
Yumiko sangat memahami shinobi seperti Akira yang selalu melakukan misi rahasia penyamaran dan sering mengubah-ubah namanya.
Hiyoshi mendekati Akira, dan mempercayai perkataan Akira. Tangannya disodorkan untuk berjabat tangan, "Aku Hiyoshi Yuga. Temanku Shinichi mengatakan jika aku dulunya mantan shinobi. Karena aku sakit berkepanjangan kata Shinichi, sebelum aku hilang ingatan. Aku mengundurkan diri dari Kirigakure," katanya tersenyum tipis.
Masih ada rasa penyesalan di raut muka Akira sampai saat ini, karenanya Hiyoshi hilang ingatan.
Setelah berjabat tangan selesai tanpa basa-basi, Akira dengan sepenuh hati memberikan gulungan berisi uang 250.000 dari inventori sistem ryo pada Hiyoshi.
"Oni-chan, Hiyoshi se-senpai. Anggap saja aku pernah berhutang pada Oba-chan dahulu. Aku punya uang 250.000 ryo, kelolah dengan baik untuk kemajuan penginapan Kuboshiri. Aku berjanji setelah ini Namigakure akan seperti dahuli bahkan lebih baik lagi," tegasnya.
"Terima kasih tuan muda." Yumiko dan Hiyoshi membungkuk hormat, selama ini memang mereka berdua sangat membutuhkan uang. Uang yang mereka punya hanya uang modal untuk mengelola penginapan.
[Ding! Misi terpicu]
[Misi: Selamatkan dan bangun kembali Namigakure serta kembalikan reputasi baik Namigakure di mata dunia
Hadiah: 1.000.000 ryo, 10.000 poin tomoe masing-masing, 10.000 poin chakra ninjutsu masing, dan kepercayaan warga Namigakure meningkat 100%.
Hukuman: Namigakure krisis dan resesi serta akan hilang keberadaanya dikuasai oleh Yon Kingu
Batas waktu: 6 bulan
Progres: 0/100%]
[Misi otomatia diterima tidak dapat ditolak]
[Selamat menjalankan misi dan semoga berhasil]
"Misi yang cukup sulit dalam keadaan seperti ini. Misi ini sama saja bersiap berhadapan dengan lima negara besar. Aku harus memikirkan caranya nanti dan mengadakan rapat besar dengan pemimpin ketiga, yaitu Otsugakure, Namigakure dan Hoshigakure," batin Akira dengan tatapan datar.
"Untuk merubah sesuatu itu memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Tapi aku punya rencana," ungkap tiba-tiba Hiyoshi yang mulai gerah dan geram dengan tindakan Yon Kingu akhir-akhir ini pada rakyat Namigakure yang mereka tuduh sebagai pembel0t. "Apa tuan muda-"
"Jangan panggil tuan muda, Hiyoshi sama. Aku jauh lebih muda dari anda. Tak pantas," potong Akira.
"Tak penting. Aku akan tetap memanggil anda tuan muda," sergah Hiyoshi yang sekarang umurnya sudah 39 tahun, namun penampilannya tak berubah sedikit pun.
"Baiklah, terserah anda saja Hiyoshi sama. Apa rencana anda?" Akira sudah pasrah dengan gurunya itu, masih sama saja keras kepala. Walaupun Akira lebih keras kepala aslinya.
"Kita bekukan persediaan dan persenjataan mereka," jelas Hiyoshi. Kemudian melanjutkan menunjukan peta dari balik pinggangnya, "Ini adalah 2 titik-"
"Tunggu, bukannya satu titik persediaan makanan Hiyoshi sama," potong Akira.
"Tidak." Hiyoshi menggeleng tegas, "Ada dua tempat. Satu di selatan dan satu di utara, hewan silumanku baru saja memberitahukannya. Mereka memindahkan bahan makanan di markas organisasi Senso No Haijo. Organisasi yang banyak berjasa di Kirigakure, tapi ...."
"Ya, aku sudah mendengarnya. Mereka dikalahkan, dan sekarang entah kemana." Akira duduk lebih santai sambil menikmati makanannya.
"Ternyata sensei memang selalu bisa diandalkan meski masih hilang ingatan. Intuisinya sebagai shinobi tidak hilang atau tumpul sekali," batin Akira tersenyum puas.
"Kita akan melakukan penyergapan. Berdua saja, bagaimana?" Hiyoshi mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah ke arah Akira.
Hiyoshi tidak mau melibatkan shinobi Namigakure ataupun warga desa untuk merebut persediaan makanan organisasi Senso No Haijo. Alasannya tentu tidak mau membawa mereka dalam kematian, misi ini bisa dibilang bunuh diri.
Yumiko memukul kepala Hiyoshi, "Jangan bercanda!" teriaknya dengan menyeringai geram, dan urat otot menonjol didahinya.
"Tenang, Oni-chan. Kita berdua pasti selamat, aku setuju dengan rencana Hiyoshi sama. Malah aku lebih ekstrim, aku yang mengurus markas di utara dan Hiyoshi sama mengurus markas di selatan, hehehe ...." Akira menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Pastinya karena Akira sangat percaya kemampuan Hiyoshi, mantan komandan ANBU Kirigakure.
Walaupun levelnya sekarang berada di Jinchuriki 1, karena Akira bisa mendeteksi level shinobi diatasnya bahkan dibawahnya dengan kemampuan mata Ryuzugan.
"Tenanglah sayang." Hiyoshi langsung memeluk Yumiko untuk menenangkannya. "Benar kata tuan muda, kita pasti akan kembali."
Dari luar terdengar suara memanggil, "Woy ...! Muka badak, aku datang!" Suaranya tak asing bagi Akira dan ternyata benar, begitu masuk itu adalah Shinichi.
Sontak saja Shinichi kaget melihat Akira ada di penginapan Kuboshiri. Tapi Shinichi bimbang untuk menyapanya, penampilan Akira jauh berbeda.
Akira pun tidak menyapa Shinichi dan melanjutkan melahap makannya. Akira kali ini akan memulai restorasi dunia shinobi solo atau sendirian sementara ini dan tidak mau melibatkan semua anggotnya. Alasannya terlalu klasik, penebusan dosa atas kematian Kishima.
"Mungkin bukan Akira sama. Hanya orang yang mirip saja mukanya, rambut dan pakaiannya juga jauh berbeda, terkesan elegan serta orang yang punya jabatan," batin Shinichi menundukan wajah.
"Shinji Tatsuo." Akira berdiri dan mendekati Shinichi tiba-tiba serta menyodorkan tangan padanya. Tentu saja membuat Shinichi kaget bukan kepalang.
Yumiko hanya menepuk jidatnya, kenapa Akira sampai terlalu dalam melakukan penyamaran ini? Rencana apa yang ia sedang susun rapi? Pikiran-pikiran itu menggerayangi otak Yumiko terhadap adik angkat kesayangannya itu.
Akira menjamu Shinichi yang baru datang dan mengobrol ria. Mereka berempat sangat akrab seperti orang yang sudah lama berkawan. Aslinya memang seperti itu, hanya karena sandiwara Akira saja.
***
Pukul 00.30, penginapan Kuboshiri.
Akira memutuskan, bahwa Hiyoshi dan Shinichi menggerebek markas Yon Kingu yang memiliki persediaan makanan dan obat-obatan di utara Namigakure. Sedangkan Akira menyerang markas Yon Kingu di selatan Namigakure, tentu saja jaraknya 10 km satu sama lain.
Selama 8 jam persiapan, Akira headset humagear berwarna hitam dan disinkronisasikan dengan helm cyberpunk berwarna hitam.

Tujuannya jelas, menyembunyikan jati dirinya. Akira dengan sisa uangnya 10.000 ryo lebih, membeli setelan berwarna hitam semua, terdiri celana, kaos, jubah dan sepatu. Itu pun bahan yang paling rendah di shop sistem, dan tersisa uangnya 1.280 ryo.
"Dengan begini, aku leluasa menggunakan ketiga doujutsuku," gumamnya. "Ryuzugan!"
Akira sudah mengaktifkan Rinnegan 1 tomoe hitam di mata kiri, Tenseigan 2 tomoe putih di mata kanan dan Rinne sharingan non tomoe berwarna merah.
Dengan persepsi pandangan mata Tenseigan, ia melihat dan menganalisa seberapa banyak shinobi Yon Kingu yang berjaga di dalam markas selatan.
"100 shinobi level kagenin 9?!" Akira melebarkan mata. "Sebenarnya senjata apa yang mereka jaga dalam markas ini."
Akira masih bertengger di atas batu bukit dengan berlutut satu kaki, untuk mengatur rencana pembantaian masal.
"Terpaksa kamu aku keluarkan pedang kesayanganku. Ryuton: Tenseigan chakra modo!" Akira menautkan tangan dan tubunya terselimuti chakra berwarna merah kehitaman, "Tsukuyomi!"