
"Maaf, Yumiko. Jangan dengarkan muridku yang jabrig itu. Kata-katanya selalu menusuk hati, sesuai rambutnya yang jabrig itu, hehehe," Kata Hiyoshi tertawa ringan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Jangan panggil aku Hiyoshi sama, panggil saja Hiyoshi."
"Ti-tidak a-apa-apa Hiyoshi. Permisi, aku mau membantu nenek dahulu," balas Yumiko dengan menundukan wajah dan pipinya memerah.
"Ah, sial! Benar kata Akira, memang aku lelaki pecundang, oraaa! Gagal lagi, gagal lagi, siaaal!"
Hiyoshi dengan berat hati meninggalkan penginapan nenek Gezo, dan berpamitan dengan nenek Gezo serta Yumiko. Mereka bertiga berjalan perlahan menuju perbatasan desa Konohagakure dan desa Namigakure, Azura juga mengikuti mereka dari belakang.
Hutan perbatasan desa Konohagakure dan desa Namigakure juga terkenal karena banyak binatang buas yang terkontaminasi oleh chakra Enenra. Sehingga jalur kereta Kaminari yang menuju stasiun Namigakure sering dirusak jalurnya. Ini juga yang mengakibatkan Hiyoshi, Akira, Reina dan Azura harus berlari, bukan naik kereta kaminari.
Azura berlari menjaga jarak dari Hiyoshi, Akira, dan Reina mengikuti jalur kereta kaminari, karena itu adalah jalur tercepat menuju Konohagakure. Sudah banyak chunin dan jonin dari pihak Konohagakure serta Namigakure, dikirim ke daerah hutan yang seram yang berpenghuni banyak hewan mutan disebut hutan Oni. Namun tak ada satu pun yang berhasil kembali, bahkan menemukan mayatnya pun tidak ada.
Mereka berempat sampai di wilayah bagian luar hutan Oni yang dilewati oleh jalur kereta Kaminari. Azura yang ketakutan, akhirnya mengejar mereka bertiga, "Sensei tunggu!" panggil Azura yang agak jauh karena mereka bertiga berlari cukup cepat. Tapi mereka bertiga tidak mengetahui jika hutan Oni adalah sarang hewan buas mutan yang cukup banyak.
Akira, Hiyoshi, dan Reina berhenti setelah mendengar panggilan Azura. Hiyoshi menoleh dan melihat Azura berlari terengah-engah ke arahnya, dengan raut muka pucat pasi. "Kamu, Azura? Kenapa mengikuti kami?" Bukankah kamu masih ada urusan di Namigakure?"
"Ti-tidak sensei. Nona Hokage menyuruhku segera pulang, jika tugas di Namigakure sudah selesai. Dan benar nona Hokage memintaku untuk mengikuti ujian chunin khusus enam hari lagi dan sudah di daftarkan Arashi sensei. Aku boleh ikut bersama sensei ke Konohagakure, soalnya aku sangat takut melewati daerah hutan Oni, banyak hewan mutab disini. Jonin dan chunin Konoha serta Nami banyak yang tewas di daerah ini," jelas Azura yang raut wajahnya masih pucat pasi.
"Hahahaha, sungguh menyedihkan! Seorang Uchiha sepertimu yang mempunyai sharingan, ketakutan melawan hewan mutan, hahahaha." Akira tertawa terpingkal-pingkal sampai-sampai memegangi perutnya. "Hewan mutan itu, makananku, lihatlah!"
Groaaar!
Groaaar!
Groaaar!
Tiba-tiba dari dalam semak-semak yang cukup tinggi, muncul kawanan gorila hitam yang meraung keras, sambil berlari ke arah mereka berempat dan memukul-mukul dadanya.
[Ding! Terdeteksi hewan mutan]
[Nama hewan mutan: Kuro Gorira
Level : Tenshi
Elemen : air]
Melihat layar monitor biru di depannya, Akira membulatkan mata. Bagaimana tidak, hewan mutan ternyata ada yang level tenshi, level monster yang sangat tinggi saat ini. "Sensei! Bawa Reina dan Azura pergi menjauh, aku akan menjadi umpan. Biar mereka aku urus sendiri, level mereka berada di level tenshi, kagenin 1 saja belum tentu seimbang melawannya," pinta Akira.
Tanpa pikir panjang Hiyoshi menggigit jempolnya, lalu merapal segel tangan, karena kalau urusan monster Akiralah jaginya. "Kuchiyose no jutsu!" muncul Nagashi dan Kamui dari kepulan asap, "Cepat naik ke punggung mereka!"
Azura dan Hiyoshi naik Kamui, sedangkan Reina naik punggung Nagashi yang suka dengan Reina. "Bos, kau tahu seleraku saja. Ayo nona manis kita berangkat!" Nagashi berlari dahulu ke arah Konohagakure yang jarak tempuhnya masih 150 km lagi.
"Akira, aku harap kamu cepat kembali! Kami akan menunggumu!" teriak Hiyoshi yang sudah mulai bergerak cepat di atas punggung Kamui.
"Tenang saja sensei! Aku pasti akan menyusul kalian!" Akira berteriak dan langsung menendang satu persatu gorila hitam. "Cih, kuat juga mereka."
Bang!
Bang!
Groaaar!
10 gorila hitam tak bergeming di tendang oleh Akira, malah semakin beringas, pupil mata mereka merah, semerah darah dan menyeringai geram. Kawanan gorila mengeroyok Akira dengan menghantamkan pukulan pada Akira.
Boom!
Boom!
Akira dengan sangat mudah menghindari serangan 10 kawanan Gorila. Pukulan mereka hanya mengenai permukaan tanah, dan pepohonan hingga muncul kawah serta tumbang. Akira merapal segel tangan, "Hyoton: Hyogan domu!" Akira menciptakan es dari udara sekitar dan membekukan 10 kawanan gorila hitam, lalu mengeluarkan 200 kertas peledak dan menempelkannya pada mereka semua.
Ciu!
Boom!
Boom!
Kawanan Gorila hitam yang membeku, meledak menjadi serpihan-serpihan es merah. Sebelum meledak Akira sudah menjauh dari mereka, ledakan itu juga meratakan hutan bagian luar seluas 200 meter.
Yoru ungu keluar dari serpihan-serpihan merah totalnya ada 10, lalu diserap oleh Akira menggunakan rinnegan merah di tangan kanannya. "Aku memang pantas dijuluki sang raja pemburu hewan buas atau hewan mutan, hahahaha. Untung saja aku masih punya banyak kertas peledak," kata Akira. "Sensor chakraku merasakan akan ada banyak lagi hewan mutan berlevel tenshi yang akan bergerak ke arahku. Totalnya tidak main-main 1.000. Pantas saja daerah ini banyak membantai jonin dan chunin, tapi tidak bagiku."
[Selamat host mendapatkan 1000 poin pengalaman dari menelan yoru tenshi] x10.
[Selamat host mendapatkan 10.000 poin pengalaman dan dikalikan dua karena menyerap yoru dengan rinnegan merah. Untuk naik ke level jonin 4 dibutuhkan 383.550 poin pengalaman]
[Ding! Terdeteksi hewan mutan]
[Nama hewan mutan: Buru
Level : Tenshi
Elemen : tanah]
[Ding! Terdeteksi hewan mutan]
[Nama hewan mutan: Reddoburu
Level : Tenshi
Elemen : angin]
Kawanan banteng merah muncul dari dalam bagian hutan Oni, berlari cepat ke arah Akira. Semua pepohonan tumbang dilewatinya, banteng merah diselimuti aura angin kencang. Pepohonan dan batu yang dilewatinya langsung terpotong-potong.
"Cukup mengerikan, seram!" Akira melihat pepohonan dan batu langsung tercabik-cabik setelah dilewati oleh banteng merah sedikit bergetar tubuhnya. "Suiton: Hahonryuu!" Akira menautkan tangan dan mengeluarkan air yang sangat banyak ke arah kawanan banteng serta banteng merah.
Swush!
Gerakan mereka agak melambat, karena tanah disektitar kawanan banteng mulai basah, Akira merapal segel tangan lagi. "Suiton: Hahonryuu!"Akira mengeluarkan gelombang air yang cukup besar, untuk menahan laju cepat kawanan banteng. Radius serangan air Akira tak main-main, mampu membenamkan 500 meter pepohonan dan hutan.
Swush!
Tanah di sekitar kawanan banteng sudah ambles dan menjadi lumpur, kawanan banteng mulai terjebak ke dalam lumpur yang dibuat oleh Akira. "Hahaha, pakailah otak kalian, jangan hanya menggunakan otak otot, hahahaha." Akira tertawa terpingkal-pingkal melihat 1000 kawanan banteng terjebak di dalam lumpur dan tak bisa bergerak, semakin mereka bergerak, semakin dalam tubuh mereka tenggelam.