
"Hai! Pertandingan ini dilarang membunuh!" teriak salah satu penonton yang bangkit dari duduknya.
"Maaf, Xion! Anda didiskualifikasi!" teriak Ozu sebagai pemandu acara dengan menyeringai tajam.
"Oh, maaf. Baiklah, jika tak boleh membunuh, hehehe." Akira tertawa jahat, bilah Ryutaiga ia taruh ke pundak kanannya dan sangat santai, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. "Pertandingan ini sungguh payah, katanya arena bawah tanah. Seharusnya bolehlah membunuh lawannya. Apa perlu aku memberikan taruhan 10 juta ryo pada orang yang bisa melukai kulit mulusku ini?" sambungnya mengeluarkan gulungan berisi uang 10 juta ryo.
"Jangan macam-macam disini! Tempat ini milik Orochimaru sama! Apakah kamu tidak takut dengannya, hah?!" Salah satu pengawal pribadi Orochimaru bernama Ozaru mengaktifkan segel kutukan Chi no juin: Jotai Ni. Tubuhnya berwarna abu-abu kemerahan, dengan banyak tulang runcing panjang berwarna hitam di punggungnya, rambutnya juga berubah menjadi seperti tulang di punggungnya, tulang runcing itu juga tumbuh di lengan, paha dan betis bagian belakang. Sklera matanya berwarna hitam dengan pupil kuning, tatapannya sangat tajam.
Tubuh Ozaru hilang dari tempatnya berdiri dan melesat cepat ke arah Akira. Kukunya yang sudah memanjang tajam, Ozaru ayunkan secara vertikal ke arah punggung Akira. Tanpa melihat sama sekali Akira menangkis cakaran Ozaru dengan menggerakan bilah katanya ke kanan dan ke kiri melewati pundaknya.
"Stang ...!" bilah Ryutaiga beradu dengan kuku tajam, dentingan suara kedua benda keras beradu begitu memekakan telinga.
"Aaaargh ...!" Ozaru meraung keras, tempo gerakannya ia percepat. Tapi tetap saja Akira tanpa menoleh ke belakang mampu menangkis semua cakaran Ozaru.
"Buk ...!" Akira memukul perut Ozaru tanpa menoleh ke belakang dengan gagang Ryutaiga, hingga membuat Ozaru terpundur 20 meter.
"Sraaak ...!" Kedua telapak kaki Ozaru bergesekan dengan permukaan arena, kepulan asap dan debu menghalangi pandangan.
"Jleb ...!" Akira sudah berada di belakang Ozaru menusukan jutsu raikoha tepat di punggung bagian jantung, hingga menembusnya. "Guhak!" Ozaru memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, "Bagaimana bisa kamu ti-tiba berada di belakang-belakangku?"
"Bruk ...!" Akira melepaskan tangan kanannya yang penuh cairan merah dan menyarungkan Ryutaiga lalu menyimpannya ke inventori sistem. "Kamu tak pantas mati dengan bilah Ryutaiga ini. Kamu itu hanyalah sampah," kata Akira tersenyum puas lalu menendang tubuh Ozaru hingga terpental menabrak dinding tribun penonton.
"Boom ...!" Suara ledakan menggema di arena bawah tanah setelah Ozaru menabrak dinding tribun penonton, kawah retakan tercetak jelas di balik tubuh Ozaru.
Tubuh Orochimaru hilang dari pandangan dan sudah tiba di arena dengan raut muka menyeringai geram. "Mandara no jin!" Orochimaru merapal segel tangan, lalu merangkak dan dari dalam mulutnya keluar ribuan ular merayap cepat ke arah Akira. Dari dalam mulut ular-ular tersebut keluar ujung pedang, siap menusuk Akira.
Denji raut wajahnya sangat bingung, dalam sekejap mata, tubuhnya sudah berubah menjadi bentuk Shinka no juin: Gotai Ni. Tubuhnya berwarna putih pucat, memiliki 4 sayap iblis berwarna hitam di sebelah kiri dan 4 sayap malaikat berwarna putih di sebelah kanan, rambutnya berwarna ungu memanjang runcing sampai pinggang, dengan, sklera matanya berwarna merah dengan pupil mata berbentuk garis vertikal elips berwarna hitam. Topeng Sora Kiba berwarna merah dengan garis biru di sisi kanan dan kiri pada muka topeng menutupi wajahnya.
"Prang ...!" Denji terbang melesat cepat, menabrak kaca pembatas di ruangan khusus milik Orochimaru. Lalu berhenti tepat di depan ribuan ular yang siap menyerang Akira dengan pedang saber chakra berwarna ungu terhunus. "Orochimaru sensei! Mohon hentikan!" teriaknya.
Akira menutup mata byakugan dan memfokuskan mata sharingan dengan membelalak lebar, 7 tomoenya bersinar terang lalu hilang perlahan satu persatu. "Amaterasu!" Akira mengarahkan tatapannya pada Ribuan ular hitam tersebut. lalu terbakar api hitam dan mengubahnya menjadi debu.
"Aku sudah mengumpulkan semua informasi tentang doujutsu Akira. Tapi semua kemampuannya tidak seperti yang tercantum dalam informasi terakhir yaitu kemampuan kamui Uchiha Obito. Sebenarnya berapa banyak kemampuan mata sharingan 7 tomoe dan byakugan 7 tomoe itu?" batin Orochimaru dengan raut muka penuh tanda tanya, tubuhnya sudah tegap berdiri, pandangannya sangat lekat menatap Akira.
"Kenapa menatapku seperti itu, Otokage sama?" tanya Akira tersenyum tipis. Kemudian melanjutkan sambil berjalan perlahan ke arah Orochimaru tanpa ada rasa takut sedikit pun, "Apakah anda sedang mengumpulkan mata ini?" sambungnya menunjuk mata sharingannya.
"Aku hanya bermain-main saja dengan mereka semua. Jika anda mengetahui semua tengang informasi mata sharingan ini, akan aku perlihatkan beberapa khusus untuk anda." Akira membalikan badan ke arah tribun penonton di sebelah selatan. "Rinbo hengoku!"
"Zrash ...!" Semua kepala penonton di tribun bagian selatan, kepalanya hancur dan menyemburkan cairan merah dari leher mereka seperti air mancur.
Orochimaru semakin menggila dengan tingkah laku Akira membunuh 500 orang dalam sekejap, lidah panjangnya menyapu semua sudut bibirnya. Tapi tidak bagi semua penonton dan shinobi yang menjadi peserta, mereka berlari berhamburan keluar hingga memadati satu-satunya jalan menuju lift dengan teriakan penuh histeris.
"Cepat! Kita harus bergegas, agar tak mati sia-sia!" Raut wajah mereka pucat pasi dan berjalan agak gontai.
Akira menautkan tangan, "Ryuton: Rinne tensei no jutsu!" Rinne sharingan bertomoe dua belas di dahi Akira membelalak lebar, raja neraka dari permukaan tanah muncul. Mulutnya membuka lebar mengeluarkan jiwa-jiwa berwarna hijau yaitu ruh-ruh 510 orang yang baru saka Akira bunuh.
10 shinobi klan Abisawa yang kepalanya terlepas dari badan langsung menyatu, 500 penonton yang kepalanya hancur tumbuh kembali.
510 orang membuka matanya perlahan, baru beberapa menit yang lalu mereka merasakan kematian dan sekarang bangkit kembali. Mereka mengamati bagian tubuhnya secara seksama.
"A-aku hidup kembali." Salah satu shinobi bernama Abisawa Zao memandangi tububnya sendiri dengan mata membulat.
Orochimaru dan Denji menjatuhkan rahangnya, mata mereka berdua membulat. "Bagaimana mungkin?!" kata mereka berdua serentak.
"Tentu saja aku bisa." Akira menunjuk dirinya sendiri dengan membusungkan dada. Kemudian melanjutkan, "Karena aku keturunan uchiha, Hyuga dan Ryutsuki, hahahaha ...."
Akira melayang di atas ketinggian 10 meter, suara tertawanya menggema di seluruh ruangan arena bawah tanah yang sangat luas dan membuat semua penonton yang sedang bergerak memadati jalan menuju lift bergidik ngeri. Bahkan 510 orang yang baru bangkit dari kematiannya ikut ketakutan dan tak ingin mati untuk kedua kalinya oleh Akira.
"Untung saja aku menggunakan chakra Enenra untuk membuat pertunjukan ini. Kalau menggunakan chakra asliku sendiri, aku yakin tubuhku akan langsung menua," batin Akira tersenyum puas.