
Akira sudah mendengar semua penjelasan Keiko, Shinichi, Azura, dan Reina. Akira berlari sangat cepat ke arah ruang perawatan.
Begitu masuk, Akira sedikit menitikan air mata, lalu mendekati Hizuga yang paling kritis saat ini. "Maafkan aku paman. Karena keegoisanku kalian terluka," gumam Akira. Kemudian melanjutkan menempelkan kedua tangannya pada Hizuga, "Shousen no jutsu!"
Tubuh Hizuga diselimuti aura chakra berwarna hijau terang, luka dalam, luka luar, luka tebasan dan luka bekas ledakan perlahan menutup rapat.
Dengan persepsi pandangan tenseigan, Akira melihat semua sel-sel di dalam tubuh Hizuga meregenerasi dengan cepat, bahkan menetralkan chakra yin di dalam tubuhnya.
Hizuga tertidur pulas dengan mendengkur sangat keras. "Syukurlah, Akira sama anda selalu bisa diandalkan, haaah!" Azura yang baru masuk dengan berlari cepat mengikuti Akira menghela nafas panjang.
Akira tersenyum puas. Walaupun medikal ninjutsu rank E, tapi efektifitas penyembuhannya 100% dan sangat cepat. Hanya dalam 1 menit semua luka Hizuga sembuh total dan berhasil keluar dari masa kritisnya.
"Sekarang giliranmu, Denji!" Akira menunjuk Denji yang masih dalam keadaan kritis, kedua lengannya hampir putus, tapi tulang sikunya masih menyambung erat dan dalam keadaan koma. Kedua telapak tangan Akira, ia tempelkan pada dada Denji, "Shousen no jutsu!"
"Akira sama, itukah anda?!" Mishima terkejut mendengar suara Akira. Tapi bagian matanya masih ditutup perban karena baru saja transplantasi mata akaryugan milik Kishima. "Akira sama, tolong percepat penyembuhan mataku. Aku ingin segera membalas dendam kematian Kishima pada bedebah itu!"
Akira mendengar teriakan Mishima yang menyeringai geram, suaranya parau dan penuh dengan kebencian. "Pasti paman Mishima, tunggulah! Aku sedang mengobati semua rekan kita. Semuanya dalam keadaan kritis," kata Akira mencoba menenangkan Mishima.
Mishima terdiam, lalu merebahkan kembali badannya, dan bersedia menunggu. Mishima mengerti keselamatan rekannya saat ini lebih penting.
Dalam sekejap mata luka diseluruh tubuh Denji dan kedua lengannya yang hampir putus menyambung sempurna. Namun Denji masih dalam keadaan koma saat ini. Tapi Denji berhasil melewati masa kritisnya.
Keiko yang baru masuk, langsung memeluk Hizuga. Dari raut wajah Akira, sama sekali ia tak lelah setelah menyalurkan chakranya yang sangat banyak pada Denji dan Hizuga.
"Terima kasih Akira sama. Anda memang selalu penjadi harapan kami." Keiko melepas pelukannya pada Hizuga dan menyeka air matanya.
"Maafkan aku." Akira membungkuk hormat, "Akibat aku mengevolusikan sharingan ke rinnegan dan byakugan ke tenseigan. Aku kehilangan semua jutsu dan harus memulainya dari awal. Hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini."
"A-akira sama. Tolong aku, guhak," lirih Byakuya memuntahkan seteguk darah, karena tiba-tiba ia bangun setelah mendengar suara Akira. Raut wajahnya pucat pasi dan memegangi dadanya, seluruh tubuhnya penuh luka sayatan, itu terlihat dari banyak perban yang tertempel pada hampir seluruh bagian tubuhnya.
Akira mengembalikan posisi tubuhnya, dan berjalan cepat ke arah ranjang Byakuya. "Shousen no jutsu!" Kedua tangannya ditempelka ke dada Byakuya, tubuhnya langsung diselimuti aura hijau terang.
"Aneh sekali, Akira sama ini. Padahal chakranya sudah banyak ia salurkan pada Denji senpai dan paman Hizuga. Tapi tidak ada rasa lelah di raut wajahnya, bahkan aliran nafasnya sangat normal dan terkesan detak jantungnya sangat pelan, hanya 60 detakan/menit."
Azura bergumam dan terus menatap lekat Akira dengan mata sharingannya. Tentu saja dengan kombinasi chakra senjutsu yang terus-menerus mengisi ruang di wadah chakra Akira dan chakra Enenra. Akira sudah melebihi dewa shinobi itu sendiri.
"Terima kasih, Akira sama." Byakuya pulih dan sumringah kembali, dengan segenap hatinya ia menunduk hormat karena Akira sudah beberapa kali menyelamatkan nyawanya bahkan tanpa pamrih sama sekali.
"Jangan sungkan, saudaraku." Akira tersenyum puas dan mengelus pelan kepala bagian depan Byakuya.
Azura dibantu Reina dan Keiko sudah 7 hari 7 malam, merawat mereka berlima. Shinichi yang membantu mengumpulkan tanaman obat dari wilayah Hoshigakure, dan tentu saja Azura yang meracik obatnya.
Setelah Senso No Haijo tak mempunyai ruang dan tempat di dunia shinobi. Mereka sangat kesulitan, uangnya menipis, tidak ada pemasukan, bahkan tidak diperbolehkan bertransaksi. Jika kedapatan ada shinobi atau desa yang bertransaksi dengan mereka, langsung dihukum mati.
Itu terjadi pada klan Daikonji, klan Masamune, dan klan Senju. Mereka dipenjara seumur hidup, dan patriark mereka di hukum mati.
Tentu saja memicu kemarahan Azura, Hizuga, Shin, dan Byakuya. Tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka harus menyelamatkan ribuan nyawa dari ketiga klan.
"Kalian semua beristirahatlah. Aku akan keluar markas mencari informasi dan juga makanan. Tentunya memindahkan markas kita ke Otsugakure," tegas Akira menyeringai tajam.
"Akira sama, tolong selamatkan Namigakure. 7 hari lagi Kyu Zenpan-teki akan menyerang kembali." Mishima menunduk hormat, sambil perban matanya dibuka oleh Azura.
[Selamat, host mendapatkan 100 poin karena menggunakan salah satu jutsu medikal ninjutsu]x5
Akira menaruh 6 gulungan, 1 gulungan berisi 700 kertas peledak, 1 gulungan berisi 1000 shuriken, 1 gulungan berisi 1000 kunai, 1 gulungan sedang berisi 5.000 pil chakra, 1 gulungan berisi 900 pil shinka, dan 1 gulungan berisi 699 wortel kyuryu, serta uang 7 juta ryo.
"Itu adalah bekal untuk kalian. Keluarlah ke Hoshigakure. Tapi ingat jangan sampai ketahuan!" titah Akira.
"Terima kasih Akira sama!" Semua anggota inti Senso No Haijo yang sudah sadar menunduk hormat pada Akira.
"Aku harus menaikan level tomoe ketiga mataku. Saat ini aku tak bisa menggunakan Yomotsu Hirasaka lagi," batin Akira menyeringai kesal. "Lagipula perjalanan ke Namigakure cukup jauh, aku harus berlari cepat dan melatih semua jutsuku dalam perjalanan."
Akira menaruh Ryutaiga dipinggang belakangnya, memakai jaket hitam organisasi Senso No Haijo dan tanpa menggunakan topeng lagi.
Kali ini Akira ingin menunjukan bahwa sudah tidak takut lagi menghadapi apapun dan siapapun.
Akira melompati dinding jurang lembah iblis, menuju bagian atas yaitu perbatasan Hoshigakure. Persepsi pandangan tenseigan memperlihatkan, 100 shinobi sedang bergerak ke arah Hoshigakure di pimpin Sanjozu.
Tentu saja mereka ingin merebut wilayah Hoshigakure yang diduduki oleh Senso No Haijo dan Hoshikage yang membangkang serta tidak mau tunduk pada Yon Kingu.
Akira sampai di bagian atas jurang lembah iblis, lalu mengelus bagian depan rambut merahnya dan menyapunya ke belakang, tatapanya sangat tajam tapi bibirnya tersenyumj ahat.
"Waktunya menguji kemampuanku lagi dan meningkatkannya. Ryuton: Tenseigan chakra modo!"
Akira menautkan tangan, tubuhnya berubah menjadi merah kehitaman karena menggunakan salah satu jutsu tenseigan dan bercampur dengan chakra Enenra.
Tenseigan, chakra senjutsu dan chakra Enenra sudah bisa Akira satukan, makanya auranya berbeda dengan Toneri Otsutsuki yang berwarna hijau ketika menggunakan jutsu tenseigan ini.