbang harus kembali ke Otogakure."


"Baiklah." Akira mengangguk pelan ke arah Denji yang terus membawanya ke perbatasan Konohagakure. "Seandainya kehidupanku di bumi seperti ini, dipenuhi kasih sayang kesetiaan. Tentu aku tidak akan mau bereinkarnasi ke dunia yang selalu ditentukan oleh kekuatan," batinnya tersenyum tipis.


***


2 jam kemudian, markas bawah tanah klan Senju.


Akira sedang bermeditasi untuk memulihkan chakranya. Kebetulan juga semua stok pil chakra di markas bawah tanah klan Senju sedang habis diborong oleh pemerintah Konohagakure, Sunagakure, dan juga Kirigakure.


Ekspedisi klan Daikonji akan tiba malam nanti membawa tanaman herbal dan sayuran berkhasiat. Akibat kehabisan chakra, Akira tidak bisa memindahkan stok tanaman herbal yang berada di markas Otsugakure untuk membuat pil chakra.


Denji dan Azura yang sedang duduk berhadapan di ruangan rapat markas bawah tanah Senju hanya diam membisu. Tak satu pun kata terlontar dari mulut mereka berdua yang terkesan sangat canggung meskipun mereka berdua sama-sama anggota organisasi Senso no Haijo dan Eneru.


"Eneru sama! Eneru sama!" Senju Maru berlari ke arah kamar Akira sambil memanggilnya dengan berteriak, karena ia ingin sekali bertemu dengan Akira. Chakra elemen tanah di dalam wadah chakranya tiba-tiba muncul dan Maru ingin meminta arahan Akira untuk menciptakan elemen kayu atau jutsu mokuton.


"Ssst! Jangan berisik!" Denji menaruh jari telunjuknya di bagian tengah bibirnya. Kemudian berkata lirih pada Senju Maru, "Eneru sama sedang beristirahat. Nanti saja menemuinya."


"Kalau Senju Maru tahu jika Eneru sama adalah Akira sama, apa jadinya ya?" batin Azura menopang daginya di telapak tangan kanannya, sambil matanya menatap lekat Senju Maru.


"Kenapa kau menatapku seperti itu ketua Azura?" Senju Maru menyipitkan matanya, karena masih tak percaya jika Uzumaki Azura adalah bagian dari organisasi Eneru atau Senso no Haijo. "Dan kau senpai Denji. Bukankah kita pernah bertemu di ujian chunin waktu itu? Rumor mengatakan anda murid Otogake Orochimaru, lalu kenapa anda ikut organisasi Eneru?" tanyanya menelisik.


"........." Mereka berdua terdiam membisu tak menjawab pertanyaan Maru. Bagi mereka berdua itu adalah urusan rahasia masing-masing dan tak perlu dikatakan pada orang lain.


"Hmph!" Maru mendengus kasar karena pertanyaanya diacuhkan oleh mereka berdua. Lalu duduk di kursi antara Azura dan Denji, "Baiklah-baiklah. Aku takan mengurusi masalah kalian."


Mereka berdua mengacungkan jempol ke arah Senju Maru, dengan raut bibir lurus datar. "Dasar ketua dan senpai bisu, hmph!" rutuk keras Senju Maru mendengus kasar.


Akira keluar dari kamarnya dengan raut wajah sumringah, setelah chakranya sudah penuh.