DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 150 Senju Shin II



"A-apakah anda Eneru sama? Tapi dari wajah anda, sepertinya sangat familiar, sebentar siapa ya?" Maru yang sudah melihat Akira termangu sesaat dengan mengelus lembut dagunya, lalu disandarkan dagunya tersebut di telapak tangan kanannya, matanya menatap ke atas dengan melirik ke kanan dan ke kiri.


"Maru? Sedang apa kau disini? Bukannya kamu sedang berlatih?" tanya Akira menaikan alisnya, karena dari laporan terakhir Azura padanya, Maru sedang berlatih meningkatkan kekuatannya yaitu belajar menggunakan jutsu Suiton atau elemen air.


"Ya, Eneru sama." Maru menganggukan kepalanya. Kemudian melanjutkan dengan tersenyu girang berjalan perlahan mendekati Akira, "Justru aku mau meminta arahan dari Eneru sama, terkait kombinasi elemen air dan elemen tanah untuk membuat elemen kayu."


Akira melirik ke arah Azura, dari tas pinggangnya Azura mengambil alat berbentuk gamebot yang sudah ditingkatkan versinya, lalu memberikannya pada Akira.


"Terima kasih." Akira tersenyum tipis pada Azura disertai menunduk hormat menerima alat bernama Qyo versi evolusi dari Naga . "Maru, ajak aku ke tempat yang lebih luas!"


***


15 menit kemudian.


Maru mengajak Akira ke training field Konohagakure yang berdekatan dengan hutan kematian. Denji tidak bisa ikut karena Akira menyuruhnya untuk istirahat, sedangkan Azura harus menemani Odama menerima kedatangan Daikonji Echi yang membawa kiriman sayuran berkhasiat dan tanaman herbal.


Banyak genin dan chunin serta jounin Konohagakure yang sedang berlatih taijutsu, shuriken jutsu, dan juga ninjutsu.


"Sangat ramai juga ya disini?" Mata Akira berkeliling mengamati para shinobi Konohagakure yang sedang berlarih, lalu menekan tombol 'Pindai' pada alat Qyo.


[Glombrang]


[Nama shinobi: Senju Maru


Kekuatan: 67


Kecepatan: 56


Pertahanan: 64


Chakra: 850


Atribut chakra elemen: Air, tanah (berpotensi menjadi elemen kayu)


Level: Jounin 2


Jutsu: Suiton: Ninjutsu elemen taijutsu : hachimon tonko gerbang ketiga, konoha senpu, konoha daisenpu, konoha reppu, konoha daisenko]


Senju Maru melihat Akira memainkan alat Qyo penuh dengan tanda tanya. "Eneru sama, itu alat apa?" tanyanya.


"Ini alat untuk menganalisa statistik shinobi, dan 100% akurat. Aku yang membuatnya sendiri, lihatlah!" Akira memberikan alat Qyo pada Maru. Kemudian melanjutkan, "Itu adalah statistik tentangmu!"


"Jadi aku berpotensi menguasai elemen kayu seperti Yamato sama dan Hashirama sama?" Maru membulatkan matanya, sudut-sudut bibirnya menekuk membentuk senyuman lebar.


"Ada yang sedang bermimpi memakan bulan rupanya, hahahaha ...." Uchiha Saito juga menimpali dengan tertawa sinis, mereka berdua adalah rival berat Senju Maru, sekaligus shinobi yang sering merendahkannya meskipun Senju Maru sekarang menjadi jounin elit.


Senju Maru menahan emosinya, tapi terlihat jelas dari raut wajahnya yang dipenuhi urat otot. "Sabar Maru, sabar. Tak usah meladeni orang seperi mereka, phew ...," batin Maru menghembuskan nafas panjang.


"Selalu saja banyak lalat yang menggangu, tapi aku akan serahkan mereka pada Maru. Aku ingin lihat bagaimana tindakan selanjutnya?" batin Akira mengelus dagunya, matanya berkedip pelan dan menatap lekat Uzumaki Liu serta Uchiha Saito dari balik topengnya.


Akira menggelengkan kepalanya ke kiri, memberi kode untuk meninggalkan mereka berdua. Maru mengikuti Akira yang telah dahulu berjalan di depannya, tanpa memperdulikan mereka berdua.


8 nafas kemudian, mereka berdua sampai di perbatasan training field dan hutan kematian.


"Baik, disini lebih sepi. Kita akan berlatih kombinasi elemen chakra untuk menciptakan elemen baru. " Akira mengangkat kedua tangannya. Kemudian melanjutkan, "Aku sudah mengalirkan chakra elemen air di tangan kananku dan chakra elemen angin di tangan kiriku, untuk membentuk elemen es. Sekarang cobalah rasakan dua elemen chakra yang berbeda itu."


Maru memulai membayangkan dan memisahkan chakra dengan jenis yang berbeda. "Aku rasa pilihanku tepat jika meminta arahan pada Eneru sama, penjelasannya mudah. Tinggal usahaku merasakan dan memisahkan dua elemen yang berada di dalam wadah chakraku," batin Maru.


Maru mencoba memisahkan kedua elemen chakranya dan mengalirkan elemen tanah di telapak tangan kanan dan elemen air di tangan kiri.


"Bam ...!" Kepala Maru, tiba-tiba ditendang oleh Sasuke Saito yang sengaja memprovokasinya. "Sudahlah bocah sampah! Kamu itu hanya shinobi lemah, hahaha ...." Sauto tertawa sinis dan menginjak kepala Maru yang sudah tergeletak di permukaan tanah dalam keadaan tengkurap.


Maru tak bisa melawan karena terakhir kali ia melawan Uchiha Saito dibuat babak belur dan tak bisa bangun dari tempat tidurnya selama satu bulan.


"Maaf, anda sudah keterlaluan dengan temanku." Eneru menunduk hormat untuk melerai Maru dan Saito, karena ia tak bisa macam-macam saat ini di Konohagakure. Jika Akira berbuat macam-macam, takutnya ia akan menjadi pusat perhatian dan penyamarannya terbongkar. "Tolong, lepaskan kaki anda dari kepala temanku."


"Teman?" Uchiha Saito menyebikan bibirnya. Kemudian melanjutkan dengan meminjak kepala Maru lebih keras lagi hingga Maru meringis kesakitan, "Sejak kapan si lalat ini punya teman, hah?!"


"Pergi sana!" Uzumaki Liu tiba-tiba muncul dan memukul dada Akira hingga terpundur 10 langkah. Kemudian melanjutkan dengan tatapan bengis dan kejam, "Kamu tak usah ikut campur urusan kami."


"Baiklah, aku tidak akan ikut campur. Tapi sebelum aku pergi, izinkan aku berbicara dengan Senju Maru." Akira menyeringai licik dari balik topengnya dan mendekati Maru dengan berlutut satu kaki serta menaruh dua jarinya ke dahi Maru. Setelah itu mendekatkan kepalanya ke telinga Maru dan berbisik, "Jangan takut. Gunakan elemen kayumu, aku sudah membantumu dan mentransfer jutsu elemen kayu sampai rank SSS."


Maru langsung membulatkan mata, lalu terpejam matanya. Akira tanpa menoleh meninggalkan Maru yang masih tergeletak dan terinjak kepalanya semakin keras oleh Saito.


Wadag chakra dalam tubuh Maru bergejolak membentuk 1 danau yang baru, yaitu danau berisikan chakra elemen kayu, yang teraliri dari satu danau chakra elemen air dan danau chakra elemen tanah.


Segel senjutsu di dahi Maru bermotif bulatan titik merah muncul dan menjalar ke seluruh tubuhnya, kelopak mata bagian bawah juga ada garis merah mengikuti alur kelopak matanya. Urat-urat otot di seluruh tubuhnya menonjol besar, dan kepalanya mulai mendongak ke atas, kaki Saito yang menginjak kepala Maru mulai terangkat.


"Takan kubiarkan, semut tetaplah semut! Aaaaaargh ...!" Kaki Saito menekan kuat kembali kepala Maru dengan mengalirkan 30% chakra.


Maru kembali mendongakan kepalanya, tapi langsung diinjak kuat oleh Uzumaki Lio. Namun injakan itu malah mementalkan Lio hingga terpundur 50 meter, sedangkan Saito terpental juga hingga 100 meter.


Boom!


"Krak ...!" Maru bangkit dengan menyeringai tajam, kepalanya digelengkan ke kanan dan ke kiri. "Aku Senju Maru akan menuntut balas pada kalian berdua!" teriaknya.