
Akira dan Denji menapaki jalan yang dipenuhi banyak restoran, cafe, dan juga perjudian. Orochimaru menyulap Otogakure menjadi Las Vegas versi dunia shinobi, selain tempat penelitian terbesar di dunia shinobi. Setelah perang dunia shinobi kelima dan Otogakure mendapatkan imbas yang cukup besar, Orochimaru melakukan revolusi besar-besaran pada Otogakure. Salah satunya adalah wisata enak-enak, restoran daging siluman, pertandingan arena bawah tanah untuk semua shinobi dan juga kasino yang penuh dengan gemerlap.
"Woaaah! Sangat ramai ya disini, Denji?" Mata Akira berkeliling menatap dengan berdecak kagum, belum pernah ia melihat pusat desa atau kota seramai dan seriuh ini. "Lalu dimana arena bawah tanahnya?"
"Disana!" Denji menunjuk ke arah selatan yaitu restoran dan rumah enak-enak bernama Sukiyaki. Di bagian bawah tanahnya terdapat arena bawah tanah.
"Kenapa di tempat seperti itu?" Akira menepuk jidatnya sendiri, karena melihat banyak wanita memakai kimono dengan belahan paha dan belahan dada yang terlalu terbuka. "Ah, sial! Membuat tongkat dewa nagaku berdiri saja."
"Akira sama jika anda suka pilih saja. Biar aku yang membayarnya, hehehe ...." Denji terkekeh mengejek Akira yang memberi pernyataan yang menurutnya lucu. Semua anggota Senso no Haijo sudah mengetahui hubungan Akira dan Reina yang sering melakukan mantap-mantap. Bagi mereka Akira pantas mendapatkan wanita secantik Reina yang nilainya 99. "Tenang saja, aku takan melaporkan pada Reina, hehehe ...."
"Maaf, levelku selangit. Wanita seperti mereka sangat jauh dibandingkan dengan Reina bagai surga dan bumi, hmph!" Akira menggembungkan pipinya lalu membuang muka.
Banyak wanita enak-enak menatap Akira dan Denji penuh nafsu minat. Mereka berdua rela jika harus mantap-mantap dengan Akira dan Denji tanpa harus dibayar, asal mereka bisa menikmati laki-laki yang tegap, sangat tampan, dan kekar seperti mereka berdua tersebut.
Akira berjalan perlahan melewati pintu utama rumah makan Sukiyaki dengan tersenyum datar dan tatapan mata dingin, agar mereka tak mendekatinya. Sedangkan Denji menutup muka tampannya dengan topeng cyborg Sora Kiba.
Akira mengeluarkan sedikit aura membunuhnya, agar para wanita enak-enak itu tidak mendekat padanya dan juga tidak lagi menatapnya penuh minat nafsu ingin enak-enak.
"Laki-laki yang sangat mengerikan, meskipun sangat tampan."
"Nafasku sesak setelah ia melewatiku dan tubuhku agak ngeri merasakannya."
"Kenapa tubuh serasa tak bisa digerakan? Rasanya lemas dan bergetar?"
"........."
Sontak semua membatin, tanpa bisa keluar sepatah kata pun dari mulut mereka setelah aura membunuh Akira mendominasi ruangan yang ia lewati. Semua wanita enak-enak yang semula mendekatinya dengan tatapan penuh minat nafsu, langsung mundur teratur.
Denji dan Akira sampai di depan sebuah pintu yang dijaga oleh pria berbadan besar serta kekar. Denji memberikan sebuah kartu yang hanya dimiliki oleh pejabat tinggi Otogakure. Denji mendapatkan hak istimewa tersebut karena ia merupaka murid utama Orochimaru.
"Selamat Denji sama! Selamat menikmati pertunjukannya!" Penjaga bertubuh kekar menunduk hormat lalu menempelkan kartu yang diberikan Akira pada mesin pemindai di belakang tubuhnya. Pintu lift terbuka dan penjaga itu memberikan lagi kartu tersebut pada Denji kembali dengan tersenyum ramah.
Akira dan Denji masuk ke dalam lift dan pintu lift tertutup, otomatis langsung turun ke arena bawah tanah.
"Haaaaaa ....!" Suara riuh ramai terdengar dari balik pintu lift, para penonton yang sedang menonton pertandingan antar shinobi.
"Ayo-ayo! Siapa yang mau mendaftar menjadi kontestan pertarungan arena bawah tanah ini! Untuk membuktikan siapa yang berhak menyandang gelar raja shinobi bawah tanah!" Ozu pembawa acara pertarungan bawah tanah dengan memegang mikroponnya berkata dengan nada berapi-api.
Acara arena pertarungan bawah tanah baru saja dimulai, tanpa basa-basi Akira berjalan perlahan meninggalkan Denji, menuju tempat pendaftaran di bawah arena yang dijaga wanita memakai bando kelinci putih, memakai stoking putih dan berpakaian bikini putih, dengan belahan dada terlihat menyembul keluar, serta kedua paha yang hanya tertutupi stoking.
"Oni chan! Aku mau mendaftar," kata Akira tersenyum tipis pada wanita seksi tersebut. Denji berjalan ke arah ruangan Orochimaru, ruangan paling atas menapaki tangga dan masuk ke dalamnya. Orochimaru duduk di atas singgasananya menghadap arena yang hanya dibatasi penyekat terbuat kaca.
"Denji kau sudah pulang?" Orochimaru berkata tanpa menoleh ke arah Denji yang sudah berdiri di belakangnya. "Jangan terlalu banyak keluar dari Otogakure, aku membutuhkanmu untuk mengurus banyak persoalan di Otogakure."
"Ma-maaf sensei. Aku ada beberapa urusan." Denji menunduk hormat pada Orochimaru dengan rasa yang penuh dengan kebimbangan, disatu sisi harus menuruti Orochimaru dan disatu sisi harus menuruti Akira. "Ada seseorang yang ingin bertemu dengan sensei? Apa sensei bersedia menemuinya?"
"Untuk apa? Kalau tidak ada hal menarik, aku kurang suka menemui siapapun." Orochimaru melirik pada Denji yang sudah berada di sampingnya dengan tatapan sinis.
"Menarik atau tidak, menurutku relatif sensei. Tapi jika berbicara tentang dia, aku yakin sensei akan tertarik padanya. Orangnya sedang mengikuti pertandingan arena bawah tanah, disana!" Denji menunjuk Akira yang mulai menaiki tangga arena.
Akira memakai jaket merah dengan garis lengan ke bahu berwarna putih dalam keadaan terbuka, kaos berwarna hitam dengan lambang klan Ryutsuki bermorif bulatab kepala naga berwarna merah di tengah dada dan celana merah dengan garis samping berwarna putih, tanpa memakai ikat kepala Kirigakure karena sudah pensiun dini.
Lawannya shinobi level anbunin satu membawa pedang chokuto seperti milik Uchiha Sasuke yaitu pedang kusanagi tapi berwarna merah, namanya Anubri Kirisaki.
"Baiklah! Pertandingan ini adalah pertandingan last man standing. Siapa yang berdiri paling akhir melawan 100 shinobi dinyatakan sebagai raja shinobi bawah tanah!" teriak Ozu melalui mikroponnya dengan berapi-api. "Pertandingan dimulai!"
Secepat kilat Kirisaki menarik pedang dari sarung yang berada di punggungnya. Kirisaki sudah hilang dari tempatnya berdiri, dan sudah berada di belakang Akira mengayunkan bilah pedangnya ke kepala Akira. Tanpa menoleh Akira menggeser tubuhnya ke arah kanan, tebasan pedang Kirisaki hanya mengenai ruang udara di samping kiri Akira, dengan tangan kirinya bilah pedang itu disentilnya.
Sentilan Akira mendorong tubuh Kirisaki ke samping, terpundur hingga mencapai pembatas arena.
"Shinobi yang kuat, aku rasa dia adalah kuda hitam yang patut diperhitungkan."
"Hanya sentilan saja mampu mendorong tubuh lawannya sampai ke pembatas arena yang berjarak 20 meter?! Benar-benar gila!"
"Kalau aku yang melawannya sudah pasti menyerah dan tak mau menanggung malu lebih banyak lagi."
"........"
Sontak semua penonton membulatkan matanya, melihat kehebatan Akira hanya dengan sentilan jari, Kirisaki terdorong jauh. Orochimaru yang sedang duduk di singgasanya menaikan alisnya dan tersenyum tipis penuh minat.