DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 167 Segel Langit



Tapi itu cukup sulit untuk Akira.


"Jadi ibu mengevolusikan mata byakugannya dengan gulungan segel langit?" pikir Akira dalam batinnya, "Pantas saja di usia muda mampu membangkitkan Tenseigan. Itu yang aku dengar dari nenek Hanabi."


"Jika tak dapat memisahkan dua chakra yin dan yang secara bersamaan serta memfokuskannya pada dua titik secara bersamaan pula, resikonya tubuh Akira sama akan bergejolak dan meledak," jelas Tenshikage Zyushiki. "Segel gulungan langit langkah terakhir kami untuk meningkatkan mata byakugan ke rinnegan atau tenseigan dan memang membutuhkan chakra yang sangat banyak."


"Gluk!" Akira menelan salivanya, karena membayangkan apa yang dinyatakan oleh Tenshikage Zyushiki. Dalam kasus dirinya tentu sangat sulit, tubuhnya memang 17 tahun tapi umurnya masih 5 tahun lebih, ditambah dalam dirinya ada Ryubi atau Enenra. Tentunya pergolakan chakra dalam wadah chakranya akan semakin kuat ketika memulai menggunakan segel gulungan langit.


"Baiklah, aku adalah pion bidak catur yang ketika maju tidak bisa mundur lagi. Aku akan berusaha keras, tolong pinjamkan gulungan segel langit!" Akira bangkit dan membungkuk hormat dengan penuh percaya diri.


"Baiklah, aku akan sedikit membantu tapi semuanya Akira sama harus siap menanggungnya sendiri." Tenshikage bangkit dari duduknya, merapal segel tangan lalu memukul ruang di bagian belakang sebelah kanan tanpa menoleh seperti memukul kaca hingga berbunyi suara 'prang'. "Yomotsu hirasaka!"


Muncul portal hitam di bagian kanan belakang Tenshikage Zyushiki. Lalu tangan kanan Akira dipegang olehnya dan menariknya ke dalam portal hitam.


***


Markas utama organisasi Yon Kingu, Kumogakure.


Setelah kekuatan organisasi Yon Kingu pulih, mereka memulai rencana perebutan patung gedo mazo dan juga penguasaan dunia.


Ujung tombak mereka adalah Sel Kitana yang berhasil mereka buat sedemikian rupa. Kekuatan 4 bijuu dan Sel Kitana merupakan kombinasi yang luar biasa. Mereka mulai menekan pemerintahan lima negara besar dan tentu saja organisasi Eneru atau Senso no Haijo yang harus diam di dalam markas mereka sembari meningkatkan kekuatan mereka.


"Yon Zenpan-teki, bagaimana hasil pencarian patung gedo mazo?" tanya Yoda dengan sorot mata yang tajam. Yoda sudah tak sabar ingin menguliti organisasi Senso no Haijo, karena mereka telah mencuri dan memporak-porandakan markas utama Yon Kingu.


"Maaf, pemimpin!" Wazuki menunduk hormat, "Nampaknya mereka sangat lihai menyembunyikan patu tersebut. Tapi tenang saja, cepat atau lambat kita akan bantai habis mereka untuk balas dendam."


"Aku sudah tak sabar menguliti dan menyiksa mereka sampai mati." Yoda menyeringai geram dan giginya digertakan, mengingat semua kejadian penghancuran markas utamanya.


"Sabarlah pemimpin. Kami sudah menekan pemimpinnya yaitu cucu anda sendiri Ryutsuki Akira. Dia bukan lagi masalah untuk kita, aku sudah mengukur kekuatannya, dia hanya di level kagenin 1 dan kita di level Ryunin 2, hahahaha ...." Wazuki menepuk-nepuk dadanya sambil tertawa jahat.


"Cepat atau lambat mereka akan menyerahkan patung gedo mazo itu. Kita hanya perlu mencari anggota yang lain dan buat mereka babak belur lalu korek informasinya," timpal Umaki menyeringai jahat.


"Dasar cucu durhaka!" Yoda menggebrak meja, kebenciannya semakin dalam dengan Akira karena baru mengetahui jika orang yang menjadi otak pencurian patung gedo mazo dan bersandiwara menyamar menjadi Akihiko adalah Akira.


Yon Zenpan-Teki sangat pandai mencari informasi. Tentu saja anggota inti Senso No Haijo yang rentan disusupi adalah Keiko, Animisa yang paham seluk beluk Keiko memberikan informasi semuanya tentang Keiko pada Yon Zenpan-teki untuk di awasi dan beberapa kali dijebak untuk dikorek informasinya.


Meskipun Keiko adalah anggota baru, keterbukaan semua anggota Senso No Haijo satu sama lain tentang apapun, menjadi petaka sendiri. Tanpa disadari Keiko sudah masuk dalam perangkap Yon Zenpan-teki.


"Baiklah." Umaki, Anbori dan Sanjozu mengibaskan tangannya serentak dengan tersenyum kecut.


Tubuh mereka berempat berkedip dan hilang dari pandangan Yoda, Animisa, Kuiro, dan Raiga.


***


1 bulan kemudian.


Semua anggota Senso no Haijo, berkat Hizuga dan Azura yanh berhasil membuat pil Samsara, Denji, Byakuya, Kishima, Mishima, Shinichi, Keiko, Reina, Shin termasuk Hizuga dan Azura, berhasil naik level sampai level Ryunin 2 yang sedikit lagi naik ke level Ryunin 3.


Hari ini mereka mengikuti rencana Keiko untuk menjebak Yon Zenpan-teki di markas cabang terbaru di Iwagakure. Mereka berlima selama satu bulan tidak berdiam diri menunggu Akira, tapi aktif mengumpulkan kekuatan. Intinya mereka tidak menuruti perintah Akira untuk berdiam diri di markas pusat.


Keiko berpura-pura terjebak dan sudah menyiapkan patung gedo mazo palsu di dalam markas. Ibarat pepatah untuk menipu rubah licik jadilah serigala berbulu domba.


"Hai, Keiko!"Wazuki berteriak memanggil Keiko yang sengaja menunggu mereka, untuk membantu Yon Zenpan-teki merebut patung Gedo Mazo.


"Ya, Wazuki sama." Keiko menyahuti Wazuki dan mendekat ke arahnya, lalu bergelayut manja pada lengan kanannya yang cukup kekar. "Aku sudah membereskan jalur masuk, Umaki sama, Anbor Sama, Sanjozu sama, dan Wazuki sama."


"Bagus, anak baik. Bagaimana kekuatan mereka dan aku sudah memberikan sel Kitana padamu. Mudah bukan menghancurkan mereka." Wazuki menundukan wajah dan menatap lekat Keiko dengan tersenyum puas.


"Tentu, Wazuki sama. Kekuatan sel Kitana memanh hebat, dan sel itu mudah saja dicocokan dengan tubuhku." Keiko tersenyum licik dalam batinnya.


"Dasar bodoh, kalian pikir aku bisa tertipu dengan tipu daya kalian. Terima kasih, berkat contoh Sel Kitana yang kalian berikan. Azura berhasil mengkombinasikan pil Samsara dan mengevouliskannya menjadi pil Sennin, hahahaha ...," imbuhnya dalam batin.


Mereka berlima dengan berjalan santai memasuki markas cabang Senso No Haijo di Iwagakure. Banyak Shinobi ANBU yang sengaja di bunuh oleh anggota inti Senso no Haijo, untuk menyempurnakan sandiwara mereka, tergeletak di setiap sudut penjagaan Senso No Haijo.


"Hmmm ... jadi kalian juga sudah berhasil membujuk pemerintah Iwagakure untuk bergabung." Anbori matanya berkeliling mengamati keadaan markas.


"Ya, begitulah. Ketua kami sangat cakap dalam negosiasi. Tidak ada batu karang yang tak mampu diruntuhkannya. Sekeras-kerasnya Tsuchikage Arakuchi lebih keras lagi burung, eh tekad Eneru sama pffft ...." Keiko tertawa menutup mulutnya.


"Dasar bodoh, setelah ini kau juga akan mati, Keiko," batin Umaki tersenyum licik.


Semua anggota inti, semuanya dalam mode stealth karena dibantu Denji dan bersiap menyambut mereka di ruang utama berisi patung gedo mazo palsu.


"Semuanya bersiap, rubah licik sudah masuk dalam jebakan serigala berbulu domba. Dalam 10 nafas kita akan sampai," kata Keiko melaluli komunikasi telepati.