DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 139 Tongkat Naga



Hizuga yang berada di samping Akira hilang dari tempatnya dan melesat cepat ke arah Kuriaman, lalu mencengkram lehernya dan membenturkannya ke permukaan tanah.


"Boom ...!" Kepulan asap menghalangi pandangan, karena Hizuga menekan tubuh Kuriama dengan sangat keras, hingga tercetak kawah retakan di permukaan tanah. Sejurus kemudian Hizuga membentuk batang merah di tangan kirinya, dan menusukan 4 batang merah itu satu persatu dengan sangat cepat ke kedua kaki serta kedua tangan Kuriama, membuat Kuriama terkunci di permukaan dalam keadaan terlentang.


"Aaaakh!" pekik Kuriama yang sudah tak berdaya, karena batang merah itu menyerap chakr dan energi kehidupannya, semakin lama semakin Kuriama merasa ruhnya tercabut dari jasad. "Aaaakh!"


Semua anggota klan Senju kecuali Odama bersiap menyerang Hizuga, namun tubuh mereka berhenti dan tak bisa digerakan karena terkena genjutsu Tsukuyomi yang dilancarkan oleh Akira. Semakin mereka mencoba melepaskan genjutsu tersebut, semakin dalam mereka terjebak dalam genjutsu Tsukuyomi Akira yang menggunakan chakra Enenra.


"Kalian itu bodoh atau benar-benar otak kalian kemasukan banyak air? Temanku memenuhi janji dari pertaruhan ini, malah kalian ingin menyerang kami. Aku pikir klan Senju adalah klan yang menepati janji, tapi hanya klan sampah," cibir Akira menyeringai kesal dari balik topengnya.


"Maafkan kami Eneru sama. Maafkan kami," kata Odama membungkuk hormat dengan raut muka penuh penyesalan. Kemudian melanjutkan dengan cairan bening menetes di sudut kelopak matanya, "Kami rela menjadi anggota organisasi Eneru sama. Jika ada salah satu anggota klan Senju yang menolak aku sendiri yang akan membunuhnya."


"Baiklah!" Akira tersenyum licik dari balik topengnya, lalu berjalan perlahan ke arah Echi dan menarik gagang katana dipinggang Echi, katana itu diberikan pada Odama. Kemudian menunjuk Senju Maru dan Kuriama, "Bunuh dia dan dia!"


"Gluk!" Odama menelan salivanya, tangannya gemetaran, raut wajahnya pucat pasi. Kalau membunuh Kuriama masih sanggup ia melakukannya, tapi membunuh Senju Maru yang notabene ponakan yang sangat ia sayangi, hatinya sangat berat.


Odama berjalan perlahan ke arah Kuriama dengan membawa katana yang ditarik di permukaan tanah, tatapan matanya sangat tajam dan sudah tak mempedulikan lagi dengan apapun, dalam pikirannya hanya terpikirkan untuk menyelamatkan semua anggota klan Senju yang terjebak dalam genjutsu Akira.


"Ja-jangan la-lakukan ketua!" Kuriama berteriak dengan menggeleng keras, raut wajahnya pucat pasi, keringat dingin bercucuran di seluruh tubuhnya. "A-aku berjanji ti-tidak akan mengacau lagi. A-aku berjanji!"


"Plak ....!"Hizuga menampar pipi Kuriama. "Jangan berisik! Mau mati saja banyak bicara. Diam! Sebentar lagi kau akan merasakan bagaimana rasanya neraka!"


Secepat kilat Odama mengayunkan katananya untuk menebas kepala Kuriama, hingga cairan merah menyembur deras dari leher Kuriama membasahi muka Odama dan jubah Hizuga.


Odama kembali berjalan perlahan ke arah Maru dengan membawa katana yang ditarik di permukaan tanah, tatapan matanya begitu dingin. Senju Maru dalam keadaan mematung tubuhnya, terkena genjutsu Akira.


Odama tanpa belas kasihan langsung mengayunkan katana tersebut ke arah leher Maru. Secepat kilat Akira yang sedang menguji Odama, menepis ujung bilah katana hanya dengan ujung telunjuk kanannya, dan katana itu terpental ke udara , sejurus kemudian tertancap di permukaan tanah, 3 meter dari Senju Maru berdiri mematung.


"Kai!" Tangan Akira membentuk segel pelepasan.


Semua anggota klan Senju terbebas dari genjutsu Tsukuyomi, dan berlutut satu kaki dengan nafas tak beraturan. "Benar-benar mengerikan! Huff ... huff ... huff ...."


"Bagaimana rekreasinya? Sungguh menyenangkan bukan? Aku hanya sedikit menggunakan chakraku, kalau aku menggunakannya melebihi ini. Aku yakin 30 detik kemudian ruh kalian akan tercabut dari jasad, hehehe."Akira tertawa lirih dengan menyeringai jahat.


"Kami bersedia menjadi anggota organisasi Eneru sama."


Akira menautkan tangan, untuk merapal segel budak. Muncul formasi segel di seluruh permukaan tanah kediaman klan, semua anggota klan Senju di tengah dadanya muncul kepala naga berwarna hitam di kelilingi 8 bilah shuriken.


Level genin dan chunin naik 10 level, level jounin, anbunin dan sannin naik 5 level. "Terima kasih Eneru sama, telah menyelamatkanku," kata Senju Maru menunduk hormat, karena levelnya naik menjadi jounin 8.


"Sepertinya chakra elemen kayu di dalam tubuh Senju Maru telah aktif. Setelah aku menyuntikan chakra Enenra pada tubuhnya, chakra senjutsu di dalam tubuhnya juga terus meningkat kapasitasnya," batin Akira tersenyum puas. Kemudian melanjutkan, "Tapi aku tidak bisa menjadikannya anggota tim inti."


Echi dan Yuzu hanya menjatuhkan rahangnya, melihat semua yang terjadi saat ini. Belum pernah ia melihat seorang shinobi bisa naik level begitu sangat brutal.


Swush!


"Paman Hizuga, tugasku sudah selesai. Aku akan pergi, Overbye!" Akira masuk ke dalam pusaran portal kamui. "Tolong urus sisanya!"


Hizuga hanya menunduk hormat sampai Akira hilang dari pandangan. Lalu membalikan badan ke arah Odama, "Tolong kebumikan dia dengan layak!" pinta Hizuga menunjuk mayat Kuriama. "Mulai sekarang, klan Senju di bawah naungan organisasi Eneru sama. Barang siapa berkhianat tubuhnya akan meledak dan yang menjadi musuh klan Senju adalah musuh organisasi Eneru yang akan kita musnahkan."


"Siap, Hizuga sama." Semua klan Senju serentak menunduk hormat.


***


Akira keluar dari portal kamui kembali ke kamarnya, Reina sudah terbangun dan masih dalam keadaan tak memakai sehelai benang.


"Kamu pergi kemana lagi sayang, aku sangat merindukanmu." Reina berkata lirih di telinga Akira dan sambil memeluknya dari belakang. "Entahlah akhir-akhir ini aku merasa aneh. Padahal umurku baru 5 tahun, tapi aku seperi gadis remaja yang sedang mabuk cinta."


"Maafkan aku yang telah merenggut kesucianmu. Aku tak bisa menahan diri, aku juga merasakan hal yang sama sepertimu sayang. Seandainya aku dan kamu bisa terus bersama, selama hidupku selamanya aku takan menyesa," kata Akira membalikan badannya lalu memeluk Reina sangat erat seperti tak ingin lepas darinya.


"Aku tidak menyesal karena kesucianku kamu yang merenggutnya, karena aku juga menginginkannya. Aku juga ingin selalu bersamamu, sayang," lirih Reina ditelinga Akira.


"Aku takan menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang hanya membuatku gusar. Sebelum masa ini berakhir aku akan memanfaatkan selama aku masih hidup untuk menikmati waktu bersama wanita secantik dan seseksi Reina," batin Akira tersenyum puas.


Akira juga melepaskan semua pakainnya, dan sudah tak memakai sehelai benang pun. Gua merah muda Reina sudah basah dan tongkat naga Akira sudah tegak, sebagai pemuda serta pemudi yang dimabuk kasmaran itu hal yang lumrah.


Pergumulan muda-mudi yang sedang di mabuk kepayang pun terjadi, tapi tongkat naga Akira yang terlalu ganas menyemburkan nafas naganya terlalu cepat.