
"Aaargh!" Reina mengerang keras, sekujur tubuhnya menegang lalu melayang di atas ketinggian 10 meter.
Boof!
Wadah chakranya meledak lalu meregenerasi dengan bentuk yang lebih besar setara 10 danau.
[Telolet]
[Chakra pengguna meningkat 10.000 poin]
Senjata Raito Hoshi berbunyi memberitahukan peningkatan chakra Reina yang sudah melebihi batas chakra manusia biasa, jumlah chakranya setara dengan jimchurikinin level 9.
Akira juga ikut melayang dan memeluk Reina erat, untuk menurunkan tekanan chakra pada seluruh tubuhnya. Lalu Reina yang merasa nyaman tertidur pulas di pelukan Akira.
Cwuszh!
Akira membawa Reina pulang ke penginapan dengan hiraishin no jutsu dan menidurkannya di tempat tidur.
***
Di luar penginapan empat klan terkaya di Namigakure sedang berbuat onar dengan mengancam Yumiko dan nenek Gezo.
"Yumiko, katakan cepat dimana laki-laki yang bernama Akihiko itu!" bentak Ozuru Ouru, ketua klan Ozuru menyeringai geram.
"Jangan kamu sembunyikan tikus bangsat itu! Dia sudah merusak kerjasama klan kami dan klan Renbu," Bentak Kawaki Borara, ketua klan Kawaki menyeringai geram.
Plak!
Daisuchi Anmo ketua klan Daisuchi menampar pipi nenek Gezo hingga tersungkur, "Kenapa kalian diam saja? Cepat katakan dimana kedua bangsawan bangsat itu!" bentak Daisuchi Anmo.
"Tuan-tuan aku mohon jangan sakiti nenekku, hiks ... hiks ... hiks," Yumiko memeluk nenek Gezo yang lebam pipi kanannya dan pingsan, "Dia sedang pergi aku mohon jangan sakiti kami."
"Dasar cacing tanah, selalu berbohong pada kami! Lebih baik aku hancurkan penginapan kalian!" bentak Omushi Rorui, ketua klan Omushi menyeringai geram.
Buak!
Omushi menendang punggung Yumiko yang memeluk nenek Gezo. Yumiko meringis kesakitan merasakan tulang punggungnya retak, "Aaaakh! Sa-sakit sekali," lirih Yumiko masih terus memeluk tubuh nenek Gezo.
"Hahaha ... cacing tanah tetaplah cacing tanah mati kalian!" tangan Daisuchi Anmo menghunuskan pedang pada leher Yumiko, raut wajahnya menyeringai jahat.
"Ampuni ka-kami tuan, aku mo-mohon. Ja-jangan sakiti kami," lirih Yumiko, "Hiks ... hiks ... hiks ...."
Akira yang mendengar suara berisik-berisik di luar penginapan, berjalan perlahan sambil memegangi perutnya yang lapar. "Kemana Yumiko Oni chan ya? Perutku sudah lapar sekali," gumam Akira matanya berkeliling lalu keluar dari penginapan dan mendapati Yumiko dan nenek Gezo meringkuk di tanah dalam keadaan pedang terhunus di leher mereka.
Shua!
Akira melesat sangat cepat, lalu menendang dada mereka berempat satu persatu.
Bang!
Keempat ketua klan yang mengelilingi Yumiko terpental menabrak dinding pembatas jalan.
Brak!
Akira memindahkan Yumiko dan nenek Gezo ke kamar Reina dengan hiraishin no jutsu.
Cwuszh!
"Dasar manusia rendahan!" Akira menyeringai geram. "Aku pastikan kalian takan bisa menikmati lagi enak-enak dengan istri kalian lagi! Checkmate!"
Trang!
Akira mengeluarkan Ryutaiga dan menarik gagangnya secepat kilat lalu menebas Daisuchi Anmo. Tapi berhasil ditangkisnya menggunakan pedang ninjato miliknya hingga terpundur menjebol dinding pembatas jalan.
Brak!
Ozuru Ouru mengambil suar lalu menembakannya ke atas untuk memanggil bantuan dari keempat kediaman klan Ozuru, Omushi, Daisuchi, dan Kawaki.
"Cih! Kalian tak ada kapoknya, padahal aku sudah membantai shinobi yang kalian kirim," Akira menatap sinis mereka berempat satu persatu tak tersisa. "Ryuugan: Tsukuyomi!"
Akira mengaktifkan mata byaku sharingan denngan 7 tomoe hitam dan putih, mereka berempat masuk dalam genjutsu tak terbatas yang dilancarkan Akira.
Deg!
Mata mereka membulat dengan mulut menganga seperti dicekik, dalam pikiran alam bawah sadar mereka berempat, berada dalam dimensi tsukuyomi yaitu dimensi dengan langit merah dan hitam putih.
Mereka berempat disalib dan ditengadahkan di batu altar, satu orang di keliling 10 Akira yang membawa pedang ryutaiga dan menusuk-nusuknya tanpa henti secara serentak serta berulang-ulang.
Mereka menjerit namun tak bisa karena berada dalam dimensi kamui. 40 jounin elit tiba masing-masing 10 ninja dari setiap klan, mereka mendapati Daisuchi Anmo, Kawaki Borara, Ozuru Ouru dan Oumshi Ruroi tubuhnya mematung, keringat dingin mengalir deras ditubuhnya, matanya membelalak, mulutnya menganga dan raut wajahnya pucat pasi.
Selang 1 detik kemudian mereka berempat tewas seketika dalam keadaan mematung.
"Ketua! Ketua!" masing-masing wakil ketua klan menggoyangkan badan ketua klan dengan raut muka khawatir.
"Percuma! Mereka sudah mati! Kai!" Akira yang sedang melayang di atas ketinggian 50 meter di atas permukaan tanah, membentuk segel pelepasan tangan kirinya, kertas peledak yang sudah ditempel oleh Akira di punggung masing-masing ketua klan menyala terang.
Boom!
Empat wakil ketua klan dan 30 ninja dari masing-masing klan tewas seketika, tersisa 6 orang ninja.
"Katon: Goukakyo no jutsu!"
"Suiton: Mizukyu no jutsu!"
"Raiton: Raikyu no jutsu!"
"Fuuton: Shinkoku taigokyu!"
Empat ninja dari masing-masing klan menembakan bola api, bola air, bola angin, dan bola petir ke arah Akira yang sedang melayang turun 20 meter di atas permukaan tanah.
"Fujutsu kyuin!"
Tangan kanan Akira dihadapkan ke depan, empat bola elemen terserap masuk ke dalam rinnegan merah di telapak kanan Akira.
"Kalian memang bodoh, hahahaha!" Akira tertawa jahat, muncul 4 bola hitam kemerahan dari rinnegan merah di telapak tangan kirinya. Tangan kirinya di angkat ke atas, 4 bola hitam kemerahan itu semakin membesar berukuran diameter 10 meter, lalu menghilang.
Cwuszh!
Satu bola itu muncul di atas kediaman klan Ozuru bagian selatan Namigakure, satu bola lagi muncul di atas kediaman klan Omushi bagian utata Namigakure, satu bola lagi muncul di atas kediaman klan Daisuchi bagian utara Namigakure, dan satu bola lagi muncul di atas kediaman klan Kawaki bagian barat Namigakure.
Boom!
Bola hitam itu jatuh tepat di bagian tengah keempat kediaman klan, siluet jamur setinggi 50 meter terlihat dari empat arah.
"Bukankah itu tempat kediaman klan kita?!" Keenam ninja dari masing-masing klan membulatkan mata.
Akira sudah membentuk Rasenringan ditelapak tangan kanannya dan Chidori di telapak tangan kirinya, lalu tubuhnya berkedip muncul di belakang salah satu ninja dari klan Ozuru.
Jleb!
Akira menusukan Chidori ke punggung ninja klan Ozuru, tertembus sampai ke dada. Lalu melesat kembali dan menghantamkan Rasenringan ke perut ninja klan Kawaki hingga perut hancur.
Duar!
"Aaaaaakh!" pekik jounin elit klan Ozuru dan jounin elit klan Kawaki.
"Serang!" keempat jounin elite yang tersisa melemparkan kunai dan shuriken ke arah Akira.
Cwiwiw!
Puluhan kunai dan shuriken hanya menembus tubuh Akira, 1 detik kemudian setelah kunai dan shuriken melewati tubuhnya, raikoha terbentuk di telapak tangan kanan Akira.
Jleb!
Akira melesat, secepat kilat dan menusuk jantung satu persatu empat jounin elit yang tersisa.
"Aaakh!" keempat jounin memekik keras lalu tubuh mereka tergeletak di tanah dengan mulut menganga, mereka tewas seketika.