DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 138 Sandiwara IV



Semua anggota klan Senju berkumpul, untuk melihat kompetisi antara Akira dan Kuriama, yang diadakan di halaman aula kediaman klan Senju.


Kuriama sudah menyiapkan tungku untuk meramu pil yang umumnya dilakukan oleh para peramu pil atau shinobi medis dengan ninjutsu medis minimal rank B.


Akira tertawa lirih melihat Kuriama meramu pil, prosesnya yang manual, tentu saja untuk membuat pil chakra membutuhkan waktu yang lama. Apalagi jika tungkunya bekas pengektraksian pil sebelumnya, racun tanaman herbal dan racun sayuran berkhasiat masih menempel disana.


"Terlalu lama, pffft." Akira tertawa sambil membungkam mulut dari balik topengnya, karena sedari tadi sudah membuat 100 pil chakra dengan mudah.


Cukup dengan melayangkan semua bahan di atas telapak tangan kirinya, rinnegan merah yang memprosesnya. Mulai dari pemurnian, ekstraksi, peleburan dan menjadikannya pil. Akira kali ini bisa membuat pil dengan efektifitas 99%, hanya terpaut 1% dari pil yang berada di menu shop sistem.


"Tanpa rinnegan merah pun aku mampu membuat pil yang bisa mengalahkan efektifitas pil yang dibuat oleh Kuriama," batin Akira dengan tatapan sinis. Kemudian melanjutkan, "Meskipun efektifitasnya maksimal 75% dengan tungku. Aku ini mahasiswa S2 yang sangat jenius, mana mungkin kalah dengan tua bangka seperti dia."


"Hai! Topeng buluk! Kenapa kau hanya meremas semua bahan ditanganmu. Kapan kau mau meramu pil, bodoh!" Kuriama yang sedang memproses ekstraksi daun puranasaouru menatap sinis Akira. "Kalau memang tidak bisa meramu pil, menyerah saja dan serahkan uang 100 juta ryo padaku, hahaha ...."


"Jangan terlalu percaya diri, tua bangka! Kalau aku tidak memandang Odama sama, Echi sama dan Eneru sama sudah kurobek mulutmu, hmph!" Hizuga mendengus kesal karena Kuriama selalu merendahkan Akira, tentu saja membuat Hizuga naik pitam. Kemudian melanjutkan, "Cepat selesaikan pil busukmu itu dan kita adu pil siapa yang lebih hebat."


"Dasar tak tahu malu! Berani kau mengacau di kediaman klan Senju. Apa kau pikir ini tempatmu? Apa kau tak takut kami kepung dan bantai disini!" Teriak Senju Maru yang baru saja direkomendasikan menjadi jounin elit di Konohagakure dengan penuh kesombongan.


"Santai paman Hizuga. Adakalanya kita harus menjadi laba-laba yang berpuasa menciptakan jaringnya dan menunggu mangsa." Akira tersenyum santai dari balik topengnya dan menepuk pundah Hizuga. Kemudian melanjutkan dengan tersenyum jahat dari balik topengnya, "Sebentar lagi kita akan menikmati hasilnya."


"Aku pikir dia hanya mengulur waktu. Berpura-pura sok bisa meramu pil. Padahal hanya menghancurkan semua daun Puranasaoru."


"Tidak tahu tingginya langit dan dalamnya samudra, berani menantang tetua Kuriama dalam meramu pil sama saja makan kotoran sendiri, hahahaha ...."


"Benar-benar bodoh dan sang raja pembual mau mengalahkan peramu pil di Konohagakure, kopimu kurang kental, topeng buluk!"


Banyak komentar pedas dan negatif yang diutarakan anggota klan Senju, bagi Akira hanya lalat berdengung saja dan tak pernah dihiraukannya. Mereka hanya akan mempermalukan diri mereka sendiri, ketika sudah merasakan pil yang Akira buat.


"Aku sudah selesai!" Akira mengangkat tangannya, ia sudah meramu 1000 pil chakra dalam satu jam. "Silahkan boleh dirasakan. Pil chakr ini tidak berbau dan tidak berasa tapi efektifitasnya 99%."


Kuriaman juga sudah selesai, tapi satu jam ia hanya bisa membuat 5 pil chakra dengan efektifitas 35%.


"Sudahlah, lebih baik kita buktikan. Silahkan semua anggota klan Senju boleh mencobanya. Kalau memang aku berbohong, aku akan menambahkan taruhan lagi dengan membayar 1 juta ryo/orang bagi siapa yang mau mencicipi pil ini, dan hasil pilnya tidak 99% efektifitasnya!" jelas Akira dengan berteriak.


Kemudian melanjutkan, "Tapi jika yang aku katakan benar, maka setiap orang yang mencicipi pil ini harus membayar 2 juta ryo/orang atau jika tidak sanggup, mati atau mau menjadi anggota organisasiku dengan rela."


Tanpa basa-basi semua anggota klan Senju berbaris untuk mencicipi pil chakra buatan Akira. Mereka menganggap kata-kata Akira bualan belaka, lagian siapa yang tidak mau mendapatkan 1 juta ryo secara gratis.


"Gluk!" Satu persatu anggota klan Senju menelan pil chakra yang dibuat Akira, memang tidak berasa dan tidak berbau. 30 detik kemudian mereka tidak merasakan efek apa-apa. Tapi 30 detik kemudian lagi tubuh mereka terasa panas, ada fluktuasi di dalam wadah chakra mereka.


Seluruh tubuh mereka diselimuti aura berwarna emas, seluruh racun yang bersarang di tubuh mereka keluar dari pori-pori berupa asap mendesis berwarn hitam pekat dan sangat bau. Kediaman klan Senju tertutup asap hitam dan sangat bau, untung saja Hizuga serta Akira karena memakai topeng yang dapat menetralisir racun atau bau apapun dalam sekejap.


Boof!


Semua anggota klan Senju naik satu level, dan wadah chakranya membesar 10 kali lipat, urat otot di tubuh mereka membesar, badan mereka juga tambah besar serta kulit semulus giok.


Semua anggota klan Senju menjatuhkan rahangnya setelah melihat tubuh mereka sendiri, kecuali Kuriama yang sudah pucat pasti wajahnya. Beberapa kali ia menyeka keringat dingin di dahinya karena merasa sudah kalah telak dan mentalnya telah disobek-sobek oleh pil yang dibuat Akira.


1000 pil sudah Akira habiskan, semuanya sudah ditelan habis oleh semua angggota klan Senju, termasuk Odama, Echi, dan Yuzu.


"Hai tua bangka! Mana suaramu? Bukannya tadi sangat keras. Tapi sekarang malah diam saja seperti burung perkutut yang habis kehujanan, pfffft ....!" cibir Hizuga sambil tertawa dengan membungkam mulut dari balik topengnya.


Semua anggota klan Senju juga pucat pasi karena harus kehilangan 2 juta ryo dan yang tak sanggup membayar tentu saja menjadi budak Akira atau dibunuh olehnya.


"Bagaimana hasilnya, Odama sama? Echi sama? Dan Yuzu hime?" tanya Akira menyeringai jahat karena sudah pasti ia yang menang.


Echi, Odama, dan Yuzu langsung membanting kotak pil milik Kuriama, lalu menginjaknya hingga hancur. "Pil sampah! Tentu saja pil buatan Eneru sama!" teriaknya serentak.


"Sekarang kalian sudah mendengarnya, bukan? Eneru samalah pemenangnya. Jadi siapkan diri kalian, mati? Bayar kompensasi 1 juta ryo/orang atau ikut bersama kami seperti klan Satoshi? Pilihlah dengan otak waras, jangan pakai otak dungu seperti dia!" Hizuga menyeringai kesal lalu menunjuk kepala Kuriama. "Dan kau tua bangka, aku akan membunuhmu di depan mereka semua agar jadi pelajaran untuk semua orang untuk tak berlaku sombong!"