
Suara raungan keras tak lagi terdengar dari arah Seiryu, berganti suara geraman kesakitan. Azura berjalan perlahan dengan penuh kewaspadaan, keenam pedangnya ia taruh kembali ke punggung menjulang menjadi sayap.
"Sepertinya, level kekuatanku jauh meningkat," gumam Azura.
Tak sadar tiba-tiba dadanya merasakan sakit yang amat sangat. Tubuhnya mengalami reaksi akibat terlalu banyak menggunakan chakra berlebihan.
"Si-sial." Azura berkata lirih menahan sakit, tubuhnya berlutut satu kaki, dan memegangi bagian tengah dadanya, nafasnya mulai tak beraturan, "Huff ... huff ... huff ...."
Tubuh Azura sudah tidak bisa digerakan, Akira berdiam diri dan tak menolong Azura, hanya melihat dari persepsi pandangan byakugan. Akira ingin tahu seberapa besar tekad Azura.
"Aku harus menjadi kuat!" Sekuat tenaga Azura menggerakan tangan kanan untuk meriah tas pinggang, guna mengambil satu butir pil chakra.
Akhirnya dengan penuh perjuangan, Azura berhasil mengambil satu butir pil chakra dari tas pinggang dan langsung menelannya.
"In'yu Shometsu!"
Azura menyelimuti seluruh tubuhnya dengan chakra, untuk memulihkan kondisi tubuhnya yang mematung.
Suara geraman Seiryu semakin lama semakin sayup. Azura berlari cepat ke arah Seiryu, jaraknya cukup jauh 200 meter.
5 menit kemudian, Azura sampai di dekat kepala Seiryu yang terpejam tapi suara geramannya masih terdengar meskipun sangat kecil.
"Sepertinya Seiryu terluka parah." Azura mendekat ke arah kepala Seiryu, dan menempelkan telapak tangannya, guna mengalirkan chakra untuk menyembuhka. semua luka Seiryu. "Shousen no Jutsu!"
Tubuh Seiryu yang mengecil hanya sepanjang 10 meter dan diameter badan 2 meter, diselimuti aura berwarna hijau pekat. Luka bakarnya sembuh seketika, "Kenapa kau menolongku, bocah? Bukannya aku sudah menyerangmu?" lirih Seiryu.
"Aku datang kesini untuk bersahabat denganmu, bukan untuk membunuhmu. Jika kamu mau jalinlah kontrak denganku," tegas Azura.
Kasus sama seperti Genbu. Seiryu juga mengalami hilang ingatan tentang kenangan mereka bersama Azura. Dan itu sungguh membuat Azura hatinya terluka, karena teman Azura sewaktu masih bertemu dengan Akira adalah mereka berlima.
'Boof ...!' Muncul gulungan besar yang sama. Gulungan yang digunakan untuk menjalin kontrak dengan Genbu. Azura melakukan hal yang sama seperti sebelumnya pada Genbu.
Seiryu sudah melakukan kontrak dengan Azura, kondisi tubuhnya berubah drastis, mempunyai empat sayap, dua mulut dan kulitnya berwarna merah terang, panjang tubuhnya 100 meter dengan diameter 30 meter. Segel karma Ryuko no juin terpatri di dahinya dan pupil matanya berubah menjadi mata sharingan 4 tomoe.
'Groaaar ...!' Tiba-tiba terdengar suara raungan yang sangat keras dari arah timur, barat, dan utara. Suara raungan itu dari Suzaku, Byako, dan Qirin.
"Gawat!" Mata Akira melebar, dan bangkit lalu berkedip tubuhnya. Akira berteleportasi dengan jutsu Hiraishin dan muncul di samping Azura, Ryutaiga sudah ia hunuskan, "Mereka bertiga akan kemari. Aku melihatnya," sambungnya menunjuk mata byakugan.
"Baguslah!" Azura mengibaskan tangan, sama sekali tidak ada rasa takut terpancar dari raut wajahnnya. Kemudian melanjutkan dengan pedang terhunus, "Lebih baik mereka bertiga langsung aku tundukan."
'Duar ...!' Suzaku keluar dari salah satu kawah gunung berapi yang paling tinggi. Laharnya tumpah menuju lereng gunubg berapi, untung saja tidak ada hewan atau makhluk hidup lain di dekat wilayah pegunungan berapi. Suzaku terbang ke arah Azura dan Akira.
Secepat kilat Qirin dan Byako juga tiba di depan Akira serta Azura. Tubuh mereka berdua sama besarnya, tinggi 20 meter dan lebar 10 meter yang membedakan hanya bentuk tubuhnya saja.
Byako, harimau putih dengan loreng biru, sayap iblis berwarna kuning dan kedua tanduk miring kuning di dahinya serta ekor berwarna kuning.
Sedangkan Qirin, tubuhnya lebih mirip tubuh singa dengan kepala naga dengan satu tanduk dan semua bagian tubuhnya berwarna emas.
"Ryuton: Shinku taigyoku!"
Akira menautkan tangan, dan menembakan bola angin berdiameter 40 meter ke arah Qirin. Benar-benar bola angin yang sangat besar karena efek elemen naga.
Qirin tidak gentar, malah bersiap mengadu serangan bola angin Akira dengan tembakan ratusan bola petir berdiamater 1 meter.
'Boom ...!' Suara ledakan beruntun terdengar sangat keras, ketika bola angin Akira beradu dengan bola petir Qirin. Namun bola angin tetap melesat ke arah Qirin.
'Duar ...!' Suzaku muncul menyelamatkan Qirin dengan menghempaskan bola angin Akira ke udara dan meledak.
"Kenapa kalian datang ke pulau Kamijin ini, bocah?" Suara Suzaku menggelegar ditelinga Akira.
"Seharusnya kalian paham, bukan? Maksud kedatangan kami ke pulau ini." Akira tersenyum tipis, kedua tangannya dilipat di dada.
Pertarungan Byako dan Azura pun berhenti. Azura melompat ke samping Akira dan Byako melompat ke samping Qirin.
"Aku tahu dan aku paham. Tapi apa yang bisa kalian berikan pada kami?" jawab Suzaku, suaranya agak menurun sedikit tapi tetap menggelegar.
"Bodoh." Akira tersenyum tipis. Kemudian melanjutkan, "Aku paham kamu lupa. Tapi kekuatanmu itu aku yang memberikannya karena Azura yang meminta. Perhatikan lagi perubahan tubuhmu!"
Perkataan Akira tentu saja membuat Suzaku, Byako, dan Qirin bertambah bingung. Tentunya karena mereka hilang ingatan akibat genjutsu Azura sebelumnya.
"Sudah jangan bertele-tele!" tegas Qirin.
"Siapa yang bertele-tele. Aku katakan perhatikan tubuhmu!" sergah Akira mulai kesal. Kemudian melanjutkan, "Aiiiih, kalian tak paham juga. Coba kalian ingat tubuh kalian sekarang sebesar apa sebelumnya?"
"Hah?!" Suzaku, Byako, dan Qirin melebar matanya. Mereka teringat sebelum terkena genjutsu Azura tubuh mereka hanya setinggi 2 mete dan sekarang sudah 20 meter dan lebar tubuh 10 meter. "Bagaimana bisa?!"
"Sekarang kalian pilih, pertama bertarung kembali atau kedua menerima persahabatan ini dengan melakukan kontrak bersama Azura?" Akira mengacungkan jari telunjuk lalu jari tengah di tangan kanan.
Suzaku, Byako, dan Qirin dalam pikiran mereka dipenuhi analisa-analisa tentang Akira yang tahu tentang perubahan tubuh mereka.
"Jangan terlalu berpikir. Akira bisa membuat kalian lebih kuat dengan pil Shinka yang dibuat khusus untuk siluman seperti kalian," timpal Azura untuk meruntuhkan pemikiran sesat dan ego mereka bertiga.
"Baiklah, kami setuju." Suzaku, Byako, dan Qirin mengangguk pelan.
'Boof ...!' Gulungan besar kembali muncul dari kepulan asap dan langsung terhampar.
"Aku melakukan ini bukan menjadikan kalian sebagai budak tap sebagai teman atau sahabat." Azura menggigit kelima jarinya dan menempelkannya pada 3 kolom gulungan besar.
Tubuh Suzaku, Byako, dan Qirin diselimuti aura merah, semerah darah. Segel karma Ryuko no juin dan mata sharingan 4 tomoe sudah terpasang di bagian tubuh mereka bertiga.
'Boof ...!' Seiryu dan Genbu muncul dari kepulan asap. Mereka berdua berbaris rapi di samping Suzaku, Byako, dan Qirin.