
Cwuszh!
Akira berteleportasi ke markas cabang SNH di Namigakure, dan muncul di aula markas. Akira melihat semua raut wajah anak buahnya, sangat khawatir.
Reina mondar-mandir, Denji sit up dengan raut wajah yang gelisah, Byakuya terlentang di atas awan pasirnya kadang ke kiri dan kadang ke kanan. Shinichi bangun terus duduk lagi dan terus berulang, Mishima dan Kishima malah saling menampar untuk mengusir rasa gelisah di dalam hatinya, Azura terus mengetuk-ngetukan kelima jarinya di meja sambil duduk, dan Hizuga malah makan mie ramen sampai habis 10 mangkuk.
"Oraaaa! Hooooooorgh! Masih belum kenyang, karena khawatir memikirkan Akira sama." Hizuga melanjutkan makan mie ramen mangkuk yang kesebelas. "Muantap!"
Akira yang menekan chakranya sampai tidak bisa dirasakan kehadirannya oleh mereka, hanya bisa menepuk jidatnya melihat kelakuan anak buahnya.
"Apanya yang khawatir, ini malah terlihat seperti pertunjukan para badut."
"Ehem ... ehem ...." Akira berdehem keras. "Aku pulang!"
Denji, Shinichi, Reina, Azura, Byakuya yang sedang berbaring langsung duduk, Hizuga dan Mishima serta Kishima berhenti melakukan aktivitasnya masing-masing lalu menoleh ke arah Akira dengan tatapan mata yang asing.
"Siapa kamu?! Kok, sangat tampan?!" teriak Azura dengan kedua pipi memerah, karena malu mengagumi Akira yang sekarang.
"Apakah anda Akira sama?!" Denji, Shinichi, Reina, Azura, Byakuya, Hizuga dan Mishima serta Kishima membelalakan mata. "Ti-tidak mungkin?!"
"Ya ini aku. Shinka Shukaku sudah berhasil aku jinakan dengan menghisap chakra enenra ke dalam tubuku. Berkat aku menghisap chakra Enenra, aku naik level ke level Anbunin 1," Akira tersenyum puas.
"Aku juga berhasil mengeluarkan Shukaku dari dalam tubuh Daikichi." Akira mengeluarkan bola berwarna biru transparan di dalamnya ada Shukaku kecil yang sedang hibernasi, karena Akira menekan semua chakra Shukaku agar tertidur sesuai keinginan Akira, sampai ia menemukan patung gedo mazou.
"Akira sama memang selalu diluar prediksi, dan mampu melumpuhkan Bijuu yang terkenal sangat ganas seorang diri." Mishima bertepuk tangan diikuti Kishima.
"Kita kembali ke Sunagakure dan meminta bayaran pada Kazekage Shinki, karena misi mencegah pemberontakan berhasil!" titah Akira. "Cepat ganti pakai baju biasa!"
"Siap, Akira sama!" Denji, Shinichi, Reina, Azura, Hizuga dan Mishima serta Kishima serentak membalas dengan tegas.
Cwuszh!
Akira menteleportasikan Denji, Shinichi, Reina, Azura, Byakuya, Hizuga dan Mishima serta Kishima. Mereka semua sudah memakai topeng putih bermotif naga, dan tiba di aula akademi Kazekage Shinki, karena Kazekage Shinki sedang mengawasi para genin baru yang sedang berlatih bersama.
"Halo, Kazekage sama!" sapa Akira yang mengejutkan Kazekage Shinki.
"Konci, eh konci!" Kazekage Shinki menaikan alisnya dan memegang dada bagian jantung karena terkejut. "Kau ini, mengejutkanku Akira!"
30 genin yang sedang berlatih juga berhenti melakukan gerakan, sesaat terdiam dan menjatuhkan rahangnya, melihat tim Akira tiba-tiba muncul serentak.
"Kami sudah membereskan masalah kudeta," tegas Akira tersenyum puas. "Bagaimana dengan perjanjiannya?"
"Ini adalah contoh senjata yang kami buat sendiri, terbuat dari batu logam Gakizo yang hanya ada di gua dekat Otsugakure," jelas Akira lalu mengeluarkan satu gulungan kecil dari saku di bagian dalam bajunya, lalu membentuk segel tangan pelepasan. "Kai!"
Boof!
Boof!
Boof!
Gulungan kecil itu terhampar panjang dan muncul kepulan asap, nampak 4 gunungan senjata, 1 gunungan ninjato beserta sarungnya sejumlah 250 buah, 1 gunungan chokuto beserta sarungnya sejumlah 250 buah, 1 gunungan belati chakra beserta sejumlah 250 buah, 1 gunungan pisau chakra sejumlah 250 pasang.
Senjata yang dibuat Shinichi berkilau dan kekerasannya melebihi berlian. "Luar biasa, Akira," Kazekage Shinki menaikan alisnya, matanya berkilau terang melihat gunungan senjata.
"Aku akan mendemonstrasikan kekuatan senjata ini. Semua senjata ini mudah digunakan dan mudah dikombinasikan dengan elemen penggunanya."
Akira mengambil salah satu pedang chokuto dari salah satu gunungan, lalu menarik gagangnya dan mengalirkan chakra petir. Bilah pedang Chokuto di aliri petir berwarna biru, lalu Akira menebas vertikal ke arah salah satu batu besar.
Slash!
Boom!
Siluet sabit berwarna biru melesat dan membelah batu besar menjadi dua bagian, kepulan asap menghalangi pandangan.
30 genin berhenti melalukan gerakan dan menjatuhkan rahangnya, "Benar-benar luar biasa! Oni chan rambut api itu."
Akira menyarungkan kembali pedang chokuto, lalu berpindah tempat ke depan gunungan pedang chokuto dan menaruhnya kembali. Kemudian Akira mengambil salah satu belati chakra dari gunungan belati chakra dan mengalirkan chakra air, belati itu diselimuti siluet pedang berwarna biru pekat. Akira melesat dan melakukan tusukan pada batu besar yang sudah dibelah, bagian kanan Akira.
Shua!
Jleb!
Batu besar yang sudah terbelah bagian kanan Akira berlubang cukuo besar diameter 1 meter. "Hebat juga senjata buatan paman Shinichi," Akira tersenyum puas.
"Bansho tenin!"
Sriing!
Akira menarik salah satu pedang ninjato dari gunungan, pedang itu keluar dari sarungnya dan melayang seperti tertarik magnet yang sangat kuat, melesat cepat menuju tangan Akira.
Tap!
Chakra elemen tanah dialirkan ke bilah pedang ninjato, lalu diselimuti aura berwarna coklat gelap.
Jleb!
Krak!
Krak!
Akira menusukan bilah pedang ke permukaan tanah, muncul duri-duri tanah raksasa memanjang sampai 10 meter.
Kazekage Shinki dan dua ANBU Sunagakure yang mengawalnya hanya bisa menjatuhkan rahangnya melihat demonstrasi Akira memainkan senjata.
"Benar-benar shinobi yang jenius dan bertalenta," puji Kazekage Shinki. "Tapi perasaanku Akira tubuhnya kecil, kenapa sekarang tubuhnya lebih tinggi?"
Shua!
Sriing!
Akira melempar bilah pedang ninjato dari jarak lusinan meter, dan tepat masuk ke dalam sarungnya.
"Bansho tenin!"
Sriing!
Akira menarik satu pasang pisau chakra dari gunungan, pisau chakra itu kmelayang seperti tertarik magnet yang sangat kuat, melesat cepat menuju tangan Akira dan terpasang di jari jemarinya.
Tap!
Pisau chakra itu dialiri chakra elemen angin, dan muncul siluet chakra angin berbentuk pisau panjang.
Swiiing!
Akira menebas secara beruntun secara vertikal, horizontal dan diagonal, batu yang terbelah di sebelah kiri Akira.
Slash!
Slash!
Slash!
Belahan batu besar itu terpotong rapi, "Permainan pedang Akira sama sangat hebat, kontrol chakranya juga sangat jenius," Mishima dan Kishima tersenyum puas.
"Tentu saja, senpai. Kan Akira sama yang memberikan kita banyak kekuatan. Mana mungkin Akira sama lemah, kalau lemah mana bisa dia sendirian melumpuhkan Shukaku," timpal Byakuya.
Shinichi dan Hizuga yang berdiri berdampingan, tiba-tiba saling menatap dengan tersenyum puas, lalu saling beradu tinju pelan. "Hehehe, kita makan-makan lagi, proyek Akira sama pasti disetujui Kazekage Shinki, hehehe."
Tubuh Akira berkedip, dan muncul di depan gunung pisau chakra lalu menaruh sepasang pisau chakra itu kembali.
"Baiklah, aku ambil semua senjata itu," pinta Kazekage Shinki tersenyum puas dengan senjata dan pertunjukan permainan senjata Akira. "Apakah kami boleh minta bonus?"