DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 205 Rindu Mendalam



Akira tanpa basa-basi membekap mulut Animisa yang hanya memakai bikini. Perjalanan menuju Getsugakure dari Kirigakure jika menggunakan pesawat jiga membutuhkan waktu sampai 12 jam, "Ssst ... sudah lama ya kita tidak bertemu?"


Animisa melebarkan mata dan mengeluarkan aura chakra Choumei, "Oh, mau melawan? Tentu tidak bisa, Haze No Kusari!" bisik Akira mengeluarkan rantai berwarna ungu pudar untuk menjerat tubuh Animisa.


Aura chakra Choumei langsung lenyap terhisap rantai yang menjerat tubuh Animisa. Bahkan mulutnya juga ikut terkunci, akibat efek penyerapan chakra oleh rantai Akira.


Animisa hanya bisa ketakutan dan menggeleng-gelengkan kepala, ketika Akira dengan chakra angin yang mendesis merobek perlahan baju bikininya dari belahan gunung kembar sampai ke hutan rimba milik Animisa.


"Aku sangat senang menyiksamu dan membalaskan dendam atas paman Kishima, kata Akira menyeringai dan menjulurkan lidah panjangnya.


Animisa tidak bisa berbuat apa-apa, ia tahu rantai yang Akira eratkan pada tubuhnya bisa menarik keliar Choumei dalam sekejap keluar dari dalam tubuhnya.


"Oh, kau sudah ingat. Biar aku perjelas." Akira menyapukan lidahnya ke pentol gunung kembar bagian kanan Animisa.


Tubuh Animisa ingin berontak dan menggelinjang, namun tetap tidak bisa."Bagaimana enak? Sebelum aku mengambil Choumei, aku akan menghancurkan semua yang kamu cintai. Rasakan ini wanita J*l*ng!" teriak Akira dengan geram.


Akira memasukan Terog XXL miliknya ke gua merah muda milik Animisa. Dada Animisa hanya bisa berguncang dengan nafas sedikit sesak, air mata di kedua kelopak matanya jatuh.


Mentalnya langsung jatuh, rasanya seperti diangkat tinggi-tinggi kemudian dihempaskan ke dalam jurang yang terdalam tanpa batas. Tidak ada lagi harapan dan optimisme lagi di dalam dada Animisa.


Setelah Akira puas bermain-main dengan Animisa, kini waktunya dia mengambil informasi tentang keberadaan Chojuro dan Kagura.


Animisa seorang Jinchuuriki ekor 7 hanya bisa terdiam dan menangisi keadaannya saat ini.


"Selamat tinggal, kai!" Akira menarik keluar s Choumei dan sebelum Animisa tewas ia juga menarik jiwa Animisa untuk di ekstraksi, "Ningendo!"


Animisa langsung memejamkan mata, tanpa bisa mengatakan kata terakhir dan tubunya sudah tak berdaya tanpa ada nyawa lagi.


"Itu hal yang pantas kau terima karena telah menyiksa kedua nenekku, Paman Chojuro, dan Paman Kagura, bahkan membunuh kakekku Boruto, sialan! Cuih!" Akira berteriak keras dan meludahi mayat Animisa, "Senpo: Goen Rasenshuriken!"


Akira mengambil salah satu seragam Animisa, dan sebelum menghilang. Dia menjatuhkan Rasenshuriken berelemen api di dalam kamar Animisa.


'Boom!' Pesawat itu meledak hebat di udara, dan Akira kabur menggunakan Hiraishin No Jutsu ke markas Hoshigakure.


[Selamat, host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jutsu Futon. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


[Selamat, host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jutsu Ryuzugan. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


[Selamat, host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jutsu Katon. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


[Selamat, host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jutsu Katon. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


Akira segera memakai seragam anggota Yon Kingu, untuk menyusup ke Getsugakure. Dimana Chojuro, dan Kagura di penjara, juga pagi pukul 10.00, mereka berdua akan dieksekusi mati.


"Aku masih punya waktu 12 jam, aku harus menyegel terlebih dahulu Choumei ke dalam Gedo Mazo. Setelah itu, aku akan pergi ke Getsugakure," gumam Akira berjalan cepat ke arah ruang bawah tanah.


"Semua anggota inti berkumpul!" panggil Akira melalui telepati dan membuka portal pada semua anggota inti Senso No Haijo, "Kamui!"


Shin, Denji, Shinichi, Azura bersama Keiko yang matanya dibalut perban, Reina, Mishima, dan Hizuga keluar dari pusaran portal.


"Aku mendapatkan Choumei." Akira mengeluarkan bola hijau dan didalamnya ada Choumei kecil yang sedang hibernasi.


Mata mereka bertujuh terbelalak, "Kapan tuan mendapatkannya," gumam Hizuga.


"Kami saja bertujuh kewalahan menghadapi Animisa. Tuan malah mudah mendapatkan Choumei, memang luar biasa?!" puji Mishima dalam batinnya.


"Aku harus berusaha lebih keras lagi. Agar aku bisa menangkap bijuu dan membuat bangga tuan," batin Shin sambol mengangkat lengan dan mengepalkan tangannya.


***


1 jam kemudian.


Mereka berdelapan berhasil menyegel Choumei ke dalam Gedo Mazo. Sudah ada Shukaku, Son Goku, Kokuo dan Choumei, sedangkan Yon Kingu hanya memiliki Saiken, Gyuuki, dan Kurama. Hanya tinggal Isobh dan Matatabi yang belum ditangkap.


"Keiko dan Azura gantikan aku sementara di klinik sampai Keiko sembuh dan ...," titah Akira tapi langsung disergah oleh Keiko.


"Tunggu, tuan. Jika aku sembuh dan berada di Kumogakure, bukankah akan gawat?" potong Keiko.


"Aku rasa tidak. Takagan itu sudah aku ubah. Bisa dikatakan di evolusikan dengan menyatukan 5 pasang mata menjadi satu pasang mata, aku beri nama Rigan dan kemampuannya belum diketahui," jelas Azura.


"Sudah selesai bukan, masalahnya?" kata Akira datar dan melanjutkan, "Reina dan paman Shinichi kembali ke Namigakure! Paman Hizuga, Shin, Denji dan paman Mishima jaga markas ini dengan baik sampai aku kembali. Setelah ini kita akan menyerang Konohagakure, persiapkan segalanya!"


"Baik, tuan." Mereka semua masuk dalam pusaran menuju desa masing-masing.


Tapi Akira menarik tangan Reina hingga dadanya menempel pada dada Akira, "Maafkan aku sayang." Kemudian bibir Reina dicium lembut dan penuh gairah.


Setelah ciuman yang cukup lama di depan patung Gedo Mazo berdua saja. Sebab, anggota lain sudah masuk ke dalam pusarana kamui.


"Kenapa tiba-tiba meminta maaf?" Reina menyipitkan mata karena bingung. Tidak biasanya Akira seperti itu.


"Aku jajan wanita diluar dan kamu tahu siapa yang aku tiduri?" Akira sudah bergairah dan darahnya berdesir sampai di ubun-ubun.


Secepat kilat Akira menurunkan celananya, dan celana Reina juga. "Aku tidak mempermasalahkannya, asal hatimu hanya untukku, aakh ...!" kata Reina melenguh karena bagian intimnya dipegang oleh Akira.


"Aku selalu menyukaimu sayang, tubuhmu selalu wangi meski sedang dalam misi," bisik Akira di telinga kanan Reina membuatnya tersipu malu.


"Cepat masukan sayang, aku-aku s-s-sh, aaah ... gak tahan." Lagi-lagi Reina melenguh nikmat dan semakin keras.


Baginya sudah lama yaitu 7 tahun tidak mendapatkan pelayanan dari Akira. Biasanya setiap hari Akira memainkan Reina.


"Tentu, aku akan membuatmu melayang hari ini." Akira mencium Reina dan memasukan Terong XXL miliknya bergerilya ke dalam gua merah muda Reina yang sudah banjir dengan cairan kental.


Baru dimasukan saja, gua merah muda Reina langsung menyembur kuat, membuat Akira semakin bersemangat menggenjot pedalnya.


"Kamu memang selalu yang terbaik, uukh ...," lirih Reina memejamkan mata dan jiwanya serasa melayang di atas awan.