
Akira merapal segela tangan, "Kage bunshin no jutsu!" muncul 3 bayangan Akira, lalu ketiganya merapal segel tangan bersama Akira serentak.
"Hyoton: Hyogan domu!
"Shoton: Ominawari no jutsu!"
"Doton: Ganchuro no jutsu!"
"Shakuton: Hinoken kiba no ryu!"
Bunshin Akira yang berada di sebelah utara membekukan kaki ketiga anbu agar tak bisa bergerak. Bunshin Akira di sebelah selatan membuat pilar untuk mengurung mereka bertiga, Kyajiki berhasil melompat. Namun oleh bunshin Akira yang berada si sebelah timur langsung ditusuk oleh kristal runcing dan Kyajiki tewas seketika tanpa bisa melawan.
"Sial, ayo Joichi! Kita berdua takan mati semudah itu! Katon: goukakyu no ...." Sebelum berhasil menyelesaikan rapalan segel tangannya Dokuji sudah dilempar oleh Akira dengan bilah pedang biru, kedua matanya tertembus dan tubuhnya terbakar hebat.
Shua!
Jleb!
Blar!
Joichi yang sudah terjebak kakinya dalam balutan es yang membeku, tidak bisa melompat, hanya bisa memberontak. Tubuhnya yang terperangkap di dalam barisan pilar tanah yang seperti penjara kotak, hanya bisa pasrah. Akira yang sudah berada di atas pilar tanah menautkan tangan, siluet-siluet pedang api biru melesat ke arah Kyajiki.
Shua!
Shua!
Shua!
Joichi menangkis dengan pedang ninjato di tangan kanannya dan kunai di tangan kirinya. Siluet pedang api biru itu tak mampu ditangkis, begitu menempel pada bilah pedang dan kunai langsung memotongnya. 10 siluet pedang api berhasil menusuk tubuh Jyoichi setelah mencoba berjibaku menangkis dan membelokan serangan Akira.
"Enton: Desuboru!" Akira membakar ketiga mayat anbu itu dengan api hitam dan menjadikannya debu, lalu dihisapnya debu itu ke dalam rinnegan merah di telapak tangan kanannya, untuk menghilangkan barang bukti.
Krak!
Boof!
Boof!
Prang!
Empat segel penghalang berhasil dihancurkan, muncul gulungan besar berwarna hijau, keluar dari dalam kubah kaca. Akira memastikan dahulu semua jebakannya sudah dinetralkan, lalu menghisap gulungan besa hijau itu ke dalam rinnegan merah di telapak tangan kanannya.
Slurp!
Tak sengaja Akira yang agak kelelahan menekan tombol darurat di dekat kubah kaca.
Tiiit!
Tiiit!
Tiiit!
Akira segera berlari melesat cepat dan memotong pintu elevator dengan pedang ninjato yang dibawanya. Lalu berlari menempel dinding jalur elevator, untuk mencapai lantai dasar, karena itu hanya satu-satunya jalan bisa keluar dari gedung hokage.
[Perhatian semua jonin elite dan anbu, ada penyusup yang menyusup di gedung hokage. Segera tangkap dan bunuh!]
Pengeras suara terdengar di seluruh wilayah desa Konohagakure. Semua unit jonin dan anbu yang sedang berpatroli di seluruh wilayah desa, segera menuju gedung hokage.
Shua!
Shua!
Shua!
Akira dan ketiga bunshinnya berhasil mencapai lantai dasar gedung hokage. Akira merapal segel tangan, "Tajuu kage bunshin no jutsu!" ratusan bunshin Suzuku yang memakai seragam anbu dan topeng motif serigala muncul dan memenuhi lantai dasar gedung hokage.
Boof!
Boof!
Boof!
Gedung hokage sudah dikepung, Akira yang asli keluar di depan halaman gedung membuat dinding pelindung setinggi 10 meter berlapis-lapis, mulai dari api hitam, api jingga, api biru, api putih, dan api hijau. Agar para jonin elite dan para anbu tidak bisa masuk ke dalam gedung untuk menangkapnya.
Swush!
Swush!
Swush!
Semua jonin elite dan para anbu membulatkan mata, karena pertama kali melihat elemen api berwarna-warni. Setahu mereka jika api hitam hanya dikuasai oleh Uchiha Itachi dan Uchiha Sasuke. Tapi ini ada 4 jenis warna api lagi, kemungkinan pelakunya bukan klan Uchiha.
Swush!
Psssh!
Asap mengepul ketika air berbenturan dengan lapisan dinging api hitam yang berada di bagian paling depan. Bunshin Suzuku menyebar ke segala arah dan berlari cepat untuk mengecoh para jonin elite dan anbu, yang sedang melakukan penyergapan terhadap Akira.
Shua!
Shua!
Shua!
Shua!
Para jonin elite dan para anbu menyebar, mengejar bunshin Akira. Ketika asap mengepul Akira yang asli masuk ke dalam cermin es.
"Ryujin, cepat transfer pengetahuan hiraishin no jutsu! Aku sudah tak sabar membunuh mereka semua, hahahaha!"
[Siap host. Ryujin akan memulai transfer dan sinkronisasi salah satu jutsu yang ada di dalam fuin no sho, yaitu hiraishin no jutsu pada tubuh host. di mulai dalam 3... 2... 1...]
[0%]
[20%]
[40%]
[60%]
[80%]
[100%]
[Selamat proses transfer dan sinkronisasi jutsu hiraishin no jutsu pada tubuh host telah berhasil]
[Host bisa berteleportasi dan bergerak secepat kilat melalui tanda yang sudah dibuat oleh host pada target]
Dalam pupil mata rinnegan marah, nampak motif bulatan kepala naga. Awalnya Akira bergerak cepat dengan taijutsu kagekami, untuk mengejar para jonin elite dan anbu. Lalu berhenti di atas sebuah gedung perkantoran sambil matanya berkeliling melihat bunshin miliknya yang berhasil ditusuk oleh jonin dan anbu.
Boof!
Boof!
Boof!
"Sepertinya mereka bekerja dengan baik, lebih baik aku pulang saja. Untuk bunuh- membunuh aku melakukannya di lain waktu saja," gumam Akira lalu tubuhnya berkedip dan masuk ke dalam jendela apartemen miliknya.
Ada satu jonin elite yang melihat Akira dalam bentuk tubuh Suzuku masuk ke dalam kamar Akira.
"Lapor kapten! Aku menemukan penyusup masuk ke salah satu apartemen. Aku akan segera menyergap di depan, dan tolong kapten dan kawan-kawan berjaga di bagian jendela. Takut target akan kabur lewat jalan itu," kata jonin elite bernama Sashiku.
Boof!
Suzuku berubah menjadi Akira dan langsung menggantikan bunshin dirinya sendiri yang tidur, lalu hilang dari pandangan menjadi kepulan asap. Agar tidak dicurigai, Akira tidur memakai selimut dan dalam kondisi yang sama seperti bunshin dirinya sendiri yaitu miring ke kanan.
Sashiku yang sudah berada di lantai lorong, siap menghunuskan kunai dan siap mendobrak pintu kamar Akira.
Brak!
Sashiku menendang pintu kamar Akira, dan mendapati Akira yang baru saja memejamkan mata sudah terlelap dengan mendengkur keras.
Kroook!
Kroook!
Kroook!
Suara keras dobrakan pintu Sashiku mengagetkan Hiyoshi, Reina, dan Azura yang sudah tertidur lelap. Tanpa segan-segan Shasiku yang mengira Akira pelakunya, langsung melempar kunai ke arah Akira.
Shua!
Jleb!
Jleb!
Dua kunai berhasil menembus lengan kiri dan paha kiri Akira. "Aw! Sakit sekali! Rupanya mimpi, hoaaam!" cairan bening deras mengaliri lengan dan paha kiri Akira, selimutnya yang putih langsung berubah menjadi merah.
Hiyoshi yang sudah bangkit dari tidurnya, berdiri lalu melesat cepat ke kamar Akira. Setelah mendengar suara pekikan Akira, "Ada apa ini?!" teriak Hiyoshi membulatkan mata melihat Akira lengan dan paha kirinya tertusuk kunai dan darah yang sudah membanjiri baju, serta selimut Akira.