DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 172 Balas Dendam II



"Arashi, kamu pergilah ke Hoshigakure. Biar dia menjadi urusanku." Sanjozu menatap tajam Akira dan menunjuknya dengan sangat tegas.


Sanjozu terjun dengan merapal segel transformasi, Murasame, Kogarasumaru, dan Masamune muncul di pinggang Sanjozu.


Arashi bersiap terbang ke arah Hoshigakure, tapi tiba-tiba Keiko dengan menyeringai tajam muncul dengan shunshin no jutsu.


'Cwuszh!'


'Bam!'


"Takan kubiarkan, kau mengganggu warga Hoshigakure." Keiko menunjuk Arashi dan menendang Susano'onya dengan sangat kuat, hingga telapak kaki Susano'o bergesekan dengan tanah. Setelah 50 meter Susano'o Arashi terjungkal beberapa kali dan meratakan lembah di sebelah kanan lembah iblis.


'Boom!'


Selama ini warga Hoshigakure sangat kooperatif dan menerima organisasi Senso No Haijo dengan sangat ramah. Karena berkat Senso No Haijo, kesejahteraan warga mereka dan kekuatan militer mereka sangat pesat.


[Telolet]


[Nama : Keiko Renbu


Level: Ryunin 3


Kekuatan: 180 (+20)


Kecepatan: 215 (+5)


Pertahanan: 235 (+5)


Chakra: 23500/23500


Kondisi tubuh: Sehat


Jutsu: Elemen kegelapan rank S, Ryuko no juin, Hitten mitsurugi Ryu.


Senjata: Yamato level Max (Max/Max kristal Akagami)]


[Yamato adalah senjata berbentuk bola berwarna nila, setiap pengguna yang memakainya mendapatkan bonus tambahan pada statistik kekuatan, kecepatan, dan pertahanan]


[Yamato level max, pengguna bisa merubah bentuk bola nila menjadi 10 jenis senjata yaitu katana, tombak berbilah ganda, crossbow ganda, bola pelindung yang bisa menyembuhkan, tombak, tongkat, kodachi ganda, belati, pedang dan tameng, kapak besar berbilah ganda, fuma shuriken. Pengguna mendapatkan penambahan kecepatan 20 poin, kekuatan 20 poin, dan pertahanan 20 poin]


Keiko mengeluarkan Yamato, bola berwarna nila dari seukuran bola baseball dari tas pinggangnya yang ia sematkan di pinggang sebelah kanan.


'Boof!' Yamato berubah menjadi tongkat emas dengan gambar motif hydra, naga berkepala sembilan. "Baika no jutsu!" Tongkat emas itu membesar, sepanjang 20 meter dan berdiameter 2 meter.


Sekuat tenaga Keiko lemparkan ke arah Susano'o milik Arashi yang jaraknya 60 meter dari tempat Keiko berdiri.


'Boom! Krak!'


Dada Susano'o agak retak. Tongkat emas itu mengecil dan terpelanting kembali ke tangan Keiko.


'Stang! Sting!'


Akira dan Sanjozu beradu tebasan pedang. Keduanya sama-sama mempunyai gerakan yang sangat cepat. Sudah ratusan gerakan jutsu pedang mereka peragakan, tapi belum ada tanda-tanda siapa yang terdesak.


"Sial! Meskipun membawa dan mengayunkan pedang sebesar itu. Tapi gerakan Akira sangat cepat, bahkan mampu mematahkan teknik Amanoken milikku," gumam Sanjozu menyeringai kesal, tangannya terus menangkis dan menebas ke arah Akira.


"Kenapa pak tua? Terkejutkah melihat permainan pedang sang dewa samurai?" Akira tersenyum sinis, sambil mematahkan setiap serangan Sanjozu. Kemudian Akira melihat celah dan menendang perut Sanjozu hingga terpental lusinan meter, "Aku akan membuat permainan ini lebih seru. Kiba no jutsu!"


Akira merubah Ryutaiga menjadi dua kodachi berbilah emas. Akira melesat sangat cepat ke arah Sanjozu dengan menghunuskan kedua Ryutaiga.


"Amanoken: Sanzatsu no ryu!"


Sanjozu memutar secara cepat Muramasa dan Masamune, lalu melesat cepat menyambut hunusan pedang Akira.


Mereka berdua kembali beradu, suara dentingan kelima pedang terdengar sangat keras. Percikan api muncul disekitaran tubuh mereka berdua, dan meninggalkan banyak sayatan di permukaan tanah. Gelombang kejutnya menghempaskan dan memotong bebatuan yang berada di lembah gurun iblis bagian kanan.


Keduanya terpundur sejauh 20 meter dan telapak kaki mereka berdua bergesekan dengan permukaan tanah.


'Sraaak!'


"Huff ... huff ... huff ...." Nafas Sanjozu mulai tak beraturan. Chakranya berkurang drastis, dan staminanya mulai menyusut drastis, dadanya juga kembang kempis. "Bedebah, kekuatannya meningkat sangat jauh, bocah jabrig itu! Huff ... huff ... huff ...."


Akira sendiri nafasnya biasa saja dan staminya tetap prima walau meladeni ribuan gerakan tebasan cepat Sanjozu.


Arashi mulai bangkit dan bergerak cepat ke arah Keiko. Susano'onya Arashi hilangkan karena menguras banyak chakranya. Arashi melemparkan beberapa shuriken dan merapal segel tangan lalu menembakan api ke arah 50 shuriken tersebut. "Katon: Hosenka Tsumabeni!" teriaknya.


'Swiiing!'


50 shuriken diselimuti api, bergerak sangat cepat ke arah Keiko. Yamato Keiko rubah bentuknya menjadi tombak emas berbilah ganda.


'Trang! Trang!'


Shuriken-shuriken itu dengan mudahnya Keiko belokan. Tapi sayangnya ada beberapa shuriken terlalu cepat melaju ke arahnya dan menggores kedua bahu Keiko.


"Aakh!" Keiko memekik keras, tapi ia tahan dan tetap fokus membelokan setiap shuriken yang diselimuti api yang dilemparkan oleh Arashi.


Satu nafas kemudian, Arashi tidak membuka kesempatan Keiko untuk menyerang. Setelah serangannya berhasil mengenai Keiko, Arasahi kembali merapal segel tangan, "Katon: Kasai No Ame!" teriaknya.


Kedua tangan Arashi membentuk bola api yang sangat besar lalu ditembakan ke atas Keiko, agar bertubrukan.


'Boom!'


Dari ketinggian 100 meter, bola-bola api yang sangat banyak berjatuhan, menghujani cepat ke tubuh Keiko.


Keiko tak tinggal diam, dan merapal segel tangan, "Meiton: Mei no tate!" Bayangan tubuhnya berubah bentuk menjadi bola berdiameter 3 meter yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Kemudian mengubah Yamato menjadi bola transaparan berwarna emas, dan menyelimuti bagian dalam setelah lapisan bola mei no tate, ukurannya berdiameter 2 meter.


'Duar! Duar! Duar!'


Suara ledakan beruntun terdengar, setelah bola-bola api tanpa hentinya menghantam bola pelindung mei no tate yang menyelimuti tubuh Keiko.


Tidak ada raut panik di wajah Keiko. "Yokto hiringu!" Yamato berbentuk bola bersinar terang dan tubuh Keiko diselimuti aura emas. Luka-luka dan staminanya kembali pulih.


Kepulan asap dan bola bersinar terang menghalangi pandangan Arasahi ke Keiko. Dengan senyum kemenangan Arashi berkata, "Kamu pasti mati dan takan selamat dari jutsuku ini, hahahaha ...." Arashi tertawa jahat karena serangannya terus membordardir bola mei no tate tanpa henti dan membuat Keiko terjebak di dalam.


"Dasar rubah licik. Dia tidak tahu siapa yang dilawan. Jangan harap akan mudah menang dariku." Keiko merapal segel tangan dan tak kira-kira, 3 jutsu ia siap lepaskan, "Meiton: Hosenka no jutsu! Ganchuusou! Kage fuma shuriken no jutsu!"


'Swiing! Duar!'


Bola mei no tate menembakan bola-bola kegelapan seukuran semangka untuk menghalau hujan bola api milik Arashi. Kedua bola tersebut berbenturan, semakin lama semakin hilang bola-bola api milik Arashi.


"Ti-tidak mungkin?! Mana mungkin bisa wanita lemah itu menghalaunya?!" Arashi melebarkan mata, jutsu area andalannya bisa dipatahkan oleh Keiko.


Keiko tidak menyia-nyiakan kesempatan langsung menghentakan tangan ke permukaan tanah. Muncul duri-duri tajam raksasa terbuat dari chakra kegelapan dalam radius 500 meter.


"Aaakh!" Kedua kaki Arashi dan Sanjozu tertusuk duri-duri raksasa tersebut dan memekik keras. Akira sudah menyadari serangan Keiko dan berhasil melompat tinggi.


Saat itu pula bola mei no tate melemparkan ratusan fuma shuriken terbuat dari chakra kegelapan ke arah Arashi dan tertancap tepat di mulut, leher dan tertembus di dadanya.