DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 184 Permintaan.



Tubuh Akira kembali dengan berkedip, ke bagian belakang ruko. Satu kotak ia keluarkan, tapi Ikku tiba-tiba muncul dan mengernyit. Pastinya karena Akira bisa jutsu teleportasi.


"Dok-dokter Shi-shinji?!"


"Ssst!" Akira menaruh jari telunjuknya ditengah-tengah bibir, "Jika kamu ingin bekerja padaku. Peraturannya jangan bertanya apapun tentangku dan barang yang aku dapat darimana. Aku jamin semuanya barang yang didapat dari mencuri, janji tidak memberitahukan ini pada orang lain?"


"Hmm ...." Ikku mengangguk, "Apakah aku boleh meminta satu permintaan, tuan dokter?"


"Tentu, asal jangan minta naik gaji saja, he-he-he-he ...." Akira tertawa dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, agar suasana tidak terlalu tegang.


"Dokter juga pasti shinobi yang hebat. Bolehkah dokter mengajariku meramu pil dan berlatih?" pinta Ikku membungkuk hormat dan tiba-tiba Shiina yang sedang menguping masuk juga membungkuk hormat.


"Aku juga tuan dokter. Aku mohon."


Akira menepuk jidatnya sendiri, tapi jika mereka punya keahlian akan sangat membantu Akira mengurusi bisnisnya.


"Baiklah, aku berjanji. Tapi rapikan semua ikan-ikan ini. Lalu kita siap membuka toko ikan dan klinik dokternya."


"Siap, Tuan dokter Shinji." Shiina dan Ikku serentak menunduk hormat.


Mereka bertiga mulai merapikan ikan, dengan menaruh es di atas meja dan menyusun sesuai jenis ikan.


Akira menuliskan tulisan di papan kecil di ruko ikan bertuliskan 'Beli 1 kg dapat 1.1 kg. Beli 10 kg bonus 2 kg'. Pada ruko klinik dokter bertuliskan 'Periksa sampai sembuh 15 pasien pertama secara gratis'.


"Maaf, tuan dokter apa itu tidak rugi?" tanya Ikku yang tidak mengerti dengan teknik pemasaran.


"Ini grand launching toko kita sekaligus prinsip toko kita yang akan kita emban sampai selamanya," jawab tegas Akira.


Dua ruko Akira berdampingan dengan ruko Yakiniku yang sangat sepi, karen fitnah dari salah satu anak tetua klan Baroi, Yukio Baroi. Bahwa kedai tersebut menggunakan daging busuk.


Akira membuka dua ruko miliknya dibantu Ikku dan Shiina. Lalu tersenyum pada pemilik kedai Yakiniku dan menyapanya, "Mohon bantuannya tuan." Akira membungkuk hormat pada Isio pemilik kedai Yakiniku.


***


6 jam kemudian.


Belum ada satu pun warga Kumogakure yang masuk untuk membeli atau memeriksakan kesehatannya pada kedua ruko Akira.


Perut Akira sudah lapar, lalu pergi ke samping untuk membeli Yakiniku. Hari ini pemilik kedai Yakiniku mengadakan promosi yaitu dari satu porsi Yakiniku 50 ryo menjadi 30 ryo.


"Tuan, aku boleh memesan untuk satu minggu kedepan menu makan siang untuk tiga orang. Totalnya berapa?" pinta Akira.


"Te-terima kasih dokter muda. Namaku Isio, senang berkenalan dengan anda." Isio tersenyum hangat dan menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.


Akira menyambutnya dengan tersenyum ramah pula, "Aku Shinji Tatsuo. Mohon kerja samanya."


"630 ryo, dokter Shinji. Aku akan segera menyiapkannya, silahkan dokter kembali saja ke ruko. Nanti aku akan menghantarnya."


Isio segera ke dapur untuk menyiapkan pesanan Akira, dengan sangat riang gembira. Karena fitnah yang tidak ia ketahui, selama satu minggu tak ada satu pun yang membeli jualannya.


Ada satu orang menghampiri toko ikan, dan Ikku melayaninya dengan sangat baik dan ramah. Walaupun ia hanya membeli 1 kg ikan tuna.


Akira masuk ke dalam klinik, Shiina yang sudah sangat cantik dan berpakaian rapi duduk di meja resepsionis sederhana dan bisa dibilang alakadarnya.


Isio masuk ke dalam klinik dan membawa 3 kotak bento berisi paket lengkap Yakiniku. Melihat papan yang ditulis di depan klinik ia jadi penasaran.


"Nona, apa benar pemeriksaan dan obatnya gratis?" tanya Isio.


"Benar, silahkan jika tuan mau mencobanya. Dijamin penyakit apapun sembuh tuan, buktinya aku sudah satu tahun punya penyakit parah dan ibuku tertular penyakitku. Sekarang aku sembuh total, padahal tuan dokter baru menanganiku pagi tadi," jelas Shiina dengan raut muka serius.


"Oh, benarkah? Kebetulan kaki sering sakit akhir-akhir ini. Apakah aku boleh masuk sekarang, sekaligus memberikan makanan ini?" pinta Isio dengan raut muka gembira.


"Tentu, silahkan. Mari aku hantar!"


Shiina menghantar Isio ke dalam ruangan Akira, dengan senang hati Akira melayani Isio dengan baik.


Tentu saja pengobatan Akira sedikit nyeleneh, salah satunya pengobatan pada Isio yang menggunakan taijutsu juuken milik klan Hyuga menekan titik tenketsu pada kaki Isio dan memberikannya 1 butir pil hiringu.


Dalam 4 hembusan nafas, Isio sudah sehat prima. "Terima kasih dokter Shinji. Semua keluhan sakit pada kakiku sudah sembuh, yeay!" Isio tersenyum puas membungkuk hormat lalu keluar dari ruangan Akira.


"Biarkan reputasi dan kredibelitas yang berbicara," gumamnya.


Semakin sore, semakin banyak pasien yang datang. Setelah 15 orang pertama yang gratis biaya pengobatan sembuh seketika semua penyakitnya dan merekomendasikan pada sanak famili serta tetangganya.


Total ada 100 orang yang sedang mengantri panjang. Pastinya mengundang Shuichi dan Inoichi untuk melihat siapa orang yang berani membuka jualan tanpa izin klan Amenoji.


"Maaf, Shiina. Aku ingin bertemu dengan pemilik klinik dan toko ikan ini," tegas Shuichi yang tiba-tiba menyerobot antrian. Tentu saja tidak ada orang yang berani melawan Shuichi dan Inoichi anak patriark dan wakil patriark klan Amenoji.


"Maaf, tuan Shuichi dan tuan Inoichi. Dokter Shinji Tatsuo sedang sibuk melayani pasien." Shiina berdiri dan membungkuk hormat.


"Dokter Shinji Tatsuo?!" Shuichi dan Inoichi melebarkan mata.


"Apakah dokter yang muda, tampan dan berambut biru?" tanya Inoichi menelisik.


"Ya, tuan. Kami belum sempat mengurus izin perdagangan. Karena Dokter Shinji kehabisan uang untuk menyewa ruko dan membereskan semua keperluan jualannya. Beri kami tenggat satu minggu, pasti aku yakin dokter Shinji bisa melunasinya," pinta Shiina membungkuk hormat.


Akira sudah selesai dengan pasiennya yang terakhir dan mendapatkan keuntungan biaya pengobatan 100 ryo/orang. Terlalu murah untuk seorang dokter di Kumogakure yang biasa mematok harga 2000-3000 ryo.


[Selamat host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jutsu medis. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]x99.


Akira yang mendengar bising-bising keluar dari ruangannya beriringan dengan pasien berwajah sumringah, karena penyakit wasirnya sembuh dan bisa beraktifitas normal sebagai supir lagi.


"Maaf, tuan Shuichi. Aku mau tutup jika ingin berobat esok hari saja," kata Akira tersenyum ramah.


"Maaf, dokter Shinji. Kami tidak ingin berobat. Tapi ingin meluruskan tentang peraturan di Kumogakure. Setiap pemilik kedai harus membayar upeti pada klan Amenoji 100.000 ryo," tegas Shuichi.


"Baiklah, aku juga meminta maaf tidak bisa mengobati nona Amoki. Karena aku sudah kerumahnya dan tuan Kazuka sudah menunjuk dokter yang lebih hebat dariku. sebagai permintaan maafku, aku akan memberikan 200.000 ryo. Tapi berikan aku waktu 3 hari," pinta Akira tersenyum ramah lalu membungkuk hormat.


"Dasar tua bangka, selalu seenaknya. Padahal Rujaku itu hanya ninja medis rank D, tapi diperlakukannya seperti ninja medis rank S." Shuichi menyeringai geram dan mengepalkan erat telapak tangannya.


"Kami justru yang meminta maaf pada anda, Dokter Shinji. Waktu anda terbuang karena kami. Perjalanan anda dari Hoshigakure ke Kumogakure tentu memakan waktu panjang. Maafkan klan Amenoji yang tidak menjamu anda. Dokter Shinji adalah penyelamat kami," tegas Shuichi membungkuk hormat pula.