DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 186 Graund Launching



[Selamat host mendapatkan 10.000 poin chakra karena menghabiskan 100.000 poin chakra suiton. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


[Selamat host mendapatkan 10.000 poin chakra karena menghabiskan 100.000 poin chakra katon. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


[Selamat, host berhasil menaikan jutsu katon ke rank D dan dibutuhkan 3.000 poin chakra untuk naik ke rank C]


[Selamat, host berhasil menaikan jutsu katon ke rank C dan dibutuhkan 9.000 poin chakra untuk naik ke rank B]


[Selamat, host berhasil menaikan jutsu katon ke rank B dan dibutuhkan 10.400 poin chakra untuk naik ke rank A]


[Selamat, host berhasil menaikan jutsu suiton ke rank D dan dibutuhkan 3.p00 poin chakra untuk naik ke rank C]


[Selamat, host berhasil menaikan jutsu katon ke rank C dan dibutuhkan 9.000 poin chakra untuk naik ke rank B]


[Selamat, host berhasil menaikan jutsu katon ke rank B dan dibutuhkan 10.800 poin chakra untuk naik ke rank A]


"Harusnya aku berterima kasih pada mereka berkat tekanan yang mereka berikan. Rank jutsu katon dan suiton naik, he-he-he ..." Akira tertawa puas di dalam batinnya.


***


Keesokan paginya.


[Selamat juragan mendapatkan 144.000 ryo karena berkedip sebanyak 28.800 kali dalam 24 jam. Evolt sudah mentransfer uang tersebut ke dalam saldo sistem]


[Selamat host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jikkukan ninjutsu. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]x2


Pagi-pagi Akira berteleportasi ke penginapan Kuboshiri milik Yumiko. Tentu saja untuk membayar hutangnya pada Hiyoshi 60.000 ryo.


Akira menambah jualan ikannya hari ini 500 kg secara kontan pada Hiyoshi, 300.000 ryo ia berikan dengan penuh percaya diri. Penginapan Kuboshiri kini mulai kembali ramai, bukan juga sebagai penginapan dan restoran tapi ramai dengan para bandar nelayan yang siap menjual ikannya pada Hiyoshi.


Yumiko ditunjuk sebagai makelar nelayan ikan, atas perintah Namigakure. Karena Yumiko dan Hiyoshi bercerita jika ada pengusaha besar ikan yang siap melelang ikan mereka, tapi bertahap.


Tentu saja Akira tak tega dengan keputusan Yumiko menjadi makelar bandar ikan, tanpa dinaungi modal oleh pemerintah Namigakure. Alasannya tentu saja Namigakure sedang krisis karena boikot, lima negara besar.


Sebagai modal acuan untuk melelang beberapa bandar ikan, Akira memberi 700.000 ryo lagi pada Hiyoshi. Jadi totalnya 1 juta ryo.


Cwuszh!


Akira kembali ke dua ruko yang sekarang menjadi tempat tinggalnya, membawa 5 gulungan besar yang sudah ia simpan di dalam inventori sistem.


Akira mengambil satu gulungan terlebih dahulu berisi 100 kg ikan dari berbagai jenis ikan. 10 kotak berisi ikan yang dibalur es, keluar dari gulungan besar yang terhampar. 30 kg-nya Akira tata dengan rapi di atas meja yang sudah dialasi serpihan-serpihan es lembut.


Shiina dan Ikku akan masuk kerja mulai jam 07.00, saat ini masih pukul 06.30. 10 menit kemudian Rouja, Ikku, dan Shiina datang dengan pakaian yang cukup elegan. Walaupun menjadi penjaga kios ikan, Ikku yang sudah mendapat gaji pertamanya langsung membeli pakaian yang elegan dan membuatnya terkesan cantik.


Setiap hari Rouja membawa 1000 daun Ashitaba dan daun Puranasaoru ke ruko Akira. Totalnya 100.000 daun Ashitaba dan daun Puranasaoru yang harus klan Mashiiro pada Akira. Berarti kontrak kerjanya akan berakhir pada 98 hari kemudian.


Akira mulai membuka klinik dan kios ikannya, dibantu Shiina dan Ikku. Promosi kliniknya ia tambah dari 15 orang menjadi 20 orang gratis berobat dan bonus toko ikannya dari 100 gram menjadi 200 gram setiap pembelian minimal 1 kg.


Semakin siang, pasien Akira bertambah banyak hingga mengular sepanjang 100 meter. Dengan berat hati Shiina memgumumukan dengan pengeras suara.


"Maaf, tuan-tuan dan nyonya. Dokter Shinji kehabisan tenaga dan juga obat, butuh istitahat sejenak. Hanya 10 pasien lagi yang dokter bisa tangani," teriaknya. Kemudian melanjutkan, "Jika ingin memaksa berobat, disarankan membeli pil Hiringu harganya saat ini naik, 11.000 ryo dan menunggu satu jam."


Raut wajah para pasien yang awalnya ditekuk langsung sumringah ketika mendengar nama pil Hiringu.


Restoran-restoran di sekitaran ruko Akira juga ramai diserbu pembeli, termasuk Kedai Yakiniku milik Isio. "Kami sama, anda telah menurunkan inkarnasi anda yaitu Shinji sama yang membawa berkah pada kami," gumamnya dengan mata berkaca-kaca.


Dalam dua hari reputasi toko ikan dan klinik Akira naik drastis dan banyak digandrungi warga Kumogakure, terutama emak-emak garis keras.


***


1 jam kemudian.


Akira istirahat di dalam ruangannya, karena kelelahan membuat 1000 pil chakra dan pil Hiringu.


Sementara Shiina membagi-bagikan hanya 1000 pil Hiringu pada 1000 pasien yang sudah mendaftar, untuk meminang pil Hiringu buatan Akira.


Tepat pukul 18.00, semua ruko milik Akira tutup. Dari omset penjualan ikan, Akira mendapat 332.000 ryo dan dari penjualan 1000 pil Hiringu, Akira mendapat 1.100.000, serta 500 pasien yang berobat mendapatkan 48.000 ryo. Totalnya 1.920.000 ryo.


"Mantap." Akira tersenyum.puas melihat gundukan uang di depan mejanya. "Waktunya, aku memperkerjakan Azura menjadi kepala dokter disini, untuk membantuku."


Akira keluar ruangannya, untuk memberikan bonus pada Shiina dan Ikku, masing-masing 3.000 ryo. "Tuan dokter, bolehkah aku membawa temanku untuk bekerja membantuku, rasanya capek sekali jika harus mengelola 500 ikan sendirian," pintanya dengn raut muka murung.


"Tentu, esok hari aku akan membawa ikan lebih banyak dan anggota baru. Dokter dalam bimbinganku juga, untuk membantuku. Namanya dokter Kiana," jawab Akira tersenyum tipis. "Tapi apa kalian siap berlatih denganku malam ini?"


"Siap, kalau masalah berlatih aku siap," tegas Shiina dan Ikku menunduk hormat.


'Brug! Brug! Brug!'


Pintu rolling door klinik Akira digebrak oleh seseorang, "Keluar kau, bedebah!" teriaknya berapi-api.


Akira dengan santai berjalan ke arah pintu rolling door lalu membukanya perlahan, "Ada apa tuan-tuan? Maaf klinik dan toko ikan sudah di tutup," katanya tersenyum ramah.


"Diam!" Baroi Rujaku mendorong leher Akira dan menempelkan lengan, lalu memojokannya pada rolling door.


'Brak!'


Shiina dan Ikku tak berani keluar, dari suaranya saja, mereka sangat kenal karena sering berhubungan dengan Rouja. Temperamen klan Baroi sangat kejam dan kasar.


Azugai menyeringai geram, "Jadi kau yang sudah membeli tanaman herbal dari klan Mashiiro, hah! Berani kau berbuat ulah dengan perjanjian kontrak antara klan Baroi dan klan Mashiiro'"


"Memangnya berapa nilai kontrak kalian? Hanya 360.000/tahun saja sombong." Akira tersenyum licik dengan tatapan sinis pada 10 anggota klan Baroi. "Aku bisa mengembalikan nilai kontrak kalian pada klan Mashiiro bahkan 10 kali lipat, ha-ha-ha."