DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
Chapter 122 Perlu Dimusnahkan



Akira kembali ke dalam kamar miliknya dan memang satu kamar dengan Reina, tapi meskipun satu kamar Akira tetap menjaga kesucian Reina, ya mungkin hanya sebuah pelukan hangat dan ciuman mesra ia daratkan pada Reina.


Akira keluar dari kamar, melihat Yumiko dan nenek Gezo yang sudah siuman meringis kesakitan di meja kasir, ia berjalan cepat.


"Nenek, Oni chan, bagaimana keadanmu?" kata itu yang keluar dari mulutnya lalu menempelkan telapak tangan kanannya, dan menyalurkan chakra pada Yumiko serta nenek Gezo. "Saibo no kasseijutsu!"


Luka lebam di pipi kanan nenek Gezo memudar, tonjolan beruam biru perlahan mengecil lalu lenyap bahkan kerutan pada kulitnya yang sudah bergelambir akibat umur yang kian senja, kembali mengencang.


Krak!


Tulang punggung Yumiko yang retak akibat tendangan salah satu shinobi menyatu kembali, Kondisi tubuhnya kembali pulih namun mentalnya cenderung ketakutan.


"Oni chan tak perlu takut. Aku berjanji akan melindungi Oni chan, bagaimana pun juga Oni chan Yumiko adalah calon istri sensei. Sebagai muridnya aku akan melindunginya," Akira tersenyum ramah pada Yumiko, untuk menenangkan batinnya. Karena baru pertama kali kejadian seperti itu terjadi di penginapan miliknya, tentu saja membuatnya shok dan sedikit trauma.


"Terima kasih Akira, atas pertolongannya," Nenek Gezo tersenyum sambil menunduk hormat. "Sebagai terima kasih, mulai sekarang penginapan nenek Gezo akan selalu terbuka untukmu dan semua teman Akira, intinya gratis."


"Benarkah?" Reina yang baru keluar dari kamarnya langsung menyambar pernyataan nenek Gezo. "Hoaaam ... sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian? Tidurku nyenyak sekali barusan."


"Sudah, tidak apa-apa. Nenek Gezo dan Oni chan sudah baik-baik saja," jawab Akira tersenyum. "Aku akan meminta klan Satoshi untuk melindungi penginapan ini. Jika ada yang macam-macam katakan saja pada mereka."


"Terima kasih Akira chan, kami sudah sangat terbantu dan merepotkanmu lagi," Yumiko tersenyum puas, untung saja kondisi penginapan sedang sepi hari ini.


44 mayat jounin elit 4 klan, masih bergelimpangan di depan penginapan nenek Gezo. Namikage Ouja dibuat sibuk untuk menginvestigasi siapa orang yang menyerang kediaman klan Ozuru, klan Kawaki, klan Omushi, dan klan Daisuchi.


Kekuatan militer Namigakure turun drastis dengan kehancuran 4 klan teratas di Namigakure, di satu sisi Namigakure mengalami kerugian tapi di sisi lain kehancuran 4 klan tentu saja menguntungkan klan Renbu karena saingannya telah berkurang.


•••


Keesokan paginya.


Akira dan Reina sudah dijemput Keiko untuk melatih 30 genin klan Renbu. Latihan kali ini adalah kombinasi senjata dengan atribut elemen.


Akira membagikan 30 kertas kecil berukuran 5 cm x 5 cm, satu persatu pada 30 genin klan Renbu.


"Baik, semuanya sudah mendapatkan kertas yang telah aku berikan," Akira mengangkat tangan kanannya, lalu mengalirkan 1 elemen saja pada kertas tersebut, kertas terbelah menjadi dua, tandanya Akira memiliki elemen angin. "Lihatlah! Chakraku elemen angin karena kertasnya terbelah dua. Sekarang alirkan chakra kalian pada kertas itu!"


30 genin klan Renbu mulai mengalirkan chakra pada kertas yang diberikan Akira, satu persatu anak-anak itu mulai menunjukan elemennya, 6 anak memiliki elemen angin kertasnya terbelah dua, 6 anak memiliki elemen petir kertasnya kusut, 6 anak memiliki elemen api kertasnya terbakar, 8 anak memiliki elemen air kertasnya basah, dan 4 anak memiliki elemen tanah kertasnya menjadi kotor karena tanah lalu rapuh.


Mereka sangat senang dilatih oleh Akira, itu terlihat dari senyum wajah mereka yang selalu sumringah dan bersemangat.


Animisa dan Yakumo yang sedang duduk di depan aula kediaman klan Renbu juga tersenyum puas. Akira memberikan arahan pada 30 genin klan Renbu singkat padat dan jelas. Ketika mereka mempraktekannya langsung mendapatkan hasil yang sangat memuaskan.


"Sekarang latihan terakhir!" Akira mengambil salah satu katana yang berada di ranjang kayu, lalu mengeluarkan bilah katana dari sarungnya. Chakra elemen angin ia alirkan ke bilah katana, dan terlihat bilah katana terselimuti chakra elemen angin berbentuk siluet pedang. "Ini ada fase terakhir pengaliran chakra pada senjata."


"Fase pertama, chakra elemen hanya menyelimuti bilah senjatanya saja, bisa untuk mempertajam senjata atau memperkuat pertahanan senjata."


"Fase kedua, chakra elemen menyelimuti senjata sesuai bentuk senjatanya, misalnya pedang maka akan chakra elemen yang menyelimuti akan berbentuk pesang."


"Fase terakhir, chakra elemen bisa dikombinasikan dengan salah satu jutsu elemen, akan aku contohkan," imbuh Akira menjelaskan secara rinci teori kombinasi chakra elemen pada senjata.


Akira merapal segel tangan, "Fuuton: Shinku renpa!" Akira mengalirkan chakra elemen angin pada bilah katana dan membentuk siluet pedang berwarna putih lalu Akira ayunkan secara vertikal dari atas ke bawah dan di arah ke batu besar jaraknya lusinan meter dari Akira berdiri.


Slash!


Siluet elemen angin berbentuk huruf x yang sangat besar melesat ke arah batu besar dan menghantamnya, batu besar itu hancur luluh lantak.


Boom!


30 genin klan Renbu menjatuhkan rahangnya, melihat pertunjukan pedang Akira. "Luar biasa!" itulah kata yang mereka ucapkan serentak karena terkagum-kagum dengan Akira.


30 genin klan Renbu penuh semangat, mulai mengalirkan chakra elemen masing-masing, pada bilah katana yang sudah mereka keluarkan.


Namikage Ouja bersama dua jounin elit Namigakure datang dari arah pintu gerbang kediaman klan Renbu menuju aula. Tatapan matanya sangat tajam dan terus menatap lekat Akira dan Reina.


Ouja adalah adik kandung Animisa sekaligus wakil ketua klan Renbu, tapi keputusannya selalu bertolak belakang dengan Animisa.


Ouja sangat tidak setuju dengan keputusan Animisa, bahwa klan Renbu menjadi bagian anggota organisasi Yon Kingu. Ouja juga tidak mengetahui jika Animisa telah menjadi jinchuriki Choumei, bijuu ekor tujuh.


"Aku mencurigai ada seseorang yang sedang ingin menghancurkan Namigakure dan menguasainya!" Ouja menyeringai tajam pada Akira yang tiba-tiba muncul di kediaman klan Renbu dan langsung bekerja sama dengan kakaknya, Animisa.


Sebelum Akira datang tidak ada masalah yang terjadi di wilayah Namigakure, tapi setelah Akira datang banyak masalah yang timbul. Mulai dari pembunuhan 15 shinobi yang dikirim empat klan, 30 shinobi yang dibunuh di luar pembatas kediaman klan Renbu, dan terakhir pemusnahan 4 klan teratas di Namigakure.


Masalah ini benar-benar membuat Ouja selalu memijat keningnya, karena Animisa dan semua anggota klan Renbu menyembunyikan masalah ini dari Ouja.


Semua anggota klan Renbu termasuk tetua mereka berpihak pada setiap keputusan Animisa yang selalu memberikan keputusan yang memenangkan klan Renbu, tapi tidak dengan Ouja setiap keputiusan yang diambil maka keputusan itu mendatangkan masalah dikemudian hari.


Ouja naik menjadi Nindaime Namigakure semata-mata hanya ingin masyarakat dan klan teratas di Namigakure tahu, bahwa klan Renbu memang benar-benar klan nomor satu di Namigakure dan tak bisa disinggung.