DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 84 - Menyergap Namikage Bujin



Kishima yang mengaktifkan kekkai genkai klan Satoshi yaitu mata sensor fuinjutsu, bernama Akaruigan berwarna jingga. Akaruigan mampu mendeteksi teknik fuinjutsu yang terselubung, baik fuinjutsu bertipe ledakan, fuinjutsu bertipe genjutsu, fuinjutsu bertipe jebakan, atau fuinjutsu bertipe penghalang.


Matanya melihat gulungan yang dikeluarkan oleh Namikage Bujin, memang benar asli berisi uang 100 juta ryo dan tanpa jebakan fuinjutsu apapun.


Shua!


Tap!


Kishima menggunakan jutsu Raiton no Yoroi langsung melesat cepat mengambil gulungan berisi uang 100 juta ryo dari tangan Namikage Bujin. Mishima yang sudah paham kode dimulainya penyerangan, langsung menyimpan kembali senjata kyuri no akuma dan menutup gulungan besar serta menaruhnya di pinggang.


"Mishima?!" teriak Namikage Bujin membulatkan mata. "Bangsat kau! Ternyata kau masih hidup! Kage shuriken no jutsu!"


Shua!


Boof!


Boof!


Boof!


Swiiing!


Mishima mengambil tanah liat di tas kecil yang berada di pinggang bagian kanannya, lalu membentuknya menjadi bom C2 berbentuk naga. Hizuga merapal segel tangan, "Hesse heki no jutsu: mode paladin!" dari kedua tangannya, Hizuga membentuk senjata dari chakra berwarna merah kehitaman berupa siluet pedang dan perisai perisai untuk melindungi Mishima.


Trang!


Trang!


Trang!


Hizuga menangkis dan membelokan ribuan shuriken yang dilesatkan oleh Namikage Bujin dengan siluet pedang dan perisainya. Kishima juga ikut membantu mengakis dengan jutsu kaiten miliknya.


Trang!


Trang!


Trang!


Mishima berhasil terbang, lalu merapal segel pelepasan, "Kai! Yonryuu!" muncul dua sarung tangan bercakar ganda dan melemparnya ke arah Kishima.


Tap!


Kishima menangkapnya, lalu memakainya dan melesat cepat dengan jutsu raiton no yoroi. "Serang! Suiton: Suuiryudan no jutsu!" Namikage Bujin dan 4 jonin elite yang menjadi pengawal pribadinya serentak merapal segel tangan.


Swush!


Swush!


Swush!


5 naga air yang cukup besar melesat ke arah, Hizuga dan Kishima. Mishima kembali mengambil tanah liat ditas pinggangnya, lalu membuka dada bagian kanan, lalu merapal segel tangan. "C5: Ojo!" dan memasukan tanah liat itu ke mulut dada bagian kanan, kemudian mulut itu memuntahkan ke permukaan tanah


membentuk benteng besar, yang terdiri dari 5 menara. Di menara bagian depan sebelah kanan diisi oleh knight, di menara bagian depan sebelah kiri diisi oleh Rook, di menara bagian belakang kanan diisi oleh Bishop, di menara bagian belakang kiri diisi oleh Queen dan di tengah diisi oleh King.


Zrash!


Zrash!


Zrash!


Lima naga air menghantam benteng bagian depan, tapi tak dapat menghancurkan benteng tersebut karena kekuatan tanah liatnya sudah setara berlian.


Mishima turun untuk mengangkut Kishima dan Hizuga. Namikage Bujin dan kelima jonin elite membulatkan mata, serangan naga air merek tak mampu merobohkan benteng serta membunuh Hizuga dan Kishima yang dianggap oleh Namikage Bujin adalah Mishima.


"Katsu!" Mishima kembali menerbangkan naga C2 miliknya dan membentuk segel tangan pelepasan, ksatria tanah liat mengacungkan tangan. Pintu gerbang benteng terbuka, dari dalam benteng keluar ksatria berkuda, ksatria tombak, dan ksatria pedang perisai berlari mengepung rombongan Namikage Bujin.


Salah satu jonin elite yang membawa ninjato melesat cepat ke arah rombongan ksatria pedang dan perisai. Gerakan tebasan pedangnya sangat cepat tapi dia tidak tahu jika semua ksatria tanah liat itu bisa meledak.


Slash!


Boom!


Boom!


Boom!


Cahaya terang memenuhi pandangan dan menyilaukan mata, satu jonin elite penjaga Namikage Bujin tewas, tubuhnya hancur luluh lantak terkena ledakan. Disaat itulah mereka berempat yang tersisa lengah, Kishima mengubag bentuk cakar menjadi bentuk krosbow kecil, lalu membidik salah satu jonin elite dan melepaskan anak panah yang terbuat dari chakra elemen petir.


Shua!


Jleb!


Kepala salah satu jonin elite Namigakure tertembus oleh anak panah petir yang dilesatkan oleh Kishima, dia langsung ambruk tanpa bisa memekik.


Swush!


Swush!


Swush!


Brak!


Gelombang air setinggi 10 meter keluar dari kedua kaki Namikage Bujin, dan dua pengawal jonin elite. Gelombang sunami menerjang pasukan ksatria tanah liat hingga meleleh hingga menghancurkan benteng kekaisaran milik Mishima.


"Bedebah! Ternyata dia mampu menghancurkannya, takan kubiarkan! Katsu!" Tangan Mishima membentuk segel pelepasan, raut mukanya menyeringai geram. Dari mulut naga melepaskan naga-naga kecil dengan 4 sayap, ekor naga tanah liat milik Mishima memendek, lalu 10 naga kecil terbang melesat cepat arah Namikage Bujin.


Shua!


Boom!


Boom!


"Suiton no yoroi!" Tubuh Namikage Bujin diselimuti armor air, lalu melesat cepat menghindari serangan bom naga kecil.


Kishima yang masih berada di punggung naga tanah liat milik Mishima, melihat kesempatan lagi dan membidik kepala salah satu jounin elit lalu menembakan 10 anak panah berelemen petir secara beruntun.


Shua!


Shua!


Shua!


Jleb!


Jleb!


Jleb!


Kepala, dada bagian jantung, dan perut jounin elite terkena anak panah petir, "Aakh!" pekik jounin elit lalu tewas seketika dan dihantam naga kecil hingga tubuhnya meledak.


Shua!


Boom!


"Sial! Kenapa hanya mereka berdua yang bersemangat. Sedangkan aku hanya menjadi penonton, lebih baik aku tidur saja."


Mishima mengambil tanah liat dari tas pinggang, lalu merapal segel tangan, jubah hitam yang menutupi dada bagian kiri, ia buka. Lalu mulut di dada bagian kiri itu terbuka jahitannya, Mishima memasukan tanah liat itu ke dalam mulut di bagian dada kiri.


"C6: Susano'o Nendo!"


Hoeeek!


Mulut di dada bagian kiri memuntahkan tanah yang banyak lalu membentuk susano'o tanah liat yang sangat besar dan dua senjata katana berwarna biru transparan karena terbuat dari partikel berlian. "Mati kau, keparat!" teriak Mishima.


Swuug!


Boom!


Susano'o tanah liat menebaskan katana miliknya ke arah Namikage Bujin, namun ia berhasil menghindar dan tebasan itu malah mengenai pengawal jonin elitnya yang tersisa. Tubuhnya hancur menjadi bubur darah tertimpa katana tanah liat berpartikel berlian.


Kishima merubah krosbow kecil itu menjadi cakar lagi, lalu tubuhnya berkedip dan muncul di belakang Namikage Bujin melepaskan cakaran.


Slash!


Slash!


Slash!


Namikage Bujin punggungnya terkena tebasan kedua cakar Kishima, lalu melemparkan kunai peledak ke belakang. Kishima tubuhnya berkedip, dan cahaya terang menyilaukan pandangan mata.


Cliiing!


Boom!


Punggung Namikage Bujin berdarah dan agak gosong terkena ledakan senjatanya sendiri. "Aku akan menggunakan kinjutsu ini, untuk membawa kalian semua mati bersamaku. "Namikage Bujin merapal segel tangan dan cukup banyak segel tangan yang dibentuk, lalu ditangkupkan tangannya. "Kinjutsu: Kyumenju!"


Krak!


Krak!


Krak!


Muncul segel kutukan bermotif kepala hiu di dahi Namikage Bujin, lalu membentuk garis seperti karma dan menyebar ke seluruh tubuhnya lalu menyala terang.