DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 36 - Tertangkap Juga



Duri-duri landak itu hancur menjadi debu, Yui menggunakan pendorong api biru untuk bergerak cepat ke kiri menghindari serangan elemen angin Hiyoshi yang mengenai bagian kanan gua.


Shua!


Yui merapal segel tangan secara cepat, dua jutsu yang ia rapal. "Doton: domu no jutsu!" Yui mengeraskan tubuhnya sekeras batu, lalu menghentakan kedua telapak tangannya ke tanah, "Doton: ganchuusou!"


Grag!


Krak!


Tsuk!


Tsuk!


Area permukaan tanah dalam radius 1 km muncul duri-duri tanah raksasa. Sasaran Yui adalah membunuh Hiyoshi, Akira, dan Reina yang bersembunyi di kubah kristal pada semak-semak. Tiba-tiba duri-duri tanah itu muncul dibawah bagian kubah pelindung kristal Reina, "Shoton: kessho no yoroi!" tubuh Reina di lapisi kristal yang sangat keras. Duri-duri tanah itu tak mampu menggores sedikit pun kulit cantik Reina. Malahan duri-duri tanah itu langsung hancur ketika mengenai tubuh Reina.


Brak!


Brak!


Brak!


Hiyoshi dan Akira melompat sangat tinggi, raut muka Akira menyeringai geram karena beberapa serangan Hiyoshi serta dirinya mampu dipatahkan oleh Yui. "Taijutsu kagekami: Kyūkyoku no kikku!" Akira mengumpulkan chakra yang sangat besar di kedua kakinya lalu melesat dan menghantamkannya pada Yui.


Shua!


Krak!


Boom!


Kecepatan Akira sangat cepat hingga Yui tak mampu mengindari serangan Akira, radius 500 meter semua pepohonan, gua, bahkan kubah kristal pelindung Reina ikut hancur. Untung saja kondisi Reina baik-baik saja, dibawah tubuh Yui yang terkapar muncul cetakan kawah seluas 100 meter dan kedalaman 5 meter.


"Hahahaha ... kau membuatku senang bocah. Aku mengakui kekuatanmu, mari bermain! Bunuh! Bunuh! Bunuh! Aaaargh!"


Tubuh Yui menegang dan bangkit perlahan, chakra senjutsu yang terkompresi semakin padat. Merubah tubuhnya menjadi putih pucat, diselimuti aura biru, sklera matanya yang menghitam berubah warna menjadi kuning dan pupil matanya menjadi merah, rambutnya yang lurus mengeras seperti duri-duri tajam.


Cwuszh!


Bam!


Yui menghilang dari pandangan dan muncul tiba-tiba di depan Akira melayangkan tendangan, Akira menangkis dengan tendangan pula. Keduanya terpundur 1 meter, Yui tidak kehilangan arah dan langsung menusukan tangannya bertubi-tubi ke arah kepala Akira.


Shua!


Shua!


Shua!


Akira yang terbiasa bergerak cepat, melihat serangan tusukan tangan Yui seperti melihat gerakan video slow motion, mudah sekali menghindarinya meskipun tanpa sharingan menggunakan teknik weaving dalam olahraga boxing.


Bam!


Bam!


Krak!


Shua!


Boom!


Akira menendang pelipis, perut, hingga dada Yui hingga membuatnya retak dan terpental menabrak dinding dui. Tubuh Yui tercetak jelas pada dinding, hingga membuat kawah di sekelilingnya.


"Cuih!" Yui meludahkan darah dimulutnya, seluruh tubuhnya yang luka kembali sembuh dan beregenerasi dengan cepat akibat mengeluarkan chakra alam. "Berapa kali pun kau menyerangku, aku akan tetap pulih seperti semula hahaha ...! Doton: Asusupia!"


Tanah berdiameter 1 meter, dari permukaan tanah bergerak ke atas tangan Yui dan membentuk tombak trident berbilah ganda, tombak itu sepanjang 3 meter.


Zzrrrt!


Zzrrrt!


Jdash!


Jdash!


Duar!


Aliran petir biru yang cukup besar menyambar-nyambar ke arah Yui, langkah kakinya melesat cepat secara zig-zag menghindari sambaran petir Akira.


Hiyoshi yang sudah di permukaan tanah dekat Reina sambil melindungi Reina merapal segel tangan, "Raiton: cho odama shichu shibari!" muncul pilar petir pada 8 arah mata angin mengelilingi Yui, dan langsungnya menyambarnya.


Zzrrrt!


Jdash!


Jdash!


Duar!


Pssh!


"Aaaaakh!" Yui memekik keras tersambar petir yang sangat besar arus petirnya yaitu 500.000 volt/pilar. Yui langsung tewas seketika tubuhnya sama sekali tidak menghitam, hanya jantungnya saja yang hancur menjadi bubur darah.


"Jutsu yang sungguh mengerikan. Kalau aku terkena jutsu itu langsung menjadi bebek debu, hiii," gumam Akira mendekati mayat Yui.


"Huff ... huff ... huff ...." Hiyoshi berlutut satu kaki dengan nafas yang terengah-engah. "Huff ... jutsu ini ... huff ... terlalu banyak menguras chakraku ... huff ... huff ... huff ..."


Reina menghampiri Hiyoshi dan memapahnya, "Ayo sensei kita beristirahat! Biarkan Akira saja yang melihat keadaan wanita itu. Dia sungguh sangat mengerikan, aku pun takut berada di dekatnya." Reina mengarahkan Hiyoshi menjauh dari Akira menuju bibir pantai.


Akira menoleh ke arah Hiyoshi dan Reina yang sudah menjauh dari dirinya. "Kamu sangat paham tentangku Reina, kamu memang calon istri, muach!" Akira mengerucutkan bibirnya seolah-olah mencium Rein dari jarak jauh, lalu menyimpan mayat Jugo Yui ke dalam inventori sistem.


Slurp!


[Selamat! Host mendapatkan hadiah dari sistem karena berhasil membunuh nukenin bernama Jugo yui. Hadiah uang 2.000.000 ryo sudah ditransfer ke saldo sistem]


"Hahahaha, aku kaya raya! aku kaya raya! Hahahaha!" Akira terwata terbahak-bahak dengan raut muka bodohnya, hingga suaranya terdengar sampai jarak 500 meter. Akibatnya monster laut dan beberapa binatang buas yang berada di bagian utara, selatan, dan timur bergerak ke arah Akira.


Cwuszh!


Tubuh Akira berkedip dan muncul disamping Reina yang sedang memapah Hiyoshi. "Reina berhenti, lebih baik kita istirahatkan guru disini. Shosen no jutsu!" Akira mengalirkan chakranya ke Hiyoshi dan tubuhnya terselimuti aura hijau.


Swuung!


Akira memberikan 10 pil chakra pada Hiyoshi untuk ditelannya, "Terima kasih Akira. Untung saja, ada ninja medis dalam tim kita yaitu dirimu, Akira." Hiyoshi sedikit terharu lalu menunduk hormat pada Akira. "Tapi ..."


"Tap kenapa sensei, apa ada luka lain?" Akira begitu melihat raut muka Hiyoshi yang tiba-tiba sedih. "Katakan saja, jika ada masalah sensei. Aku pasti akan membantu jika aku bisa membantu, tak perlu sungkan."


"Tapi, wadah chakra dalam tubuhku sepertinya semakin membesar setelah mendapat efek penyembuhan jutsu penyembuhan milikmu. Muka badak itu pernah mengatakan sensasi itu, juga bandit gila itu juga pernah mengatakannya padaku. Sepertinya aku sudah naik level menjadi kagenin 1," jawab Hiyoshi. "Setidaknya, aku bisa menghajar bocah tengik itu nanti jika bertemu lagi dengannya, hmph!"?


"Sepertinya Hiyoshi sensei sangat membenci seseorang. Apakah muridnya terdahulu atau musuh bebuyutannya, ah sudahlah. Aku tak usah ikut campur urusan orang dewasa," batin Reina.


Brag!


Brag!


Brag!


Suara langkah kaki binatang buas menggema di seluruh pulau tak berpenghuni itu. Hiyoshi yang mendengar suara langkah tersebut langsung menelan 10 pil chakra dan menyipitkan mata, "Sepertinya kita kedatangan tamu lagi, tapi gara-gara kau Akira kita terjebak, apanya yang harta karun," teriak Hiyoshi menyeringai kesal karena telah ditipu Akira bahwa di pulau ini ada harta karun.


"Ya benar sensei, disini ada harta karun. Bukankah shinobi wanita yang kita lawan tadi adalah ninja buronan level S? Pasti mahal jika menukarkannya pada Sunagakure. Sensei pahamlah harganya berapa?" Akira menggoda Hiyoshi dengan menaik-turunkan alisnya. "Ya kan? Ya lah? Ya doonk!"