DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 53 - Perdebatan Bagian 2



"Sudahlah tidak perlu," kata Akira. "Begini saja, jika ada yang bisa menahan pukulanku, aku rela ditangkap dan dipenjara, bagaimana?"


"Hahahaha, bocah kau sangat lucu, hahahaha." Semua Jonin dan anbu menertawakan permintaan Akira.


"Kau ini hanya genin, memukul kami yang sudah ditahap jonin dan anbunin bahkan kagenin saja, belum tentu bisa membuat kami terluka, hahahaha," kata Inuzuka Zatsu, jonin elite.


"Apakah kalian takut? Jadi kalian meremehkanku, cih!" Akira menyunggingkan senyumnya. "Belum dicoba sudah merendahkan, apa ini martabat shinobi Konoha? Sungguh membuatku muak, cih!"


"Akira jaga mulutmu!" teriak Hiyoshi yang tak mau ribut dengan para Shinobi Konohagakure. "Ingat, tujuan kita disini untuk hal itu!"


"Aku paham sensei, tapi jika mereka menolak memberikan bantuan. Aku masih punya seribu cara mendapatkan uang dan sumber daya. Ya mudah saja bagiku, pertama jual pil chakra dan pil Hiringu pada Suna, Iwa, atau Kumo. Atau jual senjata buatan paman Shinichi pandai besi nomor satu di lima negara besar pada Suna, Iwa, atau Kumo. Atau ... aku memberitahukan informasi dimana senjata bakuryu berada atau ... menjual segel langit yang dimiliki Otsugakure?" ancam Akira sambil menyeringai licik.


"Hahaha, bocah ini selain lugu juga pintar melawak ya, hahahaha." Lagi-lagi para jonin dan anbu menertawakan Akira, mereka menganggap apa yang dikatakan Akira hanya omong kosong belaka.


Tapi tidak bagi Sarada dan Hanabi, Akira yanga sangat kesal, tubuhnya berkedip dengan shunshin no jutsu. Lalu memukul salah satu jonin elite bertubuh besar dan gendut berotot dari klan Akimici, bernama Akimichi Gyoza.


Cwuszh!


Bam!


Shua!


Duar!


Akimichi Gyoza yang badannya tinggi, besar dan gendut berotot, terpental setelah terkena pukulan kuat Akira hingga menabrak dinding pembatas gedung dan merusakannya.


"Hahaha, itu adalah hal yang pantas kalian terima, hahahaha." Reina tertawa jahat, menertawakan kedunguan para jonin dan anbu Konohagakure. "Jika kalian ingin merasakannya juga, aku siap melayani kalian.


Hiyoshi menepuk jidatnya sendiri, "Sial, dua monster lepas kendali. Mereka berdua malah menyusahkanku, semoga monster ketiga juga tidak membuatku susah juga," gerutu Hiyoshi dengan bergumam.


Semua orang menjatuhkan rahangnya, kecuali Reina dan Hiyoshi, karena sudah paham dengan kekuatan Akira. Tapi tidak bagi mereka yang belum pernah melihatnya. Akimichi Gyoza yang berlevel anbunin 9, mudah sekali ditumbangkan oleh Akira hanya dalam satu pukulan.


Sashiku dan tim investigasi kepolisian konoha keluar dari kamar apartemen, lalu Sashiku berbisik pada Suishu. "Kapten, tidak ada bukti apapun. Atau satu orang pun di dalam kamar bocah itu, alat Z-Kyu juga tidak menunjukan adanya aktifitas chakra di dalam kamar bocah itu. Tapi aku melihatnya dengan mata kepala sendiri bahwa penyusup yang memakai seragam anbu dan topeng bermotif serigala itu masuk lewat jendela kamar bocah itu."


"Tunggu, seragam anbu dan topeng motif serigala?! Bukankah itu seragam milik Sarutobi Suzuku?" lirih Suishu membulatkan mata, dan pikiranya menuju langsung pada Sarutobi Suzuku yang dinyatakan hilang sore hari. "Apa ini hubungannya dengan klan Sarutobi?"


Sarada dan Hanabi menatap lekat Akira tapi tetap diam, setelah Akira mengatakan pil chakra dan gulungan segel langit, serta senjata bakuryu.


"Konohagakure, tidak klan Uchiha masih membutuhkan Akira untuk memperkuat kekuatan klan, agar tragedi di zaman ayah tidak lagi terulang. Karena keegosianku dan tiga klan besar pendukung konoha 100 anak klan Uchiha mati, dan 1 pasang mata dari shinobi jenius klan Uchiha yang telah mati dalam eksperimen itu hilang. Dengan pil chakra Akira yang sangat hebat, bukan tidak mungkin mengaktifkan eternal mangekyou sharingan tanpa harus membutuhkan mata mangekyou sharingan yang lain."


Akira yang sudah menempelkan tanda segel hiraishin no jutsu bermotif bulatan kepala naga pada perut Akimichi Gyoza, tubuhnya berkedip dan muncul di depannya. Lalu merapal segel tangan penyembuhan. "Shosen no jutsu!" Akira menempelkan telapak tangan kanannya pada dada Gyoza untuk menyembuhkan luka dalam Gyoza.


Swuung!


Luka dalam Gyoza sembuh dan dia pun langsung siuman. Gyoza membulatkan mata melihat Akira yang sudah berada di depannya dengan tatapaj mata yang tajam. "Maafkan aku, sungguh aku tidak meremehkanmu. Aku tidak akan mengulanginya lagi, pukulanmu sangat sakit, sampai-sampai pinggangku terasa lepas," lirih Gyoza.


Arashi, Rei, Hanabi, dan Sarada yang tidak pernah berpaling dari Akira membulatkan mata. "Ti-tidak mungkin?!" Itu adalah jutsu nindaime hokage dan disempurnakan yondaime hokage, hiraishin no jutsu?!" gumam mereka berempat serentak.


"Akira!" panggil Sarada berteriak dengan menyeringai geram, mata mangekyou sharingan dengan 8 kelopak bunga kristal aktif. "Apa kau yang mencuri gulungan itu? Darimana kau mempelajari jutsu hiraishin no jutsu dan jutsu regenerasi sel milik godaime hokage?"


Swush!


Tubuh Sarada sudah terselimuti susano'o bentuk maksimal setengah badan dan membawa dua pedang terhunus ke arah Akira.


"Maaf, Hokage hime. Pertanyaan anda sungguh konyol, bagaimana mungkin orang yang baru mencuri gulungan apalah itu? Lalu bisa menguasai jutsu itu sekejap mata tau sekian menit. Bukankah mempelajari satu jutsu saja itu sangat sulit, apalagi jutsu di atas rank A. Ini adalah taijutsu warisan dari nenekku, kata paman Mizukage Chojuro namanya adalah Ryutsuki Kazuya," jelas Akira.


Cwuszh!


Cwuszh!


Cwuszh!


Akira membuktikan pertanyaannya dengan melakukan pertunjukan pergerakan cepat bagai kecepatan tanpa cahaya. Tubuh Akira berkedip ke segala arah dan sangat cepat seperti muncul dimana, bahkan seperti mirip jutsu zanzho bunshin milik Uchiha Shisui. Perbedaanya jika bunshin milik Shisui bisa menyerang karena proyeksi diri Shisui yang sangat cepat dalam bergerak, sedangkan milik Akira tidak.


"Hahahaha ... otak dungumu itu selalu saja kau dahulukan ketimbang rasio akalmu, junior Sarada, hahaha!" Hanabi tertawa jahat. "Apa yang Akira katakan itu benar, mana ada shinobi bisa menguasai jurus dalam hitungan detik atau menit?"


"Hokage hime, mohon hentikan!" teriak Arashi menenangkan Sarada yang sudah marah. "Disini kita untuk mencari penyusup, bukan berdebat atau berkelahi!"


"Ketua, lebih baik kita kembali. Kita akan cari jalur belakang, asal Akira tidak terluka semuanya baik-baik saja. Kita serahkan semuanya pada keputusan Akira," bisik Rei ditelinga kanan Hanabi.


"Baiklah, ayo!" tubuh Hanabi dan Rei berkedip meninggalkan halaman depan apartemen Akira.


"Ternyata Konoha di tangan klan Uchiha malah seperti berbuat seenaknya dan sangat otoriter. Tidak pernah mau mendengarkan dan melihat alat bukti yang diketemukan. Aku menyesal pernah diajari klan Uchiha, cih!" batin Azura.