DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 187 Dasar Bodoh!



[Selamat host mendapatkan 5.000 poin chakra karena menghabiskan 100.000 poin chakra suiton. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


[Selamat host mendapatkan 5.000 poin chakra karena menghabiskan 100.000 poin chakra katon. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


[Selamat, host berhasil menaikan jutsu katon ke rank A dan dibutuhkan 170.400 poin chakra untuk naik ke rank S]


[Selamat, host berhasil menaikan jutsu suiton ke rank A dan dibutuhkan 170.800 poin chakra untuk naik ke rank S]


"Jangan bermimpi! Kau takan sanggup mengeluarkan biaya sebanyak itu, untuk mengembalikan uang kontrak klan Mashiiro!" bentak Rujaku menyeringai geram dan menekan leher Akira lebih kuat.


Akira merogoh saku baju bagian dalam bajunya, untuk mengeluarkan uang 500.000 ryo yang dimasukan dalam gulungan kecil dan melemparnya ke kepala Asugai.


'Plak!'


"Silahkan saja kalau kalian mau berurusan dengan klan Amenoji. Aku sudah membayar upeti 500.000 ryo pada patriark klan Amenoji." Akira sangat santai menghadapi mereka dan tersenyum licik. "Dan itu biaya pemutusan kontrak klan Mashiiro dengan klan Baroi. Aku kembalikan 500.000 ryo."


'Brak!'


"Sial!" Rujaku memukul roling door klinik Akira, untung saja hanya pukulan pelan dan tak sampai membuat pintu rolling door penyok. "Ayo kita pergi!"


Rujaku melepaskan lengannya dari leher Akira lalu membalikan badan, dan pergi bersama 9 anggota klan Baroi.


"Tunggu!" Akira berteriak membuat 10 anggota klan Baro membalikan badan. Kemudian Akira menyeringai licik, "Aku ada hadiah untuk kalian! Tsukuyomi!"


'Deg!'


Mata mereka tak sengaja menatap rinne sharingan non tomoe di kening Akira. Mereka masuk dalam genjutsu yang tak bisa dilepas, dalam dimensi hitam putih Tsukuyomi.


10 anggota klan Baroi, tubuh mereka diikat terlentang dalam batu altar. Satu orang dikelilingi 10 Akira dan membawa tombak, serta menusukannya secara membabi buta juga bertubi-tubi.


Mereka merasakan penyiksaan yang sangat luar biasa, hingga ingatan mereka hilang dan memang Akira sudah mengaturnya. Mental mereka seperti terjun dari langit ketujuh ke bumi, hancur luluh lantak.


[Selamat host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jutsu Ryuzugan. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


Akira berpura-pura melihat mereka ada yang menyerang, "Tolong! Kenapa dengan tuan-tuan ini? Tolong!" teriak Akira dengan sandiwara raut muka panik.


Salah satu warga berlari ke arah kantor polisi Kumogakure terdekat, Shiina dan Ikku yang mendengar teriakan Akira segera keluar dari dalam ruko.


10 anggota klan Baroi sudah pingsan, "Tuan dokter, ayo bawa ke dalam!" seru Shiina.


"Tunggu, nona Shiina. Biarkan pihak berwenang memeriksanya. Aku takut mereka menuduhku, jika aku membuat pingsan mereka. Karena aku sempat bertengkar dengan mereka karena meminta biaya pembatalan kontrak klan Mashiiro dan klan Baroi," terang Akira masih dengan raut muka panik.


Tak ada yang berani mendekat ke arah 10 shinobi klan Baroi yang sedang pingsan. 5 menit kemudian 10 polisi dan ninja medis datang, untuk memeriksa mereka serta membawanya ke rumah sakit.


Akira, Shiina, Ikku, dan Isio dimintai keterangan di kantor polisi. Tapi percuma saja, jutsu apapun yang dilepaskan dengan Ryuzugan sisa-sisa radiasi, aura, maupun aliran chakra pada tubuh target, tidak dapat dideteksi oleh alat ninja maupun ninjutsu sensor.


Isio bersaksi untuk Akira karena melihat Akira dan 10 shinobi hanya cekcok, serta tidak baku hantam. Dari tubuh mereka pula tidak diketemukan kekerasan fisik.


"Maafkan, aku jika melibatkan nona Shiina, nona Ikku dan tuan Isio. Sebagai permintaan maafku, mari kita makan sepuasnya di kedai tuan Isio." Akira tersenyum hangat.


"Hore ...!" Shiina, Ikku dan Isio bersorak sorai. Rouja yang hadir datang ke kantor pilisi tapi mereka berempat sudah dibebaskan membuatnya lega.


***


Keesokan paginya.


Setelah malam berpesta ria, Akira pagi-pagi sekali ke Namigakure. Tentu saja untuk mengambil ikan yang ditambah pesanannya 1 ton, untung saja Akira sudah memberikan uang 700.000 ryo dan masih tersisa 100.000 ryo untuk melelang ikan.


Penginapan Kuboshiri pagi-pagi sekali sudah ramai sekali. Tentu saja banyak bandar ikan yang menjual ikannya ke Hiyoshi dan Yumiko sang makelar.


Perlahan tapi pasti, ekonomi Namigakure perlahan bangkit. Azura juga sudah tiba di penginapan Kuboshiri sesuai permintaan Akira.


Markas utama sekarang dijaga Hizuga, Denji, Byakuya, Shin, dan Keiko. Mereka juga mulai membangun transaksi dengan Namigakure dan Otsugakure melalui jalur sora. Itu sebutan khusus perdagangan ketiga desa, Otsugakure, Namigakure dan Hoshigakure.


Namigakure penghasil ikan, Otsugakure penghasil pertanian mulai dari sayuran berkhasiat, padi, gandum dan tanaman herbal, serta Hoshigakure penghasil batuan tambang, seperti emas, perak, berlian, giok, saphire, ruby, juga batu logam untuk membuat senjata.


Akira memberikan lagi uang 1.1 juta ryo pada Hiyoshi sebagai acuan modal. Lalu kembali ke Kumogakure membawa 4 gulungan besar yang ia simpan ke inventori sistem bersama Azura.


[Selamat host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jikkukan ninjutsu. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]x2.


Rouja sudah menaruh pesanan Akira seperti biasanya. Kali ini Azura seorang ninja medis ranks S, dengan metode formulasi yang Akira buat sebelumnya, dan dipelajari oleh Azura dengan seksama. Mampu membuat pil yang sama seperti Akira dengan efektifitas 100%.


Kini akira bisa fokus mengobati pasiennya. Lima anak muda dari klan Mashiro juga, Akira pekerjakan untuk membantu Ikku yang semakin banyak peminat toko ikannya.


Dalam 3 hari kepopuleran Akira sebagai dokter ajaib sampai ke seluruh negara petir. Para warga desa diluar Kumogakure pun mulai berbondong-bondong ke klinik Akira. Tentu saja banjir penjualan juga di kios ikan.


Raikage Y, pengganti Raikage Z yang sudah wafat lima tahun lalu pun menjadi penasaran dengan sosok Shinji Tatsuo dan ingin mengundangnyan ke kantor Raikage.


Karena Akira pula, transaksi di Kumogakure meningkat 10.000% dari 3 hari sebelumnya.


Pukul 14.00, klinik Akira dan kios ikan ditutup karena penjualan ikan juga sudah habis. Tapi kali ini tidak ada bonus, beli 1 kg ya dapatnya 1 kg. Karena ikan yang dijual oleh Akira sangat segar dan sangat enak dimasak.


Kali ini Akira berhasil mendapatkan omset total 2.060.000, dari penjualan 1 ton ikan, 1000 pil Hiringu, dan 200 pasien. Untuk bonus 7 karyawannya masing-masing 3.000 ryo.


Akira menyengaja menutup kedua rukonya lebih awal, ingin memberikan hadiah pada klan Amenoji. Tepatnya ingin mencoba masuk ke dalam lingkaran mafia terbesar di Kumogakure melalui tangan klan Amenoji.


Akira berkunjung ke wilayah kediaman klan Amenoji ditemani Azura yang sudah mengganti nama samarannya bernama Kiena Azuru.