DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 69 -Overdosis



Melihat Akira menggunakan kisho tensei, Byakuya berteriak, "Akira jangan lakukan! kamu bisa mati jika menggunakan kinjutsu ini!"


"Aku tahu, diam!" teriak Akira dengan sorot mata yang tajam. "Kamu menggangu konsentrasiku. Sudah kubilang diam dan jangan berkata apapun, aku ini pernah menghidupkan 110 orang yang sudah mati dengan rinne tensei no jutsu. Apalagi hanya ini, yang terlalu mudah untukku, paham!"


Raut wajah Byakuya kembali memucat dan lebih pucat dari sebelumnya, ia membaringkan lagi badannya, lalu menyelimuti dengan kain tipis yang tersedia di ruang perawatan.


Suara Aichi kembali terdengar mengumumkan hasil pertandingan antara Inuchi dan Kakui. "Pemenangnya Inuchi!" teriak Aichi berapi-api pertandingan kedua belas.


Akira kembali berkonsentrasi untuk menyalurkan energi kehidupannya, untuk memperbaiki semua sistem saraf pada tubuh Shunsui. "Fyuh ...." Akira menyeka keringat di dahinya. "Dan ini sentuhan terakhirnya, tahan. Saibo no kasseijutsu!"


Krak!


Krak!


Krak!


Seluruh sistem syaraf, tulang belulang, organ dalam Shunsui di susun ulang, membuat Shunsui menjerit kesakitan. "Aaaaaaargh! Sakiit! Sakiit sekali! Aaaaargh!" suaranya terdengar sampai ke arena.


Byakuya yang meringkuk di dalam selimut semakin ketakutan, mendengar jeritan Shunsui. Sampai-sampai Yakuchi, Ansatsu dan Suzui yang sedang pingsan pun, ikut terbangun.


Plak!


"Berisik!" Akira menampar pipi Shunsui karena kesal ia berteriak tepat ditelinganya. "Lain kali aku tidak akan mengobatimu lagi. Mulutmu itu seperti petasan yang ditaruh di dalam kaleng rombeng!"


"Maaf, maaf, aku merasakan sakit sekali badan ini, huff ... huff ... huff ...." Nafas Shunsui sudah tak beraturan dan tak sadar ia sudah duduk lalu berdiri, "Lho ... lho, aku sudah sehat. Akira terima kasih, terima kasih!"


Shunsui kegirangan karena dirinya sudah sembuh dan tak sadar memeluk Akira, "Jangan peluk-peluk! Aku masih normal. Lebih baik kau pikirkan bagaimana membayar biaya pengobatannya. Jika tak punya uang, kau harus jadi bawahanku dan ikut bersamaku, biayanya 10 juta ryo," kata Akira raut mukanya datar. "Kau juga tikus putih, bayar 5 juta ryo! Dan kau rambut jerami 10 juta ryo!"


Akira menunjuk Byakuya lalu Yakuchi, mereka berdua langsung lemas mendengar uang sebanyak itu. Darimana mereka bertiga mendapatkan uang sebanyak itu.


"Bagaimana jika aku menolak?" tantang Yakuchi dengan sorot mata yang tajam.


Suara Aichi kembali terdengar mengumumkan hasil pertandingan antara Shinami dan Saboi. "Pemenangnya Shinami!" teriak Aichi berapi-api pertandingan ketiga belas.


"Kamu mau menguji kesabaranku, hah!" Akira menatap tajam Yakuchi yang sedang duduk bersandar pada dinding ranjang uang perawatan, lalu mendekatinya dan mencekik lehernya. Tangan kiri Akira membentuk setengah lingkaran seperti sedang menautkan tangan, lalu byaku sharingannya di aktifkan dengan 7 tomoe, "Ryuzugan! Ryuton: Tsukuyomi!" kata Akira.


Deg!


Yakuchi masuk dalam genjutsu milik Akira, dalam bayangannya ia masuk ke dalam dimensi hitam putih, dimana tubuhnya diikat pada salib. Lalu Ratusan Akira yang membawa pedang ninjato bergantian menusuk-nusuk perutnya.


Jleb!


Jleb!


Jleb!


Semua orang yang melihatnya bergidik ngeri, raut wajah mereka pucat pasi, dan tubuhnya gemetar, bahkan dokter Kenji sampai kencing di celana serta terduduk lemas di lantai.


"Itu jika kalian tidak menuruti keinginanku. Aku hanya memberi tiga pilihan, bayar biaya pengobatannya sesuai yang aku minta, ikut denganku menjadi anak buahku, atau mati," ancam Akira menyeringai jahat dengan sorot mata yang tajam, lalu melepaskan genjutsu pada Yakuchi, "Kai!"


Suara Aichi kembali terdengar mengumumkan hasil pertandingan antara Unui dan Kazuchi. "Pemenangnya Kazuchi!" teriak Aichi berapi-api pertandingan keempat belas.


"Huff ... huff ... huff ...." Nafas Yakuchi tersengal-sengal, dengan keringat dingin yang mengucur deras. Baru kali ini ia merasakan mati pun segan hidup tak mau. "Ma-maafkan aku Akira. Te-terima kasih, Akira telah melepaskanku, aku berjanji akan membayarnya sesuai permintaanmu, beri aku waktu 1 bulan. Jika dalam satu bulan aku tidak membayarnya, kamu bisa mencariku di kediaman klan Sarutobi, dan aku akan ikut bersamamu menjadi anak buahmu."


"Jika sedetik saja, Akira telat melepaskanku, aku bisa benar-benar mati. Benar-benar bocah monster yang mengerikan. Lebih baik aku tak berurusan lagi dengannya, tapi aku juga butuh kekuatan, buktinya dalam ujian babak penyisihan pertama sudah kalah."


"Aku pegang janjimu. Ingat! Satu bulan lagi, jika kau tidak menepatinya, aku akan bantai semua klanmu!" ancam Akira menyeringai jahat lalu menunjuk Ansatsu dan Suzui. "Kalian berdua juga, harus membayar kompensasi padaku, karena telah melihat semuanya, 2 juta ryo/orang. Kalau tidak aku bunuh kalian."


"I-iya Akira, aku bersedia membayar," kata Ansatsu lalu menyodorkan alat mirip gamebot ke Akira, di dalam akunnya berisi uang 2.250.000 ryo.


"Iya, ini Akira. Bawa saja semua uangku ini," timpal Suzui lalu menyodorkan alat seperti milik Ansatsu ke Akira, di dalam akunnya berisi uang 5.000.000.


"Ya, sudahlah. Aku menerimanya terima kasih, sebagai balasannya aku memberikan ini." Akira memberikan 10 pil chakra masing-masing pada Ansatsu dan Suzui. "Tapi ingat, jangan katakan pada orang lain! Atau aku akan membunuh kalian. Pil chakra itu bisa meningkatkan kekuatan kalian sampai tahap jonin 1, jika kalian masih membutuhkan kekuatan, datanglah padaku, hahahaha!"


Swush!


Akira terhisap masuk ke dalam pusaran angin lalu hilang dari pandangan dan muncul tepat di samping Reina.


Aichi kembali mengumumkan hasil pertandingan terakhir babak penyisihan pertama antara Muzuo dan Yonchi. "Pemenangnya Inuchi!" teriak Aichi berapi-api pertandingan terakhir hari ini. "Baik, untuk pertandingan penyisihan babak kedua, akan diadakan di velodrome pusat tengah desa Iwagakure esok hari. Semua peserta yang silahkan beristirahat di wisma yang telah ditentukan!"


Semua orang membubarkan diri dan kembali ke kamar wisma masing-masing. "Akira darimana saja kamu? Aku sangat mengkhawatirkanmu," Reina langsung memeluk Akira dengan raut muka khawatir.


"Guhak!" Akira memuntahkan darah di pundak Reina. "Maafkan aku mengotori bajumu."


Reina melepaskan pelukannya, "Akira kamu tidak apa-apa? Azura tolong Akira!" pinta Reina yang sudah memahami jika bagian tubuh Azura jika digigit bisa menyembuhkan luka dan mengisi ulang chakra.


[Ding]


[Terdeteksi, penggunaan chakra secara berlebihan membuat tubuh host ...]


Tiba-tiba hologram biru di depan Akira yang baru saja muncul menghilang disertai suara pemberitahuan Ryujin juga menghilang.


"Ryujin! Ryujin! Apa kau tidak apa-apa?"


{Hai gaki! Terima kasih telah membangkitkanku. Lakukanlah kejahatan maka aku akan terus bertambah kuat, hahahaha. Aku akan memberimu kekuatan, hahahaha}


"Siapa kamu? Apa yang kau mau dariku, hah?! Kau kemanakan Ryujin?!"


{Ryujin? Siapa itu Ryujin? Aku tak mengenalnya. Aku adalah Enenra, hewan tipe god yang di segel dalam tubuhmu oleh Ryutsuki Kazuya, ayah dan ibumu yaitu Hyuga Ryuna serta Uchiha Ryuki, hahahaha. Apa kau terkejut, Gaki?}