
Keesokan paginya.
Akira sudah bangun pagi-pagi dan melaksanakan misi harian, sambil mencari informasi dimana gulungan hiraishin dan fuinjutsu di simpan.
Hiyoshi dan Arashi sudah berbincang banyak tentang Azura yang mempunyai sharingan berbeda pada umumnya. Di umurnya masih kecil, ia sudah memaksimalkan evolusi sharingan sampai tahap maksimal yaitu 3 tomoe, bahkan 4 tomoe.
Arashi juga tidak sungkan memberikam data statistik Azura yang semakin hari semakin pesat. Bahkan bisa mengontrol dan mengontrak hewan di level Suzaku tanpa harus melakukan perjanjian kontrak, cukup dengan menatap mata sharingan Azura. Maka hewan itu bisa dipanggil dengan segel tangan kuchiyose no jutsu, tapi baru hanya 5 hewan yang bisa dipanggil oleh Azura.
Pagi ini Hiyoshi memberikan perintah untuk melakukan latihan bersama pertama kali tim 9. Hiyoshi meminjam training field Konohagakure untuk melakukan latihan agar latihan 3 monster itu, tidak memberikan efek yang fatal pada warga sipil.
Akira memakai baju merah bermotif bulatan kepala naga dipunggungnya dan celana jeans berwarna hitam setumit, serta ikat kepala Kirigakure yang ia ikat di dahinya. Reina memakai jumpsuit putih sebahu, dengan blazer putih berujung ungu, ikat kepalanya ia ikatkan pada pinggang. Sedangkan Azura yang sudah berganti kepala menjadi Kirigakure, memakai seragam jonin hitam dengan rompi merah.
"Baik, aku tak suka basa-basi. Kali ini kita akan melakukan latihan anggota tim 9, latihannya kalahkan aku dengan niat membunuh dan ambil kartu pendaftaran chunin kalian yang ada padaku." Hiyoshi memperlihatkan 3 kartu identitas ujian chunin yang diberikan Arashi semalam. Arashi meregistrasikam data yang diberikan Hiyoshi semalam, dan pagi harinya sudah memberikannya pada Hiyoshi. "Mari, mulai!"
Shua!
Bam!
Akira melesat cepat dan menghantamkan tendangan pada kepala Hiyoshi tanpa ragu-ragu. "Sangat cepat, bahkan sharinganku tak mampu melihat prediksinya sama sekali." Azura membulatkan mata melihat gerakan Akira.
Shua!
Bam!
Boof!
Reina juga melesat cepat, mengaktifkan kutukan bunga lotus kristal tahap pertama, rambutnya yang putih keperakan berubah warna menjadi merah muda, matanya yang putih juga berubah menjadi merah muda. Segel kutukan bunga lotus kristal muncul di dahi Reina dengan tiga kelopak. Reina pun hanya menendang bunshin Hiyoshi hingga terpental menabrak pohon, lalu mengepul menjadi asap.
Boof!
"Sudah kuduga itu hanya bunshin. Sensei aku akan membuatmu menderita!" Azura merapal segel transportasi lalu muncul fuma shuriken, dan dilemparnya ke arah semak-semak. "Disana!"
Swing!
Shua!
Jleb!
Boof!
"Sial, ternyata kawarimi no jutsu." Ujung bilah fuma shuriken tertancap di batang kayu, Azura terus menatap pergerakan Hiyoshi melalui aliran chakra miliknya.
Akira mulai mengaktifkan sensor chakra untuk melacak keberadaan Hiyoshi, sedangkan Reina mulai memasang perangkap kristal dan es di permukaan tanah. Mereka bertiga menyebar mencari keberadaan Hiyoshi yang sebenarnya, Akira merasakan banyak chakra Hiyoshi, begitu pula Azura melihat banyak aliran chakra Hiyoshi yang bersembunyi di dalam tanah, semak-semak, dan pepohonan.
Azura merapal segel tangan, lalu melemparkan shuriken sebanyak-banyaknya. "Katon: Hosenka tsumabeni!" Azura menyemburkan api ke shuriken yang melayang sesaat. Shuriken-shuriken itu melesat cepat secara acak, targetnya kage bunshin Hiyoshi yang bertebaran di setiap tempat.
Shua!
Shua!
Jleb!
Boof!
"Semuanya mundur!" Reina merapal segel tangan, Akira melihat urutan segel tangan Reina dan langsung mundur, begitu juga Azura dia sangat paham akan segel tangan yang Reina lepaskan. "Azura dan Akira lepaskan elemen api yang berdaya rusak area! Suiton: Kokuoo no jutsu!"
Zrash!
Tangan Reina, telapak tangannya ke atas dan menembakan oli berbau bahan bakar yang sangat deras membasahi training field dalam jangkauan 500 meter Reina kedepan. Akira dan Azura yang mundur serta berada di samping Reina serentak merapal segel tangan, "Katon: Goryuka no jutsu!"
Swush!
Boom!
Boom!
Dua bola api berkepala naga yang sangat besar melesat cepat ke arah hutan training field dan membakarnya. Genin Konoha yang akan latihan pun dibuat terkejut, hingga menjatuhkan rahangnya. Training field terbakar seperdelapan bagiannya, karena ulah Akira, Reina dan Azura.
Begitu melihat mereka bertiga yang melakukannya, nyali genin tim 11 sampai dengan tim 19 Konohagakure langsung ciut. 100 kage bunshin Hiyoshi lenyap, bersama terbakarnya seperempat hutan training field.
"Senpai, senpai! Lihatlah hutannya terbakar!" genin Konoha bernama Hyuga Narimaki menunjuk hutan training field yang terbakar dan memberitahukannya pada Hyuga Rei.
"Siapa yang melakukannya?" tanya Rei lalu menatap Akira, Reina dan Azura. "Rupanya kalian yang melakukannya, shinobi Kirigakure. Siapa yang mengizinkan kalian latihan disini, hah?"
"Aku yang mengizinkannya." Tiba-tiba Arashi muncul dan merapal segel tangan, "Suiton: Mizurappa! Suiton: Hahonryuu! Suiton: Suiryuudan no jutsu!"
Swush!
Arashi menyemburkan air yang sangat deras dan besar dari mulutnya. Disusul gelombang air deras dari permukaan tanah di bawah kakinya dan naga air yang sangat besar untuk memadamkan kebakaran yang hebat dibuat oleh Akira, Reina, dan Azura.
Dalam sekejap kebakaran hutan itu langsung padam, Hiyoshi sendiri sedang terbang di atas wilayah hutan training field bersama Raikiri.
"Mereka bertiga ini, apa-apaan hanya bertiga saja bisa membakar hutan dalam sekejap. Aku tak menyangka, anak yang dititipkan pada klan Uchiha itu cukup berbakat."
"Sepertinya ada masalah, Raikiri turun!" Raikiri terbang cepat menukik tajam, lalu mengepakan sayapnya yang sangat lebar agar tidak sampai menabrak permukaan tanah. "Maaf, saudara Rei. Aku yang bersalah, karena menyuruh mereka membunuhku dalam ujian ini. Untuk semua kerusakannya, aku yang akan bertanggung jawab."
"Baik, Hiyoshi sama. Kami akan mencari tempat lain untuk berlatih," kata Rei yang sangat ketakutan, setelah Hiyoshi mengeluarkan aura membunuhnya pada Rei. "Ayo, anak-anak kita pindah ke hutan kematian saja!"
"Cih, Hyuga itu selalu pengecut," gumam Arasahi. "Coba saja kalau ada pemilik mokuton seperti Yamato sama, atau Shodaime Hokage sama, hutan ini pasti bisa tumbuh instan."
"Maafkan kami Arashi sensei!" Akira, Reina, dan Azura membungkuk hormat serentak. "Kami tidak akan mengulanginya lagi."
"Sudah, tidak apa-apa. Itu menandakan kalian emang pantas ikut ujian chunin khusus," kata Arashi.
"Ya benar, kata saudara Arashi. Kalian memang ninja yang kuat dan tangguh, jadi tetap percaya diri. Jangan hilang fokus, latihan ini menentukan masa depan kalian akan menjadi shinobi seperti apa, peganglah teguh terus akan keyakinan itu. Aku yakin jika di pertarungan sesungguhnya, kalian sudah banyak membunuh musuh-musuh kalian dalam serangan tadi," timpal Hiyoshi.
3 kartu identitas ujian chunin khusus diberikan pada Akira, Reina, dan Azura. Karena Hiyoshi meluluskan mereka bertiga dalam latihan ujian kali ini.