
Kepulan debu dan asap menutupi pandangan ke tubuh Kouchou. "Shinobi ahli pedang yang cukup mahir," puji Raikage Z menyunggingkan senyumnya.
Setelah kepulan asap dan debu mereda, tampak tubuh Kouchou yang terkapar pingsan lalu dibawa ke ruang perawatan oleh tim medis. "Pemenangnya Tebari Kurogane!" teriak Aichi berapi-api mengumumkan hasil pertandingan keempat.
Tringtingting!
Tringtingting!
Tringtingting!
Layar monitor mulai mengacak lagi nama peserta, "Akiara Reina melawan Kozu!" teriak Aichi mengumumkan hasil undian acak layar monitor. "Mulai!"
Reina dan Kozu turun dari tangga bersamaan menuju arena yang berada di bawah. Mereka berdua meninju telapak tanganya, lalu masing-masing menunduk hormat.
Reina merapal segel tangan, "Hyoton: Crystal wheel!" Muncul roda kristal yang berputar sangat cepat memutari tubuh Reina, lalu melesat mengelilingi Kozu. "Hyoton: Rokkaku Shuriken !"
Shua!
Shua!
Trang!
Trang!
Reina membuat banyak shuriken berbentuk kepingan salju ukuran biasa, dengan keenam sisinya yang terdapat paku tajam. Kozu menangkis dan membelokan serangan shuriken kristal dengan kunainya, gerakan Kozu sangat cepat tak ada satu pun shuriken kristal mampu menembus pertahananannya.
Reina masih terus mengelilingi Kozu sangat cepat, bersiap menyerang dengan seranga selanjutnya. Kozu mengaktifkan kutukan segel ten no juin, yaitu tanda segel 3 magatama di dahinya tapi tanda ini malah ada 4 magatama. Demi mendapatkan kekuatan di umur 7 tahun, Kozu menjual tubuhnya pada Orochimaru dan berlatih di bawah bimbingannya.
Kozu anak laki-laki berkulit putih pucat, berambut biru harajuku style, memakai kimono putih bermotifkan corak api menyala-nyala di punggungnya, dan celana setumit berwarna merah, matanya agak sipit dengan pupil mata kuning.
Kozu merapal segel tangan, "Ten no juin: Jota ichi!" dahi Kozu yang memiliki tanda segel magatama menyala merah, lalu motif api hitam menyebar ke seluruh tubuh, dua sklera matanya yang putih menjadi hitam dan pupilnya yang berwarna kuning nerubah menjadi jingga, rambutnya yang berwarna biru, berubah menjadi biru pekat dan memanjang runcing.
"Hei, Ottokage dono! Apa kau masih melakukan itu, hah?!" tanya Kazekage Shinki dengan raut menyeringai geram.
"Sebagai seorang sensei, apa salah jika aku memberikan kekuatanku pada muridku? Aku juga ingin membuktikan bahwa Ottogakurw juga punya shinobi-shinobi yang kuat, bahkan bis beradaptasi dengan chakra senjutsu yang sulit untuk dikendalikan. Tapi murid langsungku Kozu bisa sampai tahap Jotai Yon, dan itu melampaui Uchiha Sasuke dahulu, hehehehe," jawab Orochimaru dengan tertawa ringan.
"Dasar kau Ottokage dono! Selalu saja pintar silat lidah, cih!" decih Tsuchikage Arakuchi menatap malas Orochimaru.
Reina yang terus berputar cepat mengelilingi Kozu, merapal segel tangan. "Hyoton: Kyodai Rokkaku Shuriken!" Reina menciptakan shuriken raksasa berbentuk kepingan salju dan melemparkannya ke arah Kozu beruntun, ada 10 shuriken raksasa siap menghimpit Kozu.
Shua!
Shua!
Prang!
Meskipun shuriken itu sangat tajam dan kuat, namun begitu menyentuh kulit Kozu langsung hancur. Kozu merapal segel tangan, "Suiton: Genryu kyu!" Muncul 9 naga air mengelilingi tubuh Kozu, lalu naga memanjang, melesat ke arah Reina.
"Sial, aku benar-benar melawan shinobi yang cukup merepotkan," gumam Reina. "Hyoton: Hyogan domu!"
Krak!
Krak!
Krak!
Reina malah menghadang naga-naga air itu dan menghadapkan telapak tangan kanannya untuk membekukan naga air. "Kemampuanmu hebat juga, gadis manis," puji Kozu tersenyum licik lalu merapal segel tangan dan memukul permukaan arena. "Suiton: Rekkoha!"
Boof!
Boof!
Swush!
Dari atas langit-langit muncul ratusan formasi array berwarna hitam, berdiameter 5 meter dan menembakan air bertekanan sangat tinggi menghujani Reina.
"Takan kubiarkan kau mengalahkanku!" teriak Reina yang bergerak zig-zag dengan roda kristalnya, menghindari guyuran air bertekanan sangat tinggi dari langit-langit menara ujjan chunin khusus di Iwagakure. Reina kembali merapal segel tangan, "Shoton: Suisho Meikyu no Jutsu!"
Grag!
Grag!
Zrash!
Dari permukaan arena muncul bunga-bunga kristal kecil, lalu bunga itu tumbuh membesar menjadi labirin kristal transapara berwarna merah, menutupi semua arena. Air bertekanan tinggi yang keluar dari formasi array di langit-langit menara tertutup bagian atas kubah kristal labirin.
"Ini lagi, hai Mizukage dono! Apa kau membuat senjata-senjata bijuu tanpa ekor hah?" bentak Raikage Z. "Kita ini sedang dalam masa damai, kenapa masih mengembangkan senjata?"
"Hanya persiapan Raikage dono. Jika tidak ada persiapan, nanti muncul lagi perang dunia shinobi keenam, kan repot kalau tidak punya persiapan. Buktinya saja setelah perang shinobi keempat, kita harus berperang lagu di perang shinobi kelima dan itu perang terparah dengan korban terbanyak sepanjang sejarah. Dengan begini, setidaknya mengurangi korban jatuh jika terjadi perang kembali," jawab Mizukage Kagura dengan bibir melengkung membentuk senyuman.
"Ya, ya, ya, kamu benar Mizukage dono," kata Raikage Z melirik malas pada Mizukage Kagura karena kalah debat.
Ujian chunin khusus ini mulai banyak shinobi sekelas jinchuriki muncul, meskipun kekuatannya hanya ditahap chunin tapi kemampuan mereka sudah setara sannin dengan chakra seperti jinchuriki.
"Gadis cantik yang merepotkan," gumam Kozu yang terkurung di dalam kubah labirin kristal bersama Reina, merapal segel tangan. "Ten no juin: Jotai ni!"
Swuung!
Aura chakra jingga menyelimuti seluruh tubuh Kozu, tato corak api di sekujir tubuhnya menyala merah lalu menyebar menutupi seluruh tubuhnya yng putih menjadi coklat pekat.
Taringnya memanjang rambut biru pekatnya memanjang dan berubah menjadi warna ungu pekat. Di punggungnya muncul sepasang sayap malaikat berwarna coklat sama dengan kulitnya. Dari telapak tangan kanannya muncul bola air berwarna ungu pekat, dan berputar secara cepat. "Jutsu ini adalah jutsu ciptaanku sendiri namanya, Raikoha!"
Swush!
"Shoton: Kesho no yoroi! Shoton: Crystal encampment wall! Shoton: Crystal lance! Shoton: Crystal needle!" Reina melapisi tubuhnya dengan chakra kristal tipis, untuk memperkuat pertahanannya. Lalu menghentakan kedua telapak tangan membentuk dinding kristal setinggi 10 meter, panjang 30 meter hingga menyentuh ujung dinding kubah transparan dan ketebalannya 5 meter.
Shu!
Shua!
Prang!
Prang!
Reina menempelkan telapak tangan kanannya ke dinding kristal, untuk menembakan tombak-tombak kristal ke arah Kozu yang terbang sangat cepat. Namun raikoha mampu menghancurkan semua tombak kristal yang dilewatinya.
Shua!
Shua!
Trang!
Trang!
"Sial, di saat seperti ini jutsu raikoha malah habis. Aku hanya bisa menggunakannya sehari satu kali dalam mode biasa dan dua kali dalam mode jotai ichi, serta tiga kali dalam mode jotai ni," gumam Kozu yang melayang jarak 10 meter dari dinding kristal dan menutupi badannya dengan kedua sayap, karena ditembaki jarum-jarum kristal sepanjang 30 cm oleh Reina melalui dinding kristal.
Reina memanfaatkan kesempatan Kozu yang terdesak dengan merapal segel tangan. "Shoton: Suishoheki Hachi no Jin!" lalu menempelkan tangan kirinya ke dinding kristal, partikel-partikel kristal merambat ke permukaan arena dan membekukan tubuh Kozu, hanya menyisakan kepala saja.