DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 26 - Hizuga Sang Bakuryu



"Benar Akira. Kita akan kelola lahan ini, tapi kita butub banyak orang untuk merapikannya. Di tambah lagi, aku kaya sumber daya batu logam disini, kita bisa kaya raya. Tempat ini juga sangat strategis jika menjadi jalur perdagangan, senjataku pasti laku keras, hehehehe." Shinichi sesaat menoleh ke arah Akira dan menyahuti pembicaraan Akira, sambil kedua tangannya terus mengumpulkan batu logam.


"Paman Hizuga mohon maaf, kenapa paman menjadi seorang bandit? Padahal paman sudah ditahap anbunin 9?" tanya Akira menelisik.


"Kamu bisa melihat levelku? Berarti levelmu berada di atasku?" Hizuga malah balik bertanya dengan raut muka bingung, pasalnya hanya shinobi level atas saja yang mampu membaca tingkatan shinobi dibawahnya. Dalam benak Hizuga mengira, Akira yang tubuhnya berubah semakin tinggi secara mendadak, pasti tahapannya diatas anbunin atau kagenin.


"Tidak paman Hizuga. Levelku masih chunin 1, kalau tak percaya tanya saja pada paman Shinichi, dan paman Shinichi juga masih level chunin 1. Aku juga tak paham, tapi setelah tangannya tumbuh lagi levelnya terus naik, sekarang menjadi kagenin 1. Bukan begitu paman Shinichi?" tanya Akira sambil melirik Shinichi yang masih terus mengumpulkan batu logam Gakizo.


"Ya, hehehehe," jawab Shinichi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Itu semua berkat Akira yang telah menumbuhkan tanganku yang putus, gara-gara anbu dibawah pimpinan Karaguchi sialan itu. Aku ingin hancurkan kepalanya itu, bangsat!"


"Pemuda yang sangat hebat, tapi masa levelnya cuma chunin 1, mustahil. Di umurnya masih muda sudah memahami medikal ninjutsu yang sangat hebat, jutsu itu setahuku hanya godaime hokage saja yang bisa," batin Hizuga.


"Ceritanya panjang. Aku dikhianati dan dijebak oleh Nanadaime Raikage, tubuhku dijadikan objek penelitian oleh pemerintah negara petir. Mereka memasukan sel Madara Uchiha dan Sel Hashirama senju pada tubuhku, tujuannya menciptakan wadah bakuryu sebuah senjata untuk melawan klan Otsutsuki, pada perang dunia shinobi kelima."


Hizuga membuka bajunya, nampak dadanya ada 7 mata yang terpejam. 3 mata di dada kiri, 3 mata di dada kanan dan satu mata agak besar di tengah dengan diameter 10 cm. Di punggungnya juga ada wajah madara dan hasirama berdampingan, dikelilingi 9 tato magatama berewarna merah kehitaman.


"Jadi senjata bakuryu itu bukan hanya mitos belaka?!" Shinichi membulatkan mata, karena pernah membaca gulungan sejarah yang disebarkan ke seluruh dunia shinobi, tentang senjata bakuryu yang mampu menghancurkan klan Otsutsuki dalam sekejap.


Senjata bakuryu dibuat dengan dua sel ashura dari hashirama senju dan sel indra dari Uchiha Madara, kemudian dikombinasikan dengan sedikit 9 chakra bijuu, serta wadah sel dari tubuh klan Baroi itu juga disuntikan sel klan Otsutsuki.


Klan Baroi memiliki tubuh spesial yang mampu beradaptasi secara cepat dengan sel DNA lain yang dimasukan ke dalam tubuhnya. Tapi kemampuan tubuh ini juga memperpendek umur mereka, semakin banyak sel DNA lain yang ditanamkan semakin mempercepat umur mereka.


Dari 100 anggota anak-anak klan Baroi yang menjadi kelinci percobaan, hanya Hizuga Baroi yang masih tersisa. Sel senjata bakuryu berhasil diciptakan, namun konsekuensinya Hizuga Baroi hilang ingatan selama perang dunia shinobi kelima. Tubuh Hizuga hanya dijadikan senjata terakhir melawan klan Otsutsuki.


Setelah perang berakhir, keberadaan bakuryu hilang ditelan bumi bersama hilangnya Hizuga yang melakukan jutsu pamungkasnya untuk menutup portal klan Otsutsuki. Hizuga yang ingatannya pulih dan sadar bahwa dirinya adalah bakuryu, memutuskan untuk menjadi bandit demi kelangsungan hidupnya.


Senjata bakuryu yang ada dalam tubuh Hizuga sudah tidak aktif, namun hanya menjadi parasit ditubuhnya. Secara tingkatan shinobi, Hizuga berada di level anbunin 9, tapi wadah chakranya tak lebih dari genin 1.


"Dilihat dari ruam-ruam ungu di sekujur tubuh paman Hizuga, sepertinya ketujuh mata itu menjadi parasit yang menyedot energi kehidupan dan merusak sel-selnya lebih cepat. Disaat seperti ini teknik doujutsuku malah tidak bisa digunakan."


"Paman Hizuga dan paman Shinichi, maukah membantuku berburu? Aku ingin berlatih dan meningkatkan kekuatanku," pinta Akira.


"Tapi tubuhmu masih lemah Akira. Bagaimanapun juga aku ini ninja medis, melihat dari wajahmu saja tubuhmu masih belum fit," jawab Hizuga sambil menggelengkan kepala dan memakai lagi baju seragam Kumogakure yang sudah agak compang-camping.


"Ya, Akira. Aku tak bisa membiarkanmu terluka lebih parah lagi, benar kata Hizuga," timpal Shinichi.


"Aku hanya ingin cepat pulih dan cepat kembali ke Kirigakure. Aku harus menyelesaikan urusan dengan klan Yuki," tegas Akira dengan sorot mata yang tajam, mengingat hal buruk yang diperlakukan klan Yuki padanya. "Bedebah, kalau begitu aku biarkan saja Aina itu mati waktu itu."


Kondisi sudah larut malam, binatang buas yang beraktivitas dimalam hari mulai bergerak. Hutan wilayah bagian selatan Otsugakure mulai bising dan riuh, bahkan terdengar pekikan suara binatang-binatang buas. Shinichi juga sudah menyimpan 1.000 bongkahan besar batu logam Gakizo, didalam gulungan besar miliknya.


Hizuga menggendong Akira dan berlari cepat, perasaan nyaman, aman, dan damai mengghinggapi hati Hizuga setelah menggendong Akira.


Mereka bertiga akhirnya sampai di bagian dalam hutan Kuboshiri. Ratusan babi hutan, kelelawar besar, dan gajah bergading empat dengan mata merah menatap mereka bertiga.


"Ryujin, analisa status para binatang gila itu!"


[Status]


Level : Byako


Elemen : Tanah]


[Nama monster : Inoshishi


Level : Suzaku


Elemen : Angin]


[Nama monster : Gesho


Level : Seiryu


Elemen : Api]


Shinichi mengaktifkan segel kutukan Ryuko yang menjalar ke seluruh tubuhnya yang terselimuti tato garis berwarna kuning dan mengubah kulitnya menjadi kuning. Shinichi langsung melesat cepat, memukul beberapa gajah bergading empat, satu persatu.


Bam!


Bam!


Zrash!


Dua puluh gajah langsung tewas seketika dengan kepala berlubang, terkena pukulan Shinichi, darah menyembur deras keluar dari kepala mereka dan membanjiri muka Shinichi.


"Doton : Doryuheki!" Shinichi merapal segel tangan, lalu menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah. Muncul 4 dinding tanah mengurung 80 gajah besar sekaligus, para babi hutan besar yang berdekatan dengan para gajah besar hampir saja terperangkap, namun berhasil lolos karena kegesitan mereka. 80 gajah bergading empat menubruk-nubrukan gading mereka untuk menghancurkan dinding tanah, tapi tak berhasil.


Shinichi menengok ke arah Hizuga yang menggendong Akira memberi isyarat untuk menyerang bersama. Mereka bertiga merapal segel tangan secara serentak.


"Suiton : Mizukyu no jutsu!"


Shinichi, Akira, dan Hizuga menyemburkan bola air yang sangat besar serentak, untuk menenggelamkan 80 gajah besar yang terjebak di dalam dinding tanah.


Akira merapal segel tangan, "Raiton : Chidori nagashi!" telapak tangan Akira melepaskan aliran petir yang sangat kuat, menyambar 80 gajah besar yang tenggelam di dalam dinding tanah, dan meledakan 80 gajah bergading empat itu hingga membuatnya gosong.


Zrrrt!


Jdash!


Jdash!


Duar!