DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 154 Perut Apa Gentong?



Kabar mengenai kembalinya Akira mulai menyeruak ke seluruh sudut Konohagakure, karena Akira adalah cucu dua klan bangsawan di Konohagakure, tentu saja membuat gempar Konohagakure, di tambah aura ketampanannya membuat semua wanita yang memandangnya luluh.


Akira sedang menikmati makanannya bersama Azura, tak sadar sudah belasan mangkuk nasi yang ia habiskan seorang diri.


"Kenapa Akira sama nafsu makannya sangat meningkat tajam hari ini? Biasanya hanya makan pil sayuran atau pil buah-buahan?" batinnya dengan raut muka penuh tanda tanya. Selama bermittra dengan Akira, Azura jarang sekali melihat Akira makan lahap meskipun di acara traktir-mentraktir. Kebanyakan yang makannya lahap itu nomor satu adalah Hizufga, kedua Byakuya dan ketiga Shinichi.


Mangkuk di depan Akira semakin bertambah dari 15 bertambah 30 mangkuk nasi. Yakiniku, tempura, ramen, Okonomiyaki, dan Tonkatsu ia habis dengan sangat cepat. Para pemudi klan Uchiha yang sedang makan, menatap Akira penuh minat.


"Lelaki tampan, meskipun makan banyak tetap ketampanannya tidak luntur," kata Pemudi satu, anggota klan Uchiha dengan raut bibir tersenyum lebar hingga nampak beberapa gigi emasnya.


"Ya, aku juga sangat menyukainya. Tapi perempuan bertopeng itu membuatku muak, mengganggu pemandanganku saja," kata pemudi gendut klan Uchiha berambut keriting.


"Bukankah itu Akira? Pemuda tampan yang dirumorkan adalah anak dari Uchiha Ryuki senpai, sama seperti ayahnya yang juga tampan. Aku harus mendapatkan perhatiannya," kata pemudi tiga klan Uchiha yang berjerawat cukup banyak di kedua pipinya.


Mereka bertiga selalu bergosip ria jika ada lelaki tampan masuk ke dalam restoran yang dimiliki klan Uchiha. Mereka bertiga hanya pemburu lelaki tampan, duduk-duduk di meja makan restoran hanya memesan air putih saja dan terlalu sering mereka melakukannya, kadang membuat pelayan restoran sedikit jengah.


"......."


Komentar positif dari para pemudi sosialita klan Uchiha pun terlontar menyeruak, suaranya memenuhi ruangan restoran. Akira bersendawa keras menandakan ia telah makan sangat kenyang, kedua tangannya menepuk-nepuk perutnya bagai menabuh gendang. "Nikmat sekali makan sore ini, sudah satu bulan aku hanya makan pil sayuran dan pil buah-buahan," gumamnya menyeringai puas. "Lho, kamu tidak makan, Azura? Apa aku perlu membantunya dengan menyuapimu?"


Akira melihat Azura diam saja dengan tatapan datar dari balik topengnya, tentu saja membuatnya bertanya-tanya, makanan seenak itu Azura lewatkan apalagi gratis. Kedua pipi Azura dari balik topengnya memerah, karena tersipu malu dengan godaan Akira. "Ti-tidak perlu Akira sama. I-ini tempat umum, aku tak bisa membuka topengku," lirih Azura nadanya sangat canggung dan cukup malu.


Azura masih takut jika senseinya, Arashi melihatnya. Jika bukan tugas dari Akira, tentu Azura tidak mau tinggal di Konohagkure, lebih nyaman tinggal di Kumogakure.


"Apa kamu takut ada yang mengenalmu?" goda Ryuga mencolek dagu Azura. Kemudian melanjutkan, "Apa kamu mau merubah wajahmu menjadi tambah cantik? Bahkan semua wanita disini pasti muntah darah karena melihat kecantikanmu."


Azura terdiam sesaat mendengar penawaran Akira, ada perasaan ragu dan juga malu. Alasannya Azura belum terbiasa membuka jati dirinya di khalayak umum setelah beberapa bulan selalu menyembunyikan wajahnya yang cukup cantik dibalik topengnya.


"Sudahlah, coba saja. Aku yakin rasa gugup dan malu setelah menelan pil terbaru buatanku pasti akan hilang, percayalah." Akira menggenggam tangan kirinya untuk mengeluarkan satu butir pil Samsara dan memberikannya pada Azura, lalu berbisik pelan, "Pil ini bisa merubah struktur tubuhmu dan meningkatkan levelmu satu level."


Azura menaikan alisnya, ia sudah menunggu berbulan-bulan untuk bisa naik level dengan cara berlatih jutsu, taijutsu, bahkan beban pada tubuhnya, namun tetap saja levelnya masih tetap di level jounin 1. Tanpa basa-basi Azura menelan pil Samsara yang diberikan oleh Akira, keinginannya untuk kuat membutakan pandangannya di tempat umum. Azura tidak memikirkan jika kenaikan levelnya itu bisa saja membuat chakranya keluar dari dalam tubuh dan meledakan properti restoran.


"Gluk!" Pil Samsara sudah masuk ke dalam mulut Azura dan menuruni tenggorokan dan sampai di lambung Azura. Asam lambung dalam perut Azura menyambar dan mengektraksi nutrisi dalam pil Samsara.


"Swush ...!" Terjadi fluktuasi udara di sekitar tubuh Azura, setelah semua molekul pil Samsara menyebar ke seluruh pembuluh darah dari ujung kaki hingga ujung kepala. Wadah chakranya melebar menjadi dua danau berukuran masing-masing 1 km.


Urat ototnya menonjol di seluruh tubuhnya, penjaga keamanan masuk ke dalam dengan kunai terhunus dan katana terhunus. Akira berdiri dan melambaikan tangan untuk tidak menggangu Azura, "Tenanglah, serahkan semuanya padaku," kata Akira menunjuk ke arah dirinya sendiri dengan tersenyum tipis.


"Baik, Akira sama." Penjaga keamanan restoran menyarungkan kunai dan katananya dengan menunduk hormat. Semua anggota klan Uchiha dan klan Uzumaki harus tunduk pada Akira yang menjadi calon pewaris ketua klan Uchiha serta klan Uzumaki sekaligus, menggantikan Uchiha Sarada dan Uzumaki Boruto nantinya.


Tubuh Azura bertambah tinggi dari 145 cm menjadi 160 cm, rambutnya memanjang lurus sampai sepunggung dengan warna ungu kemerahan. Tubuhnya bertambah seksi dengan lekuk tubuh yang sangat sempurna bak gitar spanyol.


Jubah Rikudou sennin berwarna putih hancur, tercabik-cabik oleh fluktuasi udara di sekitar tubuh Azura yang membentuk pusaran angin yang sangat tajam hingga terlepas dari tubuhnya. Nampak baju bikini dengan bentuk celana pendek sepaha berwarna merah terang, dengan kedua pundak terbuka selengan, memakai sarung tangan merah yang hanya ujung terselip di antara jari jempol dan telunjuk. Juga memakai stoking setinggi paha berwarna merah, bikini yang berbentuk jumpsuit itu menambakan belahan gunung kembar Azura yang berukuran D cup.


Raut wajah Azura sangat cantik dengan pupil mata sharingan 4 tomoe, mata agak sipit, hidung mancung dan bibir merah merekah alami, serta kulitnya putih semulus giok, rambutnya yang berwarna ungu kemerahan ia ikat ke atas merumbai sepunggung.


Semua pemuda, dan pria dewasa yang menatap Azura menjatuhkan rahangnya dengan air liur menetes deras.


"S-siapa wanita itu? Mengapa ia memiliki sharingan yang bukan umumnya klan Uchiha?!" batin Uchiha Arashi ditemani Uchiha Sashiki yang baru masuk restoran dengan mata membelalak dan menjatuhkan rahangnya. Kemudian melanjutkan, "Sungguh sangat cantik!"


Uchiha Arashi sangat pangling dan tidak mengenali anak didiknya yaitu Azura sama sekali. Perubahan tubuh Azura 180 derajat sangat berbeda, hanya sharingan 4 tomoe miliknya yang bisa mengingatkan bahwa itu adalah Azura. "Apakah itu Azura?! Tidak mungkin?!" tambahnya sambil terus membatin.


Level Azura naik menjadi jounin 2, pil Samsara terserap cepat pada wadah chakra Azura karena chakra klan Uzumaki menyerap cepat pil Samsara tanpa perlu bermeditasi sama sekali untuk melakukan penyerapan.