DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 62 - Ujian Perebutan Gulungan Bagian 2



Jleb!


Jleb!


Jleb!


Cwuszh!


Kunai yang dilesatkan oleh Kabukichi mengenai batang pohon. "Ti-tidak mungkin?!" Kabukichi, Hakuchi dan Amaki membulatkan mata, ketika melihat kunai itu menembus badan Akira.


Akira yang sudah menandai setiap pohon dengan segel hiraishin bulatan kepala naga, dalam radius 200 meter, tubuhnya berpindah tempat secara cepat ke pohon di belakang Amaki kunoichi dari tim Hakuchi.


Trang!


Trang!


Akira menebas punggung Amaki, namun reflek Amaki sangat cepat berhasil menangkis tebasan ryutaiga dengan tongkat besinya. Amaki backflip ke belakang sambil mengayunkan tongkat besi ke arah kepala Akira, dan Akira menangkisnya dengan menebas secara vertikal dari bawah ke atas.


Keduanya terpundur, Amaki melesat dan menghantamkan pukulan, Akira pun melesat menghantamkan pukulan, keduanya beradu pukulan, Amaki terpental karena perbedaan kekuatan.


Bam!


Shua!


Tap!


Kabukichi berhasil menangkap Amaki yang memuntahkan banyak darah di mulutnya dan mendarat di belakang Hakuchi.


"Kabukichi, jaga Amaki. Biar anak sombong itu aku yang mengurusnya, hmph!" Hakuchi menunjuk ke arah Akira yang berdiri tegak sambil tersenyum licik padanya, dengan raut wajah Hakuchi menyeringai kesal. "Hakke kushou!"


Swush!


Boom!


Hakuchi menembakan chakra yang bertekanan tinggi dari telapak tangan kanannya, mata sharingan Akira sudah memprediksi 5 detik ke depan gerakan Hakuchi dan berpindah tempat ke pohon di belakang Kabukichi. Batu besar di belakang Akira hancur terkena tembakan chakra bertekanan tinggi yang dilesatkan oleh Hakuchi.


Cwuszh!


"Kabukichi merunduk! Hakke Kusho!" Hakuchi yang melihat Akira sudah berada di belakangnya melalui pandangan Byakugan berbalik arah dan menembakan lagi chakra bertekanan tinggi ke pohon dimana Akira berpindah tempat.


Cwuszh!


Shua!


Boom!


Pohon dibelakang Amaki dan Kabukichi hancur dan tumbang, Akira kembali berpindah tempat, ke arah jam 9 di sebelah kiri Hakuchi.


"Waktunya serius! Ryuzugan!" Akira menautkan tangan mengaktifkan mata rinne sharingan merah dengan 12 tomoe di dahinya, byaku sharingan berubah ke mata normal bepupil hitam legam dan dikelilingi 7 tome hitam. "Sekarang, matamu itu takan bisa melihatku. Aku akan membunuh kalian semua shinobi Konohagkure, terutama kau Hyuga! Shadou no ikari!"


Swush!


Siluet naga hitam bermata merah, meliuk-liuk memutari tubuh Akira yang diselimuti aura hitam tebal. Amaki yang sudah sembuh, karena berhasil disembuhkan oleh Kabukichi bangkit bersama Kabukichi.


Lalu melompat dan menari sambil berputar dengan gulungan yang menembakan kunai peledak ke arah Akira. Siluet naga hitam itu membelokan serangan Amaki ke segala arah, kunai-kunai peledak itu meledak menjauh dari Akira.


Shua!


Trang!


Trang!


Boom!


Boom!


Tim Kumogakure yang mendengar suara ledakan segera melihat dari balik semak-semak. Mereka tak ada sadar jika mereka juga sudah dikepung oleh kubah kristal merah transaparan milik Reina.


Krak!


Krak!


Krak!


Grak!


Krak!


Jleb!


Dari permukaan tanah yang dipijak tim Kumogakure bergetar, mereka menyadari jika ada serangan dari bawah tanah. Tapi mereka tidak sadar jika mereka sudah terkurung di dalam kubah kristal labirin setinggi 5 meter. Mereka bertiga melompat namun sayang begitu mereka sampai di ketinggian lima meter kepala mereka terhantuk, dan duri-duri kristal raksasa langsung menusuk tubuh mereka. Badan mereka tertembus ujung-ujung duri kristal raksasa dan tewas seketika.


Reina melepaskan duri-duri kristal raksasa dan kubah labirin kristal, Azura memerintahkan Byako untuk mengambil gulungan bumi dari badan Zaroi.


Boof!


Boof!


Byako dan Genbu hilang dari pandangan dan menjadi kepulan asap. Gulungan bumi milik tim Kumogakure langsung muncul di depan Azura dan menyimpannya di dalam dadanya.


Reina yang melihat Akira dari bola kristal di serang, meminta Azura ke arah jam 7. "Azura, kita kesana Akira terdesak!" pinta Reina.


Swush!


Suzaku terbang melesat ke arah Akira yang jaraknya hanya 20 meter, lalu melesatkan jutsu faiakuroatakku, yaitu melepaskan cakaran-cakaran api pada target berbentuk siluet sabit vertikal berwarna merah secara beruntun.


Slash!


Slash!


Slash!


"Kaiten!" Hakuchi berputar 360 derajat sangat cepat untuk membelokan siluet-siluet sabit vertikal berwarna merah.


"Bodoh, serangan itu malah membuatmu mati jika ditangkis, hahahaha!" Azura tertawa jahat melihat kebodohan Hakuchi menangkis serangan cakaran api Suzaku.


Benar saja siluet api itu menembus putaran cepat Hakuchi, dan merobek tubuhnya hingga bajunya compang camping lalu terbakar. Tubuh Hakuchi dipenuhi sayatan cakaran api Suzaku, untung saja itu hanya mengenai kulit Hakuchi.


"Haaa!" Akira berteriak melepaskan siluet naga hitam yang semakin besar ke arah Hakuchi, Amaki yang masih menari sambil berputar di udara dan Kabukuchi yang sedang mengirimkan jarak jauh chakranya pada Hakuchi untuk menyembukan luka-luka Hakuchi.


Swush!


Shua!


Boom!


Namun siluet naga hitam yang membesar, melesat sangat cepat dan menelan mereka bertiga. Tubuh mereka dibawa ke udara setinggi 500 meter dari permukaan tanah lalu meledak.


Boom!


Siluet jamur berwarna jingga terang menghiasi langit, Akira melihat melalui mata Ryuzugannya ketiga anggota tim 11 Konohagakure tak ada yang selamat, termasuk gulungan buminya juga hancur tak tersisa.


"Huff ... huff ... huff ..." Nafas Akira terengah-engah, dia kehabisan stamina karena mengeluarkan banyak nafas.


Taijutsu kagekami tidak terlalu banyak mengeluarkan chakra, apalagi dikombinasikan dengan Ryuzugan hanya 5% saja dari total keseluruhan chakra Akira. Justru yang membuat kehabisan stamina adalah prosesi gerakan taijutsu murka naga bayanganlah yang menegangkan seluruh bagian tubuh Akira.


Suzaku turun ke permukaan tanah, Azura dan Reina melihat Akira kelelahan sangat khawatir. "Akira kau baik-baik saja?" tanya Reina yang langsung turun dari punggung Suzaku dan menopang tubuh Akira.


Azura juga ikut turun dan langsung memeriksa keadaan tubuh Akira. "Kamu hanya kelelahan, lebih baik kita cepat menuju ke arah Iwagakure untuk menyerahkan gulungan sepasang ini. Daripada kita lama-lama disini nanti akan diburu lagi oleh mereka," kata Azura.


Boof!


Suzaku menghilang dari pandangan, karena waktu pemanggilannya sudah habis. "Lalu kita kesana naik apa? Sedangkan Suzaku sudah pergi," tandas Akira. "Aku juga selama 15 menit ke depan tidak dapat menggunakan jutsu kamui milikku."


"Tenang saja!" Azura mengelus hidung dengan jempolnya, lalu merapal segel tangan dan menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah, "Kuchiyose no jutsu: Seiryu!"


Boof!


Muncul formasi array, dan kepulan asap lalu muncul Seiryu, naga bertubuh biru dengan kaki dan tangan berwarna hitam dan cakar putih, punggungnya penuh sisik-sisik tajam berwarna biru, serta dua sisik putih tajam di kanan dan kiri mulutnya.


"Azura, naga kecil seperti ini mana mampu mengangkat kita bertiga terbang," ejek Reina.


"Diam kau! Hantu Sadako!" bentak Azura menyeringai kesal karena naga kesayangannya dihina. "Akira, apa kau masih memiliki pil itu?"