DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 31 - Aina Kehilangan Kesadaran



"Maksud ayah? Aku bukan anakmu?" Aina membulatkan mata, pegangan pada tongkat tombak es diregangkan, serasa hatinya sakit mengetahui jika Hiro bukanlah ayah kandungnya.


Deg!


Klang!


Hiro memanfaatkan kesempatan untuk membalikan badan, mematahkan tombak es dan mencekik Aina. "Dasar anak bodoh, mati kau! Hahahaha!"


"Aaaakh ... le-lepaskan a-ayah! A-aku bi-bisa mati," balas Aina terbata-bata dengan nafas yang hampir habis.


Shua!


Tap!


Shinichi melesat cepat menangkap Aina, Hiro sudah mengeluarkan pedang es, hampir saja ujung bilah pedangnya menembus perut Aina.


"Suiton : Suiro no jutsu!" Chojuro dan Kagura melesat cepat dan merapal segel lalu menempelkan telapak tangannya. Chojuro dibahu kanan Hiro dan Kagura di bahu kiri Hiro.


Tap!


Swush!


Blukbuk!


"Suiton : mizu no kusari!" Chojuro dan Kagura merapal segel tangan dengan satu tangan, lalu memunculkan siluet rantai air dari lapisan dalam penjara air. Untuk mengikat kuat Hiro yang sudah melemah, "Suiton : goshokuzame!"


Blukbuk!


Kreb!


Kreb!


Sepuluh hiu langsung muncul dan menggigit seluruh tubuh Hiro. Air di dalam penjara air berubah merah karena darah Hiro dan menjadikannya bubur darah, tubuh Hiro yang hancur bercampur dengan air.


Aina yang digendong Shinichi sudah pingsan, Akira hampir kehabisan tenaga setelah menciptakan rasengan yang begitu besar. "Huff ... huff ... huff ... mampus kau bedebah, itu harga yang pantas kau terima," gumam Akira.


Tiba-tiba Aina yang pingsan matanya terbelalak dengan pupil mata putih semua, ia hilang kesadaran dan dikendalikan oleh kutukan chi kessho no juin.


Rambut merah mudanya terurai, tubuhnya melayang dengan otot disekitar dahinya menonjol melingkari tato kutukan lotus kristal. Dari dalam tubuhnya mengeluarkan gelombang kejut yang menghempaskan Akira, Shinichi, Chojuro, dan Kagura hingga menabrak reruntuhan.


Swush!


Bam!


Duar!


"Guhak! Apa yang terjadi dengan Aina?" pikir Kagura memegangi dadanya yang sakit, dan memuntagj


"Guhak! Kenapa Aina seperti ini?" pikir Chojuro memegangi bahu kanannya yang sakit, dan memuntahkan seteguk darah.


"Sial, kenapa jadi seperti ini? Akibat Ryuzugan dinonaktifkan sementara oleh Ryujin, aku tak bisa melihat aliran chakra di dalam tubuh Aina." Akira bangkit dan langsung menelan 10 pil chakra, lalu melesat cepat ke arah Aina.


Shua!


Shinichi sendiri menabrak reruntuhan dan pingsan. Chojuro dan Kagura yang sudah lemas karena chakra mereka terkuras sangat banyak.


Bam!


Bam!


Bam!


Aina dan Akira beradu tendangan serta pukulan di udara. Kekuatan dan kecepatan mereka berdua imbang, gerakan mereka berdua tidak bisa dilihat oleh mata biasa.


"Hebat juga Aina, aku tak menyangka setelah kekuatan tersembunyi dalam dirinya bangkit, chakra, kekuatan dan kecepatannya meningkat pesat," gumam Akira yang sedang beradu tendangan dan pukulan dengan Aina.


Boom!


Shua!


Boom!


Akira dan Aina terus berpindah-pindah tempat dengan sangat cepat, reruntuhan rumah klan Yuki hancur lebur, akibat pertarungan mereka berdua.


Bam!


Bam!


Krasaak!


Akira dan Aina terpundur, lalu merapal segel tangan dan menembakan angin yang sangat kuat ke arah masing-masing. "Futon : shinku renpa!" kata Akira dan Aina serentak.


Swush!


Boom!


Aina merapal segel tangan tanpa ia sadari, "Hyoton : Hissatsu hyosho!" Aina menempelkan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah, muncul duri-duri raksasa dalam radius 500 meter dari permukaan tanah.


Grag!


Grag!


Tsuk!


Tsuk!


"Gawat! Ayo selamatkan diri kalian!" Chojuro berteriak lalu dengan sisa chakranya melesat memapah tubuh Shinichi yang cukup berat agar tidak terkena duri-duri es raksasa. Kagura juga ikut membantu dengan sisa tenaganya memapah Shinichi dan melompat tinggi bersama Chojuro.


Bam!


Bam!


Krak!


Prang!


Akira malah menendang satu persatu duri-duri es raksasa dengan taijutsu kage resikikku. Kecepatan tendangan Akira sangat cepat dalam 5 menit, berhasil mematahkan duri-duri es dalam radius 100 meter.


"Aaaaaargh! Aaaaargh! Aaaaargh!" Aina meraung keras, dan semakin tak terkontrol, tato kutukan lotus kristal merah muda menyebar ke seluruh tubuhnya, membentuk garis berwarna merah muda lalu merapal segel tangan. "Shoton : sensatsu hassho koryu!"


Ribuan naga kristal berwarna merah muda dengan mata hijau terbentuk dan siap menyerang Akira. Dengan sangat terpaksa untuk menyadarkan Aina, Akira mengelurkan Ryutaiga dari dalam inventori sistem.


Shua!


Shua!


Trang!


Naga-naga kristal serentak menyerang Akira, reflek tubuh Akira sangat cepat. Untuk menangkis serangan naga-naga kristal itu Akira menggunakan ryutaiga untuk membelokan kepala naga kristal lalu menyerang balik dan menebas kepala mereka satu persatu.


Slash!


Slash!


Krak!


Prang!


Akira merapal segel tangan, "Shibuki no jutsu!" bilah ryutaiga yang berwarna merah, seketika menghitam dengan ukiran segel peledak. Akira melompat ke kanan dan ke kiri untuk menghindari serangan naga-naga kristal sambil merapal segel tangan, "Zanzo bunshin!"


Shua!


Shua!


Shua!


Akira menciptakan bayangan dirinya sendiri, lalu Akira seakan bisa bergerak dari segala macam lokasi berbeda. Hal ini karena memang kecepatan gerakannya yang luar biasa, sehingga sulit ditebak bayangan mana yang membantunya menyerang, padahal itu adalah Akira sendiri yang bergerak secepat kilat. 


Slash!


Duar!


Duar!


Akira menebas naga-naga kristal itu dan meledakannya. Aina yang sudah kehilangan kendali tidak bisa menebak tubuh Akira yang asli, alhasil naga-naga itu menyerang membabi buta tanpa arah dan berhasil dihancurkan oleh Akira.


Shua!


Bam!


Shua!


Boom!


Akira yang sudah menghabisi naga-naga kristal langsung melesat cepat dan menendang perut Aina sangat kuat, hingga terpental jauh menabrak dinding bukit bagian timur wilayah klan Yuki.


Tubuh Akira berkedip dan muncul di depan Aina yang memuntahkan banyak darah. "Guhak! Guhak!" namun terpaksa bangkit karena dikontrol oleh segel kutukan lotus kristal.


"Hentikan! Hentikan! Jangan lanjutkan lagi, kasihan Aina, tubuhnya tak akan mampu menahan lagi. Aina tidak bersalah dia hanya anak kecil, ayah Aina Hiro juga sudah tiada, sudahi saja pertarungan ini," teriak Akira memegangi kedua bahu Aina yang lama-kelamaan tubuh Aina melayang tinggi di atas Akira.


"Aku merasakan getaran kesedihan, kemarahan, dan penderitaan dari dalam hati Aina."


Aina yang melayang tinggi merapal segel tangan, "Shoton : kessho kuria!" muncul lotus kristal di bawah kaki Aina cukup besar dengan diameter 5 meter. Aina duduk bersila di atas lotus kristal berwarna merah kehitaman.


Perlahan lotus kristal itu terserap ke dalam tubuh Aina, urat ototnya menegang dan berwarna jingga serta semakin lama semakin terang.