DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS - 57 Rencana Berhasil



Hambo menulis surat di gulungan dan menaruhnya ada Elang. Gulungan surat itu ditujukan untuk Hyuga Yoda, untuk menemuinya di markas Kuroi Zugoikotsu, tepatnya pesisir pantai Namigakure.


Hambo tidak ingin bertransaksi di mana pun dengan Yoda, apalagi Konohagakure saat ini sedang dalam kondisi keamanan yang super ketat. Ditambah lagi rencana pembunuhan Akira ini, tidak boleh diketahui oleh Hanabi, karen Yoda pasti akan dibunuh jika Hanabi mengetahui rencana ini.


Hyuga Yoda tiba bersama dua jonin elite klan Hyuga, mereka berdua adalah pengawal setia Hyuga Yoda.


"Yoda sama!" Hambo menunduk hormat, lalu menaruh mayat tiruan Akira di lantai. "Aku sudah melakukan sesuai perintahmu. Sekarang aku meminta bayaran 50 juta ryo, karena semua anak buahku tewas termasuk pemimpin organisasi kuroi zugoikotsu, Tenrou."


"Itu tidak masalah. Asal anak itu mati, aku akan memberikan sesuai yang kalian minta." Yoda menepukan tangannya, gulungan berwarna merah muncul di depan Yoda dan memberikannya pada Hambo. "Di dalamnya ada uang 60 juta ryo, aku melebihkannya 10 juta ryo sebagai uang kompensasi atas tewasnya semua anak buahmu."


"Terima kasih." Hambo mengambil gulungan merah itu dan menaruhnya ke dalam bajunya. "Tenang saja, semua orang tidak akan curiga karena aku telah menyusupkan anak buahku untuk menyamar sebagai Akira."


"Mati kau tua bangka, Akira sama akan membalaskan dendamnya padamu. Kematianmu sebagai balas dendam anak buahku dan kapten, karena perintahmu mereka semu mati."


"Rencana yang sangat bagus dan brilian," kata Yoda tersenyum licik pada Hambo. "Terima kasih, pergilah sejauh mungkin dan jangan sampai memerlihatkan batang hidungmu di Konoha!"


"Gulungan itu memang berisi uang 60 juta ryo, tapi setelah kau membuka gulungan itu kamu akan mati, hahahaha. Di dalamnya ada racun laba-laba setan yang bisa membunuh dengan cepat, tanpa bau dan tanpa rasa."


"Baik, Yoda sama!" Hambo menunduk hormat pada Yoda, lalu pergi meninggalkan markas Kuroi Zugoikotsu untuk yang terakhir kalinya menuju toko senjata Yurui di Kirigakure sesuai arahan Akira. Hambo sudah berjanji dalam dirinya untuk bersumpah setia pada Akira, setelah melihat kemampuannya.


Akira juga sudah melihat potensi besar dari Hambo sebagai pembunuh bayaran. Akira ingin membentuk organisasi bawah tanah yang mengendalikan ekonomi, senjata, dan pemerintahan dari balik bayangan.


Faktor perubahan sikap Akira, karena di dunia nyata ia selalu mengalami perundungan dan di dunia shinobi juga sama. Tapi Akira tidak mengetahui jika radiasi Enenra telah menjangkiti semua pemimpin desa dan menjadikannya shinobi yang kejam serta jahat.


***


Di benteng gurun iblis, Sunagakure.


Reina dan Azura sampai pertama kali disana, Akira masih belum juga datang. Mereka berdua sangat khawatir pada Akira, terlebih lagi jika salah satu anggota tim tewas saat perjalanan maka tim akan didiskualifikasi dari ujian.


Cwuszh!


"Hai, hai! Kalian mengkhawatirkanku ya? Tenang saja, aku tak akan mati semudah itu, hehehe." Akira muncul tiba-tiba dengan berteleportasi, lalu tertawa ringan.


"Akira!" Reina dan Azura langsung memeluk Akira, karena sangat mengkhawatirkannya. "Syukurlah, kamu kembali."


Drone kamera yang terbang terus mengawasi gerak-gerik semua peserta termasuk tim 9, pengawas yang melihat mereka bertiga begitu mesra, berpelukan membuat pengawas monitor ujian, bernama Yukimu iri. "Sial, semuda itu sudah mendapatkan dua gadis kecil. Aku akui memang tampan, dan juga sangat berpotensi di masa depan. Padahal aku ini cukup cantik, tapi tak ada satu pun yang mau melirikku, hmph!" gumam Yukimu mengerucutkan bibirnya. "Sepertinya sudah datang."


"Ujian kali ini benar-benar mengerikan, banyak peserta yang tewas. Apalagi setelah masuk ke dalam wilayah gurun iblis, aku yakin hanya segelintir tim yang tersisa dan mengikuti babak selanjutnya," batin Pakui ketua pengawas ujian chunin khusus region Sunagakure.


26 tim yang nafasnya masih terengah-engah mulai berbaris dan menelan perbekalan mereka yaitu pil chakra, efektifitasnya hanya 25% sangat jauh dari pil yang dibuat Akira yaitu 60%.


Hanya anggota tim Akira yang tubuhnya sehat bugar dan penuh tangga, meskipun sudah hampir 3 hari mereka belum makan.


"Selamat pada kalian yang masih bertahan sampai di sini. Satu jam lagi kita akan memulai ujian chunin khusus babak kedua, yaitu memasuki gurun iblis. Ujiannya adalah kumpulkan 100 mayat monster, lalu tukar 100 mayat monster dengan gulungan bumi atau langit yang akan diberikan secara acak di benteng ini."


"Jika sudah mendapatkan gulunga, kalian akan menuju Iwagakure, untuk melakukan ujian akhir. Tugas kalian adalah merebut gulungan dari tim lain, baik dengan membunuh sekalipun. Jika ditangan kalian ada gulungan bumi maka rebutlah gulungan langit atau sebaliknya. Karena kedua gulungan itu adalah syarat mengikuti ujian akhir," jelas Pakui.


"Hahahaha, hanya 100 monster, kenapa tidak 1.000 atau 10.000?" Akira tertawa terbahak-bahak sambil meledek. "Kalau 100 monster 1 menit, tidak 30 detik, tim kami sudah pasti akan menyelesaikannya, hahahaha."


"Jangan sombong kau!" teriak tim dari Kumogakure serentak.


"Aku tidak sombong, bahkan satu detik pun aku bisa membunuhmu." Akira tiba-tiba muncul dibelakang tim Kumogakure dan menghunuskan kunai di leher salah satu ninja Kumogakure. "Bagaimana?"


Wajahnya sangat pucat pasi, ketika ujung bilah kunai terhunus dan sedikit menusuk lehernya. "A-aku percaya, a-aku percaya," kata Zoroi terbata-bata.


"Tenanglah, aku hanya bercanda dan aku suka tantangan," kata Akira menurunkan kunai dari leher Zoroi. "Ketua pengawas bagaimana kalau 1000 monster?"


"Hai bocah jabrig, kau selalu saja membuat masalah!" teriak Hiyoshi dari atas benteng gurun iblis. "Sudah ikuti saja, jangan banyak bicara!"


"Dasar sensei laknat! Kenapa sensei selalu menggangu kesenanganku, siaal!" balas Akira dengan berteriak keras.


"Benar-benar, guru dan murid yang aneh. Apa benar kata-katanya itu, aku jadi tidak percaya," cibir Anzo dari tim Iwa dengan menyipitkan mata.


"Ya, paling juga setelah melihat monster langsung terbirit-birit, hahaha!" ejek Saru dari tim Sunagakure. "Apakah kamu tidak tahu, jika banyak hewan mutan disini?


"Sudah jangan berdebat! Silahkan kalian beristirahat lalu bersiap! 1 jam lagi kalian akan memulai ujian!" teriak Pakui.


26 tim membubarkan diri, dan memasuki pintu gerbang gurun iblis, di dalamnya sudah ada posko untuk berisitirahat dan mengatur perbekalan, mulai dari senjata ninja serta pil chakra.


"Jika kalian masih lelah, beristirahatlah!" seru Akira. "Jika tidak, aku akan membantumu, Azura. Untuk meningkatkan kekuatanmu, aku tahu sharinganmu begitu lama prediksinya tapi tubuhmu belum mampu mengikutinya, bukan?"