
Tou menanggapi serangan Fioki, juga meningkatkan serangan. Keduanya beradu tendangan dan pukulan hingga puluhan ribu gerakan hanya dalam waktu 15 menit.
"Tou bisa mengimbangi tuan patriark, bagaimana mungkin?!"
"Ya, aku merasakan level, kecepatan dan kekuatan Tou jauh meningkat."
"Apa mungkin karena pil itu?"
"Tidak mungkin. Mana mungkin sebuah pil bisa meningkatkan level sangat signifikan."
"... ...."
Anggota klan Rein lain mulai berspekulasi mengenai Tou yang naik level signifikan.
"Pertunjukannya dimulai," gumam Akira tersenyum licik.
'Bam!' Pukulan Tou berhasil mengenai dada Fioki dan terpental menabrak pohon. Tou tidak diam, ia langsung melesat dan melepaskan front kick ke perut Fioki.
"Guhak!" Fioki memuntahkan banyak darah dan meringis kesakita karena dihantam pukulan seberat 100 kg.
Merasa dikalahkan, Fioki tidak terima dan mengerang. Lalu bangkit cepat dan merapal segel tangan, "Futon: Fuusajin!"
Fioki menembakan angin berpasir dari mulutnya. "Aku katakan kali ini kau memang bodoh Patriark atau lebih cocok aku sebut mantan patriark. Shakuton: Goukakyu No Jutsu!" seru Tou menembakan bola api biru kejinggan untuk menghantam semburan angin berpasir.
'Swush! Boom!' Bola api biru malah membesar dan menghantam Fioki yang bodoh.
Ia sangat bodoh karena tidak tahu jika elemen angin lemah terhadap elemen api. Sebagai patriark sungguh ia tidak pantas menjabatnya, sebagai seorang Patriark klan seharusnya mempunyai pengetahuan mendalam mengenai kekuatan dan kelemahan masing-masing elemen.
50% tubuh Fioki mengalami luka bakar terkena ledakan bola api biru dan terkapar dalam keadaan pingsan.
"Tuan Ino, tolong tuan Patriark!" pinta Miku pada Akira dengan menarik lengannya.
"Sebenarnya aku malas menolong orang yang sombong. Adakalanya mati adalah solusi terbaik," batin Akira dingin.
Tapi gerakan tubuh Akira menolak naluri batinnya dan menuruti perkataan Mikha. Lalu berlari cepat ke arah Fioki untuk menelankan pil Gao untuk menyembuhkan luka bakar.
'Preeet! Plekpek!' Dalam keadaan pingsan, efek totokan titik tenketsu pada bagian perut Fioki bekerja. Dari lubang duburnya, Fioki mengeluarkan suara kentut yang sangat melengking disertai cairan feses yang hitam dan berbau sangat busuk.
"Uhuk ... bau sekali."
"Bau apa ini, sial! Hoeek ...."
"Kentut tuan Patriark sangat bau sekali, hoeek ...."
"Rasanya aku ingin pingsan mencium bau ini, hoeek."
"... ...."
Semua orang yang berkumpul menyaksikan pertandingan Tou dan Fioki menutup hidungnya. Beberapa orang muntah-muntah karena tidak tahan dengan bau busuk yang dikeluarkan oleh Fioki.
"Orang sepertimu pantas mendapatkannya," batin Akira tersenyum licik.
Tiga menit kemudian, semua orang membubarkan diri karena tak tahan baunya. Hanya tersisa Akira, Tou, dan Miku, sedangkan Fioki tersadar, "Uugh ... kepalaku sakit sekali," gumamnya memegangi kepalanya.
Namun terkejut ketika melihat tubuhnya tidak ada luka bakar sedikit pun. "Uuugh ... bau apa ini?" sambungnya menutup hidungnya, "Apa? Kenapa aku mengeluarkan ini? Bau sekali!"
"Fioki, aku harap kau menepati janjimu." Tou menunduk hormat pada Fioki sebagai penghormatan terakhir sebelum Fioki memberikan jabatan Patriark pada Tou.
"Sial-sial dia berhasil merebutnya. Aku takan terima, aku akan menyuruh klan Yagai untuk memberi perhitungan padanya," batin Fioki dengan urat otot di dahi yang menonjol.
"Baiklah, aku mengaku kalah. Mulai sekarang kau menjabat Patriark klan Rein." Fioki bangkit dan meninggalkan Tou begitu saja.
"Tunggu saja pembalasanku," sambungnya bergumam dan menatap ke atas pintu gerbang bertuliskan 'Rein'.
Kembali lagi ke Akira yang menyimpan kembali gulungan uang berisi 10 juta ryo ke dalam saku bagian dalam bajunya.
"Tuan Ino. Aku sangat berterima kasih padamu." Tou dan Miku serentak membungkuk hormat pada Akira.
"Ja-jangan sungkan, tuan dan nona." Akira tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Untuk sementara aku sudah mengamankan posisi di Konohagakure walau dengan klan yang cukup tidak berguna. Tapi Tou dan Miku bisa aku manfaatkan untuk menaikan status klan Rein," batin Akira tersenyum licik.
"Miku, tolong bantu tuan Ino mencarikan tempat yang bagus di pusat desa. Ayah ada sedikit urusan." Tou sekarang penuh percaya diri dan menautkan jari jemarinya hingga berbunyi 'Krutuk-krutuk'.
Sepertinya Tou akan memberikan pelajaran pada tetua klan Rein yang selalu menindasnya.
Miku mengantar Akira keluar dari kediaman klan Rein ke pusat desa Konohagakure. Untuk mencarikan Akira ruko untuk disewanya yang akan dijadikan klinik.
"Huff ... huff ... huff ...." Di tengah perjalan menuju pusat desa ada seorang laki-laki paruh baya yang terkapar dengan nafas tak beraturan. Sepertinya akan mati terkena racun.
Tanpa basa-basi, Akira mendekatinya. Namun dilarang oleh salah seorang pemuda, "Jangan mendekat! Atau aku akan membunuhnya!" teriaknya lantang menghunuskan kunai ke leher pria paruh baya yang sebentar lagi gagal nafas.
Miku tak berani bertindak lebih, bahkan shinobi Yon Kingu yang lalu lalang malah tidak memperdulikannya. Polisi Konohagakure pun tak mampu bertindak lebih untuk menyelamatkan pria paruh baya yang nyawanya di ujung tanduk dan di ancam oleh seorang pemuda bercadar yang memakai pakaian ninja hitam.
"Futon: Teppoudama," gumam Akira melemparkan peluru angin dengan jentikan jari agar tak terlihat kalau dia yang menyerangnya.
'Jleb!' Dahi pemuda itu tertembus peluru angin dan tewas seketika, tubuhnya tumbang ke permukaan tanah tanpa memekik kesakitan.
Semua orang matanya berkeliling untuk mencari orang yang berhasil menumbangkan pemuda yang mengancam pria paruh baya.
Sebagai seorang dokter, etika pertama adalah menyelamatkan orang yang sakit. Akira berlari cepat dan menekan titik tenketsu di dada Horumi Gai untuk melancarkan aliran darah juga nafasnya tidak lagi tersengal-sengal.
"Uhuk ...." Gai terbatuk dan mengeluarkan cairan kental hitam dari mulutnya. Akira memberikan treatmen lanjutan yaitu pil Hiringu dengan efektifitas 100% ke dalam mulut Gai.
"Fyuh ... hampir saja. Kalau telat sedikit saja anda akan tiada tuan." Akira menyeka keringat dahi sendiri lalu dahi Gao dan memberikan treatmen terakhir, "Shousen No Jutsu!"
[Selamat, host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu Medical Ninjutsu. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]
"Te-terima kasih, anak muda. Kalau saja terlambat racun kadal hijau pasti akan membunuhku," lirih Gai mencoba duduk dan Akira membantunya.
"Sama-sama tuan. Mari kita bawa tuan ke rumah sakit." Akira memapah tubuh Gai untuk membawanya ke rumah sakit Konohagakure agar mendapatkan perawatan untuk memulihkan tubuhnya yang masih agak lemas.
"Tidak perlu, anak muda. Aku rasa tubuhku sudah membaik. Perawatan dan pilmu sangat hebat, seharusnya pil hiringu tidak mampu untuk menyembuhkan luka dalam yang sangat parah oleh racun kadal hijau, he-he-he ...." Gai terkekeh dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apakah anda juga seoang ninja medis tuan?" tanya Akira penasaran.
Gai melepaskan tangannya yang berada di pundak Akira dan tersenyum tipis, "Aku hanya tahu sedikit. Terima kasih atas pertolongannya dan ini untukmu."
Gai memberikan sebuah token emas klan Horumi, semua orang tercengang terutama para polisi dan anggota shinobi Yon Kingu.
Token emas tersebut menunjuka Hiromi Gai adalah Patriark klan Horumi yang sudah berjaya membawa klan Horumi selama 7 tahun ini menjadi klan nomor dua di Konohagakure. Setelah semua anggota klan Uchiha, Senju, dan Hyuga tidak ada lagi di Konohagakure.
"Maaf, tuan. Tidak perlu, aku hanya dokter biasa. Aku juga cuma mau membuka klinik kecil-kecilan. Terima kasih atas bantuannya." Akira menepis token emas tersebut dan mendorong tangan Gai ke arah dalam dadanya.
Lalu Akira meninggalkan Hiromia Gai tanpa menoleh setelah membungkuk hormat padanya.
"Tuan Ino, maaf. Kenapa anda tidak mau menerimanya? Bukankah itu hal yang sangat bagus?" tanya Mikha yang mengekor dibelakang Akira.
"Kadang kita harus menerima sebuah bantuan dan kadang tidak perlu. Aku lebih suka berdiri dengan kakiku sendiri," kata Akira menoleh ke arah Miku dengan tatapam tajam membuat bergidik ngeri tubuh Miku.
"Kenapa aku merasakan hawa membunuh yang kuat pada dokter Ino? Tapi aku merasa dokter Ino hanya dokter biasa dan di tahap genin 1. Mungkin ada orang lain yang memancarkan hawa tersebut karena disini banyak orang," pikir Mikha membantah semua hipotesisnya pada Akira.
Akir akhirnya tiba di salah satu ruko bertuliskan 'Dikontrakan'. Tapi Mikha mencegahnya, "Mohon maaf, tuan. Ruko disini biaya sewanya sangat mahal. Maaf, bukan berarti aku merendahkan tuan."
"Ia, kamu benar nona. Uangku juga tipis he-he-he ...." Akira terkekeh menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apanya yang tipis? Punya uang 10 juta ryo itu bukan dompet tipis, dokter," gerutu Mikha dalam batinnya dengan mengerucutkan bibir.
"Kita tanya saja dahulu pada pemiliknya siapa tahu murah," usul Akira dan mengetuk pintu ruko, karena bertuliskan 'Jika ingin menyewa ketuk saja pintunya, pemilik ada di dalam'.
Pemilik ruko membuka pintunya dan nampak seorang wanita berumur 35 tahun dengan muka pucat pasi dan kelopak matanya menghitam.
"Apa nyonya itu terkena radiasi sel Kitana juga? Tapi auranya sangat tipis. Mungkin aku akan memeriksanya," pikir Akir mengelus dagunya.
"Apakah anda yang akan menyewa ruko ini? Biayanya 20 juta ryo pertahun," ketus Qio Hiza.
"Maaf, nyonya. Apakah tidak bisa kurang lagi? Aku hanya punya 10 juta ryo." Akira mengeluarkan gulungan berisi uang 10 juta ryo yang sebelumnya diperlihatkan pada Fioki.
"Uhuk-uhuk ... maaf, tidak bisa." Hiza masih berkata ketus dan melanjutkan, "Kamu terlalu banyak membuang waktuku. Jika tidak punya uang jangan menyewa, uhuk-uhuk ...."
Hiza terbatuk dan mengeluarkan cairan hitam dari mulutnya. Tubuhnya tak kuat lagi menahan radiasi sel negatif Kitana yang sudah berevolusi dan menggerogoti setiap detik sel-sel ditubuhnya.
"Tuan!" Mikha menangkap tubuh Hiza yang akan terhantuk permukaan batu keramik.
"Mikha, bantu aku membawa nyonya ini masuk ke dalam. Kondisi tubuhnya sangat lemah," pinta Akira yang membantu Mikha mengangkat tubuh Hiza.
Mereka berdua menggotong tubuh Hiza ke dalam ruko yang pintunya sudah terbuka dan meletakan tubuh Hiza di sofa yang sedikit berdebu.