
"Level Jounin memang beda kekuatannya, tapi aku tidak akan menyerah. Aku harus menggunakannya, sarung tangan ini memang kuat bisa menahan fuma shuriken berelemen angin, kai!" gumam Byakuya.
Boof!
Tangan kanan Byakuya menahan Fuma Shuriken yang berhasil menembus dua lapis pertahanan miliknya. Tangan kirinya melakukan segel pelepasan, muncul lima kristal Akagami yang ia simpan di dalam sarung tangan sebelah kiri Bunshi Horuda.
Lima kristal Akagami terhisap ke dalam Bunshi Horuda, sarung tangan dan sepatu bootnya berubah warna dari merah pekat menjadi emas, bersinar sangat terang
[Telolet]
[Selamat pengguna berhasil menaikan level Bunshi Horuda ke level 3, dan menaikan level pengguna menjadi Jounin 3]
[Bunshi Horuda ke level 3, pengendalian elemen pengguna ditingkatkan bisa mengendalikan pasir emas. Efek kerusakan jutsu dan pertahanan ditingkatkan lima kali lipat. Penambahan status pertahanan menjadi 20 poin dan tambahan chakra 1500 poin]
[Telolet]
[Nama : Mishima Byakuya
Level: Jounin 3 (0/100.000)
Kekuatan: 80
Kecepatan: 55
Pertahanan: 80 (+20)
Chakra: 2000/2000 (+1500)
Kondisi tubuh: Sehat
Jutsu: Elemen magnet rank S, Ryuko no juin.
Senjata: Bunshi Horuda level 3 (0/30)]
"Kogane suna no yoroi!" pasir emas menyelimuti seluruh tubuh Byakuya menjadi armor saint seiya sagitarius yang mempunyai sayap elang yang sangat lebar berwarna emas yang melindungi bagian tubuh Byakuya.
Fuma shuriken berelemen angin ditangkap lalu dicengkram tangan kanan Byakuya, hingga hancur.
Krak!
Prang!
3 pasir berbentuk garis bulat, mengelilingi tubuh Byakuya. Omaji merapal dua segel segel tangan sekaligus, "Katon!: Goukakyu no jutsu! Fuuton: Shinku renpa!"
Omaji menghisap nafas dalam-dalam dadanya mengembang, lalu menembakan bola api yang sangat besar ke arah Byakuya, disusul menembakan angin bertekanan tinggi dari mulutnya.
Swush!
"Sanju no sunaheki!"
Byakuya merapal segel tangan dan menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah.
Grag!
Grag!
Grag!
Muncul tiga lapis dinding, dinding pasir, dinding pasir besi dan dinding pasir emas. Bola api yang sangat besar dan berkecepatan tinggi menghantam dinding pasir dan hancur, lalu menghantam dinding pasir besi dan hancur, sampai di dinding pasir emas, bola api berdiameter 20 meter meledak tak mampu menembusnya.
Krak!
Krak!
Boom!
Kepulan asap menghalangi pandangan, setelah kepulan asap mereda Byakuya hilang dari pandan Omuji. "Kemana dia?" gumam Omuji raut wajahnya bingung, matanya berkeliling mencari keberadaan Byakuya dan sudah muncul di belakangnya. "Tidak mungkin?! Sangat cepat?!"
"Kogane nu suna: Ryūsei hitto!"
Bam!
Byakuya melancarkan pukulan bertubi-tubi dan sangat cepat ke punggung Omuji, sampai-sampai gerakan tanganya tak terlihat. Omuji tak mampu mengelak, tubuhnya terdorong ke udara setinggi 20 meter karena pukulan cepat Byakuya.
"Aaakh!"pekik Omuji lalu memuntahkan seteguk darah, "Guhak!"
Cwuszh!
Tubuh Byakuya berkedip dan muncul tepat di atas Omuji yang masih melayang sesaat, kemudian Byakuya menghantamkan tendangan yang sangat kuat dengan bagian kaki belakanga ke perut Omuji. "Haaaaa!"
Bang!
Shua!
Boom!
Tubuh Omuji terpental ke permukaan tanah dan menimbulkan ledakan, muncul kawah sedalam 3 meter berdiameter 10 meter.
"Ck! Hebat juga si pecundang, mampu mengalahkan Omuji, hmph!" decak Ayuki mendengus kesal. Ayuki tak senang jika Byakuya bertambah kuat, baginya Byakuya adalah samsak tinju yang siap kapanpun ia pukul sewaktu di akademi.
[Peringatan! Chakra pengguna tersisa 10 poin]
"Huft ... huft ... huft ... tubuhku masih belum bisa mengimbangi jutsu pasir e-emas. Jutsu ini juga menguras banyak chakraku," Byakuya nafasnya tak beraturan dan berlutut satu kaki dalam keadaan lemas, menumpu pada tangan kanannya.
"Pemenangnya Masamune Byakuya," teriak Pakui.
***
Perbatasan Iwagakure dan Ishigakure.
"Kenapa Akira sama tiba-tiba berhenti?" tanya Denji yang melihat Akira berhenti berjalan lalu duduk di bawah pohon besar.
"Disini tempat yang cocok untuk kita berlatih dan meningkatkan kekuatanmu. Setelah misi ini, selama 7 tahun kita akan berpisah dan memutuskan komunikasi. Setidaknya jika kamu kembali ke Orochimaru, kamu tidak akan membuatku malu," jawab Akira tersenyum kecut. "Keluarkan semua siluman kuchiyosemu!"
Denji menutup topeng miliknya, lalu mengaktifkan segel kutukan Shinka no juin: Jotai yon. Siluman kuchiyose milik Denji tidak bisa dipanggil jika Denji hanya dalam bentuk Jotai ichi, Jotai ni atau Jotai san, harus dalam bentuk Jotai yon.
"Merepotkan!" Akira menatap malas Denji, lalu memberikan gulungan yang berisi 50 kristal Akagi dan satu gulungan lagi berisi 100 pil shinka. "Ini bekal untukmu selama 7 tahun nanti!"
"Kuchiyose no jutsu: Doro goremu! Kyodaigumo! Yamata no Orochi! Ryuchi!"
Boof!
Boof!
Boof!
Denji yang sudah dalam bentuk Jotai yon, mempunyai sayap malaikat delapan, kulit abu-abu gelap, sklera mata hitam dan pupil mata kuning, serta taring di mulutnya. Rambutnya berwarna ungu runcing panjang sepinggang, menggigit kedua jempolnya lalu merapal segel tangan dan menghentakan kedua tangannya ke permukaan tanah.
Dari kepulan asap muncul golem tanah, laba-laba raksasa dengan dua garis merah di punggungnya, ular titanoboa berkepala delapan, berwarna hitam mempunyai sisik runcing bagai duri, dan T-rex bersayap iblis. Semua hewan kuchiyose milik Denji kepalanya memakai topeng Sora Kiba sesuai warna topeng Denji berwarna abu-abu terang dengan dua garis kiri dan kanan berwarna jingga. Mereka semua sangat tinggi dan besar, setinggi 20 meter.
"Kai!"
Boof!
Gulungan kecil berisi 100 pil shinka terhampar, ada bukit pil shinka yang berwarna emas.
"Ryujin, analisa status keempat siluman milik Denji!"
[Ding]
[Nama Hewan: Doro Goremu
Level: Genbu
Tipe: Stealth
Elemen: tanah
Evolusi: 0/10]
[Ding]
[Nama Hewan: Kyodaigumo
Level: Genbu
Tipe: Stealth
Elemen: Karet
Evolusi: 0/10]
[Ding]
[Nama Hewan: Yamata no Orochi
Level: Genbu
Tipe: Stealth
Elemen: Racun
Evolusi: 0/10]
[Ding]
[Nama Hewan: Ryuchi
Level: Genbu
Tipe: Stealth
Elemen: Api biru
Evolusi: 0/10]
"Benar-benar boros pil Shinka, untuk naik ke level Byako saja butuh 10 pil Shinka, hadeeuh ...," gumam Akira menepuk jidatnya sendiri.
"Kenapa Akira sama? Apa ada yang salah denganku?" tanya Denji kebingungan melihat Akira begitu frustasi.
"Tidak apa-apa, Denji," Akira menggelengkan kepala. "Cepat berikan pil Shinka pada mereka! Masing-masing 10 pil!"
"Banyak sekali!" Denji menaikan alisnya, "Bukankah 1 saja cukup, Akira sama?"
"Sudah lakukan saja perintahku! Apa kau ingin aku marah Denji!" Akira menatap Denji dengan sorot mata yang tajam.
"Ti-tidak, A-akira sama. Ma-maafkan aku," Denji raut mukanya pucat pasi setelah ditatap tajam oleh Akira.