DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 143 Musnahnya Klan Renbu



Dalam penyerangan kali ini klan Renbu semuanya tidak ada yang selamat, kecuali Namikage Renbu Ouja, Renbu Animisa, Renbu Keiko dan 30 anak-anak berlevel genin klan Renbu yang menjadi pengkhianat bagi klan mereka sendiri.


Byakuya dan Mishima segera pulang ke markas organisasi Senso no Haijo dengan tersenyum puasa mengembang di bibirnya.


***


1 bulan kemudian.


Akira berhasil membangun 4 markas organisasi Senso no Haijo sekaligus, dua markas bawah tanah di klan Masamune dan klan Senju. Satu markas di jurang lembah iblis di Hoshigakure untuk tempat menyimpan Gedo mazo dan Markas pertanian di bagian selatan Otsugakure.


"Huff ... huff ... huff ...." Akira, Denji, Reina, Kishima, Mishima, Azura, Hizuga, Byakuya, Shinichi dan Keiko nafas mereka tak beraturan. Setelah berhasil menyerap chakra Kokuo dari dalam tubuh Ranmaru ke dalam Gedo Mazo, 3 mata di patung Gedo Mazo membelalak lebar.


Penyerapan chakra bijuu memang sangat cepat hanya dalam satu jam selesai, tapi resiko terkuras chakranya juga lebih besar.


"Sial, kau Ryujin! Penyerapannya memang cepat tapi chakra kita juga berkurang drastis sangat cepat," rutuk keras Akira dalam batinnya wajahnya menyeringai kesal.


10 pil chakra dengan efektifitas 100% melayang di depan Akira dan 9 lainnya terbang perlahan ke arah Denji, Reina, Kishima, Mishima, Azura, Hizuga, Byakuya, Shinichi serta Keiko. Masing-masing dari mereka langsung mengambil cepat lalu langsunb ditelan.


"Gluk!" Akira, Denji, Reina, Kishima, Mishima, Azura, Hizuga, Byakuya, Shinichi dan Keiko menelan pil chakra. Kondisi staminya langsung pulih dan chakranya terisi penuh dengan wadah chakra bertambah 1 danau.


Akira, Denji, Reina, Kishima, Mishima, Azura, Hizuga, Byakuya, Shinichi dan Keiko tubuhnya berkedip, berpindah tempat ke depan pintu gerbang batu setinggi 20 meter. Pintu gerbang itu bergerak menutup setelah Akira menjentikan jarinya, suaranya sangat nyaring hingga memekakan telinga.


Akira berjalan di depan diikuti Denji, Reina, Kishima, Mishima, Azura, Hizuga, Byakuya, Shinichi dan Keiko menuju ruangan rapat anggota inti organisasi Senso no Haijo.


Setelah 60 nafas kemudian Akira, Denji, Reina, Kishima, Mishima, Azura, Hizuga, Byakuya, Shinichi dan Keiko sampai di sebuah ruangan berukuran 10 meter x 10 meter dengan meja bundar dikelilingi 10 kursi, dan ukiran bulatan kepala naga yang merupakan simbol Ryutsuki, terpampang jelas pada dinding di belakang kursi Akira.


"Selamat, organisasi kita dalam satu bulan ini sudah mencetak laba 100 juta ryo. Mulai dari perdagangan senjata, penjualan sayuran berkhasiat dan tanaman herbal, serta pil ninja juga pil kesehata." Akira tersenyum puas. Kemudian melanjutkan dengan bangkit dari duduknya, "Progres kita bangun markas tersembunyi di setiap negara besar. Hanya Kumo dan Iwa yang belum kita invasi dari sudut manapun."


"Prok ...!" Denji, Reina, Kishima, Mishima, Azura, Hizuga, Byakuya, Shinichi dan Keiko bertepuk tangan dengan senyum mengembang di bibirnya. Pasalnya mereka mendapat bonus satu orang 5 juta ryo, selama hidup mereka menjalani hidup dengan pekerjaan masing-masing belum pernah mendapatkan uang sebanyak itu. Ditambah lagi dari misi sebelumnya mereka mendapatkan dari Akira 2 juta ryo perorang kecuali Keiko yang baru bergabung sekarang.


"Hiks ... hiks ... hiks ... te-terima kasih Akira sama." Keiko menangis tersedu-sedu karena merasa terharu dan belum percaya jika ia ikut bersama Akira bisa merubaj hidupnya. Bukan hanya dari segi kekuatan tapi dari segi keuangan, selama tinggal di klan Renbu hidupnya miskin dan dipandang rendah, sekarang ia menjelma menjadi gadis yang sangat cantik serta cukup sejahtera.


"Sudahlah sayang jangan menangis." Hizuga memeluk erat Keiko, memanfaatkan kesempatan yang ada. Kemudian melanjutkan dengan mengelus lembut kepala Keiko, "Aku mengerti perasaanmu. Jangan bersedih dan seharusnya kita penuh suka cita."


"Dasar kau mulut boros!" rutuk keras Shinichi menyebikan bibirnya. Kemudian melanjutkan dengan memukul kepala Hizuga, "Makanya cari pasangan, jangan cinta satu malam terus, mulut boros!"


"Aw ...!" pekik keras Hizuga menggosok-gosok kepalanya dan menyeringai kesal. "Mentang-mentang sudah punya pasangan kamu mengatakannya seperti itu, muka badak. Coba kau bernasib sama denganku, pasti pelampiasanmu itu hanya lubang pohon, hahahaha."


"Hahahaha ...." Akira, Denji, Reina, Kishima, Mishima, Azura, Byakuya ikut tertawa mendengar ledekan Hizuga pada Shinichi.


"Hmph!" Shinichi membuang mukanya. "Itu tidak akan terjadi lagi dalam hidupku, aku akan segera menikahi Niseki dan tetap mengabdi pada Akira sama."


"Sial, rupanya dia masih mengingat kejadian waktu itu. Kenapa aku juga yang disalahkan? Padahal dia yang mau, benar-benar merepotkan menjadi laki-laki sangat tampan, banyak resikonya," batin Akira menyeringai kesal.


"Aku akan menunjuk beberapa dari teman-teman semua untuk menjadi penanggung jawab di markas. Pertama Keiko jaga markas ini dan ...." kata Akira terpotong.


"Tapi Akira sama, aku masih kurang kuat untuk menjaganya. Senjata Yamato terlalu menguras chakraku meskipun hanya dua perubahan," balas Keiko dengan raut wajah murung.


"Bagaimana kalau aku ikut membantu Keiko mengurus markas ini?" usul Hizuga mengacungkan tangan, sudut-sudut bibirnya menekuk membentukan senyuman mesum.


"Alah!" Shinichi menyebikan bibirnya. Kemudian melanjutkan, "Paling-paling nanti malah merayu Keiko dan olahraga berpasangan terus setiap hari dan markas ini terbengkalai."


"Hei muka badak! Kamu ini berprasangka buruk terus padaku. Bilang saja iri bos!" teriak Hizuga menyeringai kesal karena selalu diledek oleh Shinichi. "Dasar muka badak!"


"Mulut boros!"


"Muka badak!"


"Muka ular sawah!"


"Badan kerbau!"


"Kotoran kerbau!"


"Anunya kerbau!"


Mereka berdua terus saling mengejek membuat telinga Akira, Denji, Reina, Kishima, Mishima, Azura,Byakuya, dan Keiko sakit. "Diaaaaam ....!" Akira berteriak keras hingga mengeluarkan aura membunuhnya, semua anggota inti organisasi Senso no Haijo merasa tercekik lehernya karena tekanan kuat aura membunuh Akira. Kemudian melanjutkan dengan menyeringai tajam, "Siapa yang belum mendapatkan senjata khusus?"


"Aku, Akira sama!" Azura memgacungkan tangan.


"Aku, Akira sama!" Hizuga mengacungkan tangan.


"Aku, Akira sama!" Kishima dan Mishima mengacungkan tangan, meskipun Kishima sudah mendapatkan Kyuri no Akuma tapi dia tidak paham bahwa senjata berbentuk gulungan itu harus diteteskan darah untuk melakukan kontrak.


"Aku juga, Akira sama!" Shinichi juga mengacungkan tangan. Meskipun ia sendiri yang membuat senjata untuk teman-temannya tapi Shinichi tidak berani jika tidak Akira sendiri yang menyuruhnya.


Akira menepuk jidatnya sendiri. "Paman Kishima coba teteskan darahmu pada gulungna Kyuri no Akuma, untuk melakukan kontrak!" titah Akira.


"Hahahaha ...." Kishima tertawa terbahak-bahak dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kemudian melanjutkan, "Maaf Akira sama, aku lupa, hahahaha ...."