DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 44 - Seperti Wajahnya



Hiyoshi, Azura, dan Reina sampai di pintu gerbang utama Konohagakure dengan berjalan kaki. Azura langsung masuk ke dalam desa, sedangkan Hiyoshi memberikan surat jalan pada kedua penjaga gerbang sambil menunggu Akira. Meskipun belum pernah ke konohagakure, Akira dengan mudah menemukannya dan bisa menyusul Hiyoshi lima menit kemudian.


"Sensei! Aku datang!" Akira melambaikan tangan dan berlari ke arah Hiyoshi yang sedang berbicara dengan salah satu jonin yang menjaga gerbang. "Woah! Konoha lebih ramai dari Kiri ya!"


"Maaf, Hiyoshi sama. Izinkan aku mengantarmu untuk bertemu nona hokage!" kata Suitetsu, salah satu jonin penjaga gerbang Konohagakure. "Mari!"


"Ayo, Akira! Reina!" Hiyoshi melambaikan ke depan, lalu berjalan di belakang Suitetsu yang berjalan ke arah kantor hokage. "Kurang lebih satu bulan, kita akan berada di Konoha. 6 hari yang tersisa, maksimalkan untuk berlatih sebelum ujiam chunin khusus datang."


"Baik, sensei! Kami tidak akan mengecewakan sensei!" balas serentak Akira dan Reina berapi-api.


[Ding]


[Misi khusus : Curi gulungan hiraishin no jutsu dan gulungan fuinjutsu Konohagakure, lalu pelajari.


Hadiah : 1.000.000 poin pengalaman, 1 kotak emas, dan 100.000 ryo.


Batas waktu : 7 hari


Hukuman : Tertangkap dan dipenjara di Konohagakure]


[Selamat menjalankan misi, semoga host berhasil]


"Ada misi khusus rupanya, dan misinya tidak tanggung-tanggung mencuri gulungan jutsu hiraishin, menarik. Dengan jutsu itu, aku bisa menjadi lebih kuat dan tak tertandingi, hahahaha."


Semua warga yang lalu lalang, menatap heran Hiyoshi, Akira, dan Reina. Karena tiba-tiba ada shinobi Kirigakure di Konoha, terlebih lagi Akira sangat mirip Ryuki dan Ryuna sekilas. Hyuga Rei yang tak sengaja sedang berkumpul di restoran Yamabuki, melihat Akira dan menatap lekat padanya. Hyuga Rei langsung bergegas menuju kediaman wilayah klan Hyuga, untuk memberitahukan pada Hanabi.


Akira sangat terkesan dengan kemewahan dan kemegahan bangunan Konoha, "Sensei, kalau aku berbisnis disini, aku pasti kaya raya, hahaha. Tapi sayang, aku hanya seorang shinobi, hehehe. Apa aku sewa toko saja disini ya sensei, atau beli rumah?" pinta Akira.


"Hiyoshi sama, muridmu sungguh sangat bersemangat ya. Bukan saja tampan tapi sudah memikirkan masa depan, hehehe," kata Suitetsu memuji Akira. "Tapi nak. Properti di Konoha cukup mahal, sewa pertahunnya bisa sampai 1 juta ryo. Itu pun yang sederhana."


"Akira, kamu ini shinobi yang selalu terkait dengan desa. Apa gunanya memiliki properti di desa lain? Kan sering ditinggal?" tanya Hiyoshi, membuat pudar semangat Akira.


"Ya juga sih, tapi ...." Akira berjalan sambil menopang dagunya. "Oh ya, bukankah aku bisa membelikannya untuk paman Shinichi dan Hizuga yang berbisnis senjata. Mungkin aku bisa membuat bisnis pil disini, dan paman Hizuga yang menjaganya, daripada dia kambuh lagi jadi bandit?"


"Sensei, apa sensei tak ingat? Jika kita hanya mengandalkan uang dari misi, bisa membuat kita sengsara dan menderita. Lihat saja Akira masih umur 5 tahun saja sudah berapa kali misi rank S yang berhasil diselesaikan hasilnya nihil. Kalau saja tidak berbisnis dengan paman Shinichi, mana mampu dia mengeluarkan aku dan paman Hizuga dari penjara?" tegas Reina.


"kamu benar Reina. Padahal aku sendiri seorang jonin elite, tapi ya rumah saja aku tak punya, hahaha." Hiyoshi menggaruk kepalanya yanh tidak gatal. "Mungkin aku akan menerima cara Akira yaitu berbisnis, tanpa meninggalkan misi sebagai shinobi."


"Misi rank S, semuda ini?!" Suitetsu membulatkan matanya, seolah tak percaya dengan pernyataan Reina, anak sekecil itu mampu menyelesaikan misi rank S. Padahal seorang genin hanya berhak melaksanakan misi rank D atau C. "Ah, sudahlah aku bingung. Kita sampai di gedung kantor hokage, mari masuk!"


Suitetsu menghantarkan mereka bertiga ke lantai 3 dimana ruangan Kyudaime Hokage berada. Suitetsu mengetuk pintu ruangan kantor hokage, "Permisi nona hokage, ada Hiyoshi sama dari Kirigakure ingin bertemu!" teriak Suitetsu dari luar pintu.


Sarada yang sedang berbicara dengan Mitsuki, Arashi, Boruto serta Azura tiba-tiba menghentikan pembicaraannya. "Ya, silahkan masuk!" sahut Sarada.


Suitetsu dan membukakan pintu, lalu masuk bersama mereka bertiga, serta menunduk hormat pada Sarada. Kemudian Suitetsu izin pamit, "Maaf nona hokage, kami menggangu waktu anda." Hiyoshi menunduk hormat lalu berjalan ke arah meja Sarada dan memberikan dua gulungan yang satu berwarna merah dan satu biru. "Itu permintaan dari Kagura sama, nona hokage."


Sarada membuka gulungan merah dan membacanya, "Sungguh memperihatinkan! Klan Yuki benar-benar bedebah. Untung saja semua klan Yuki berhasil ditangani dan dimusnahkan. Untuk masalah ini, Konoha siap membantu, bagaimana pun juga Kirigakure adalah bagian dari aliansi shinobi dan sekutu dekat. Tapi jalur distribusi tercepat untuk kesana tersendat, karena adanya hewan mutan yang mengganggu jalur rel kaminari. Jika kondisi semua jalur ke Kirigakure terisolasi hanya itu, satu-satunya harapan," kata Sarada menyeringai geram.


"Kenapa aku melihat anak itu, seperti melihat Ryuki, putraku? Wajahnya sangat persis dan mirip apalagi rambut dan hidungnya. Kemana engkau nak?"


"Maaf hokage hime. Di perjalanan kemari, aku sendiri sudah membereskan semua hewan mutan yang berlevel tenshi. Namun jalur rel kereta kaminari hancur, karena jutsu yang aku lepaskan terlalu besar. Kira-kira rel yang sebelumnya rusak oleh hewan mutan dan jutsuku panjangnya 2 km," jelas Akira menunduk hormat.


Semua orang yang mendengarnya membulatkan mata dan menjatuhkan rahangnya. Bagaimana tidak, jutsu yang bisa memberikan kerusakan area yang cukup luas, dan itu dilakukan oleh anak kecil berumur lima tahun. Tentu saja itu sangat mustahil bagi mereka, setidaknya jutsu kerusakan area hanya bisa dilakukan oleh shinobi berlevel jinchurikinin 5.


"Jika hokage hime tak percaya, bisa mengeceknya langsung," imbuh Akira.


"Anak ini chakranya sangat besar, dan di dalam tubuhnya ada chakra yang begitu sangat mengerikan, tapi bukan bijuu," batin Boruto melihat melalui doujutsu jougan. "Tapi mukanya mirip Ryuki, benar-benar sangat mirip. Apakah anak ini, anak Ryuki?"


"Maaf, nama kamu siapa?" tanya Boruto penasaran dengan Akira.


"Aku Ryutsuki Akira, paman, dan ini Akiara Reina," jawab Akira menunduk hormat pada Boruto.


"Ternyata bukan, dia bukan cucuku. Jika cucuku seharusnya Hyuga Akira atau Uchiha Akira. Ah, sudahlah tidak boleh membawa masalah pribadi, keluarga atau klan pada khalayak umum."


Sarada membuka gulungan satunya lagi dan membaca isinya. "Baik, aku mengerti dan paham jika Kirigakure ingin menarik Azura ke tim genin Hiyoshi sama. Tapi kami meminta kompensasi 1.5 juta ryo, apa Mizukage Kagura siap memberikannya?" pinta Sarada. "Bagaimana pun juga Konohagakure sudah merawat dan menyembuhkan Azura, kami hanya ingin hak kami saja."