
Akira memasang kekkai yang paling kuat, untuk mengamankan markas. Semenjak chakranya tidak terbatas, fuinjutsu apapun bisa ia lakukan walau sampai rank SSS seperti shiki fujin.
"Kage bunshin no jutsu!" Akira merapal segel tangan.
'Boof! Boof! Boof!'
Muncul 4 bayangan Akira, lalu menyebar ke 4 sisi markas. Lalu merapal segel tangan serentak, dan menangkupkan tangan begitu sangat keras hingga terdengar suara 'PLAK', "Shisekiyojin!"
'Swuung!'
Muncul 4 dinding berwarna merah transparan menutupi markas. Karena chakra Akira tidak terbatas maka keempat bayangannya pun tidak akan hilang. Selama Akira sendiri tidak mengizinkannya. Akira sendiri juga dalam radius 2 km sudah memasang jebakan genjutsu Tsukuyomi.
"Reina, aku berhasil mengamankan 10 meriam chakra dari markas selatan Yon Kingu. Jika kalian sudah sehat amankan dan bangun ulang markas," titah Reina melalui komunikasi telepati.
***
Markas Yon Kingu bagian utara.
Hiyoshi dan Shinichi sedang menyelinap masuk ke dalam markas. Dibantu Itsutsuki okami shin, yaitu Nagashi berelemen petir, Kamui berelemen air, Raikiri berelemen angin, Shiden berelemen tanah, dan Kiriko berelemen api. Mereka berlima di rank monster dan level tenshi.
Mereka bertujuh membunuh satu persatu shinobi Yon Kingu yang hanya berjumlah 50 shinobi.
'Slash! Slash' Slash!'
Setiap kali Hiyoshi memotong kepala shinobi-shinobi tersebut, Kiriko langsung membakar kepalanya dengan elemen apinya, sesuai arahan Shinichi. Sedangkan keempat serigala lainnya menyerang diam-diam dan memotong kepala mereka satu persatu, di saat itulah Shinichi beraksi meremas kepala mereka hingga hancur dengan tangan besarnya.
"Bos, sudah tidak ada lagi shinobi di markas ini. Semuanya sudah kita habiskan," jelas Raikiri.
Anehnya meskipun Hiyoshi hilang ingatan, tapi kemampuan shinobinya dan kuchiyose no jutsu serta ingatannya pada itsutsu okami shin tidak lupa sama sekali.
"Good job!" Shinichi dan Hiyoshi mengacungkan jempol pada Raikiri, serigala bertipe sensor dan berelemen angin.
Akira menembakan suar untuk memberi isyarat di markas bagian selatan bahwa sudah aman. Shinichi mengikuti setelah melihat suar meledak di bagian selatan dan menembakan suar, untuk memberi isyarat bahwa markas utara sudah berhasil dikuasai.
'Tililiw! Duar!'
Mishima dan Reina yang baru tiba, langsung ke markas utara mengendarai naga tanah liat C2. Bagaimana pun Namigakure adalah tanah air Mishima, dan tak bisa ia berdiam diri saja.
Dengan keberhasilan Akira, Shinichi dan Hiyoshi menguasai dua markas serta Sanjozu bersama Arashi tewas. Maka Namigakure aman sampai jangka waktu yang lama dari penyerangan organisasi Yon Kingu dan lima negara besar.
Untuk sementara Azura dan Keiko harus menjaga patung gedo mazo serta Hizuga, Denji, Byakuya, bersama Shin yang masih butuh pemulihan.
Tujuan Akira kali ini adalah Kumogakure untuk menepati janjinya, melanjutkan pengobatan Amoki Amenoji, anak dari tetua besar klan Amenoji.
***
Keesokan paginya.
[Selamat host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan jikkukan ninjutsu. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]x24
[Selamat host berhasil menaikan rank jikkukan ninjutsu dari rank D ke rank C, mendapatkan jutsu hiraishin-giri]
Akira yang sedang tertidur di atas batang pohon terbangun setelah mendengar pemberitahuan Evolt. "Hoaaam! Rupanya sudah pagi," katanya sambil merentangkan tangannya dan bangkit.
Akira buru-buru mengganti setelan pakaian yang ia beri nama Nagaki. Lalu berganti setelan pakaian Shinji.
Saat ini Akira berada di Yuugakure, jarak Kumogakure masih 120 km lagi, tapi Akira tidak mengkhawatirkannya selama ada shunsin ia bisa berpindah tempat sejauh 10 km.
Semalam pun Akira berpindah dari Namigakure ke Yuugakure sampai 24 kali menggunakan shunsin no jutsu, tujuannya tentu mengejar waktu agar jangan terlambat ke kediaman klan Amenoji.
"Akhirnya aku bisa hirasihin meskipun hanya level satu. Tapi ini sudah lebih dari cukup," gumam Akira mencuci mukanya di sungai sambil menatap layar panel hologram emas di depan matanya.
Akira bergegas menggunakan shunsin justu 12 kali agar segera tiba di pintu gerbang Kumogakure.
'Cwuszh!'
Tubuh Akira berkedip dan akhirnya sampai di desa Kumogakure. Akira tiba agak menjauh 500 meter dari pintu gerbang, dekat batu besar. Supaya para shinobi Kumogakure tidak curiga dan menekan chakranya ke titik jounin 1.
[Selamat host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan jikkukan ninjutsu. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]x12.
Akira berlari cepat seperti dikejar setan, meskipun waktu masih menunjukan pukul 05.30. Jalanan aspal banyak bermunculan di Kumogakure, kebanyakan shinobi Kumogakure menggunakan mobil pick up sport dan motor trail karena daerahnya pegunungan.
"Selamat pagi tuan. Aku mau ke kediaman klan Amenoji letaknya dimana ya? Aku dokter pengembara Shinji Tatsuo, dan tak punya identitas pengenal. Ingin mengobati nona Amoki dan sudah ada janji dengan Shuichi sama," jelas Akira tersenyum ramah lalu membungkuk hormat. "Mohon petunjuknya!"
"Pemuda yang sangat sopan dan juga sangat tampan. Shiina pasti senang jika melihatnya, mungkin bisa menyembuhkan Shiina yang sakit parah," batin Mashiro Rouja, anggota klan Mashiro, merupakan klan terendah dan terlemah di Kumogakure.
"Maaf, karena keberadaan organisasi ter0r1s Senso No Haijo, Kumogakure harus memeriksa anda secara ketat," tegas Rouja menyeringai tajam.
Akira yang menyimpan semua senjatanya diinventori sistem dan tidak membawa apa-apa, hanya tersenyum ramah pada Rouja. "Baik, tuan. Silahkan!" katanya sambil mengangkat kedua tangannya.
Rouja menggeledah tubuh Akira, merasakan dengan sensor chakranya. Level Akira hanya di level jounin 1, dan tidak membawa apa-apa, bahkan sensor chakra klan Mashiiro ini bisa mendeteksi senjata yang disimpan dengan teknik kinjutsu sekalipun. "Dokter Shinji, anda aman. Mari aku hantar ke kediaman klan Amenoji!" serunya.
Rouja bersama Akira berjalan beriringan. Rouja lakukan untuk mengawasi Akira, sekaligus ada yang ingin mohonkan pada Akira. "Maaf, dokter. Bolehkan dokter memeriksa putriku Shiina. Dia sakit parah, tapi-"
"Tapi masalah biaya, tuan?" potong Akira, "Pasti, aku akan datang ke rumah tuan. Tenang saja, aku hanya dokter pengembara yang ikhlas dan siap membantu. Masalah biaya tak perlu dibicarakan, prinsipku sebagai dokter keselamatan pasien lebih penting dan utama."
"Terima kasih tuan dokter. Shiina pasti sangat senang, ada dokter yang mau memeriksanya." Rouja berhenti dan membungkuk hormat pada Akira.
"Jangan sungkan tuan." Akira menaikan tubuh Rouja, "Sesama manusia harus saling membantu dan tolong-menolong."
Tidak ada rasa curiga sedikit pun Rouja pada Akira, rasa hormatnya malah semakin bertambah. Bukan hanya tampan, juga sopan dan berprinsip baik.
Setelah 15 menit Rouja dan Akira sampai di pintu gerbang kediaman klan Amenoji di tengah kota dan sangat megah. Tentunya Akira tak menyangka jika klan Amenoji merupakan klan terkaya dan terkuat di Kumogakure saat ini.