
"Bilang saja kalau kalian memang takut denganku, dasar ayam kampus eh ayam kampung, payah!" ejek Byakuya mencebik kesal. "Bukankah seru jika keempat anggota klan Masamune bertarung satu sama lain?"
"Baiklah, aku menyetujuinya!" teriak Kazekage Shinki yang tiba-tiba muncul.
"Apakah tidak apa-apa, Kazekage sama?" tanya Pakui, "Dalam sejarah ujian ANBU khusus belum pernah ada pertandingan battle royal."
"Tidak masalah, ini untuk mempercepat siapa pemenangnya," tegas Kazekage Shinki.
"Baik, Kazekage sama sudah menyetujui pertandingan final ujian ANBU khusus yaitu battle royal, siapa yang berdiri paling akhir dinyatakan menang dan aturannya tidak boleh membunuh. Pertandingan dimulai!" teriak Pakui.
Byakuya berdiri santai, Ayuki memakai senjata rahasianya sarung tangan dengan kuku runcing dan menyalurkan chakra elemen angin kesepuluh jarinya.
Ngiiing!
Boof!
Koji membentuk segel tangan pelepasan dan melepaskan kugutsu berbentuk kalajengking besar dari gulungan sedang ungu di punggungya, lalu melompat ke punggungnya.
Boof!
Serizawa membentuk segel tangan pelepasan dan melepaskan empat katana berbilah kuning lalu menaruhnya di samping kanan serta pinggangnya.
Serizawa menarik kedua pedangnya, lalu berlari cepat ke arah Byakuya. Lalu menebas secara diagonal membentuk huruf x.
Syat!
Trang!
Byakuya menangkis tebasan itu dengan kedua Bunshi Horuda. "Pedang murahan seperti itu, banyak dijual dipasaran," ejek Byakuya tersenyum sinis untuk memprovokasi Serizawa yang terus menebas Byakuya.
"Jangan berisik, sebentar lagi sarung tanganmu yang akan hancur oleh pedangku ini, bocah sinting! Aaargh!"
Trang!
Trang!
Serizawa menebas lebih cepat, dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Karena terprovokasi oleh Byakuya, ia sengaja melakukannya agar Serizawa kehilangan fokus.
Tap!
Prang!
Byakuya menangkap kedua bilah katana milik Serizawa dan meremasnya kuat-kuat. Bilah katana Serizawa hancur berkeping-keping, "Sudah kukatakan senjataku dan senjatamu, perbedaannya langit bagai serta bumi," ejek Byakuya menatap sinis Serizawa. "Sabaku ro!"
Swush!
Dari punggung Byakuya keluar 8 tangan pasir yang besar, mau mencengkram Serizawa. "Kamu membuatku marah! Katon no yoroi!" tubuh Serizawa diselimuti armor api yang membara.
Swush!
Lalu melompat-lompat ke belakang, menghindari tangan-tangan pasir yang mengejarnya.
Zrash!
Zrash!
Zrash!
"Cepat juga dia," Byakuya tersenyum licik, lalu terbang menggunakan awan pasir. Tangan kanannya digerakan untuk mengendalikan pasir, "Gokusa maiso!"
Kres!
Kres!
Tanah dalam radius 100 meter mengendur dan menjadi pasir hisap, Serizawa terjebak di dalam lumpur hisap pasir. "Aaaargh! Aaaargh!" Serizawa meraung keras, dan tubuhnya memberontak, semakin lama tubuh Serizawa tenggelam hanya menyisakan kepalanya. " Tolong! Aku tak mau mati, tolooong!"
"Hahahaha, dasar pecundang baru begitu saja, sudah kencing di celana, hahahah ...!" Byakuya tertawa terpingkal-pingkal melihat kesengsaraan Serizawa yang tenggelam ke dalam lumpur hisap buatannya.
"A-aku menyerah, hiks ... hiks ... hiks ...," Serizawa menangis karena takut mati, Byakuya menggerakan tangannya untuk mendorong pasir di bawag kaki Serizawa keluar dari dalam lumpur hisap.
Tap!
Tangan pasir menangkap tubuh Serizawa yang sudah terkulai lemas, raut wajahnya pucat pasi dan menaruhnya di dekat Pakui.
Trang!
Trang!
Kugutsu kalajengking raksasa menembakan ratusan kunai dari ekornya ke arah Ayuki. Ratusan kunai berhasil ditangkis oleh siluet chakra angin berbentuk bilah pedang yang runcing dari kesepuluh jari Ayuki.
"Ayuki! Selama ini kamu menyembunyikan senjata rahasia itu dari kami ya!" Koji menarik jari jemari di tangan kanannya, untuk menggerakan dua capit besar di kugutsu kalajengkin raksasa.
Teketek!
Teketek!
Slash!
Slash!
Koji yang tidak menyadari kedatangan Byakuya yang sudah melayang di atasnya dikejutkan oleh hantaman tendangan Byakuya.
Boom!
"Guhak!" tubuh Koji menimpa punggung kugutsu kalajengking raksasa hingga hancur dan memuntahkan banyak darah, serta tulang punggungya retak.
Retakan kawah sedalam 3 meter dan berdiameter 5 meter tercetak di permukaan tanah dimana Koji tengkurap di atas punggung kugutsu kalajengking raksasa. "Cih! kemampuanmu hanya segitu saja," ejek Byakuya tatapannya sinis di luar kawah.
Koji pingsan dan tak sadarkan diri, Ayuki langsung melesat menusuk ke punggung Byakuya.
Shua!
Jleb!
Pasir pelindung menghalangi tusukan senjata rahasia Ayuki. Pasir besi keluar dari celah-celah tusukan dan merayap cepat ke sarung tangan Ayuki.
Slash!
Ayuki tidak tinggal diam, langsung menarik kedua tangannya ke arah kanan untuk mengeluarkan kedua tangannya yang hampir terjerat oleh pasir besi. Lalu melompat mundur menjauhi Byakuya, "Kenapa kekuatannya terus meningkat, kecepatannya pasirnya jauh dari sebelumnya," gumam Ayuki lalu merapal segel tangan. "Aku harus menggunakannya, fuuton: Satsujin!"
Swush!
Swush!
Chakra elemen angin yang menyelimuti kesepuluh jari Ayuki menghilang dan di telapak tangan kirinya membentuk bola dari chakra elemen angin yang dipadatkan seukuran bola voli.
Shua!
Ayuki berlari sangat cepat, tangan pasir digerakan oleh Byakuya untuk menghentikannya. Namun begitu tangan pasir dihantam jutsu bola satsujin langsung hancur.
Duar!
Duar!
"Ternyata dia masih punya jutsu pamungkas ya ia sembunyikan," gumam Byakuya menatap lekay Ayuki yang sedang berlari cepat ke arahnya, lalu merapal segel tangan, "Sanju no sunaheki! Kogane no yoroi"
Grag!
Grag!
Grag!
Tiga lapis dinding berupa dinding pasir emas, dinding pasir besi, dan dinding pasir setinggi 10 meter muncul di depan Byakuya.
Ayuki menghantamkan Bola satsujin ke arah dinding pasir dan berhasil menerobosnya, kemudian dinding pasir besi juga berhasil menerobosnya dan terakhir dinding pasir emas juga berhasil menerobosnya.
Bang!
Armor pasir emas berhasil dihantam satsujin, "Guhak!" Byakuya memuntahkan seteguk darah, armor pasir emas di bagian dada hancur.
Segel kutukan ryuko no juin aktif, dan menyala terang. Tubuh Byakuya meregenerasi luka di dadanya sangat cepat, dari samping kiri dan samping kanan muncul bunshi Byakuya yang terbuat dari pasir. Lalu menangkap tangan kanan dan kiri Ayuki, kemudian berubah menjadi pilar.
Boof!
Ayuki tidak bisa bergerak, chakranya sudah terkuras habis tapi tak berhasil menumbangkan Byakuya.
Plak!
Plak!
Plak!
Byakuya menyeringai geram dan menampar pipi Ayuki bolak-balik tanpa henti, hingga muka Ayuki yang cantik bengkak menjadi kepala pig.
"Rasakan semua pembalasanku yang selama ini merendahkanku dan merundungku! Rasakan! Rasakan! Rasakan!"
Plak!
Plak!
Plak!
"Huft ... huft ... huft ...," nafas Ayuki tak beraturan, "Huft ... maafkan aku, lepaskan aku. Aku menyerah, a-aku menyerah."
Tap!
"Hentikan Byakuya!" Pakui menangkap tangan kanan Byakuya, "Kamu bisa membunuhnya. Ayuki sudah menyerah dan pemenangnya adalah kamu!"
"Huft ... huft ... huft ...," nafas Byakuya juga tak beraturan, akhirnya ia terduduk lemas, "Huft ... huft ... huft ..., a-aku juga le-lemas "