DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
Chapter 97 Ryudoko



Groaaar!


Swush!


Ryudoko berhasil melepaskan diri dari jeratan pasir besi yang mengurung dirinya.


"Sial, naga tanah itu sangat kuat. Cengkraman pasir besiku tak mampu menghabisinya." Byakuya menyeringai kesal, lalu menggerakan awan pasirnya untuk menjauh dari Ryudoko, chakranya terkuras drastis, setelah melihat layar hologram di sarung tangan kanannya.


[Peringatan! Chakra tersisa 50 poin]


Akira berlari cepat ke udara seperti memijak angin, menggunakan kage no suteppu. Denji juga terbang melesat menuju Ryudoko.


"Kyukyou lariat!"


Akira menendang bagian dada Ryudoko dan Denji menendang bagian punggung Ryudoko.


Bam!


Krak!


Tulang rusuk dan tulang punggung Ryudoko retak. "Groaaaaar!" Ryudoko meraung keras dan menghempaskan Akira serta Denji, membuat mereka berdua terpental ke permukaan pasir.


Swush!


Shua!


Duar!


Akira dan Denji bangkit dari kawah pasir seluas 3 meter, raut wajahnya menyeringai kesal, rambutnya tertutupi pasir.


"Sial! Benar-benar sial, padahal aku ingin mengontrak naga tanah itu." Akira mengibaskan rambutnya, untuk membersihkan kepalanya dari pasir. "Ryutaiga juga harus ditingkatkan, aku akan meminta paman Shinichi untuk menempanya ulang."


Denji membangkitkan segel kutukan Shinka no juin: Jotai yon. Sayap malaikatnya bertambah sepasang lagi menjadi 6 sayap, rambutnya berubah warna menjadi warna biru pudar acak runcing sepinggang, pupil matanya berwarna merah terak dengan tanda salib hitam di tengahnya.


Krak!


"Kuchiyose no jutsu: Doro gomu! Kyodaigumo! Yamata no orochi! Ryuchi!"


Denji menggigit kedua jempolnya, lalu merapal segel tangan pemanggilan dan menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah.


Boof!


Boof!


Boof!


Muncul formasi segel dan kepulan asap, dari balik kepulan asap muncul golem tanah, laba-laba raksasa berwarna hitam dengan garis merah, ular titanoboa hitam berkepala delapan bersisik runcing, dan tyranosaurus dengan kulit belang serta bersayap iblis, semua siluman kuchiyose yang dipanggil Denji, kepalanya memakai topeng cyborg sora kiba seperti milik Denji


Groaaaar!


Empat siluman kuchiyose Denji meraung keras, menggetarkan dinding penghalang. Gelombang kejutnya, menghempaskan semua pepohonan di dalam oasis hingga tumbang.


Shua!


Shua!


Prak!


Ryudoko menembakan duri-duri tanah raksasa dari kedua sayapnya. Golem tanah menangkis dengan lengannya yang besar dan sangat kerasa. Duri-duri tanah raksasa hancur dan luruh setelah mengenai lengan golem.


Zraat!


Zraat!


Setiap kepala ular titanoboa menyemburkan cairan korosif berwarna hitam pekat dari mulutnya. Ryudoko terbang menghindari cairan korosif itu dengan gesit, cairan korosif jatuh ke permukaan pasir dan membuatnya berlubang.


"Fyuh ...." Pakui dan 10 Shinobi Sunagakure yang melihat dari dinding penghalang bagian dalam menyeka keringat dingin di dahinya. "Jika mengenai tubuhku, aku pasti tersisa tulangnya saja, seram."


Mereka saat ini tidak bisa bertarung, chakra mereka belum pulih dan luka-luka di tubuh mereka sangat lama sembuh karena Akira hanya memberikan 0,5% chakra untuk menyembuhkan mereka.


Ryuchi terbang mengejar Ryudoko, lalu terbang sangat cepat dan menyeruduk dengan kepalanya, hingga membuat Ryudoko terpental menabrak dinding penghalang.


Bam!


Shua!


Bagian punggungnga menabrak dinding penghalang, kedua sayapnya terbakar. "Groaaaaar!" Ryudoko meraung kesakitan.


"Woy! Denji, ternyata shisienjin yang kau buat sangat berguna. Cepat habisi naga bau tanah itu!"


Byakuya berteriak di atas Denji, dan sedang mengendarai awan pasir, melihat Denji mampu mengatasi Ryudoko, Byakuya malah terlentang santai di permukaan awan pasir.


Akira menepuk jidatnya, "Dasar, pemalas tetap pemalas," gumam Akira menyeringai kesal.


Denji melambaikan tangan sebagai perintah pada keempat siluman kuchiyose miliknya, "Habisi naga bau tanah itu!" teriak Denji.


"Tahan!" Akira muncul di depan Ryudoko merentangkan kedua tangannya. "Biar Ryudoko menjadi urusanku."


"Ryudoko? Begitu?" Denji dan Pakui raut wajahnya kebingungan, karena Akira bisa tahu nama hewan buas itu.


Roaaar!


Ryudoko meringkuk kesakitan di samping dinding penghalang, raungannya sangat lirih.


"Kai!"


Boof!


Boof!


Boof!


Denji membentuk segel tangan pelepasan, Doru Goromu, Yamata no Orochi, Kyodaigumo, dan Ryuchi mengepul menjadi asap.


Akira perlahan mendekati Ryudoko, tatapannya sangat waspada, takut Ryudoko akan menyerang kembali. Ryudoko hanya menggeram pelan ketika Akira menempelkan telapak tangannya.


Jiwa Akira masuk ke dalam hati Ryudoko dan berbicara padanya, "Apakah kamu bisa mendengarku, Ryudoko?" panggil Akira.


"Groaaar! Kenapa kau bisa masuk dalam hatiku, hah?! Hmph! Gaki!"


Anak kecil bertanduk naga berwarna coklat, dan bersayap iblis berwarna coklat juga, serta kedua taring di mulutnya, pupil matanya berwarna kuning dengan garis vertikal, tanpa memakai sehelai benang, muncul di depan Akira, nada suaranya sangat berat, sambil menggembungkan pipinya.


"Apakah kau Ryudoko?"


"Ya, aku Ryudoko, kenapa kau bisa masuk dalam kesadaran hatiku? Hmph!" Ryudoko menggembungkan pipinya lalu membuang muka.


"Aku hanya ingin berteman denganmu, maukan?" Akira tersenyum ramah, "Aku bisa menyembuhkan tubuhmu, bahkan bisa menaikan level serta tipe levelmu. Jika kau mau melakukan kontrak denganku sekaligus menjadi temanku."


"Jangan bermimpi! Aku ini salah satu naga agung dari gua Ryuchi. Aku tak mungkin mau berteman dengan manusia rendahan sepertimu!"


Ryudoko membuang muka, dan tak mau menatap Akira, kesombongannya sebagai salah satu ular naga agung, menolak permintaan Akira.


"Baiklah, jika kau ingin aku memaksamu." Rinne sharingan merah bertomoe 12 di dahi Akira muncul, kedua tangannya mengeluarkan pedang cina hitam. "Apakah kau masih menolak? Pedang ini sama seperti batang hitam klan Otsutsuki, Rikudou sennin dan pemilik rinnegan. Aku bisa melumpuhkanmu dengan pedang ini dan memaksamu menjadi siluman kontrakku."


Shua!


Jleb!


Akira melemparkan pedang cina hitam ke lengan kiri dan paha kiri Ryudoko, cairan merah mengalir di betis serta paha Ryudoko. "Groaaar!" Ryudoko meraung kesakitan.


Shua!


Jleb!


Akira membentuk pedang hitam di kedua tangannya, lalu melemparkan lagi pedang cina hitam ke lengan kanan dan paha kanan Ryudoko, cairan merah mengalir di betis serta paha Ryudoko setelah tertembus pedang hitam itu. "Groaaar!" Ryudoko meraung kesakitan. "Aku takan mau menjadi temanmu!"


Shua!


Jleb!


Akira kembali menciptakan pedang hitam di kedua tangannya lalu di lemparkan ke dada kanan dan kiri Ryudoko. Cairan merah mengalir deras di kedua dadanya, raut wajahnya pucat pasi, kepalanya tertunduk lemas. Tapi kedua tangan dan kakinya seperti disalib, Akira mendekati Ryudoko perlahan, lalu menempelkan kelima jarinya di perut Ryudoko.


Segel kutukan budak berbentuk tato kepala naga berwarna hitam dikelilingi delapan bilah shuriken muncul di perut Ryudoko, matanya berubah menjadi mata naga dengan 7 tomoe hitam.


Akira kembali ke kesadarannya, dan mendapati kedu lengan, kedua paha, dan kedua dada Ryudoko tertancap paku hitam. Mata naganya dikelilingi 7 tomoe dan sayapnya yang terbakar tumbuh kembali serta bertambah sepasang.


Boof!


Ryudoko hilang dari pandangan dan menjadi kepulan asap. "Itulah konsekuensi jika menolak keinginanku." Akira tersenyum puas setelah berhasil memaksa Ryudoko menjadi siluman kontrak miliknya.