DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 158 Kontrak Darah I



Cuaca di atas langit tiba-tiba berubah gelap, namun hanya di bagian tengah wilayah pulau Kamijin yang dipenuhi hamparan danau dan air terjun.


Rintik-rintik hujan awalnya, tiga nafas kemudian menjadi hujan lebat. Akira dan Azura berlari untuk berteduh, tapi mereka berdua tak menemukan satu pohon atau batu besar untuk berteduh. Jarak wilayah bagian utara yang dipenuhi pepohonan rimbun, cukup jauh yaitu 3 km.


"Akira pakailah jubahku ini. Nanti-" Azura menurunkan resleting jubahnya namun baru sampai tengah, tangan Akira menghentikan laju tangannya.


"Tidak usah." Potong Akira. Kemudian menaikan resleting jubah Azura, "Aku ini kuat dan kamu tahu aku ini pemimpin organisasi Senso No Haijo."


Hujannya semakin deras, dari tengah-tengah danau muncul pusaran air yang sangat kencang. Semakin lama semakin membesar.


"Rupanya Genbu sudah menyambut kita." Tangan Azura membentuk gerakan segel pelepasan, dari kepulan asap di atas tangannya muncul gulungan kecil.


Akira tersenyum tipis melihat gulungan tersebut, "Kamu sudah mendapat bagian? Tapi maaf aku tidak punya stok kristal Agami, kristal Akagami atau kristal Omyoji untuk meningkatkan senjatamu itu."


'Groaaar ...!' Genbu dari pusaran air di tengah danau muncul dan memijak air. Raungannya menggetarkan air di seluruh danau seluas 3 km persegi. Air di danau bergelombang, semakin lama semakin tinggi karena terjadi fluktuasi udara.


"Tidak perlu. Aku bisa mengurusnya." Azura menggeleng pelan, gulungan kecil itu menjadi kepulan asap. Punggung Azura terpasang 6 sayap runcing seperti pedang sepanjang 150 cm berwarna hitam dengan garis bilah berwarna merah.


'Krak ...!' Azura menggigit jempolnya dan meneteskan darah yang keluar dari jempol ke bola yang menjadi pengait keenam sayap pedang di punggung Azura.


[Telolet]


[Nama : Uzumaki Azura


Level: Anbunin 5


Kekuatan: 85 (+10)


Kecepatan: 125


Pertahanan: 65


Chakra: 5500/5500


Kondisi tubuh: Sehat


Jutsu: Elemen api rank SS, Ryuko no juin, Tsuinken (teknik pedang kembar), kongeki fusa, ninjutsu medis Rank B.


Senjata: Yamato level 1 (0/100 kristal Akagami)]


[Shisouken Tsubasa adalah senjata berbentuk sayap, setiap pengguna yang memakainya mendapatkan bonus tambahan pada statistik kekuatan]


[Shisouken Tsubasa level 1, pengguna bisa merubah bentuk sayap menjadi menjadi 6 pedang. Pengguna mendapatkan penambahan kekuatan 10 poin]


Akira melesat ke arah Genbu, berlari di atas permukaan air yang bergelombang. Ryutaiga ia keluarkan dari rinnegan merah pada telapak tangan kirinya.


"Hiramekarei no jutsu!"


Ryuga mengubah Ryutaiga menjadi dua kodachi berbilah biru. Chakra elemen air Akira alirkan ke kedua bilah Ryutaiga.


'Swush ...!' Genbu dalam bentuk kura-kura berbadan hitam, cangkang hitam, tangan hitam, betis hitam, lengan, kepala dan paha serta ekornya berwarna ungu. Tinggi badannya sangat besar 20 meter. Dari dalam mulutnya menembakan air bertekanan tinggi, melesat cepat ke arah Akira.


Gerakan zig-zag dilakukan Akira untuk menghindari tembakan air bertekanan tinggi dari Genbu.


Keempat sayap berbentuk pedang di punggung Azura, mengayun ke belakang, untuk mendorong Azura agar terbang melesat cepat.


'Trang ...!' Akira dan Azura yang berhasil mendekati Genbu menebas bersamaan, tapi berhasil ditangkis kedua lengan Genbu. Genbu siap menyerang dan menembakan ratusan peluru air.


'Shua ...!' Akira melompat mundur, lalu salto ke belakang tiga kali. Mulut Genbu difokuskan ke arah Azura yang terbang mundur.


Azura mengayunkan pedangnya, untuk membelokan puluhan peluru air ke arahnya. "Hebat juga kau Genbu sekarang. Biasanya hanya bersembunyi di dalam tempurung," ejeknya menyunggingkan senyum.


Akira menebas secara diagonal membetuk huruf x, siluet huruf x berwarna biru melesat ke arah Genbu. Puluhan peluru air ditabrak habis tak tersisa hingga menghantam dada Genbu


'Boom ...!' Genbu terpundur dengan menyilangkan tangan, sepersekian detik Genbu membentuk bola pelindung untuk melindungi tubuhnya.


'Groaaar ...!' Genbu meraung keras memukul-mukul dadanya, seolah-olah mengejek Akira dan Azura yang tak mampu melukai kulitnya sedikit pun.


"Dasar kura-kura beton!" Akira merubah kembali Ryutaiga menjadi pedang berjenis Chokuto berwarna merah. Tentu saja raut wajahnya sangat kesal, "Akan aku pastikan semua tempurung di bagian punggungnha hancur. Kabutowari no jutsu!"


Bilah pedang Ryutaiga perlahan berubah menjadi merah kehitaman, bilah itu ia hunuskan ke arah Genbu dengan tatapan tajam.


"Tsuinken: Tsuin no Ryu!"


Azura melemparkan kedua pedang yang ia pegang sekuat-kuatnya ke arah Genbu. Suara tawa Genbu terbahak-bahak, sengaja merendahkan Azura karena ia menganggap kedua pedang itu tak mampu menembus bola pelindung transparan berwarna ungu.


'Jleb ...!' Kedua pedang tersebut berhasil tertancap di lapisan bola pelindung yang berada di depan dada Genbu. Secepat kilat Azura menarik dua sayap pedangnya lagi sambil melesat dan menendang kedua pedang yang berhasil menembus pertahanan Genbu.


'Prang ...!' Bola pelindung bagian depan dada Genbu hancur. Kedua pedangnya berhasil menusuk dada Genbu dan memuntahkan seteguk darah. Akira sudah berada di atas Genbu dan siap memghantamkan tebasan vertikal ke arah kepala Genbu.


'Boom ...!' Genbu meledak terkena hantaman pedang Ryutaiga, tempurung di kedua lengannya retak.


"Aku menyerah." Genbu berlutut lemas dengan nafas tak beraturan, kedua tangannya gemetar sedang diangkat. Genbu sudah pasrah jika dihabisi oleh Azura dan Akira.


Selama menjadi hewan kuchiyose Azura, ia berada di bawah kendali genjutsu sharingan Azura. Tak ada ingatannya bersama Azura yang terpatri dalam bersama Azura, jadi wajar saja jika Genbu menyerang Azura dan Akira.


"Aku hanya ingin berteman denganmu, Genbu." Azura turun perlahan tepat di depan Genbu, dan menarik kedua pedangnya dari dada Genbu. "Maukah kamu menjadi sahabatku. Shousen no jutsu!"


Kedua telapak tangan Azura di tempelkan ke dada Genbuz untuk menutup luka-lukanya. Kondisi tubuh Genbu langsung pulih, stabil dan sediakala.


"Maafkan aku, Genbu." Akira menyimpan kembali Ryutaiga ke dalam rinnegan merah di telapak tangan kiri, kemudian menunduk hormat pada Genbu.


"Justru aku yang seharusnya meminta maaf." Genbu bangkit dan menunduk hormat pada Akira dan Azura satu persatu. "Aku bersedia menjalin kontrak denganmu."


'Boof ...!' Muncul gulungan besar dari balik kepulan asap. Gulungan itu melayang dan langsung terhampar di depan Azura.


'Krak ...!' Azura menggigit kelima jari, cairah merah keluar dari kelima jarinya dan menempelkannya pada salah satu kolom gulungan besar.


'Boof ...!' Gulungan besar yang terhampar menutup otomatis lalu hilang dari pandangan menjadi kepulan asap.


Pupil mata Genbu berubah menjadi sharingan 4 tomoe dan di keningnya muncul segel karma Ryuko no juin bermotif bulatan kepala naga berwarna hitam di kelilingi 7 magatama merah.


"Terima kasih Azura. Kali ini kau tidak memaksaku, hehehe." Genbu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu hilang dari pandangan menjadi kepulan asap.