
Reina melepaskan ribuan jarum es ke arah tim ninja Amegakure. Salah satu ninja Amegakure bernama Anami, memutar payung untuk membelokan serangan jarum es dari Reina.
Trang!
Trang!
Trang!
"Groaaar!" Byako meraung keras, melesat cepat dan melompat sambil mencakar, shinobi Ottogakure.
Slash
Slash!
Shua!
Duar!
"Kyomeisen!" Salah satu ninja Ottogakure bernama Kokuta menembakan gelombang suara dari telapak tangannya, tujuannya mementalkan Byako. Lengan Kokuta terkena goresan cakaran Byako, tapi Byako berhasil dikalahkan dan menabrak pepohonan.
Boof!
Cwuszh!
Byako menghilang menjadi kepulan asap, Azura tubuhnya berkedip bersama Suzaku, Genbu, dan Qirin. Begitu Azura muncul langsung di serang oleh tim ninja Amegakure, "Suiton: Teppodama!" mereka bertiga menembakan peluru-peluru air dari dalam mulutnya dan sangat cepat.
Shua!
Shua!
Stang!
Stang!
Genbu langsung berdiri di depan Azura dan membentuk siluet tameng cangkang kura-kura berwarna hijau. Suzaku terbang dan menembakan bola-bola api, ke arah ninja Ottogakure.
Shua!
Shua!
Duar!
Qirin bergerak sangat cepat dengan tubuh dialiri petir kuning. Qirin bergerak zig-zag, untuk mengecoh tim ninja Ottogakure yang melompat, menyebar menghindari serangan bola-bola api Suzaku yang berhasil meledakan pepohonan besar.
"Mereka cepat juga," gumam Azura yang terus menatap lekat mereka bertiga dengan sharingannya. Prediksi proyeksi sharingan milik Azura adalah gerakan target 10 detik ke depan. "Katon: Goen no jutsu!"
Swush!
Shua!
Duar!
Duar!
Muncul kepulan asap dari belakang tubuh Azura dan menembakan bola api beruntub seperti hujan meteor pada tim ninja Amegakure. "Suiton: Suijinheki!" tim ninja Ottogakure merapal segel tangan serentak, membentuk 3 lapis dinding air.
Pssh!
Bola-bola meteor api menyentuh dinding air, dan menguap. Sebagian lainnya mengenai bebatuan, pepohonan dan membuatnya meledak.
Shua!
Zzzrt!
Duar!
Qirin berhasil mencapai tim Ottogakure berada dan muncul dibelakang mereka, menyambarkan petir yang cukup kuat. Tim ninja Ottogakure sangat cepat, mereka berhasil menghindarinya, serangan petir itu malah mengenai Suzaku.
Boof!
Suzaku menghilang menjadi kepulan asap. Tubuh Azura belum terbiasa dengan kedua mata sharingannya, yang mampu melihat gerakan target 10 detik ke depan.
Waktu sudah berjalan 40 menit, pertarungan sengit antara tim Akira, tim Ame dan tim Otto masih berlangsung. Akira sendiri malah bersantai ria dan tidak membantu Reina serta Azura yang sedang terdesak, malah memindahkan Seiryu ke tempat Azura.
Shua!
Boof!
Kokuta, Zanibi dan Ryusaki menembakan jutsu kyomeisen yaitu tembakan gelombang suara dari telapak tangan mereka yang berlubang pada Qirin. Muncul kepulan asap dan Qirin hilang dari pandangan, hewan kuchiyose milik Azura hanya tersisa Genbu dan Seiryu.
Cwuszh!
Trang!
Slash!
Akira muncul di belakang punggung Azura menangkis tebasan pedang ninjato Zanibi. Lalu menyerang balik dan menebas kepala Zanibi dengan ryutaiga hingga terlepas dari badannya.
Zrash!
Cairan merah membanjiri wajah Akira yang begitu menikmati pembunuhan ini. Akira merubah bentuk ryutaiga menjadi bentuk dua pedang kodachi berbilah biru yang dialiri petir. Dua kodachi di lemparkan ke arah Kokuta dan Ryusaki, mereka berdua berhasil menghindarinya. "Checkmate!" tubuh Akira muncul di bersamaan dengan bilah kodachi yang melayang di belakang mereka berdua. Kedua telapak tangannya membawa rasengan tapi berwarna hitam legam dengan 6 cincin merah kehitaman mengitarinya. "Tsui rasenringu!"
Cwuszh!
Bang!
Duar!
Tubuh Ryusaki dan Zanibi menghantam tanah, hingga membuat kawah sedalam 3 meter. Tanah disekitarnya retak, mereka berdua tewas dengan punggung sampai perut tertembus.
Reina terus keluar masuk cermin dan melempar ratusan shuriken kristal, jarum es, bahkan fuma shuriken kristal. Tapi tak mampu menembus fuinjutsu: Keshei sanryu akuma, sebuah kubah pelindung berwarna merah transparan berbentuk prisma segi empat.
Trang!
Trang!
Trang!
Reina keluar dari kaca lalu merapal segel tangan, "Shoton: Hasho koryu!" Reina membentuk naga kristal lalu melesat cepat ke arah kubah pelindung yang dibuat oleh tim ninja Amegakure.
Shua!
Krak!
Prang!
Naga kristal hancur tapi kubah pelindung masih kuat kokoh, mereka bertiga merapal segel tangan serentak. "Fuinjustu: Keshei chimamire no yari!" Dari lapisan luar pelindung muncul ratusan siluet bilah tombak berwarna merah pekat.
Shua!
Shua!
Shua!
"Shisho tenketsu!" Reina melapisi seluruh tubuhnya dengan chakra kristal untuk memperkuat lapisan kulitnya. Siluet-siluet tombak yang melesat itu, Reina pukul sekeras-kerasnya. Bukannya malah hancur, malah Reina terdorong, seluruh bajunya tertusuk bilah tombak dan tertancap di pohon besar. "Sial, Akira tolong!"
Kubah pelindung kembali melesatkan siluet-siluet tombak pada Reina untuk menghabisinya. Tubuh Akira berkedip dan muncul tepat di depan Reina yang sudah tak berdaya. "Shadoryu no ikari!" kedua lengan Akira diputar secara cepat untuk memunculkan siluet naga hitam, bermata merah.
Swush!
Prang!
Boom!
Siluet naga hitam menelan siluet-siluet tombak merah, lalu melesat ke arah tim Amegakure yang berlindung di dalam kubah pelindung. Siluet naga hitam berhasil menghancurkan kubah pelindung formasi tiga naga iblis dan meledakan 3 tim ninja shinobi Amegakure hingga membuatnya tewas.
Dan satu detik kemudian waktu pertandingan battle royal telah habis. Bel berbunyi menandakan waktu telah berakhir dan tim Akira berhak lolos ke babak selanjutnya yang akan diadakan di gurun iblis.
Teeeet!
"Ya, selamat pada tim 9 yang berhasil menumbangkan 4 tim lainnya. Tim yang sudah lolos segera pergi menuju gurun iblis di Sunagakure untuk mendapatkan petunjuk ujian chunin khusus selanjutnya yaitu survival. Peserta tidak boleh membawa makanan atau minuman, hanya boleh menelan pil chakra dan pil hiringu saja. Barangsiapa yang melanggar akan didiskualifikasi," jelas Arashi depan layar monitor besar.
Tim Akira sudah diteleportasi ke bagian luar hutan kematian, 5 tim selanjutnya sudah masuk dalam arena battle royal. "Cih, kita tidak ada istirahat sekali. Ayo kita bergegas menuju Suna dan jangan membuang waktu!" kata Akira memberikan 1 butir masing-masing pil chakra pada Reina dan Azura.
"Te-terima kasih Akira," balas Azura menunduk hormat dengan kedua pipi telah memerah.
"Tidak usah sungkan, kita ini satu tim. Aku harap kita tetap menjadi satu tim di masa depan," kata Akira tersenyum hangat.
"Tunggu Akira, bajuku sobek ini, hmph!" balas Reina mengerucutkan bibirnya. "Aku tak punya baju ganti, bagaimana ini?"
Akira melepas jaket merah bermotif bulatan kepala naga dan memakaikannya pada Reina. "Tenang sudah aman, ayo! seru Akira.
"Cih, dasar bayi manja, hmph!" ejek Azura menggembungkan pipinya, karena cemburu pada Akira yang begitu perhatian pada Reina. "Kita ini mau chunin, jadi jangan manja, hmph!"
Akira malah menarik pinggang Reina dan Azura, lalu mendekatkannya pada dada kanan dan kiri Akira. Tentu saja membuat mereka berdua tersipu malu, "Sudah jangan bertengkar! Hiraishin no jutsu!" kata Akira membawa mereka berdua teleportasi.
Cwuszh!