
Tidak ada satu pun lagi yang tersisa dari klan cabang Satoshi, perencanaan Mishima memang sangat matang. Dia melakukan tiga langkah sekaligus, pertama menghabisi ketua klan sekaligus Namikage, kedua merekrut klan utama yang sudah dibebaskan setelah Namikage Bujin tewas, terakhir membantai semua anggota klan cabang.
Cwuszh!
Cwuszh!
Cwuszh!
Lima tetua, 10 anggota klan utama yang sekarang menjadi komandan khusus pasukan tempur organisasi Senso no haijo, Kishima dan Mishima, tubuhnya berkedip, meninggalkan kediaman klan Satoshi yang sudah terbakar dan hancur luluh lantak tak tersisa.
Dalam organisasi Senso no haijo, Akira membagi posisi mereka menggunakan motif topeng yang mereka gunakan. Akira sebagai pemimpin memakai topeng putih motif rubah, anggota inti yang berjumlah 7 orang memakai topeng putih motif naga, 10 komandan pasukan khusus memakai topeng putih motif garuda, dan 5 jendral pasukan khusus yang memakai topeng motif feniks.
Akira membagi divisi, Shinichi kepala divisi persenjataan dibantu Byakuya, Mishima/Kishima kepala divisi strategi perang, Azura kepala divisi pembuatan obat, Hizuga kepala divisi rekrut anggota, Denji kepala divisi mata-mata, Byakuya kepala divisi pengumpulab batu logam, dan Reina kepala divisi pengumpulan bahan tanaman herbal.
***
Keesokan pagi, di apartemen Reina.
"Aaaaaaaa!" Reina berteriak setelah melihat Akira tidur memeluk tubuh Reina. "Pergi sana!"
Bam!
Brak!
"Aaw!" Akira memekik karena perutnya ditendang oleh Reina dan menabrak dinding kamar apartemen. "Woy, apa-apaan ini? Kenapa aku ditendang, hmph! Sial!"
"Ka-kamu memelukku," kata Reina dengan pipi semerah tomat.
"Maaf, aku kelelahan, hehehe." Akira tertawan ringan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Semalam aku kira masuk ke kamarku, terus aku langsung tidur di ranjang ini tanpa melihatmu. Soalnya aku ngantuk sekali, hehehe."
"Sudahlah, hmph!" Reina menggembungkan pipinya. "Lebih baik kamu keluar aku mau mandi. Cepat pergi!"
"Ya, ya, ya, baiklah." Akira keluar kamar Reina dan masuk ke kamarnya lalu membersihkan diri. "Aku harap Mizukage Kagura dan paman Chojuro tidak mencurigaiku. Jika terjadi maka terpaksa, akan aku ratakan Kirigakure kedua kali seperti aku meratakan Iwagakure."
Setelah Reina dan Akira membersihkan diri, mereka berdua pergi ke rumah sakit Kirigakure untuk menjenguk Hiyoshi.
Sepanjang perjalanan semua orang masih menghina dan merendahkan Akira, ditambah setelah kejadian pengkhianatan klan Yuki, Reina juga terkena perundungan warga dengan menyebut Reina anak pengkhianat.
"Hei,monster aku pikir kau sudah mati, hahaha ... ternyata kau masih hidup dan putri pengkhianat ini juga masih hidup. Kami lebih suka kalian mati dalam ujian chunin, hahahaha," ejek pemilik toko buah yang sedang dilewati Akira.
"Benar-benar menjijikan, sampah monster dan putri pengkhianat masih berkeliaran. Rasakan ini!"
Salah satu warga melempari Reina batu, tapi Akira menghalanginya dan mengenai kepala Akira. Cairan merah mengalir deras dari bagian dahi Akira, "Kalian sungguh tak berperasaan. Aku akan habisi kalian!" teriak Reina lalu merapal segel tangan, tapi dihentikan oleh Akira.
"Jangan, aku tidak apa-apa. Lebih baik kita ke rumah sakit." Akira membuka kaos hitam dengan motif bulatan kepala naga merah di punggungnya, lalu membersihkan cairan merah itu dengan kaosnya. "Aku takan membiarkanmu terluka, meski diriku harus terluka. Mereka bebas mengeksperikan kebenciannya, jika kita membalas apa bedanya kita dengan mereka."
Warga semakin percaya dengan isu tersebut dan semakin membenci Akira. Akira hanya punya pelindung Mizukage Kagura dan Mizukage Chojuro yang masih mempertahankan Akira serta menepis kabar fitnah dengan mengatakan jika Akira terkenal di Konohagkure dan Iwagakure sebagai dokter jenius penyembuh penyakit langka Hyuga Hanabi. Tapi tetap saja tidak meredakan fitnah yang terus bergulir.
Akira dan Reina sampai di rumah sakit Kirigakure, lalu berjalan perlahan menuju kamar Hiyoshi.
Tok!
Tok!
Tok!
Akira mengetuk pintu kamar, lalu menarik gagang pintu untuk membukanya. Di dalam ada Zyuki, Chojuro dan Kagura serta salah satu perawat wanita yang sedang memeriksa kondisi Hiyoshi.
Kreb!
Akira menutup pintu, mereka bertiga menoleh setelah mendengar suara pintu tertutup. "A-akira?!" Mizukage Kagura dan Mizukage Chojuro membulatkan mata melihat Akira. "Kapan kamu kembali?!"
Chojuro yang sangat merindukan Akira langsung memeluknya erat, cairan bening di sudut kelopak matanya terjatuh. "Aku sangat mengkhawatirkanmu, Akira. Apa kamu tidak apa-apa?" Chojuro melepaskan pelukan eratnya. "Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Haaaah!" Akira menghela nafas panjang, ia bingung harus menceritakan kejadian sesungguhnya atau berbohong. "Maafkan aku paman Mizukage, Hiyoshi sensei di serang oleh klan Kamizuru dan yang membuatnya menyerang adalah Hozuki Rui. Mereka menginginkan senjata Bakuryu yang dimiliki paman Hizuga."
Akira menceritakan semua detailnya, termasuk membunuh pengkhianat Hozuki Rui. "Kerja bagus Akira, apa yang kamu putuskan itu benar. Sebenarnya kami juga sudah mencurigai klan Hozuki, klan Renbu dan klan Kamizuru serta klan Baroi membentuk persatuan klan." Chojuro menepuk pundak Akira dengan bibir membentuk senyuman.
"Yon Kingu, nama organisasinya Yon Kingu. Aku sudah menyelidikinya." Akira mengambil tiga gulungan kecil dari tas pinggang miliknya. "Ini semua buktinya, aku juga menemukan fakta jika yang menyerang Iwagakure adalah klan Kamizuru bernama Kamizuru Ryuuren, mereka ingin menggulingkan kekuasaan Tsuchikage Arakhuchi."
"Lalu kenapa dengan bajumu itu Akira?" tanya Mizukage Kagura, melihat kaos hitamnya penuh cairan merah yang agak kering. "Apa penduduk desa menyerangmu lagi? Mereka selalu termakan fitnah, benar-menyebalkan! Biar kamu tidak diremehkan lagi, mulai sekarang kamu dan Reina menjadi bagian dari ANBU Kirigakure di bawah perintahku."
Tok!
Tok!
Tok!
Suara pintu diketuk mengagetkan pembicaraan mereka yang sedang serius, salah satu jounin elite membuka pintu dan di belakangnya Hokage Sarada, Uzumaki Boruto, Mitsuki dan Hyuga Hanabi ditemani oleh Hyuga Yoda.
Akira yang melihat Yoda langsung menyeringai tajam, ingin sekali ia membunuhnya saat itu juga. Meskipun Akira paham ia bagian dari keluarga klan Hyuga bisa dibilang pewaris klan Hyuga.
"Maaf, Mizukage sama. Hokage sama ingin bertemu dan membicarakan perihal Ryutsuki Akira," lapor Aneki menunduk hormat.
"Terima kasih Aneki, kamu boleh pergi." Mizukage Kagura melambaikan tangan dengan sorot mata yang tajam.
"Apa kabar Mizukage dono? Maaf mengganggu waktu anda." Hokage Sarada menunduk hormat memberi salam pada Mizukage Kagura, raut wajahnya penuh ketegasan, sesekali melirik Akira yang sudah ia rindukan sebagai cucunya. "Kami ingin membawa Akira ke Konohagakure. Maaf jika waktunya kurang tepat, Akira adalah cucu kami. Kami harap anda mengerti keputusan kami."