DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 50 - Menyusup



Akira sampai di apartemen, dan kamarnya bersebelahan dengan kamar Azura. Akira berjalan perlahan melewati lorong lantai sambil bersiul ria, seolah tidak terjadi apa-apa.


"Hai, jabrig!" panggil Hiyoshi dengan berteriak, membuat Akira menoleh ke belakang, "Kamu darimana?"


"Eh, sensei. Aku habis ke kediaman klan Hyuga, baru saja memeriksa ketua klan Hanabi dan menyembuhkan penyakitnya. Ada apa memang sensei?" tanya Akira menelisik.


"Apakah kamu tidak tahu? Kalau salah satu anbu di markas anbu hilang? Aku baru mendapatkan laporan ini dari saudara Arashi. Awas saja kalau kau berbuat onar, aku tak segan-segan menghukummu, jabrig!" ancam Hiyoshi dengan sorot mata yang sangat tajam.


"Sensei, anak kecil sepertiku bisa berbuat apa? Aku sedari tadi di kediaman klan Hyuga, jika tak percaya tanyakan saja paman Rei atau ketua klan Hanabi, banyak saksi mata melihatku disana." Akira tersenyum untuk menenangkan Hiyoshi, dan agar Hiyoshi tidak curiga, sehingga alibinya sangat kuat bahwa Akira tidak pergi ke markas ANBU, beberapa saat yang lalu.


"Taijustu kagekami memang sangat berguna, juga gulungan katon leluhur klan uchiha memang sangat hebat. Aku bisa melenyapkan mayat itu, hahahaha. Carilah sampai ke liang lahat! Kalian tak akan bisa menemukan mayat anbu itu, hahahaha."


"Ya sudah, tidurlah! Sudah malam, besok kita akan latihan lagi, untuk meningkatkan kekompakan kalian. Jadi tidurlah lebih awal, jangan keluyuran malam-malam lagi! Seperti waktu di Namigakure," pinta Hiyoshi.


"Hoaaaam!" Akira menguap dan mengucek matanya karena sudah mengantuk berat. "Ya, sensei. Aku akan segera tidur, lagipula aku sangat kelelahan setelah mengobati ketua klan Hanabi."


"Ya, sudah. Maafkan aku jika menuduhmu, kita dalam situasi genting dan butuh bantuan Konoha. Jadi bersikaplah layaknya genin biasa, meskipun aku tahu chakramu sudah di atas level jinchurikinin 9. Kamu bisa saja membunuhku, tapi aku belum tentu mampu membunuhmu. Aku ingin kamu menjadi shinobi yang kuat dan baik, ok!" pinta Hiyoshi sambil mengelus lembut rambut Akira.


"Ya, sensei." Akira menganggukan kepala dengan mata yang sayu, "Aku masuk dahulu sensei. Mataku sudah ngantuk."


Akira masuk ke dalam kamarnya, lalu menciptakan kage bunshin untuk menggantikannya tidur. Waktu di jam dinding kamar Akira menunjukan pukul 10.30 malam. Beberapa fasilitas umum di Konoha mulai sepi, termasuk kantor Hokage.


Boof!


Muncul bunshin Akira lalu tertidur di ranjang tidur dan memakai selimut. Akira merubah tubuhnya menjadi Sarutobi Suzuku, pria muda berumur 23 tahun, berambut blonde hitam, bermata hitam, ada sedikit bulu jenggot di dagunya, dan berkulit agak kecoklatan. Akira memakai seragam ANBU dan topeng bermotif serigala, lalu tubuhnya berkedip, berteleportasi keluar kamarnya menuju kantor hokage.


Cwuszh!


Hiyoshi yang masih penasaran pada Akira, membuka pintu kamarnya dan mendapati bunshin Akira sedang tertidur lelap. Akira sudah memprediksi hal itu, jadi membiarkan kamarnya tidak terkunci agar Hiyoshi yang sangat ketat mengawasinya percaya.


Kroook!


Kroook!


Kroook!


"Cih, dasar rambut jabrig! Ternyata dia sangat keras mendengkurnya," decih Hiyoshi yang melihat Akira tertidur dari celah pintu kamar Akira, lalu menutupnya. "Hoaaaam! Sebaiknya aku juga tidur, sangat lelah hari ini!"


Kreb!


Reina dan Azura sendiri sudah tidur awal, karena kelelahan berbelanja baju dan makanan. Bagi Azura dan Reina yang masih kecil serta belum pernah mendapatkan uang sebanyak itu, tentu membuatnya sangat gembira.


Tap!


Shua!


Tap!


Shua!


Akira melesat cepat, melompati atap-atap gedung di pusat desa Konoha, menuju gedung hokage. Kecepatannya tanpa suara jadi seperti memijak angin, ketika telapak kakinya menyentuh permukaan lantai atas gedung.


Tap!


Akira berhenti di atas gedung yang bersebrangan dengan gedung kantor hokage. Mata Akira berkeliling mengamati keadaan kantor hokage, "Sepertinya hanya ada 4 anbu yang berjaga di ruangan bawah tanah, tempat gulungan segel disimpan. Aku tidak merasakan chakra Hokage disana, syukurlah. Dengan begini pekerjaanku akan lebih mudah," gumam Akira lalu tubuhnya berkedip.


Cwuszh!


Akira muncul di lantai dasar gedung hokage, beberapa jonin penjaga berpatroli di lantai dasar gedung hokage. Akira terus mengamati lokasi CCTV yang berada di semua lantai dasar hingga lantai 3, lalu membekukan semua CCTV dan membuatnya rusak dengan jutsu hyoton: hyogan domu.


"Semua CCTV di semua lantai gedung hokage sudah aku rusakan. Sisanya tinggal membereskan para penjaga itu, berkat jutsu shoton: tomegane no jutsu, aku bisa melihat semua CCTV dan penjaga di gedung ini serta lokasi fuin no sho."


Akira merapal segel tangan, dia sedang dalam keadaan terbalik menempel di langit-langit lantai dasar. "Enton: Shuriken kagutsuchi!" lirih Akira melempar shuriken api hitam dan mengenai beberapa jonin penjaga gedung hokage.


Shua!


Jleb!


Blar!


Tanpa berteriak 10 jonin itu langsung menjadi abu dan tertiup kipas angin gedung hokage. Akira masuk ke dalam elevator dan merapal segel pemecah sandi, untuk membuka segel menuju ruang bawah tanah lantai 3. "Kai!" Akira menautkan tangan dengan berkata lirih.


Boof!


Ting!


Elevator bergerak turun, CCTV di dalam elevator juga sudah dibekukan dan dirusakan oleh Akira. Dengan gaya santainya, Akira membuka topeng bermotif serigala dan menampakan wajah Suzuku sambil bersiul.


Ting!


Elevator berhenti, sebelum pintu terbuka Akira sudah melepaskan jutsu suiton: kirigakure no jutsu.


Pssh!


Shua!


Jleb!


Kunai dilempar ke arah elevator yang terbuka pintunya. Akira bergerak tanpa suara dalam kabut, kunai-kunai tersebut hanya mengenai bagian dinding elevator.


"Joichi! Sepertinya kita kedatangan tamu!" teriak Bakura yang sudah menghunuskan pedang ninjato miliknya.


"Aneh, aku tidak merasakan chakra siapapun disini. Tapi firasatku ada orang yang menyusup ke dalam ruang bawah tanah untuk mencuri fuin no sho," gumam Kyajiki.


Akira bergerak secepat mungkin dan tanpa suara, untung saja diantara keempat anbu penjaga fuin no sho ini bukan dari klan Hyuga dan klan Uchiha. Jika ya, maka Akira akan sedikit kerepotan kecuali ryuzugan telah aktif kembali.


Jleb!


Slash


Akira berhasil menusukan jutsu shakuton: hinoken pada perut anbu bernama Rashinki dan secepat kilat memenggal kepalanya, lalu membakar tubuhnya dengan api hitam.


Blar!


"Disana! Serang!" teriak Dokuji melihat bayangan biru sekejap seperti siluet tebasan sabit. Lalu Dokuji, Kyajiki, dan Joichi melesat cepat ke arah bayangan biru, tapi tak didapati satu orang pun, karena Akira sudah melesat cepat kembali masuk dalam kabut tebal.


"Sepertinya setelah salah satu penjaga fuin no sho tewas, segel penghalang empat pilar hancur satu. Aku akan membunuh mereka bertiga secepat mungkin."


Shua!


Mereka bertiga menempelkan punggung masing-masing, hanya strategi ini yang cukup ampuh menghalau musuh. Tapi mereka lupa siapa yang menjadi lawannya yaitu Akira si ninja licik.