DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 141 Rahasia Keiko



Tiba-tiba terdengar suara dari dalam pikiran Keiko, "Keiko, aku sudah merasakan semua peningkatan levelmu dan juga Hydra. Dan aku sudah mendengar semua pernyataanmu dari pikiran Azura. Kuberikan senjata yang terbuat dari logam Enenra, senjata ini yang membuat adalah paman Shinichi namanya Yamato," kata Akira melalui komunikasi telepati.


Boof!


Keiko yang sedang meluncur terjun ke arah 20 jounin elit Hoshigakure, muncul formasi segel transportasi di depanya, dari balik kepulan asap nampak bola nila. "Teteskan darahmu ke Yamato!" tambah Akira memerintahkan untuk melakukanya melalui komunikasi telepati.


"Krak ...!" Keiko menggigit jempol jarinya, dan meneteskan darah yang sudah keluar dari ibu jarinya ke bola nila yang sudah ia pegang di tangan kiri.


[Telolet]


[Nama : Keiko Renbu


Level: Anbunin 9


Kekuatan: 80 (+5)


Kecepatan: 115 (+5)


Pertahanan: 35 (+5)


Chakra: 3500/3500


Kondisi tubuh: Sehat


Jutsu: Elemen kegelapan rank S, Ryuko no juin, Hitten mitsurugi Ryu.


Senjata: Yamato level 1 (0/100 kristal Akagmi)]


[Yamato adalah senjata berbentuk bola berwarna nila, setiap pengguna yang memakainya mendapatkan bonus tambahan pada statistik kekuatan, kecepatan, dan pertahanan]


[Yamato level 1, pengguna bisa merubah bentuk bola nila menjadi 2 jenis senjata yaitu katana dan tombak berbilah ganda. Pengguna mendapatkan penambahan kecepatan 5 poin, kekuatan 5 poin, dan pertahanan 5 poin]


Keiko mengalirkan chakranya ke punggung untuk membentuk sayap hitam iblis dan juga mengalirkan chakranya ke Yamato untuk merubah bentuknya menjadi katana.


"Shua ...!" 5 jounin elit yang melihat Keiko terbang meluncur ke arahnya, melemparkan puluhan shuriken dan kunai.


Blackball berhasil dirubah menjadi katana bersarung hitam dan bergagang putih. chakra elemen kegelapan ia alirkan ke Yamato, lalu menebas semua shuriken dan kunai menjadi dua bagian.


Slash!


"Soryusen!" Keiko menyarungkan katananya, lalu mengalirkan chakra elemen kegelapan pada Yamato. Gagang pedanghya ditarik secepat kilat dan menebas secara vertikal, horizontal serta diagonal.


Muncul silueb sabit berwarn merah kehitaman melesat ke arah 5 jounin elit Hoshigakure. "Doton: Doryuuheki!" 5 jounin elit Hoshigakure merapal segel tangan serentak dan menghentakannya ke permukaan tanah.


"Grag ...!" Dari permukaam tanah, dinding tanah 5 lapis berbaris tinggi untuk menghalau tebasan jarak jauh Keiko.


"Boom ...!" Dinding tanah 5 lapis berhasil dihancurkan, tapi nafas Keiko mulai tak beraturan. "Sepertinya chakraku tekuras habis menggunakan chakra elemen kegelapan. Padahal chakraku setara dengan level Jinchurikinin 3," gumam Keiko, menonaktifkan sayap chakranya.


Serangan Keiko belum mampu melukai 5 jounin elit yang membuat dinding, hanya membuatnya terpundur 3 langkah saja dari tempat semulanya berdiri.


"Huff ... huff ...huff ... sial. Aku ini malah banyak gaya." Keiko bergumam dan menyeringai kesal dengan nafas memburu.


Keiko sudah dikepung 20 jounin elit Hoshigakure dengan tatapan penuh minat dan nafsu naga yang membara melihat kemolekan tubuh Keiko.


"Tangkap dia!" Kapten jounin elit Hoshigakure menunjuk ke arah Keiko. 10 jounin elit Hoshigakure melemparkan senjata rantai yang memiliki bandul besi ke arah Keiko.


Keiko melompat setinggi 5 meter dalam keadaan posisi terbalik, kepala di bawah kaki di atas. Lalu melepaskan tebasan yang sangat cepat, "Amakakeru Ryu no Hirameki!" teriaknya.


"Slash ...!" rantai-rantai yang tak berhasil menjeratnya langsung hancur berkeping-keping. Keiko melayang sesaat menebas secara beruntun, semakin lama semakin cepat hingga menimbulkan fluktuasi di sekitar tubuhnya. "Aaaaaargh ...!" Keiko mengerang keras dan melakukan tebasan horizontal 360 derajat.


"Slash ...!" jarak 10 jounin elit yang mencoba menyeran Keiko hanya 10 meter dan terkena gelombang kejut yang dihasilkan tebasan Keiko. 10 jounin elit Hoshigakure terlepas dari badannya, mata mereka melihat badan mereka sendiri. "Tidaaak ....!" pekik 10 jounin elit Hoshigakure, cairan merah menyembur dari lehernya.


Zraash!


10 jounin elit Hoshigakure yang tersisa melemparkan kunai peledak ke arah Keiko. Tubuhnya berkedip untuk menghindarinya, tapi sayang hanya berpindah 3 meter dari kunai yang mulai bersinar terang.


"Boom ...!" Suara ledakan menggema setalah kunai peledak bersinar terang, Keiko terpental dari balik kepulan asap dan berlutut satu kaki hingga kakinya bergesekan dengan permukaan tanah.


Sraaak!


10 jounin elit Hoshigakure matanya berkeliling mencari keberadaan Keiko yang sudah tewas atau belum. Mata mereka membulat setelah melihat Keiko masih hidup sedang menumpu pada Yamato dengan nafas tak beraturan. 10 jounin elit Hoshigakure segera melesat cepat dengan berlari ke arah Keiko yang tangan kiribya terkena ledakan dan cukup parah untuk menyergapnya.


"Azura tolong aku! Chakraku akan habis, aku sudah ta kuat lagi untuk melawan mereka!" panggil Keiko pada Azura melalui komunikasi telepati. "Huff ... huff ... huff ..."


Azura yang mendengar panggilan Keiko dan sedang berada di dasar jurang lembah iblis untuk menancapkan pedang hitam milik Akira, segera melompat ke punggung Suzaku. Mata Suzaku yang sedang mengantuk membalalak dan langsung terbang dengan kecepatan sangat tinggi ke arah Keiko.


Tapi sayangnya Azura terlambat Keiko sudah dilempari 10 kunai peledak. Tubuh Keiko sudah tidak bisa bergerak lagi, matana terpejam pasrah karena ia menganggap 5 detik kemudian adalah momen kematiannya.


Boom!


"Tidak ...!" Azura menjerit keras melihat Keiko terkena ledakan dari kunai peledak, asap mengepul dan debu menghalangi pandangan.


Keiko membuka matanya, tubuhnya sudah digendong seorang laki-laki, dan nampak laki-laki bertopeng putih motif rubah, tapi tidak memakai sehelai benang pun dan nampak tongkat dewa naganya tegak berdiri. "Akira sama?! Apakah ini di surga?! Aku rela mati asal bersamamu, Akira sama?!" kata Keiko membulatkan mata dengan penuh minat, menatap lekat Akira.


Bletak!


"Jangan mesum!" Akira memukul kepala Keiko. "Kau menggangguku bersama Reina. Aku sedang masuk ronde ketiga malah kau terdesak, tentu saja aku datang. Shousen no jutsu!"


Akira membawa Keiko ke pedang hitam yang ditancapkan oleh Azura di dasar jurang lembah iblis, dengan hiraishin no jutsu karena pedang hitam itu sudah memiliki segel hiraishin. Jadi selama Akira sudah menempelkan segel hiraishin, maka ia bisa berpindah tempat sesuka hatinya.


Akira mengalirkan chakranya ke belahan dada Keiko untuk menyembuhkan luka dan mengisi ulang chakranya yang sudah habis. Tapi Keiko malah tersipu malu, mukanya sudah semerah tomat setelah belahan dadanya disentuh lembut oleh Akira. Darah mudanya berdesir cepat ke ubun-ubun, setelah melihat panorama bidadara tak memakai sehelai benang dan sangat tampan dengan tubuh kekar, berotot perut eight pack.


Tanpa basa-basi Keiko yang kehilangan akal warasnya mendorong tubuh Akira dengan keras hingga terhantuk ke permukaan batu.


"Aw!" pekik Akira yang sudah terlentang dengan tongkat dewa naga kuat tegak berdiri. "Jangan gila Keiko!"